<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5179229527209098258</id><updated>2011-12-14T14:22:27.122-08:00</updated><category term='Manajemen SDM'/><category term='Tesis Manajemen'/><category term='Tesis Manajemen Pemasaran'/><category term='Manajemen'/><category term='Manajemen Pemasaran'/><category term='Manajemen Keuangan'/><category term='Manajemen Akuntansi'/><category term='Tesis Manajemen Sumber Daya Manusia'/><category term='MSDM'/><category term='Manajemen Pendidikan'/><category term='Manajemen Strategik'/><category term='Tesis Manajemen Keuangan'/><title type='text'>TESIS - SKRIPSI MANAJEMEN</title><subtitle type='html'>PERPUSTAKAAN ONLINE. Penyedia Layanan Online Tesis-Skripsi Manajemen Sumber Daya Manusia, tesis Manajemen Pemasaran, tesis Manajemen Pendidikan, tesis Manajemen Keuangan, tesis Manajemen Akuntansi, Skripsi Manajemen Sumber Daya Manusia, Skripsi Manajemen Pemasaran, tesis Manajemen Pendidikan, Skripsi Manajemen Keuangan, Skripsi Manajemen Akuntansi, LENGKAP dalam bentuk ms.word mulai Bab 1 s/d 5 dan daftar pustaka.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>ilmiahmanajemen</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-l8MmhMGnBro/TYoLNkdML2I/AAAAAAAAAAY/bgOr8eE6Voc/s220/sarjana1.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>202</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5179229527209098258.post-5036811778825471398</id><published>2011-12-14T14:18:00.000-08:00</published><updated>2011-12-14T14:18:16.670-08:00</updated><title type='text'>Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Motivasi Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pt Sinar Santosa Perkasa Banjarnegara (199)</title><content type='html'>BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.1  Latar Belakang&lt;br /&gt;Pada  berbagai  bidang  khususnya  kehidupan  berorganisasi,  faktor  manusia merupakan   masalah  utama  disetiap  kegiatan  yang  ada  didalamnya.  Organisasi merupakan kesatuan sosial yang dikoordinasikan secara sadar dengan sebuah batasan yang reaktif dapat diidentifikasikan,  bekerja secara terus menerus untuk mencapai tujuan  (Robbins,  2006).  Semua  tindakan  yang   diambil  dalam  setiap  kegiatan diprakarsai   dan   ditentukan   oleh   manusia   yang   menjadi   anggota   perusahaan. Perusahaan membutuhkan adanya faktor sumber daya manusia yang  potensial baik pemimpin  maupun  karyawan  pada  pola  tugas  dan  pengawasan  yang  merupakan penentu tercapainya tujuan perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sumber  daya  manusia  merupakan  tokoh  sentral  dalam  organisasi  maupun perusahaan.   Agar  aktivitas  manajemen  berjalan  dengan  baik,  perusahaan  harus memiliki karyawan yang berpengetahuan dan berketrampilan tinggi serta usaha untuk mengelola  perusahaan  seoptimal  mungkin  sehingga  kinerja  karyawan  meningkat. Menurut Budi Setiyawan dan Waridin (2006) kinerja karyawan merupakan hasil atau prestasi kerja karyawan yang dinilai dari segi kualitas maupun kuantitas berdasarkan standar kerja yang ditentukan oleh pihak organisasi. Kinerja yang baik adalah kinerja yang   optimal,   yaitu   kinerja   yang   sesuai   standar   organisasi   dan   mendukung tercapainya tujuan organisasi. Organisasi yang baik adalah organisasi yang berusaha meningkatkan kemampuan sumber daya manusianya, karena hal tersebut merupakan faktor kunci untuk meningkatkan kinerja karyawan.&lt;br /&gt;Peningkatan kinerja karyawan akan membawa kemajuan bagi perusahaan untuk dapat  bertahan dalam suatu persaingan  lingkungan  bisnis  yang tidak stabil. Oleh karena itu upaya-upaya untuk meningkatkan kinerja karyawan merupakan tantangan manajemen  yang  paling  serius  karena  keberhasilan  untuk  mencapai  tujuan  dan kelangsungan  hidup   perusahaan   tergantung  pada  kualitas  kinerja  sumber  daya manusia yang ada didalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT  Sinar  Santosa  Perkasa  merupakan  perusahaan  yang  bergerak  dibidang konstruksi. Perusahaan  tersebut  merupakan perusahaan  yang  berawal  dari comanditaire vennootschape (CV) yang berdiri tahun 1983 yang kemudian dijadikan Perseroan   Terbatas  (PT)  pada  tahun  2004.  Penelitian  ini  memfokuskan  pada karyawan PT Sinar  Santosa Perkasa yang berlokasi di Banjarnegara karena disini pusat kegiatan manajerial dilakukan.&lt;br /&gt;Kinerja karyawan yang tinggi sangatlah diharapkan oleh perusahaan terserbut. Semakin  banyak  karyawan  yang  mempunyai  kinerja  tinggi,  maka  produktivitas perusahaan  secara  keseluruhan  akan  meningkat  sehingga  perusahaan  akan  dapat bertahan dalam persaingan global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karyawan dituntut untuk mampu menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya secara  efektif dan  efisien. Keberhasilan  karyawan dapat diukur  melalui  kepuasan konsumen,   berkurangnya  jumlah  keluhan  dan  tercapainya  target  yang  optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kinerja karyawan PT Sinar Santosa Perkasa juga dapat diukur melalui penyelesaian tugasnya secara efektif dan efsien serta melakukan peran dan fungsinya dan itu semua berhubungan linear dan berhubungan positif bagi keberhasilan suatu perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat faktor negatif yang dapat menurunkan kinerja karyawan, diantaranya adalah  menurunnya keinginan karyawan untuk mencapai prestasi   kerja, kurangnya ketepatan waktu  dalam penyelesaian pekerjaan sehingga kurang menaati peraturan, pengaruh  yang  berasal  dari   lingkungannya,  teman  sekerja  yang  juga  menurun semangatnya dan tidak adanya contoh yang harus dijadikan acuan dalam pencapaian prestasi kerja yang baik. Semua itu merupakan sebab  menurunya kinerja karyawan dalam  bekerja.  Faktor-faktor  yang  dapat  digunakan  untuk  meningkatkan  kinerja diantaranya adalah gaya kepemimpinan, motivasi dan disiplin kerja.&lt;br /&gt;Gaya kepemimpinan merupakan norma perilaku yang digunakan oleh seseorang pada saat orang tersebut mencoba mempengaruhi perilaku orang lain (Suranta, 2002). Gaya  kepemimpinan  cocok apabila tujuan perusahaan telah dikomunikasikan  dan bawahan telah menerimanya. Seorang  pemimpin  harus  menerapkan  gaya kepemimpinan untuk mengelola bawahannya, karena seorang pemimpin akan sangat mempengaruhi  keberhasilan  organisasi  dalam  mencapai  tujuannya  (Waridin  dan Bambang  Guritno, 2005). Perusahaan menggunakan penghargaan atau hadiah dan ketertiban sebagai alat  untuk memotivasi karyawan. Pemimpin mendengar ide-ide dari para bawahan sebelum  mengambil keputusan. Gaya kepemimpinan yang tepat akan menimbulkan motivasi seseorang untuk berprestasi. Sukses tidaknya karyawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam prestasi kerja dapat dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan atasannya (Hardini, 2001 dalam Suranta, 2002). Suranta (2002) dan Tampubolon (2007) telah meneliti pengaruh gaya kepemimpinan  terhadap  kinerja,  menyatakan bahwa  gaya kepemimpinan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motivasi adalah dorongan, upaya dan keinginan yang ada di dalam diri manusia yang mengaktifkan, memberi daya serta mengarahkan perilaku untuk melaksanakan tugas-tugas dengan baik dalam lingkup pekerjaannya (Hakim, 2006). Robbins (2006) mendefinisikan motifasi sebagai  proses yang ikut menentukan intensitas, arah, dan ketekunan individu dalam usaha mencapai  sasaran.  Motivasi sebagai proses yang bermula  dari  kekuatan  dalam  hal  fisiologis  dan  psikologis  atau  kebutuhan  yang mengakibatkan  perilaku  atau  dorongan  yang  ditujukan  pada  sebuah  tujuan  atau insentif  (Moekijat,  2001  dalam  Hakim,  2006).  Beberapa  peneliti  telah  menguji hubungan antara motivasi dengan kinerja karyawan, antara lain Suharto dan Cahyono (2005), Hakim (2006). Pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja menunjukan hasil yang sama  bahwa hubungan antara motivasi dengan kinerja karyawan menunjukan hubungan positif dan signifikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut  Budi  Setiyawan  dan  Waridin  (2006)  disiplin  sebagai  keadaan  ideal dalam   mendukung  pelaksanaan  tugas  sesuai  aturan  dalam  rangka  mendukung optimalisasi  kerja.   Salah   satu   syarat   agar  disiplin   dapat  ditumbuhkan  dalam lingkungan kerja ialah, adanya pembagian kerja yang tuntas sampai kepada pegawai atau  petugas  yang  paling  bawah,  sehingga  setiap  orang  tahu  dengan  sadar  apa tugasnya, bagaimana melakukannya, kapan pekerjaan dimulai dan selesai, seperti apa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hasil  kerja  yang  disyaratkan,  dan  kepada  siapa  mempertanggung  jawabkan  hasil pekerjaan itu (Budi Setiyawan dan Waridin, 2006). Untuk itu disiplin harus ditumbuh kembangkan agar tumbuh pula ketertiban dan evisiensi. Tanpa adanya disiplin yang baik, jangan harap akan dapat  diwujudkan adanya sosok pemimpin atau karyawan ideal sebagaimana yang diharapkan oleh masyarakat dan perusahaan. Menurut Budi Setiyawan dan Waridin (2006), dan Aritonang (2005) disiplin kerja karyawan bagian dari faktor kinerja. Hasil penelitiannya menunjukan bahwa  disiplin  kerja memiliki pengaruh positif terhadap kinerja kerja karyawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan  survei  pendahuluan,  peneliti  menemukan  adanya kekurangmenaati  tata  tertib,  ketentuan-ketentuan  perusahaan  yang  memberatkan karyawan, disamping gaya kepemimpinan dan motivasi yang cukup tinggi. Kemudian timbul pemikiran  bagaimana keseluruhan faktor tersebut saling berkesinambungan sehingga mempengaruhi kinerja karyawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan   uraian   diatas  maka  perlu   dilakukan  penelitian   dengan   judul: “Pengaruh  Gaya  Kepemimpinan,  Motivasi  dan  Disiplin  Kerja  terhadap  Kinerja Karyawan PT Sinar Santosa Perkasa Banjarnegara”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan koleksi Judul Tesis Lengkap dan Skripsi Lengkap dalam bentuk file MS-Word, silahkan klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;disini&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5179229527209098258-5036811778825471398?l=ilmiahmanajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/5036811778825471398'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/5036811778825471398'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2011/12/pengaruh-gaya-kepemimpinan-motivasi-dan.html' title='Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Motivasi Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pt Sinar Santosa Perkasa Banjarnegara (199)'/><author><name>ilmiahmanajemen</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-l8MmhMGnBro/TYoLNkdML2I/AAAAAAAAAAY/bgOr8eE6Voc/s220/sarjana1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5179229527209098258.post-5063270873519299043</id><published>2011-03-23T07:01:00.000-07:00</published><updated>2011-05-20T15:15:55.866-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tesis Manajemen Pemasaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Pemasaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen'/><title type='text'>Analisis Pengaruh Brand Community Terhadap Loyalitas Merek Pada Pengguna Honda Megapro Di Surakarta (198)</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;Persaingan  pasar  yang  semakin  ketat  secara  tidak  langsung  menuntut produsen  sepeda motor untuk mempertahankan loyalitas konsumennya. Dengan marak  munculnya  brand  community  yang  tidak  lain  adalah  komunitas  yang mempergunakan kendaraan satu merek  dan model, ATPM berkeyakinan bahwa komunitas adalah pasar potensial masa depan. Permasalahan yang dihadapi adalah loyalitas konsumen akan merek sangat dibutuhkan oleh sebuah perusahaan untuk mempertahankan pangsa pasarnya. Dengan adanya brand community bagaimana ATPM dapat mempertahankan loyalitas merek para anggota komunitas tersebut. Dalam  penelitian  ini  akan  menganalisis  pengaruh  brand  community  terhadap loyalitas merek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian  ini  menggunakan  analisis  regresi  linier  berganda  dengan program  SPSS Versi 17.0. Metode pengumpulan data ini menggunakan metode kuesioner untuk anggota  komunitas sepeda motor Honda Megapro di Surakarta. Metode kuesioner ini digunakan untuk mengetahui lebih lanjut faktor-faktor apa saja yang melatarbelakangi  loyalitas merek anggota komunitas Honda Megapro sehingga memutuskan untuk tetap setia menggunakan Honda  Megapro tersebut. Kuesioner yang disebar sebanyak 40 kuesioner.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil  penelitian  menunjukkan  dari  keenam  variabel  brand  community yaitu legitimasi, loyalitas merek oposisi, merayakan sejarah merek, berbagi cerita merek, integrasi dan mempertahankan anggota, dan membantu dalam penggunaan merek,  yang  signifikan  adalah  loyalitas  merek  oposisi,  berbagi  cerita  merek, integrasi dan mempertahankan anggota, dan membantu dalam penggunaan merek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan koleksi Judul Tesis Lengkap dan Skripsi Lengkap dalam bentuk file MS-Word, silahkan klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5179229527209098258-5063270873519299043?l=ilmiahmanajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/5063270873519299043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/5063270873519299043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2011/03/analisis-pengaruh-brand-community.html' title='Analisis Pengaruh Brand Community Terhadap Loyalitas Merek Pada Pengguna Honda Megapro Di Surakarta (198)'/><author><name>ilmiahmanajemen</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-l8MmhMGnBro/TYoLNkdML2I/AAAAAAAAAAY/bgOr8eE6Voc/s220/sarjana1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5179229527209098258.post-6107811434777431159</id><published>2011-03-23T06:59:00.000-07:00</published><updated>2011-05-20T15:17:27.444-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tesis Manajemen Pemasaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen'/><title type='text'>Analisis Pengaruh Kualitas Produk, Kualitas Layanan Dan Persepsi Harga Terhadap Kepuasan Pelanggan Air Minum Dalam Kemasan (Studi Kasus Pada AMDK Jawa Tirta Semarang) (197)</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.1  Latar Belakang Masalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan ekonomi dalam era globalisasi dewasa ini membuat persaingan bisnis menjadi semakin tajam, baik pasar domestik maupun pasar global. Walaupun konsumen tetap  ada  namun  daya  beli  mereka  semakin  terbatas.  Akibatnya  konsumen  menjadi semakin kritis dalam melakukan pembelian atas produk yang mereka butuhkan. Dalam keadaan tersebut mendorong setiap perusahaan  untuk lebih bekerja secara profesional agar  tetap  dapat  bersaing  dan  bertahan.  Setiap  perusahaan   harus  mampu  menarik konsumen dengan menawarkan produk yang berkualitas yang disertai dengan pelayanan yang baik juga harga yang ekonomis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan  akan  sukses  apabila  mengutamakan  kepuasan  bagi  para konsumennya. Kepuasan bagi konsumen akan datang dengan sendirinya bila produk/ jasa yang  dijual  perusahaan  sesuai  atau  melampaui  apa  yang  diinginkan  oleh  konsumen. Apabila perusahaan melakukan suatu kesalahan yang merusak citranya maka hal ini akan menimbulkan  akibat  buruk   bagi  perusahaan  sebab  konsumen  akan  meninggalkan perusahaan dan menjadi konsumen dari perusahaan pesaingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepuasan  pelanggan  merupakan  salah  satu  faktor  penentu  keberhasilan perusahaan.  Selain  itu  kepuasan  pelanggan  dapat  menjadi  alat  bersaing  bagi  suatu perusahaan dalam menghadapi pesaingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelangsungan hidup sebuah perusahaan sangat tergantung pada kepuasan para pelanggannya  dan  kemampuan  menghasilkan  laba.  Sebuah  perusahaan  yang  mampu memuaskan kebutuhan pelanggannya, akan tetapi tidak mampu menghasilkan laba, tidak mungkin akan tetap eksis dan berkembang. Kepuasan pelanggan dan laba harus dicapai&lt;br /&gt;secara  simultan.  Pendekatan  berdasarkan  kepentingan  pelanggan  (customer  oriented)sebaiknya dilakukan secara lebih sistematis dan efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persepsi harga adalah kecenderungan konsumen untuk menggunakan harga dalam memberi penilaian tentang kualitas produk  (Burton et.al.1998, Sinha and Batra 1999-&lt;br /&gt;2000, Garretson et.al.2002).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini juga dapat terlihat pada persaingan di bidang penyedia layanan jasa air  minum  dalam  kemasan  (AMDK)  yang  semakin  marak  dan  dengan  banyaknya penyedia layanan jasa air  minum dalam kemasan yang bermunculan dengan berbagai merek.   Fenomena  ini  mendorong   setiap   perusahaan   untuk   meningkatkan   standar pelayanan  yang dipengaruhi oleh  meningkatnya  ekspektasi konsumen  akibat promosi yang dilakukan oleh masing-masing AMDK untuk memenangkan persaingan salah satu diantaranya yaitu AMDK Jawa Tirta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya AMDK Jawa Tirta dimulai dari kegiatan  menjual air bersih di sekitar  perumahan.  Setelah  tiga  bulan  menjalankan  usaha,  dirasa  tidak  mendapatkan untung yang berarti  maka pemilik AMDK Jawa Tirta mempunyai ide untuk membuka usaha air minum dalam kemasan. Ide mendirikan industri AMDK ini didasari keyakinan yang kuat bahwa usaha air minum akan berprospek cerah karena dapat dilihat dalam dasa warsa 90-an perkembangan konsumsi air minum  dalam kemasan (AMDK) cenderung berkembang  sangat  pesat.  Kemajuan  teknologi  yang  ada  berdampak  pada  perilaku manusia dari keinginan pemenuhan yang semula sederhana terus  berkembang berselera tinggi, sehingga menimbulkan kebutuhan yang mutikomplek termasuk air minum dalam kemasan ini bukan lagi sekedar gaya hidup tetapi sudah menjadi salah satu kebutuhan. Tepatnya pada bulan November 1996 mulailah dibuka usaha dibidang air minum dalamkemasan dan hasil produksinya bernama “Jawa Tirta” dan diproduksi oleh CV. SekarJadag Mekar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan koleksi Judul Tesis Lengkap dan Skripsi Lengkap dalam bentuk file MS-Word, silahkan klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;disini &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5179229527209098258-6107811434777431159?l=ilmiahmanajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/6107811434777431159'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/6107811434777431159'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2011/03/analisis-pengaruh-kualitas-produk.html' title='Analisis Pengaruh Kualitas Produk, Kualitas Layanan Dan Persepsi Harga Terhadap Kepuasan Pelanggan Air Minum Dalam Kemasan (Studi Kasus Pada AMDK Jawa Tirta Semarang) (197)'/><author><name>ilmiahmanajemen</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-l8MmhMGnBro/TYoLNkdML2I/AAAAAAAAAAY/bgOr8eE6Voc/s220/sarjana1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5179229527209098258.post-3593415389362459675</id><published>2011-02-21T05:45:00.000-08:00</published><updated>2011-02-21T05:45:56.681-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tesis Manajemen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tesis Manajemen Sumber Daya Manusia'/><title type='text'>Analisis Pengaruh Kepuasan Kerja Dan Komitmen Organisasional Terhadap Turnover Intentions (Studi Empiris pada Novotel Semarang) (196)</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.1. Latar Belakang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber daya manusia (SDM) merupakan satu-satunya aset penting organisasi yang   dapat   menggerakkan   sumber   daya   lainnya.   Sumber   daya   manusia   dapat mempengaruhi  efisiensi dan efektivitas organisasi (Simamora, 2006). Hal tersebutlah yang membuat para pebisnis hotel sadar akan nilai investasi karyawan sebagai sumber daya manusia. Dimana saat ini mengumpulkan tenaga kerja yang cakap dan berkinerja baik semakin sulit dilakukan, terlebih  lagi mempertahankan yang sudah ada. Mereka harus  memprioritaskan   untuk   menemukan,   mempekerjakan,   memotivasi,   melatih, mengembangkan karyawan yang paling dekat dengan budaya hotel dan performa yang dikehendaki, serta mempertahankan karyawan berkualitas (Pophal, 2006).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinilah  dituntut  adanya  peranan  penting  manajemen  sumber  daya  manusia (MSDM) dalam sebuah bisnis hotel. Manajemen sumber daya manusia adalah aktivitas yang  penting disebuah organisasi. Organisasi perlu me-manage sumber daya manusia untuk mencapai tujuannya secara efektif, dengan senantiasa melakukan investasi untuk penerimaan, penyeleksian  dan mempertahankan sumber daya manusia yang potensial agar tidak berdampak pada perpindahan karyawan (Anis et al., 2003).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpindahan karyawan (employee turnover) adalah suatu fenomena yang sering terjadi dalam industri perhotelan (hospitality industry). Turnover dapat diartikan sebagai pergerakan  tenaga  kerja  keluar  dari  organisasi.  Turnover  mengarah  pada  kenyataan akhir  yang  dihadapi  suatu  organisasi  berupa  jumlah  karyawan  yang  meninggalkan organisasi  pada  periode   tertentu,  sedangkan  keinginan  karyawan  untuk  berpindah (turnover  intentions)  mengacu  pada  hasil  evaluasi  individu   mengenai  kelanjutan hubungan dengan  organisasi  yang  belum  diwujudkan  dalam  tindakan  pasti meninggalkan organisasi. Turnover dapat berupa pengunduran diri, perpindahan keluar unit organisasi, pemberhentian atau kematian anggota organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini tingginya tingkat turnover karyawan telah menjadi masalah serius bagi banyak  perusahaan.  Woods dan Macaulay  (1989) menjelaskan bahwa turnover yang tinggi pada  hospitality industry dapat mengganggu operasi, melahirkan permasalahan moral pada karyawan  yang tinggal, dan juga melambungkan biaya dalam rekrutmen, wawancara, tes, pengecekan  referensi, biaya administrasi pemrosesan karyawan baru, tunjangan, orientasi, dan biaya peluang yang hilang karena karyawan harus mempelajari keahlian yang baru. Rousseau (1984)  menambahkan bahwa biaya atau kerugian  atas adanya  turnover  meliputi  biaya  langsung  yang  terkait  dengan  kegiatan  rekrutmen (antara lain biaya iklan, biaya agen) dan biaya pencarian; biaya tidak langsung misalnya biaya  biaya   yang   berhubungan   dengan   pelatihan   karyawan   baru;   dan   kerugian produktivitas oleh proses pembelajaran karyawan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal yang disinyalir sebagai penyebab keluarnya seorang karyawan dari suatu pekerjaan. Situasi kerja yang dihadapi saat ini tidak sesuai dengan harapan yang diinginkan (timbulnya ketidakpuasan dalam bekerja) atau dipengaruhi oleh pandangan karyawan  untuk  mendapatkan  alternatif  pekerjaan  dan  kepuasan  yang  lebih  baik. Dengan demikian, suatu perusahaan dituntut  untuk  dapat  mempertahankan karyawannya, seperti mampu memberikan balas jasa tinggi dan memahami hal-hal yang mampu membuat karyawannya kerasan untuk tetap bekerja tanpa menurunkan kinerja perusahaan tersebut secara keseluruhan.&lt;br /&gt;Turnover  karyawan  juga  terjadi  pada  salah  satu  International  Chain  Hotel&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berbintang 5 (lima), Novotel Semarang yang berlokasi di Jl. Pemuda Semarang. Novotel Semarang  yang didirikan pada bulan  Mei 2005  merupakan salah  satu Accor  Group Hotel  yang memiliki  + 250  karyawan.  Dari jumlah karyawan tersebut,  40%  adalah karyawan  out-sourching,  karyawan  casual  dan  karyawan  magang.  Sedangkan  60% adalah  karyawan  yang  langsung  direkrut  dan  diseleksi  langsung  oleh  manajemen Novotel Semarang, dan  kemudian disebut sebagai karyawan tetap. Seluruh karyawan tetap Novotel Semarang akan digunakan sebagai sampel dalam penelitian ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perekrutan karyawan di hotel tersebut adalah dengan sistem kontrak. Karyawan dikontrak untuk bekerja selama 2 (dua) tahun, dengan masa percobaan 3 – 6 bulan dan setelah   itu   baru   dilakukan   evaluasi   untuk   memutuskan   apakah   karyawan   yang bersangkutan akan diangkat menjadi karyawan tetap, tetap dalam posisi kontrak sebagai karyawan atau diadakan pemutusan hubungan kerja terhadap karyawan tersebut. Sistem seperti  inilah  yang  merupakan  salah  satu  hal  yang  berpengaruh  terhadap  tingkat turnover yang relatif tinggi pada perusahaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun belum mencapai setengahnya, angka turnover tinggi yang terjadi di salah  satu  hotel  bintang  lima  dengan  standar  internasional  ini  cukup  mengundang perhatian. Suatu  perusahaan besar pada industri perhotelan (hospitality industry) bisa mengalami turnover karyawan yang tinggi. Padahal dengan nama yang besar dan citra perusahaan yang tergolong  baik, Novotel Semarang seharusnya mampu menciptakan lingkungan  kerja  yang  kondusif  dan  angka  turnover  yang  rendah.  Apalagi  Novotel Semarang   merupakan   salah   satu   International   Chain   Hotel   dari   Accor   Group Management  yang  merupakan  hospitality  industry  group  ternama  di  dunia  dengan reputasi yang baik, dan selalu  mampu menciptakan  program-program menarik yang dapat mendukung kebutuhan karyawannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menciptakan karyawan yang berkualitas dan mempunyai komitmen pada perusahaan,  Accor  menciptakan  suatu  program  karyawan  bernama  ‘quality-circle program’,  yang merupakan wadah consultant and management organization bagi top management  dan   karyawan  Accor  Group  di  seluruh  dunia.  Anggota  yang  boleh bergabung dalam program ini hanyalah para manejer yang berfungsi sebagai wakil hotel yang akan membawa informasi  maupun masalah untuk dibahas dalam forum program ini,  dan  kemudian  membawa  hasilnya  kembali  ke  hotel  untuk  diterapkan  di  sana. Efektifitas dari quality-circle program antara lain  mampu membantu top management dan  karyawan   pada   masing-masing   hotel   dalam   mengatasi   masalah,   pertukaran informasi antar sesama hotel, menciptakan karyawan hotel  yang berkomitmen tinggi dan mencegah terjadinya turnover karyawan (Orly, 1988).&lt;br /&gt;Selain itu, Accor juga membangun sekolah khusus dalam hospitality industry untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan karyawan hotel. Sehingga karyawan merasa bangga  menjadi bagian dari manejemen Accor. Maka, dapat diprediksi bahwa karyawan Accor akan  merasa puas dan mau berkomitmen pada hotel, sehingga angka turnover karyawan menjadi rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kenyataan berbanding terbalik, dan reputasi Novotel Semarang dalam menciptakan lingkungan kerja yang baik menjadi pertanyaan. Apa yang menyebabkan karyawan   Novotel   Semarang   ingin   keluar   dari   perusahaan   dan   bahkan   telah meninggalkan   perusahaan.   Dan   seberapa   besar   tingkat   kepuasan   dan   komitmen karyawan Novotel Semarang yang sedang bekerja di situ terhadap perusahaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disadari atau tidak, keinginan berpindah karyawan (turnover intentions) Novotel Semarang  yang  berujung  pada  keluarnya  karyawan  membawa  dampak  negatif  bagi perusahaan.  Sebab  disamping  dapat  menciptakan  ketidakstabilan  dan  ketidakpastian terhadap   kondisi   tenaga   kerja,   juga   peningkatan   biaya   pelatihan   yang   sudah diinvestasikan pada karyawan sampai biaya rekrutmen dan pelatihan kembali. Turnover juga   mengakibatkan  perusahaan   tidak   efektif  karena  kehilangan   karyawan  yang berpengalaman dan ini berarti Novotel Semarang perlu melatih kembali karyawan baru (Woods dan Macaulay,  1989). Hal ini berdampak pada terganggunya operasi Novotel Semarang, sehingga menimbulkan kerugian dari sisi moral maupun financial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingginya tingkat turnover karyawan pada hospitality industry dapat dilihat dari seberapa  besar  keinginan  berpindah  yang  dimiliki  karyawan  suatu  organisasi  atau perusahaan. Beberapa penelitian dan literatur menunjukkan bahwa intention to leave atau turnover intentions mengacu pada niat karyawan untuk mencari alternatif pekerjaan lain  dan   belum   terwujud  dalam  perilaku  nyata  (Pasewark   dan  Strawser,  1996). Keinginan  berpindah  seseorang  terkait  erat  dengan  kepuasan  kerja  dan  komitmen organisasional (DeMicco dan Reid, 1988).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepuasan  kerja  didefinisikan  sebagai  sikap  umum  individu  terhadap pekerjaannya (Robbins, 2006). Dalam hal ini adalah karyawan. Karyawan dapat menilai seberapa puas atau tidak puas dirinya dengan pekerjaannya. Kepuasan kerja juga dapat digambarkan  sebagai “memiliki sikap positif terhadap pekerjaan pada diri seseorang” (Vroom,  1964).  Bukti-bukti  penelitian  terhadap  kepuasan  kerja  dapat  dilihat  dari beberapa  kategori  seperti   kepemimpinan,  kebutuhan  psikologis,  penghargaan  atau usaha, manajemen ideologi dan nilai-nilai, serta faktor-faktor rancangan pekerjaan dan muatan kerja.&lt;br /&gt;Kepuasan kerja dapat memiliki pengaruh yang substansial pada keinginan keluar individu pada industri perhotelan (hospitality industry). Karyawan hotel dengan tingkat kepuasan kerja tinggi  lebih  jarang  meninggalkan  meninggalkan  pekerjaannya dibandingkan  karyawan  dengan  tingkat  kepuasan  kerja  rendah  (DeMicco  dan  Reid, 1988).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidakpuasan kerja telah sering diidentifikasikan sebagai suatu alasan penting yang  dapat menyebabkan individu  meninggalkan pekerjaannya (Hullin et al., 1985). Selain itu, ketidakpuasan kerja seorang karyawan juga menimbulkan berbagai masalah, seperti meningkatnya tingkat absen karyawan, perilaku kerja pasif serta dapat merusak atau mengganggu kinerja pekerja lain (DeMicco dan Reid, 1988).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DeMicco   dan   Reid,   (1988),   menjelaskan   bahwa   kepuasan   kerja   bukan merupakan penyebab langsung seorang karyawan pada hospitality industry mengambil keputusan  untuk keluar dari hotel. Kepuasan kerja merupakan hal penting bagi suatu hotel,  karena  karyawan  yang  merasa  puas  terhadap  pekerjaannya  akan  cenderung mempromosikan hotelnya sebagai tempat yang baik dan menyenangkan untuk bekerja. Selanjutnya peningkatan  reputasi hotel tersebut akan menarik para pelamar kerja baru kepada perusahaan. Kepuasan  kerja  juga meningkatkan produktivitas kelompok atau organisasi melalui peningkatan kerja sama tim dan komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, para pengusaha maupun manejemen hotel dituntut untuk lebih memperhatikan dan memahami hal-hal yang diinginkan karyawannya. Apalagi dalam persaingan   pada  pasar  tenaga  kerja  perhotelan,  dimana  para  karyawannya  sudah memiliki   pengetahuan   dan   keahlian   khusus   dalam   menangani   semua   pekerjaan hospitality industry. McCleary dan Weaver (1988) menyebutkan bahwa ada 16 (enam belas) kategori yang harus dipahami manejemen SDM hotel dalam mengelola sumber daya  manusianya.  Keenambelas  kategori  tersebut  antara  lain  kesempatan  promosi, pekerjaan yang menarik, tanggung jawab, kondisi kerja, apresiasi, job security, training program, loyalitas personal, gaji dan tunjangan yang baik, rekan kerja, supervisi, lokasi kerja, jam kerja, keinginan untuk menjadi bagian dari perusahaan hotel dan simpati dalam  membantu  karyawan  menyelesaikan  masalah.  Dengan  begitu,  kepuasan  kerja karyawan hotel pun semakin meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab lain dari adanya keinginan berpindah karyawan adalah menurunnya tingkat  komitmen  organisasi  dari  karyawan.  Dalam  penelitian  Meyer  et  al.,  (1993) ditunjukkan bahwa peningkatan  komitmen  berhubungan  dengan  peningkatan produktivitas  dan turnover yang semakin rendah. Komitmen adalah salah satu aspek penting dari filosofi  human resources management  (HRM). Pengertian komitmen itu sendiri  berkembang  tidak  lagi  sekedar  berbentuk  kesediaan  karyawan  menetap  di organisasi dalam jangka waktu lama, tetapi lebih dari itu, karyawan mau memberikan yang terbaik dan bahkan bersedia  untuk  bersikap  loyal terhadap organisasi. Apabila kepuasan kerja  lebih  merefleksikan  respon  seorang  pekerja  terhadap  pekerjaan  atau beberapa aspek  dalam  pekerjaannya dimana   aktivitas  harian  mungkin  akan mempengaruhi tingkat kepuasan  kerja, maka komitmen organisasi bersifat lebih luas, yaitu   mencerminkan   respon   afektif   seorang   pekerja   kepada   organisasi   secara keseluruhan (DeMicco dan Reid, 1988).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komitmen  organisasional  menjadi  sangat  penting  bagi  organisasi,  khususnya pada hospitality industry, karena komitmen organisasional disinyalir sebagai prediktor yang lebih baik bagi turnover intentions dibandingkan dengan kepuasan kerja. Seorang individu masuk ke dalam suatu organisasi dengan bermacam kebutuhan, keinginan dan kemampuan, dan mereka berharap dapat menemukan sebuah lingkungan kerja dimana individu tersebut  dapat  menggunakan  kemampuan  serta  memenuhi  berbagai  macam kebutuhan dasarnya. Saat individu tersebut menemukan peluang-peluang tersebut dalam pekerjaannya, maka komitmen terhadap organisasi  akan meningkat. Sebaliknya, saat perusahaan   gagal   memberikan   pemenuhan   kebutuhan,   maka   komitmen   terhadap organisasi cenderung menurun. Karyawan dengan tingkat komitmen organisasi tinggi akan  menunjukkan kinerja yang baik, tingkat turnover intentions rendah dan tingkat absensi rendah (DeMicco dan Reid, 1988).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lee et al., (1992)  menambahkan bahwa komitmen organisasional  merupakan prediktor yang kuat bagi voluntary turnover. Adanya kecenderungan komitmen sebelum memasuki   organisasi  akan  berhubungan  positif  dengan  komitmen  awal  (sebelum memasuki   organisasi)  dan  komitmen  berikutnya  (setelah  masuk  organisasi)  akan berhubungan  negatif  dengan  voluntary  turnover  sehingga  kepuasan  kerja  karyawan akan berpengaruh oleh  komitmen pada tahap awal memasuki organisasi (Lance dan Vandenberg, 1992).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penelitiannya, Anis et al., (2003) mengemukakan bahwa kepuasan kerja dan  komitmen  organisasional  secara  signifikan  bersama-sama  berpengaruh  negatif terhadap turnover intensions. Andini (2006) dalam penelitiannya menemukan pengaruh positif kepuasan  kerja terhadap komitmen organisasi, dimana semakin tinggi tingkat kepuasan kerja karyawan, maka semakin tinggi pula komitmen organisasional karyawan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkat   turnover   karyawan   yang   tinggi   merupakan   ukuran   yang   sering digunakan sebagai indikasi adanya masalah yang mendasar pada organisasi. Turnover karyawan   dapat   menelan   biaya   yang   tinggi.   Oleh   karena   itu   organisasi   perlu menguranginya  sampai  pada  tingkat-tingkat  yang  dapat  diterima.  Namun  demikian, mempertahankan tingkat perputaran sebesar nol adalah tidak realistis dan bahkan tidak dikehendaki.&lt;br /&gt;Berdasarkan pada hasil penelitian yang dilakukan oleh beberapa peneliti di atas,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;penelitian  ini  akan  melakukan  pengujian  kembali  terhadap  beberapa  faktor  yang diprediksi berpengaruh terhadap keinginan berpindah karyawan. Faktor-faktor tersebut adalah kepuasan kerja dan komitmen organisasional.&lt;br /&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5179229527209098258-3593415389362459675?l=ilmiahmanajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/3593415389362459675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/3593415389362459675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2011/02/analisis-pengaruh-kepuasan-kerja-dan.html' title='Analisis Pengaruh Kepuasan Kerja Dan Komitmen Organisasional Terhadap Turnover Intentions (Studi Empiris pada Novotel Semarang) (196)'/><author><name>ilmiahmanajemen</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-l8MmhMGnBro/TYoLNkdML2I/AAAAAAAAAAY/bgOr8eE6Voc/s220/sarjana1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5179229527209098258.post-5263440794251086277</id><published>2011-02-21T05:43:00.000-08:00</published><updated>2011-02-21T05:43:08.993-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tesis Manajemen Keuangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tesis Manajemen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tesis Manajemen Sumber Daya Manusia'/><title type='text'>Analisis Dampak Dari Locus Of Control Pada Tekanan Kerja, Kepuasan Kerja, Dan  Kinerja Auditor Internal (195)</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;BAB I PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.1 Latar Belakang Masalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru-baru  ini  departemen  audit  internal  di  banyak  perusahaan  selalu memeriksa   kembali  cara  mereka  memberikan  pelayanan  kepada  perusahaan mereka.  Beberapa  tahun  terakhir  ini  ada  beberapa  kasus  yang  terjadi  yang membuat perusahaan-perusahaan melakukan hal tersebut, diantaranya yaitu upaya mengkaji ulang dalam praktik audit yang terjadi  di Aetna Life (Harrington dan Shepard,  1996).  Perusahaan  ini  menata  ulang  departemen   audit   internalnya dengan cara meninggalkan budaya lama, menciptakan standar norma baru  bagi departemen audit   internalnya,   menciptakan   kemitrraan   dengan   pelanggan, menyederhanakan proses audit,  mengaudit pengauditan stop and go, menghilangkan pekerjaan yang berulang-ulang, mengurangi dokumentasi, memaksimalkan  sumber  daya  manusianya,  dan  pelatihan  keahlian  perangkat lunak. Pada  perusahaan keuangan CNA Financial (MacDonald dan Colombo,&lt;br /&gt;2001), dalam menata ulang departemen auditnya berfokus pada beberapa langkah kunci  yaitu  mengidentifikasi ekspektasi  stakeholder,  menentukan  faktor-faktor pendorong nilai, mengembangkan penyesuaian model sumber daya manusia, dan melakukan analisis gap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada perusahaan yang lain yaitu Asea Brown Boveri (Plumly dan Dudley, 2002), menata ulang departemen audit internalnya dengan cara berfokus pada bagaimana  mempekerjakan audit internalnya dengan tepat, memperbaiki proses audit, menggunakan platform elektronik, dan fokus pada kolaborasi. Sedangkan pada  perusahaan  John  Hancock  Financial Services  (Robitaille, 2004),  mereka menata ulang departemen auditnya dengan cara menetapkan kerangka ERA (End Result Auditing)  sebagai    dasar semua  operasi, mengadakam pelatiha pengendalian, memperbaiki  praktek  audit,  dan  melakukan  pengembangan terhadap staf audit mereka. Seperti yang ditekankan oleh Harrington dan Shepard (1996), dan juga oleh MacDonald dan Kolombo (2001,  hal. 71) bahwa bagian integral dari proses penataan ulang adalah mendefinisikan secara jelas  kinerja yang  diharapkan,  sementara  itu  dalam  waktu  yang  bersamaan,  memperbaiki potensi  untuk pengembangan karir yang ditujukan bagi para anggota tim audit internal.  Lebih  lanjut,  Mac  Donald   dan  Colombo (2001)  secara spesifikmenjelaskan   bahwa  salah  satu  tujuan  dari  perusahaan  yang  paling menantang adalah untuk menarik,  mengembangkan  secara  terus-menerus, dan mempertahankan para auditor internal yang berpengalaman yang ada diperusahaannya. Proses  penataan ulang itu  juga untuk  meningkatkan  potensi dalam pengembangan karir setiap anggota tim audit internal suatu perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya, usaha penataan ulang yang dilakukan oleh perusahaan itu dapat  membuat  auditor mereka  merasa  tertekan, karena mungkin tidak setiap anggota auditor internal itu merasa nyaman dengan adanya penataan ulang yang dilakukan  oleh  perusahaan.  Hal  ini  akan  menambah  porsi  tekanan  kerja  (job stress)  yang dihadapi oleh auditor internal perusahaan, sehingga auditor itu selalu bekerja dalam tekanan yang tinggi dan dalam jangka  waktu yang cukup padat. Dari  penjelasan  di  atas  dapat  disimpulkan  bahwa  proses   penataan   ulang&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;departemen audit berpengaruh terhadap sikap yang diambil oleh auditor mereka. Hal   yang   mungkin   terjadi   yaitu   auditor   mungkin   saja   berperilaku   yang menyimpang (disfunction behaviour) dalam menyelesaikan pekerjaan (audit) yang diberikan kepada mereka. Untuk  menghindari praktik-praktik audit seperti itu, diperlukan  suatu  kepribadian  atau  variabel   yang   dapat  mempengaruhi  dan mengendalikan  perilaku-perilaku  auditor seperti  itu,  dan   kepribadian  atau variabel tersebut adalah Locus of Control (LOC).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Locus of control (LOC) adalah derajat sejauh mana seseorang meyakini bahwa mereka dapat menguasai nasib mereka sendiri (Robbins, 1996). Menurut Rotter (1996) dalam Patten (2005) Locus of Control (LOC) adalah cara pandang seseorang terhadap suatu peristiwa apakah  seseorang itu dapat atau tidak dapat mengendalikan peristiwa yang terjadi kepadanya. Tekanan kerja itu mengundang berbagai macam reaksi dari individu-individu dan berbeda dari  tekanan-tekanan yang  umum  terjadi  yang  juga  dikaitkan  dengan  organisasi  dan  pekerjaan (Montgomery et al., 1996).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Rahim (1966) seseorang dengan Locus of Control internal yang tinggi  percaya  bahwa  mereka  dapat  mengatasi  masalah  tekanan  kerja  secara fungsional  dan  lebih   efektif  daripada  seseorang  dengan  Locus  of  Control eksternal. Locus of Control internal yaitu sejauh mana orang-orang mengharapkan bahwa sebuah penguatan atau hasil perilaku  mereka bergantung pada perilaku mereka sendiri atau karakteristik pribadi, sedangkan Locus of  Control eksternal yaitu sejauh mana orang-orang mengharapkan bahwa penguatan atau hasil adalah bukan muncul dari dalam diri orang tersebut, namun dari suatu kesempatan,keberuntungan, atau takdir, berada di bawah kontrol yang kuat orang lain, atau sesuatu yang tidak terduga (Rotter 1990, h. 489) dalam Patten (2005).&lt;br /&gt;Hyatt  dan  Prawitt  (2001)  dalam  Patten  (2005)  dalam  penelitiannya mengenai   Locus  of  Control  dan  hubungannya  dengan  struktur  di  Big  Six (sekarang Big Four) menemukan bahwa untuk auditor dari perusahaan yang lebih terstruktur, mereka dengan lebih banyak kecenderungan Locus of Control internal muncul untuk mengungguli  kelompok dengan  lebih banyak ciri-ciri  Locus  of Control eksternal. Dia juga melaporkan bahwa Locus of Control  internal secara signifikan  berhubungan  dengan  tingkat  pengalaman  pada  perusahaan  tidak terstruktur tetapi pada perusahaan yang lebih terstruktur tidak berhubungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian  mengenai  variabel  Locus  of  Control  telah  banyak  diteliti sebelumnya.  Beberapa studi yang telah dilakukan diantaranya  yaitu mengenai Locus of Control dan dampaknya terhadap pekerjaan dalam hubungannya dengan beberapa aspek seperti tekanan kerja,  kepuasan kerja dan komitmen organisasi (Martin et al., 2005) dalam Chen and Silverthorne (2005). Secara khusus, ada juga penelitian yang telah mengidentifikasi interaksi antara Locus of  Control dan tekanan kerja (Rahim, 1996) kepuasan kerja, dan kinerja (Patten, 2005). Penelitian serupa juga pernah dilakukan mengenai dampak Locus of Control tehadap tekanan kerja,  kepuasaan  kerja, dan kinerja di Taiwan (Silverthorne dan Chen, 2008). Kesimpulan dari  penelitian yang dilakukan oleh Silverthorne dan Chen (2008) bahwa reaksi individu yang  diukur oleh pemberi tekanan kerja, kepuasan kerja, dan kinerja tergantung pada beberapa karakteristik kepribadian individu terutama Locus of Control.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebagaimana  dikatakan  oleh  Hyatt  dan  Prawitt  (2001)  dalam  Patten (2005), mereka yang lebih banyak kecenderungan Locus of Control eksternal akan memiliki kinerja yang lebih baik daripada mereka yang lebih banyak kecenderungan Locus of Control internal pada lingkungan perusahaan terstruktur. Sebaliknya, mereka yang lebih banyak kecenderungan Locus of Control internal akan  memiliki  kinerja  yang  lebih  baik  daripada  mereka  yang  lebih  banyak kecenderungan Locus of Control eksternal dalam perusahaan tidak terstruktur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini dapat terjadi karena pada perusahaan yang kurang terstruktur itu tata kelola  perusahaannya kurang baik dan pembagian tanggung jawab maupun wewenangnya juga belum terstruktur dengan baik. Oleh karena itu, bagi mereka yang  memiliki  Locus  of  Control  internal  lebih  bisa  meyakinkan  diri  mereka sendiri dan mereka lebih sadar bahwa mereka dapat  menyelesaikan pekerjaan- pekerjaan dari perusahaan dengan lebih baik tanpa harus ada teguran dari pihak perusahaan. Bagi mereka yang memiliki Locus of Control eksternal hanya akan bergantung pada nasib mereka terhadap pekerjaan-pekerjaan mereka, sehingga pekerjaan tersebut tidak akan selesai sebelum ada teguran dari pihak perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut  penelitian  Patten  (2005)  mengenai  dampak  Locus  of  Control terhadap  kepuasan kerja dan kinerja perusahaan, telah ditemukan hasil bahwa auditor dengan Locus of  Control internal akan merasakan kepuasan kerja yang lebih tinggi daripada auditor dengan  Locus of Control eksternal. Hal ini dapat terjadi  berdasarkan  penjelasan  penelitian  sebelumnya.  Mereka  yang  memiliki Locus of Control internal akan menghasilkan kinerja yang baik untuk perusahaan, sehingga dengan kinerja tersebut auditor bisa memperoleh penghargaan (reward)dari perusahaan dan itu akan membuat auditor merasa puas terhadap apa yang mereka lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan   hasil   dari   penelitian   yang   telah   dilakukan   sebelumya mengenai dampak Locus of Control terhadap kepuasan kerja dan kinerja auditor internal, maka peneliti akan mencoba meneliti kembali dampak Locus of Control terhadap tekanan kerja (job stress), kepuasan kerja (job satisfaction) dan kinerja (job performance) auditor internal. Luthans (2005)  mendefinisikan stres sebagai suatu  tanggapan  dalam  menyesuaikan  diri  yang  dipengaruhi  oleh  perbedaan individu dan proses psikologis, sebagai konsekuensi dari tindakan Hngkungan, situasi atau peristiwa yang terlalu banyak mengadakan tuntutan psikologis dan fisik seseorang.  Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa stres kerja timbul karena tuntutan lingkungan dan tanggapan setiap individu dalam menghadapinya dapat berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian sebelumya telah menguji mengenai pengaruh Locus of Control internal   terhadap tekanan kerja di Taiwan oleh Chen and Silverthorne (2005). Penelitian  tersebut  menyimpulkan  bahwa  individu  dengan  Locus  of  Control internal dianggap memiliki tingkat  stress yang lebih rendah daripada individu dengan Locus of Control eksternal. Pada penelitian kali  ini peneliti akan meneliti hubungan antara Locus of Control (LOC) dengan ukuran-ukuran perilaku seperti tekanan kerja, kepuasan  kerja  dan kinerja  auditor internal  yang bekerja pada perusahaan-perusahaan privat  (swasta)  di  suatu  negara  yang berbeda  yaitu  di Indonesia.  Dengan memahami hubungan variabel kepribadian Locus of Control terhadap  tekanan  kerja,  kepuasan  kerja,  dan  kinerja  auditor internal,  maka diharapkan dapat menghasilkan wawasan berharga dalam kaitannya dengan usaha penataan  ulang  departemen  audit  suatu  perusahaan.  Oleh  karena  itu,  peneliti memberi  judul  penelitian  ini   “Analisis  Dampak  Locus  Of  Control  Pada Tekanan Kerja, Kepuasan Kerja dan Kinerja Auditor Internal” (Studi pada Perusahaan-Perusahaan di Kota Semarang).&lt;br /&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5179229527209098258-5263440794251086277?l=ilmiahmanajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/5263440794251086277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/5263440794251086277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2011/02/analisis-dampak-dari-locus-of-control.html' title='Analisis Dampak Dari Locus Of Control Pada Tekanan Kerja, Kepuasan Kerja, Dan  Kinerja Auditor Internal (195)'/><author><name>ilmiahmanajemen</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-l8MmhMGnBro/TYoLNkdML2I/AAAAAAAAAAY/bgOr8eE6Voc/s220/sarjana1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5179229527209098258.post-1447701483066352485</id><published>2011-02-21T05:40:00.000-08:00</published><updated>2011-05-25T16:23:44.494-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tesis Manajemen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tesis Manajemen Sumber Daya Manusia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tesis Manajemen Pemasaran'/><title type='text'>Analisis Pengaruh  Citra Merek   Dan Kesadaran Merek  Terhadap Ekuitas Merek  Susu Cair Dalam Kemasan “INDOMILK” (194)</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;BAB I PENDAHULUAN&lt;br /&gt;1.1 Latar Belakang Masalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pasar yang serba kompetitif seperti sekarang ini, merek mempunyai peranan penting bagi kelangsungan hidup sebuah perusahaan. Apalagi pemasaran di masa yang akan datang lebih menjadi persaingan antar merek, yaitu persaingan untuk merebut konsumen melalui merek. Selain itu merek bukan hanya dianggap sebagai sebuah nama, logo ataupun simbol. Lebih dari itu merek merupakan nilai yang ditawarkan sebuah produk bagi konsumen yang memakainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kotler dan Keller (2007) menyatakan bahwa merek sebenarnya merupakan sarana untuk membedakan barang-barang dari satu produsen dengan produsen yang lain. Bahkan pada tataran yang lebih tinggi merek menurut Kotler dan Keller (2007) dapat memainkan sejumlah peran penting untuk meningkatkan hidup konsumen dan nilai keuangan perusahaan. Dengan kata lain bahwa merek dapat menjadi sumber penghidupan perusahaan karena itu merek merupakan salah satu keputusan strategis yang harus diperhatikan oleh perusahaan. Selajutnya Kotler dan Keller (2007) menyatakan bahwa merek dapat menjadikan satu tingkat tertentu dimana pembeli yang puas dapat lebih mudah memilih produk tersebut.&lt;br /&gt;Merek dapat memberikan manfaat yang besar bagi produsen maupun konsumen. Bagi konsumen merek mampu menambah nilai bagi konsumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana adanya persepsi dan keyakinan atas produk yang menyebabkan konsumen ingin terasosiasikan dan membelinya, sehingga konsumen tidak segan membayar mahal untuk mendapatkan produk dengan merek tertentu. Konsumen bersedia membayar lebih tinggi suatu produk karena melekat padanya merek yang merupakan jaminan kosistensi kualitas dan nilai tertentu yang diyakini terkandung didalamnya, tanpa adanya merek konsumen menjadi kurang merasa aman dari kemungkinan buruk diluar harapan. Seperti yang diungkapkan oleh Kenapp (2001) bahwa tujuan utama dari merek sejati adalah untuk menambah nilai manusia. Selanjutnya Kenapp (2001) menyatakan bahwa merek sejati adalah tentang memberi manfaat kepada pelanggan dan merek yang terdiferensiasi lebih mudah untuk dikomunikasikan secara efisien kepada konsumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kenyatannya sebuah merek memang sudah dianggap sebagai aset (equity) oleh sebuah perusahaan atau yang lebih dikenal dengan istilah ekuitas merek (Kotler, 2005). Selanjutnya Aaker (2001) memandang ekuitas merek sebagai suatu perangkat dari lima kategori aset yang terdiri dari : (1) kesetiaan merek (brand loyality), (2) kesadaran merek (brand awareness), (3) mutu yang dirasakan (perceived quality), (4) asosiasi merek (brand association), dan (5) aset kepemilikan lainnya (property brand assets) seperti pola, merek dagang dan saluran distribusi. Kesadaran merek merupakan elemen kunci dalam generasi ekuitas merek seperti yang diungkapkan oleh Villarejo, et al (2008) bahwa “Brand awareness is a key element in the generation of brand equity”. Selanjutnya Kartajaya (2006) menyatakan pembentukan citra merek merupakan upaya kritis dalam membangun ekuitas merek. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab citra itulah yang ditangkap dandipercaya oleh benak konsumen. Karena itu Kartajaya, (2006) lantas memberi empat kategori asosiasi-asosiasi merek yang bisa dibentuk yaitu: brand as a product, brand as an organization, brand as a person dan brand a symbol. Melalui citra merek yang kuat, maka pelanggan akan memiliki asumsi positif terhadap merek dari produk yang ditawarkan oleh perusahaan sehingga konsumen tidak akan ragu untuk membeli produk yang akan ditawarkan perusahaan. Citra merek menjadi hal yang sangat penting diperhatikan perusahaan, melalui citra merek yang baik, maka dapat menimbulkan nilai emosional pada diri konsumen, dimana akan timbulnya perasaan positif (positive feeling) pada saat membeli atau menggunakan suatu merek. Demikian sebaliknya apabila suatu merek memiliki citra (image) yang buruk dimata konsumen kecil kemungkinan konsumen untuk membeli produk tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan besarnya pengaruh yang diberikan oleh suatu merek yang sudah dianggap sebagai aset perusahaan (brand equity) maka PT Indofood Sukses Makmur Tbk selaku pemegang merek “Indomilk” pastinya menginginkan merek “Indomilk” sukses di pasaran. Salah satu indikator bahwa merek suatu produk sukses dan dikenal luas oleh masyarakat adalah masuk di dalam jajaran kategori peringkat merek nasional. Survei peringkat merek biasanya dilakukan oleh lembaga-lembaga survei yang berkompeten seperti yang dilakukan oleh majalah Marketing dan SWA. Perusahaan ternyata masih menjadikan survei merek sebagai salah satu indikator bahwa merek mereka sukses di pasaran. Salah satu survei merek yang dijadikan sebagai indikator kesuksesan sebuah merek adalah top brand award yang dipelopori oleh majalah Marketing yang bekerja sama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan lembaga survei Frontier Consulting Group. Konsep tentang top brand mengenai merek suatu produk didasarkan pada tiga parameter yaitu: merek yang paling diingat (top of mind), merek yang terakhir kali dibeli atau dikonsumsi (last used), serta merek yang akan dipilih kembali di masa mendatang (future intention). Nilai ketiga parameter tersebut diperoleh dengan cara menghitung presentasi frekuensi masing-masing merek relatif terhadap frekuensi keseluruhan merek di dalam kategori produk tertentu. Ketiga parameter tersebut diformulasikan dengan cara menghitung rata-rata terboboti masing-masing parameter untuk membentuk top brand index (TBI). Kriteria yang harus dipenuhi agar sebuah merek berhak menyandang predikat top brand adalah memperoleh top brand index minimum sebesar 10% dan berada dalam posisi top three di dalam kategori produknya. Dengan adanya dua kriteria tersebut tidak menutup kemungkinan dalam satu kategori produk terdapat lebih dari satu merek maksimal tiga merek yang meraih top brand ( dikutip dari majalah Marketing yang bekerja sama dengan lembaga survei Frontier Consulting Group edisi 02/X/FEBRUARI&lt;br /&gt;2010)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang diungkapkan oleh Kartajaya (2006) bahwa selain diiming- imingi kemungkinan memperoleh insentif market share yang tinggi, rupanya perusahaan-perusahaan di Indonesia juga harus didorong dengan upaya semacam survei merek. Sebab hasil survei merek dalam bentuk top of mind awareness merupakan bentuk pencapaian tersendiri. Paling tidak menjadi gambaran mind share bahkan heart share-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari berbagai macam produk yang dikeluarkan oleh PT Indofood Sukses Makmur Tbk, merek “Indomilk” menjadi salah satu merek yang masuk di dalam top brand award hasil survei majalah Marketing yang bekerja-sama dengan Frontier Consulting Group. Kategori yang berhasil diraih adalah kategori susu cair dalam kemasan. Seperti yang dipaparkan dalam majalah Marketing edisi&lt;br /&gt;02/X/FEBRUARI 2010, h.54 bahwa salah satu syarat meraih top brand adalah top brand index dari suatu merek minimum sebesar 10%. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tahun 2010 merek “Indomilk” mengalami penurunan top brand index sebesar 6% sehingga menjadikan merek Indomilk tidak lagi menempati posisi pertama karena direbut oleh merek Ultramilk. Penurunan top brand index sebesar 6% dan direbutnya posisi pertama oleh merek Ultramilk tentunya mengindikasikan adanya masalah pada ekuitas merek Indomilk. Seperti yang dijelaskan di majalah Marketing (02/IX/FEBRUARI 2009) bahwa merek yang kuat seperti Indomilk secara rasional memang harus dikenal oleh konsumen, mampu mendorong orang untuk membeli dan menciptakan kesetiaan sehingga seharusnya top brand index Indomilk tidak mengalami penurunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pemaparan teori, fenomena top brand, dan data tentang penurunan top brand index merek “Indomilk” untuk kategori susu cair dalam kemasan maka penelitian ini mengambil judul “ANALISIS PENGARUH CITRA MEREK DAN KESADARAN MEREK TERHADAP EKUITAS MEREK SUSU CAIR DALAM KEMASAN “INDOMILK” .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan koleksi contoh Skripsi Lengkap dan contoh Tesis Lengkap dalam bentuk file MS-Word, silahkan klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;Atau klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;disini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5179229527209098258-1447701483066352485?l=ilmiahmanajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/1447701483066352485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/1447701483066352485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2011/02/analisis-pengaruh-citra-merek-dan.html' title='Analisis Pengaruh  Citra Merek   Dan Kesadaran Merek  Terhadap Ekuitas Merek  Susu Cair Dalam Kemasan “INDOMILK” (194)'/><author><name>ilmiahmanajemen</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-l8MmhMGnBro/TYoLNkdML2I/AAAAAAAAAAY/bgOr8eE6Voc/s220/sarjana1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5179229527209098258.post-776093167104922718</id><published>2011-02-21T05:37:00.000-08:00</published><updated>2011-05-25T16:24:09.031-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Keuangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Akuntansi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen'/><title type='text'>Analisis Pengaruh Ukuran Perusahaan, Kecukupan Modal, Kualitas Aktiva Produktif (KAP), Dan Likuiditas Terhadap Kinerja Keuangan (Studi Pada Bank Umum Syariah Di Indonesia Periode 2005-2009) (193)</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;BAB I PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.1 Latar Belakang Masalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertengahan tahun 1990 sistem keuangan Indonesia masih didominasi oleh sektor perbankan. Komposisi penguasaan pangsa pasar berubah begitu memasuki tahun 1998 menyusul dikeluarkanya kebijakan pemerintah yang melikuidasi 16 bank swasta nasional nasional pada bulan November 1997 akibat krisis moneter. Namun tindakan pencabutan ijin usaha bank oleh pemerintah tidak berhenti sampai disitu, karena pada tanggal 4 April 1998 pemerintah menghentikan operasi tujuh bank yang kinerjanya kurang baik dan tujuh bank lainnya ditempatkan dibawah pengawasan BPPN (Tarmidzi dan Wilyanto, 2003).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski menghadapi tekanan akibat krisis keuangan global yang dampaknya semakin meluas, kinerja perbankan sepanjang tahun 2008 relatif stabil. Meningkatnya fungsi pengawasan dan kerjasama dengan otoritas terkait yang disertai penerbitan beberapa peraturan oleh Bank Indonesia dan Pemerintah cukup efektif menjaga ketahanan perbankan dari dampak negatif gejolak pasar keuangan tersebut. Perbankan berhasil meningkatkan fungsi intermediasinya dan melaksanakan proses konsolidasi perbankan dengan hasil yang positif (Laporan Pengawasan Perbankan, 2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbankan memiliki peranan yang sangat strategis dalam menunjang berjalannya roda perekonomian dan pembangunan nasional mengingat fungsinya sebagai lembaga intermediasi, penyelenggara transaksi pembayaran, serta alat transmisi kebijakan moneter. Menurut Undang-Undang No. 7 Tahun 1992 tentang perbankan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI No. 10 Tahun&lt;br /&gt;1998 tentang perbankan, yang dimaksud dengan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah diberlakukannya Undang-Undang No. 7 Tahun 1992 tentang perbankan (Pasal 6 huruf m) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI No. 10 Tahun 1998, praktek perbankan berdasarkan prinsip bagi hasil dimungkinkan untuk dilakukan di Indonesia. Bank syariah merupakan salah satu lembaga perantara (intermediary) yang beroperasi berdasarkan prinsip bagi hasil (profit sharing). Perbankan syariah adalah salah satu representasi aplikasi ekonomi Islam yang melarang penggunaan sistem bunga dalam perekonomian, karena sistem tersebut dianggap riba yang dilarang oleh agama. Hal ini disebabkan penerapan sistem ribawi tidak hanya membawa kehancuran ekonomi, tetapi juga kerusakan moral di masyarakat (Antonio, 2001: 77).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan bank berdasarkan prinsip bagi hasil pada dasarnya merupakan perluasan jasa perbankan bagi masyarakat yang membutuhkan dan menghendaki pembayaran imbalan yang tidak didasarkan pada sistem bunga melainkan atas dasar prinsip bagi hasil jual beli sebagaimana digariskan syariat Islam. Prinsip syariat Islam yang dimaksud yaitu bank dalam kegiatan operasionalnya mengikuti ketentuan-ketentuan syariat Islam khususnya yang menyangkut tata cara bermuamalat secara Islami misalnya dengan menjauhi praktek-praktek yang mengandung unsur-unsur riba dan melakukan kegiatan investasi atas dasar bagi hasil dan pembiayaan perdagangan (Siamat, 1999: 124). Diperkenankannya bank melakukan kegiatan berdasarkan prinsip bagi hasil diharapkan akan dapat saling melengkapi dengan lembaga-lembaga keuangan lainnya yang telah terlebih dahulu dikenal dalam sistem perbankan Indonesia. Di samping itu pendirian jenis bank bagi hasil tersebut akan dapat memberi pelayanan kepada bagian masyarakat yang karena prinsip agama atau kepercayaan tidak bersedia memanfaatkan jasa- jasa bank konvensional.&lt;br /&gt;Bank syariah karena sifatnya sebagai bank berdasarkan prinsip syariah wajib memposisikan diri sebagai ”uswatun hasanah” dalam implementasi moral dan etika bisnis yang benar atau melaksanakan etika dan moral agama dalam aktivitas ekonomi. Adanya bank Islam diharapkan dapat memberikan sumbangan terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pembiayaan-pembiayaan yang dikeluarkan oleh bank Islam. Melalui pembiayaan ini bank Islam dapat menjadi mitra dengan nasabah, sehingga hubungan bank Islam dengan nasabah tidak lagi sebagai kreditur dan debitur tetapi menjadi hubungan kemitraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada era modern ini, perbankan syariah telah menjadi fenomena global, termasuk di negara-negara yang tidak berpenduduk mayoritas muslim. Pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia merupakan yang paling pesat baik dari segi bertambahnya bank yang menawarkan produk syariah maupun dari segi pertumbuhan asetnya (Karya dan Rakhman, 2006: 209). Dalam kurun waktu terakhir, perbankan syariah mencapai pertumbuhan yang cukup tinggi yaitu 35% per tahun. Hal itu terlihat dari peningkatan aset perbankan syariah menjadi 2,1% dari keseluruhan aset perbankan senilai Rp 50 triliun. Kredit yang disalurkan mencapai Rp 38 triliun dengan KUR (Kredit Usaha Rakyat) mencapai Rp 326 miliar. Sedangkan pembiayaan dari perbankan syariah naik dari Rp 5 triliun pada tahun 2003 menjadi Rp 27,94 triliun pada tahun 2007, dan Rp 38,19 triliun pada tahun 2008. Berdasarkan prediksi Mc Kinsey tahun 2008, total aset pasar perbankan syariah global pada tahun 2006 mencapai 0,75 miliar dolar AS. Diperkirakan pada tahun 2010 total aset mencapai satu miliar dolar AS. Tingkat pertumbuhan 100 bank syariah terbesar di dunia mencapai 27% per tahun dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan 100 bank konvensional terbesar yang hanya mencapai 19% per tahun (Agustianto, 2010). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan total asset tahun 2007 ke tahun 2008 tidak sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa semakin besar total aktiva yang merupakan salah satu alat ukuran perusahaan, akan meningkatkan ROA (Return On Assets). Pada tahun 2008 total asset BUS dan UUS (Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah) meningkat sebesar 13,017 miliar rupiah dari tahun 2007, namun ROA BUS dan UUS menunjukkan penurunan sebesar 0,65%. Begitu pula yang terjadi pada Capital Adequacy Ratio (CAR). Capital Adequacy Ratio (CAR) seharusnya berbanding lurus dengan ROA, dimana apabila semakin tinggi CAR maka akan semakin baik kinerja suatu bank yang dalam hal ini diproksikan dengan ROA. CAR pada tahun 2007 mengalami penurunan dari tahun 2006 sebesar 3,06%, namun ternyata pada tahun 2007 ROA meningkat sebesar 0,52% dari tahun 2006. Hal serupa juga terjadi pada tahun 2009 dimana CAR turun sebesar 2,04% dari tahun 2008, tetapi ROA cenderung meningkat walaupun peningkatannya hanya sebesar 0,06% dari tahun 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembiayaan bermasalah yang diproksi dengan rasio NPF (Non Performing Financing) pada tabel 1.1 di atas juga kurang sesuai dengan teori, dimana semakin tinggi pembiayaan bermasalah (rasio NPF) seharusnya justru akan menurunkan ROA. Seperti pada tahun 2006, rasio NPF mengalami peningkatan dari tahun 2005 sebesar 1,93%, namun ROA mengalami peningkatan sebesar 0,2%. Tahun 2009 juga kembali terjadi ketidaksesuaian dengan teori dimana pada tahun 2009 pembiayaan bermasalah menunjukkan peningkatan sebesar 2,59% dari tahun 2008 yang diikuti dengan peningkatan rasio NPF sebesar 0,06% pada tahun 2009. Rasio likuiditas yang diproksikan dengan FDR (Financing to Deposit Ratio) juga menunjukkan arah yang berbeda dengan perkembangan rasio ROA (Return On Assets). Pada tahun 2008 FDR meningkat sebesar 3,89% dari tahun 2007, tetapi ROA menunjukkan penurunan sebesar&lt;br /&gt;0,65%. Kondisi yang sama juga terjadi pada tahun 2009 dimana FDR mengalami penurunan sebesar 13,95% dari tahun 2008, namun ROA justru mengalami peningkatan sebesar 0,06% dari tahun 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan perbankan syariah seperti yang telah diuraikan di atas tidak lepas dari peran pemerintah yang telah mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang ditujukan untuk meningkatkan sektor perbankan yaitu Paket Deregulasi 27&lt;br /&gt;Oktober 1988 (Pakto 88) yang diperbaharui dengan paket deregulasi 29 Mei 1993. Pakto 88 ini antara lain berisi usaha yang harus dilakukan oleh sektor perbankan dalam peningkatan pengerahan dana masyarakat dengan cara pendirian bank-bank baru atau pembukaan kantor-kantor cabang (Hastuti dan Kussudyarsana, 2007: 2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi persaingan antar bank yang begitu ketat dan ancaman likuidasi bagi bank-bank yang bermasalah membuat para bankir harus bekerja lebih keras untuk terus meningkatkan kinerjanya sehingga kesehatan bank dapat dijaga bahkan dipertahankan. Tingkat kesehatan bank merupakan suatu nilai yang harus dipertahankan oleh tiap bank, karena baik buruknya tingkat kesehatan bank akan mempengaruhi tingkat kepercayaan pihak-pihak yang berhubungan dengan bank yang bersangkutan. Bank juga merupakan sebuah perusahaan, karena itu persoalan likuiditas dan solvabilitas adalah persoalan yang amat penting dan berkaitan erat dengan kepercayaan masyarakat, nasabah juga pemerintah. Oleh karena itu sangat penting untuk mempertahankan kepercayaan publik terhadap kinerja perbankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan di dunia perbankan yang sangat pesat serta tingkat kompleksitas yang tinggi, dapat berpengaruh terhadap performa suatu bank. Kompleksitas usaha perbankan yang tinggi dapat meningkatkan risiko yang dihadapi oleh bank-bank yang ada di Indonesia. Lemahnya kondisi bank seperti manajemen yang kurang memadai, pemberian kredit kepada kelompok atau grup usaha sendiri serta modal yang tidak dapat mengcover terhadap risiko-risiko yang dihadapi oleh bank tersebut menyebabkan kinerja bank menurun. Penurunan kinerja bank dapat menurunkan pula kepercayaan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam seminar restrukturisasi perbankan di Jakarta 1998 (Etty M. Naser dan Titik Aryati, 2000: 111) menyimpulkan beberapa penyebab menurunnya kinerja bank, antara lain: (1) Semakin meningkatnya kredit bermasalah perbankan. (2) Dampak likuidasi bank-bank 1 November 1997 yang mengakibatkan turunnya kepercayaan masyarakat terhadap perbankan dan pemerintah, sehingga memicu penarikan dana secara besar-besaran. (3) Semakin turunnya permodalan bank- bank dan bahkan diantaranya negative net worth, karena adanya kebutuhan pembentukan cadangan, negative spread, unprofitable, dan lain-lain. (4) Banyak bank tidak mampu menutup kewajibannya terutama karena menurunnya nilai tukar rupiah. (5) Pelanggaran Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK). (6) Modal bank atau Capital Adequacy Ratio (CAR) belum mencerminkan kemampuan riil untuk menyerap berbagai risiko kerugian. (7) Manajemen tidak professional. (8) Moral hazard.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor-faktor yang mempengaruhi profitabilitas bank dapat bersumber dari berbagai kinerja operasi yang ditunjukkan beberapa indikator. Salah satu sumber utama indikator yang dijadikan dasar penilaian adalah laporan keuangan bank yang bersangkutan. Analisis laporan keuangan dapat membantu para pelaku bisnis, baik pemerintah dan para pemakai laporan keuangan lainnya dalam menilai kondisi keuangan suatu perusahaan, tidak terkecuali perusahaan perbankan (Mabruroh, 2004: 37).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profitabilitas merupakan indikator yang paling tepat untuk mengukur kinerja suatu bank (Syofyan, 2002). Tingkat profitabilitas bank syariah di Indonesia merupakan yang terbaik di dunia diukur dari rasio laba terhadap asset (ROA), baik untuk kategori bank yang full fledge maupun untuk kategori Unit Usaha Syariah (UUS) (Karya dan Rakhman, 2006: 209). Dendawijaya (2003:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;121) menyatakan bahwa dalam penentuan tingkat kesehatan bank, Bank Indonesia lebih mementingkan penilaian besarnya Return On Assets (ROA) dan tidak memasukkan unsur Return On Equity (ROE), hal ini dikarenakan Bank Indonesia, sebagai Pembina dan pengawas perbankan lebih mengutamakan nilai profitabilitas suatu bank yang diukur dengan asset yang dananya sebagian besar berasal dari dana simpanan masyarakat. Ukuran profitabilitas Return On Equity (ROE) digunakan untuk perusahaan pada umumnya dan Return On Assets (ROA) pada industri perbankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Return On Assets (ROA) memfokuskan kemampuan perusahaan untuk memperoleh earning dalam operasi perusahaan, sedangkan Return On Equity (ROE) hanya mengukur return yang diperoleh dari investasi pemilik perusahaan dalam bisnis tersebut (Mawardi, 2005: 85). Oleh karena itu, dalam penelitian ini ROA digunakan sebagai ukuran kinerja perbankan. Alasan dipilihnya industri perbankan karena kegiatan bank sangat diperlukan bagi lancarnya kegiatan perekonomian di sektor riil. Serta lebih dikhususkan pada perbankan syariah karena penelitian tentang kinerja keuangan bank syariah masih jarang dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Return On Assets (ROA) digunakan untuk mengukur efektifitas perusahaan di dalam menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan aktiva yang dimilikinya. Semakin besar ROA menunjukkan kinerja keuangan yang semakin baik, karena tingkat pengembalian semakin besar. Apabila ROA meningkat, berarti profitabilitas perusahaan meningkat, sehingga dampak akhirnya adalah peningkatan profitabilitas yang dinikmati oleh pemegang saham (Husnan, 1998: 557).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Astuti dan Zuhrotun (2007: 124), perusahaan dengan total asset yang besar mencerminkan kemapanan perusahaan. Perusahaan yang sudah mapan biasanya kondisi keuangannya juga sudah stabil. Ukuran bank yang besar lebih diinginkan karena memungkinkan bank menyediakan menu jasa keuangan yang lebih luas (Bashir, 1999 dalam Basir, 2003). Hasil penelitian Nugraheni dan Hapsoro (2007) juga penelitian Arini (2009) mengungkapkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap ROA. Namun berbeda dengan hasil penelitian Kosmidou (2008) juga penelitian Dietrich dan Wanzenried (2009) yang mengungkapkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh negatif terhadap ROA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Capital (modal) merupakan salah satu variabel yang dapat digunakan sebagai dasar pengukuran kinerja bank. Besarnya suatu modal bank akan mempengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kinerja bank (Mawardi,&lt;br /&gt;2005: 87). Tingginya rasio capital dapat melindungi nasabah sehingga dapat meningkatkan kepercayaan nasabah terhadap bank (Werdaningtyas, 2002: 27). Beberapa penelitian menguji pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR) terhadap Return On Assets (ROA). Penelitian Werdaningtyas (2002), Mabruroh (2004), Nugraheni dan Hapsoro (2007), Wijaya (2007) ditemukan bahwa Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh positif signifikan terhadap Return On Assets (ROA). Hasil penelitian tersebut didukung oleh hasil penelitian Dietrich dan Wanzenried (2009) dimana kecukupan modal terbukti berpengaruh positif signifikan terhadap ROA. Namun hasil penelitian tersebut bertentangan dengan hasil penelitian Almilia dan Herdaningtyas (2005) juga penelitian Limpphayom dan Polwitoon (2004) dimana CAR berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktiva produktif adalah penanaman dana bank dalam bentuk rupiah maupun valuta asing, kredit yang diberikan, surat berharga yang diterbitkan serta penempatan pada bank lain. Penilaian asset suatu bank cenderung kepada penilaian Kualitas Aktiva Produktif (KAP) untuk lebih mengetahui sejauh mana kualitas aktiva yang dimiliki sebagai salah satu faktor pendukung dalam menghasilkan laba pada suatu bank (Abdullah dan Suryanto, 2004: 27). Menurut KiDemank (2009), semakin tinggi rasio Kualitas Aktiva Produktif (KAP) menunjukkan semakin baik kualitas aktiva produktif bank syariah, maka kemungkinan suatu bank dalam kondisi kesulitan keuangan semakin kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian Heffernan (2008) dan Kurniawan (2009) menunjukkan bahwa kualitas aktiva produktif berpengaruh positif terhadap ROA. Namun berbeda dengan hasil penelitian Kosmidou (2008), Arini (2009), dan Sadewa (2009) yang menunjukkan bahwa kualitas aktiva produktif berpengaruh negatif terhadap ROA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simorangkir (2004: 141) mendefinisikan likuiditas sebagai kemampuan bank untuk melunasi kewajiban-kewajiban yang segera dapat dicairkan atau yang sudah jatuh tempo. Analisis rasio likuiditas adalah analisis yang dilakukan terhadap kemampuan bank dalam memenuhi kewajiban-kewajiban jangka pendeknya atau kewajiban yang sudah jatuh tempo. Hasil penelitian Mabruroh (2004) menunjukkan bahwa Loan to Deposit Ratio (LDR) berpengaruh positif signifikan terhadap ROA. Hal ini didukung dengan temuan hasil penelitian Basran Desfian (2004), Wijaya (2007), Astohar (2009) dan Kurniawan (2009) dimana LDR berpengaruh positif signifikan terhadap ROA. Namun berbeda dengan hasil penelitian Werdaningtyas (2002) dan Sutedja (2008) yang menujukkan bahwa LDR terbukti berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA. Hasil penelitian Werdaningtyas didukung dengan hasil penelitian Heffernan (2008) dan Kosmidou (2008) dimana likuiditas berpengaruh negatif terhadap ROA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa terdapat beberapa penelitian yang telah dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja keuangan perbankan yang diproksi dengan rasio Return On Assets (ROA). Akan tetapi penelitian tersebut kebanyakan masih berfokus pada bank konvensional, sedangkan yang menggunakan sampel perbankan syariah masih terbatas. Beberapa penelitian membuahkan hasil yang tidak konsisten. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya inkonsistensi hasil penelitian yang telah dilakukan dan adanya fenomena gap yaitu perbedaan perkembangan data keuangan dengan teori yang ada, mendorong peneliti untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai kinerja keuangan khususnya pada perbankan syariah yang diproksi dengan rasio Return On Assets (ROA).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan koleksi contoh Skripsi Lengkap dan contoh Tesis Lengkap dalam bentuk file MS-Word, silahkan klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;Atau klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;disini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5179229527209098258-776093167104922718?l=ilmiahmanajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/776093167104922718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/776093167104922718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2011/02/analisis-pengaruh-ukuran-perusahaan.html' title='Analisis Pengaruh Ukuran Perusahaan, Kecukupan Modal, Kualitas Aktiva Produktif (KAP), Dan Likuiditas Terhadap Kinerja Keuangan (Studi Pada Bank Umum Syariah Di Indonesia Periode 2005-2009) (193)'/><author><name>ilmiahmanajemen</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-l8MmhMGnBro/TYoLNkdML2I/AAAAAAAAAAY/bgOr8eE6Voc/s220/sarjana1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5179229527209098258.post-1564509576278782925</id><published>2011-02-21T05:28:00.000-08:00</published><updated>2011-02-21T05:28:33.575-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Keuangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Akuntansi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen'/><title type='text'>Pengaruh Karakteristik Perusahaan Dan Regulasi Pemerintah Terhadap Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) Pada Laporan Tahunan Di Indonesia (192)</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;BAB I &lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;1.1 Latar Belakang Masalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir  ini  topik  mengenai  Tanggung  Jawab  Sosial  Korporat  atau lebih dikenal dengan Corporate Social Responsibility (CSR) semakin banyak di bahas di dunia, baik di media cetak dan elektronik, seminar ataupun konferensi. Perusahaan di dunia juga semakin banyak yang mengklaim bahwa mereka telah melaksanakan tanggung jawab sosialnya. Semakin  maraknya pembahasan CSR merupakan   konsekuensi   logis   dari   implementasi   praktek   Good   Corporate Governance (GCG), yang prinsipnya antara lain menyatakan perlunya perusahaan memperhatikan kepentingan stakeholders-nya sesuai dengan aturan yang ada dan menjalin  kerjasama  yang  aktif dengan  stakeholders  demi  kelangsungan  hidup jangka panjang perusahaan (OECD, 2004)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Jalal (2007) perkembangan topik CSR di perguruan tinggi di Indonesia  juga  menunjukkan  sebuah  peningkatan,  walaupun  masih  berada  di tahap awal. Relatif cukup banyak mahasiswa berbagai strata membuat karya tulis&lt;br /&gt;akhir—penelitian,  tesis,  maupun  disertasi—tentang  CSR.  Berdasarkan  data  yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dihimpun oleh situs www.csrindonesia.com kebanyakan dari mereka berasal dari fakultas  ilmu  sosial  serta  fakultas  ekonomi  dari  berbagai  perguruan  tinggi. Kebanyakan  di  antara  mereka  tertarik  dengan  kaitan  antara  kinerja  finansial perusahaan  dan  kinerja  CSR-nya,   sebuah  hubungan  yang  kerap  dinyatakan sebagai holy grail dalam dunia akademik CSR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  hal  kebijakan  pemerintah,  perhatian  pemerintah  terhadap  CSR&lt;br /&gt;tertuang dalam Undang-Undang Perseroan Terbatas (UU PT) Nomor 40 Tahun&lt;br /&gt;2007 Bab V Pasal 74. Pasal 74 UU PT  menentukan bahwa setiap perseroan yang kegiatan  usahanya bergerak di bidang dan atau berkaitan dengan sumber daya alam wajib melaksanakan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL). Diuraikan pula bahwa TJSL dianggarkan dan  diperhitungkan sebagai biaya perseroan, dan pelanggaran  atas  kewajiban  tersebut  akan   dikenai  sanksi.  Berbeda  dengan pewajiban tanggung jawab sosial dan lingkungan yang  membutuhkan PP untuk pelaksanaannya, pembuatan laporan langsung berlaku sejak UU  disahkan. Jadi, akan banyak sekali laporan CSR yang akan dibuat pada akhir 2008 (Jalal, 2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CSR sendiri adalah sebuah pendekatan yang mengintegrasikan kepedulian sosial dalam operasi bisnis perusahaan dan dalam interaksi dengan para pemangku kepentingan  (stakeholders)   berdasarkan  prinsip  kesukarelaan  dan  kemitraan (Nuryana,  2005).  Beberapa  nama  lain  yang  memiliki  kemiripan  atau  bahkan sering  diidentikkan  dengan  CSR  ini  antara  lain  Pemberian/Amal  Perusahaan (Corporate Giving/Charity),  Kedermawanan  Perusahaan  (Corporate philanthropy), Relasi Kemasyarakatan Perusahaan (Corporate Community/Public Relations), dan Pengembangan Masyarakat (Community Development). Keempat nama itu bisa pula dilihat sebagai dimensi atau pendekatan CSR dalam konteks Investasi   Sosial   Perusahaan (Corporate   Social   Investment/Investing)  yang didorong oleh spektrum motif  yang terentang dari motif amal hingga pemberdayaan (Briliant dan Rice, 1988 dalam Tanudjaja, 2009)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Menurut   Tanudjaja   (2009)   perbedaan   dalam   memaknai   CSR   oleh perusahaan  akan menyebabkan perbedaan implementasi CSR antar perusahaan pula, tergantung bagaimana perusahaan tersebut memaknai CSR. Di sinilah letak pentingnya pengaturan CSR di Indonesia, agar memiliki daya atur, daya ikat dan daya dorong. CSR  yang semula bersifat  voluntary  perlu ditingkatkan menjadi CSR   yang   lebih   bersifat   mandatory.   Dengan   demikian   dapat   diharapkan kontribusi   dunia   usaha   yang   terukur   dan   sistematis   dalam   partisipasinya meningkatan kesejahteraan masyarakat. Sebaliknya disisi lain, masyarakat juga tidak dapat seenaknya melakukan tuntutan kepada perusahaan, apabila harapannya itu berada diluar batas aturan yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Regulasi terhadap pelaporan  CSR dapat berperan  penting untuk mendorong  perusahaan  menghasilkan  laporan  CSR.  Namun,  hingga  kini  di negara-negara  maju  pun  masih  menjadi  perdebatan  apakah  perusahaan  perlu diwajibkan mempublikasi  laporan CSR atau diserahkan pada kesadaran perusahaan untuk mempublikasi laporan tersebut (Tschopp, 2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara  teoritis,  tanpa  diwajibkan  perusahaan  akan  dengan  sendirinya membuat  laporan kepada stakeholders karena perusahaan tersebut akan terkena sanksi dari stakeholders  bila tidak membuat laporan CSR. Sebagai contoh, jika perusahaan tidak mempublikasi laporan  CSR maka para investor akan memberi sanksi  dalam  bentuk  keengganan  mereka  untuk  memiliki  saham  perusahaan tersebut. Keengganan ini akan menyebabkan harga saham  perusahaan tersebut jatuh, yang pada akhirnya akan merugikan perusahaan itu sendiri. Para konsumen dapat memboikot produk perusahaan tersebut dan pemasok tidak menyalurkan bahan  baku  ke  perusahaan  tersebut,  sehingga  perusahaan  akan  mengalami kesulitan beroperasi. Sanksi yang berdampak  langsung terhadap kinerja perusahaan menyebabkan perusahaan akan mempunyai    insentif   untuk menghasilkan laporan CSR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaporan CSR yang sifatnya suka rela dapat tidak terjadi karena belum tentu   stakeholders  termotivasi  memberikan  sanksi  dan  kalaupun  ada  yang memberi  sanksi  dampaknya  tidak  langsung  dan  tidak  signifikan  berpengaruh terhadap kinerja perusahaan.  Kondisi ini menjustifikasi diwajibkannya perusahaan-perusahaan  untuk  menghasilkan  laporan  CSR.  Justifikasi  lain  atas perlu diwajibkannya pelaporan CSR adalah, berbeda dengan pemilik modal yang melalui suatu kontrak dapat mewajibkan perusahaan untuk menghasilkan laporan keuangan,   stakeholders lain (seperti konsumen, karyawan,  publik) tidak mempunyai  kekuatan  (power)  untuk   mewajibkan  perusahaan  menghasilkan laporan CSR (Utama, 2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara  itu,  kelompok  yang  menolak  mengajukan  argumen  bahwa perusahaan adalah organisasi pencari laba (profit oriented) dan bukan person atau kumpulan  orang  seperti   halnya  dalam  organisasi  sosial.  Perusahaan   telah membayar pajak kepada negara dan karena itu tanggung jawab untuk meningkatkan  kesejahteraan  publik   telah  diambil-alih  pemerintah  (Wiwoho,&lt;br /&gt;2009). Penerapan syarat TJSL (ditambah ketentuan sanksi atas pelanggarannya) dalam UUPT dapat menjadi sarana penekan bagi para pemodal yang selama ini tidak menjalankan aktivitas bisnisnya dengan benar. Namun di sisi lain, golongan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;pengusaha yang selama ini disiplin menerapkan CSR akan merasa kehilangan nilai kesukarelaan dalam setiap aktivitas CSR mereka.&lt;br /&gt;Robins  (2005)  juga  menekankan  bahwa  perolehan  laba  adalah  tetap merupakan  tujuan utama perusahaan karena tanpa laba, tidak akan ada sumber daya untuk kegiatan CSR.  Robins dan juga Hess (2001) dalam Utama (2007) lebih  lanjut  menyatakan  bahwa  untuk  mendorong  CSR  lebih  baik  dilakukan melalui moral suasion dan tekanan pasar, bukannya dipaksakan melalui regulasi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To raise business-relevant environmental standards for all through legislation is one thing and is acceptable, but any attempt to impose burdens which are not business relevant,  through regulation, is very risky indeed. Such action would be far more than just contentious; it would invite wholly negative social outcomes, including corruption and  economic inefficiency (Robins, 2005, p.&lt;br /&gt;112).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak faktor yang mempengaruhi pengungkapan CSR. Pada penelitian yang dilakukan oleh Amran dan Devi (2008) ada enam faktor yang diindikasikan mempengaruhi  pengungkapan  CSR  di  Malaysia.  Faktor-faktor  tersebut  adalah foreign  shareholder,   government  shareholding,  dependence  on  government, dependence on foreign partner, industry, size, dan profitability.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian  ini  melanjutkan  penelitian  Amran  dan  Devi  (2008)  dengan mengadopsi beberapa faktor dan menambahkan faktor baru. Faktor yang diadopsi adalah faktor kepemilikan  saham pemerintah (government shareholding), faktor kepemilikan  saham  asing  (foreign  shareholding),  tipe  industi  (industry  type), ukuran perusahaan (corporate size) dan  profitabilitas (profitability), sedangkan faktor baru yang dimasukkan adalah regulasi pemerintah (government regulation).&lt;br /&gt;Di Indonesia, belum lama ini Bapepam LK mengeluarkan keputusan No.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;134/BL/2006 tentang Kewajiban Penyampaian Laporan Tahunan bagi Emiten dan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Perusahaan Publik. Dibanding aturan yang lama (SK Bapepam No. 38/PM/1996) jumlah informasi yang wajib diungkapkan, khususnya yang terkait dengan praktek Corporate  Governance,  jauh lebih banyak.  Pada tahun 2007, DPR juga telah mengesahkan UU No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas, dalam pasal 74 undang-undang tersebut mewajibkan perusahaan untuk menguraikan aktivitas dan biaya  yang  dikeluarkan  berkaitan  dengan  tanggung  jawab  sosial  perusahaan terhadap  masyarakat  dan  lingkungan.  Hal  ini  akan  berdampak  pada  semakin banyaknya  informasi  operasional  perusahaan  yang  harus  diungkapkan  dalam laporan tahunan perusahaan, termasuk dalam pengungkapan CSR. Oleh  karena itu, peneliti memasukkan faktor regulasi pemerintah menjadi variabel penelitian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan latar belakang diatas maka penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis pengaruh karakteristik perusahaan dan regulasi pemerintah terhadap pengungkapan  Corporate  Social  Responsibility  (CSR)  pada  laporan  tahunan perusahaan di Indonesia. Political economy theory (PET) akan digunakan untuk menjelaskan hubungan antar variabel. Menurut  Gray, Kouhy dan Lavers (1995) PET  mempertimbangkan   kerangka  politik,   sosial   dan   institusional  dimana kegiatan ekonomi tersebut dijalankan. Beberapa studi menunjukkan bahwa  luas Pengungkapan Sosial Lingkungan (PSL) dalam laporan tahunan (annual report) perusahaan  meningkat seiring dengan periode dimana isu sosial dan lingkungan dipandang penting baik  secara aspek politis maupun aspek sosial (Guthrie dan Parker, 1989). Konsekuensinya, PET kelihatan lebih relevan dalam menjelaskan mengapa perusahaan  cenderung merespon  setiap  tekanan  dari  pemerintah  dan&lt;br /&gt;publik agar mengungkapkan informasi tentang dampak sosial dari praktik bisnis perusahaan (Guthrie dan Parker, 1990).&lt;br /&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5179229527209098258-1564509576278782925?l=ilmiahmanajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/1564509576278782925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/1564509576278782925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2011/02/pengaruh-karakteristik-perusahaan-dan.html' title='Pengaruh Karakteristik Perusahaan Dan Regulasi Pemerintah Terhadap Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) Pada Laporan Tahunan Di Indonesia (192)'/><author><name>ilmiahmanajemen</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-l8MmhMGnBro/TYoLNkdML2I/AAAAAAAAAAY/bgOr8eE6Voc/s220/sarjana1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5179229527209098258.post-5102881995411532851</id><published>2011-02-21T04:35:00.000-08:00</published><updated>2011-05-25T16:28:22.367-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MSDM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen SDM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Pemasaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen'/><title type='text'>Analisis Pengaruh Kualitas Produk, Kualitas Pelayanan Dan Nilai Pelanggan Terhadap Kepuasan Pelanggan ( Studi pada Pelanggan Kedai Digital 23 Semarang ) (191)</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;BAB I PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.1 Latar Belakang Masalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia bisnis yang tumbuh dengan pesat menjadi tantangan maupun ancaman bagi para pelaku usaha agar dapat memenangakan persaingan dan mempertahankan kelangsungan hidup perusahaannya. Perusahaan yang ingin berkembang dan ingin mendapatkan keunggulan bersaing harus dapat menyedikan produk atau jasa yang berkualitas, harga yang murah dibandingkan pesaing, waktu penyerahan lebih cepat, dan pelayanan yang lebih baik dibandingkan pesaingnya (Margaretha, 2004). Sebagai salah satu jenis bisnis yang sedang marak beberapa tahun belakangan, usaha dalam bidang personal merchandise atau merchandise pribadi, tidak lepas dari sejarah perkembangan kebutuhan konsumen akan merchandise pribadi yang digunakan selain sebagai sebuah kenang-kenangan juga sebagai suatu media untuk promosi maupun identitas pribadi/organisasi. Dalam rangka memenangkan persaingan bisnis, mempertahankan pasar yang dimiliki, dan merebut pasar yang sudah ada, maka perusahaan dituntut untuk mempunyai kemampuan mengadaptasi strategi usahanya dan lingkungan yang terus-menerus berubah. Setiap pelaku bisnis dituntut untuk mempunyai kepekaan terhadap setiap perubahan yang terjadi, serta mampu memenuhi dan menanggapi setiap tuntutan pelanggan yang semakin beraneka-ragam dan terus berubah. Pelaku usaha harus mampu menghasilkan produk yang dapat memainkan emosi pelanggan dan melalui produk tersebut dapat menimbulkan experience bagi pelanggan. Jika produk tersebut dapat menyentuh emosi pelanggan dan menimbulkan pengalaman positif bagi mereka, maka pengalamn ini akan menjadi memorable experience (pengalaman tak terlupakan) pelanggan akan menjadi fanatik dan mengajak orang lain dengan cara word of mouth (dari mulut ke mulut) agar mengkonsumsi produk tersebut (Sudarmadi dan Palupi dalam SWA 24/XVII/22 Nov-2 Des 2001).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai salah satu waralaba lokal dalam bisnis pembuatan merchandise pribadi, Kedai Digital tidak bisa lepas dari persaingan bisnis yang semakin ketat. Bisnis dalam bidang personal merchandise merupakan bisnis kreatif dimana perusahaan dituntut untuk selalu kreatif dan inovatif, serta selalu peka terhadap keinginan pelanggan. Dengan adanya persaingan perusahaan pembuatan merchandise pribadi yang semakin ketat tersebut, maka berbagai upaya dilakukan Kedai Digital dengan bisnis merchandise pribadinya agar pelanggan mendapatkan pengalaman tak yang berbeda ketika membeli produk-produk Kedai Digital. Slogan “Bikin merchandise semau kamu!” merupakan salah satu strategi Kedai Digital untuk menunjukkan bahwa pelanggan akan mendapatkan pengalaman yang berbeda dan berkesan dibandingkan membeli merchandise di tempat lain, yakni di tempat ini pelanggan dapat membuat merchandise sesuai dengan keinginan. Hal tersebut sejalan dengan konsep awal berdirinya bisnis ini, yakni melayani pembuatan merchandise pribadi yang unik dan berbed. Bisnis personal merchandise merupakan bisnis yang sangat menarik bagi konsumen karena bersifat on demand sehingga kebutuhan konsumen dapat dipenuhi tanpa adanya minimal order. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep ini merupakan penerapan dari Quality Function Deployment (QFD), yaitu praktek untuk merancang suatu proses sebagai tanggapan terhadap kebutuhan pelanggan (Tjiptono dan Diana, 2003). QFD berusaha menerjemahkan apa yang dibutuhkan pelanggan menjadi apa yang dihasilkan perusahaan. Hal ini dilaksanakan dengan melibatkan pelanggan dalam proses pengembangan produk sedini mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka memberikan kepuasan bagi pelanggan, Kedai Digital memberikan kebebasan bagi pelanggannya untuk mendesain sendiri merchandise yang mereka inginkan, selain juga menawarkan template desain gambar yang unik dan menarik. Pelanggan pun tidak perlu menunggu lama untuk segera membawa pulang merchandise yang diinginkan karena Kedai Digital dapat memenuhi pesanan dapat langsung jadi di hari yang sama ketika pelanggan memesan merchandise. Hal ini tidak lepas dari adanya kecanggihan teknologi yang digunakan, sehingga bisnis personal merchandise ini harus peka terhadap perkembangan teknologi agar dapat bertahan hidup. Selain itu tentu saja pelayanan yang baik dan ramah dari karyawan Kedai Digital juga menjadi hal penting untuk memuasakan pelanggan sehingga dapat mempertahankan pelanggan. Dengan aktivitas itu, perusahaan ini bukan hanya berhasil mengikat pelanggan sehingga memiliki loyalitas terhadap Kedai Digital, tetapi juga membangun emosi melalui mereknya (Sudarmadi dan Palupi dalam SWA24/XVII/22 Nov-2 Des 2001).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan semakin berkembangnya bisnis personal merchandise di Indonesia, pihak Kedai Digital harus berjuang keras dalam mempertahankan pelanggan yang sudah ada. Hal tersebut sangat penting karena adanya persaingan yang sangat ketat dari para pelaku bisnis personal merchandise, dan masing-masing pelaku bisnis berusaha menampilkan ciri-ciri, karakteristik, dan keunggulan yang berbeda dari outlet personal merchandise yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama periode Agustus 2009 sampai dengan Juli 2010 jumlah pengunjung dan banyaknya transaksi yang terjadi di Kedai Digital 23 Semarang cenderung menurun. Penurunan tentunya berpengaruh terhadap pencapaian omset penjualan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Total pengunjung pada bulan Agustus 2009 sebanyak 1.438 orang dengan total transaksi yang terjadi sebanyak 607 transaksi dan omset penjualan yang dicapai Kedai Digital 23 Semarang pada bulan ini adalah Rp 38.206.400,00. Penurunan terjadi pada bulan September 2009 dengan total pengunjung sebanyak 1.038 orang, total transaksi sebanyak 439 transaksi, dan omset yang dicapai sebesar Rp 24.223.200,00. Pada bulan Oktober2009 total pengunjung mengalami peningkatan yakni menjadi 1.559 orang, total transaksi yang terjadi sebanyak 661 transaksi dengan pencapaian omset penjualan sebesar Rp 32.473.800,00. Pada bulan November 2009, total pengunjung yang datang ke Kedai Digital 23 Semarang kembali mengalami penurunan menjadi sebanyak 1.354 orang dan total transaksi yang terjadi hanya sebanyak 620 transaksi, tetapi omset penjualan yang dicapai pada bulan ini mengalami kenaikan yaitu sebesar Rp 32.898.700,00. Kenaikan terjadi pada bulan Desember 2009 dengan total pengunjung sebanyak 1.618 orang, total transaksi sebanyak 645 transaksi, dan omset penjualan yang berhasil dicapai sebesar Rp 33.147.700,00. Pada bulan Januari 2010 total pengunjung kembali mengalami penurunan yaitu menjadi hanya 1.576 orang, total transaksi sebanyak 575 transaksi, dan omset yang dicapai sebesar Rp 28.947.100,00. Total pengunjung bulan Februari 2010 mengalami kenaikan yaitu 1.628 orang dan total transaksi yang terjadi sebanyak598 transaksi, sedangkan omset penjualan mengalami penurunan yaitu Rp27.708.200,00. Bulan Maret 2010 total pengunjung dan total transaksi mengalamipenurunan. Pada bulan ini total pengunjung hanya sebanyak sebanyak 1.373 orang dan total transaksi yang terjadi sebanyak 515 transaksi., tetapi omset yang dicapai pada bulan ini mengalami kenaikan yakni Rp 34.751.700,00. Pada bulan berikutnya, yaitu April 2010 total pengunjung mengalami penurunan yang cukup signifikan menjadi 1.152 orang selama satu bulan, tetapi total transaksi meningkat menjadi 544 transaksi, tetapi kenaikan jumlah transaksi ini berbanding terbalik dengan omset yang turun menjadi Rp 27.103.500,00. Total pengunjung pada bulan Mei 2010 sebanyak 1.501 orang dengan total transaksi sebanyak 540. Pada bulan Mei 2010 ini total omset kembali turun menjadi Rp 26.367.600,00. Pada bulan Juni 2010, baik total pengunjung, total transaksi, dan total omset selama satu bulan mengalami peningkatan. Pengunjung yang datang sebanyak 1.989 orang, total transaksi yang terjadi adalah 615, dan total omset yang dicapai sebesar Rp 28.123.700,00. Pada bulan Juli 2010 total pengunjung dan total transaksi mengalami penurunan, yakni tercatat sebanyak 1.373 orang pengunjung dengan total transaksi sebanyak 511. Hal ini berarti pelanggan yang datang ke Kedai Digital 23 Semarang pada bulan Juli 2010 turun dari bulan sebelumnya. Akan tetapi, pada bulan ini omsetnya naik dari bulan sebelumnya, yaitu menjadi Rp 28.133.500,00.&lt;br /&gt;Secara umum dapat disimpulkan bahwa jumlah konsumen dan total transaksi yang terjadi dan omset penjualan di Kedai Digital 23 Semarang cenderung mengalami penurunan dari waktu ke waktu. Penurunannya cukup signifikan yakni hingga mencapai lebih dari 30%. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap penurunan yang terjadi menunjukkan angka yang cukup signifikan dan berpengaruh terhadap penjualan Kedai Digital 23 Semarang secara keseluruhan. Penurunan tertinggi terjadi pada bulan September 2009 dengan penurunan total pengunjung sebesar 27,82%, penurunan total transaksi yang terjadi sebesar 27,68%, dan omsetnya turun sebesar 36,60% dari bulan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penurunan penjualan Kedai Digital 23 Semarang dapat disebabkan karena masih banyaknya produk gagal yang terjadi dalam proses produksi. Produk gagal dapat menimbulkan biaya yang lebih besar dalam proses produksi dan juga dapat berakibat pada ketidakpuasan pelanggan. Ketidakpuasan tersebut terjadi karena ketidaksesuaian antara harapan pelanggan dengan apa yang mereka dapatkan, antara lain hasil akhir produk tidak sesuai dengan yang dipesan oleh pelanggan. Hal tersebut dapat terjadi karena faktor human error dan reject. Human error disebabkan karena kelalaian dan ketidaktelitian karyawan dalam mencatat pesanan dari pelanggan atau bisa juga karena kesalahan saat memproduksi barang. Reject terjadi karena bahan baku kondisinya tidak baik sehingga proses produksi menjadi gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan September 2009 banyaknya produk gagal sebanyak 61 buah, yang disebabkan human error sebanyak 54 buah dan reject sebanyak 7 buah. Penurunan terjadi pada bulan Oktober 2009 dengan banyaknya produk gagal 25 buah, yang dikarenakan human error 22 buah dan reject 3 buah. pada November 2009, jumlah produk gagal kembali meningkat yakni menjadi 30 buah, karena human error sebanyak 14 buah dan reject 16 buah. bulan Desember 2009 jumlah produk gagal kembali mengalami peningkatan menjadi 40 buah, disebabkan human error sebanyak 20 buah dan reject 20 buah. Bulan Januari 2010 banyaknya produk gagal yang terjadi terus meningkat menjadi 41 buah, yang disebabkan oleh human error sebanyak 13 buah dan reject sebanyak 28 buah. Penurunan jumlah produk gagal terjadi pada Februari 2010 yaitu menjadi 26 buah, karena human error 14 buah dan reject 12 orang. Pada bulan Maret 2010 banyaknya produk gagal yang terjadi kembali meningkat menjadi 65 buah, yang disebabkan oleh human error sebanyak 34 orang dan reject sebanyak 31 buah. Bulan April 2010 jumlah produk gagal yang terjadi mengalami penurunan yang cukup signifikan yakni hanya sebanyak 42 buah, yang disebabkan karena human error sebanyak 19 buah dan yang gagal karena reject sebanyak 23 buah. Hal ini berarti pada bulan April 2010 ini terjadi peningkatan kualitas proses produksi pesanan di Kedai Digital 23 Semarang. Dua bulan berikutnya produk gagal yang terjadi meningkat berturut- turut sebanyak 64 buah pada bulan Mei 2010 dan 85 buah pada bulan Juni 2010. Pada bulan Juli 2010 jumlah produk gagal yang terjadi dapat turun sehingga hanya menjadi 48 buah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila hanya dilihat dari persentase kenaikan produk gagal yang terjadi, bulan Maret 2010 merupakan bulan dengan kenaikan produk gagal tertinggi dengan persentase mencapai 150,00% dari bulan sebelumnya. Secara umum dapat disimpulkan bahwa jumlah produk gagal yang terjadi dalam proses produksi Kedai Digital 23 Semarang menunjukkan angka yang cukup signifikan dan yang disebabkan karena human error lebih sering terjadi daripada karena reject. Oleh karena itu, perlu adanya evaluasi agar produk gagal dapat dikurangi dari waktu ke waktu agar kualitas produk meningkat dan tingkat kepuasan pelanggan juga meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepuasan pelanggan didefinisikan sebagai evaluasi pasca konsumsi bahwa suatu alternatif yang dipilih setidaknya memenuhi atau melebihi harapan (Engel, et al, 1994). Lebih lanjut Margaretha (2004) mengemukakan bahwa pelanggan yang puas akan dapat melakukan pembelian ulang pada waktu yang akan datang dan memberitahukan kepada orang lain atas jasa yang dirasakan. Kepuasan dan ketidakpuasan pelanggan atas produk dan layanan akan berpengaruh terhadap pola perilaku selanjutnya, sehingga untuk tetap bertahan di tengah serbuan para pesaing di bisnis sejenis, Kedai Digital 23 Semarang harus melakukan evaluasi secara berkelanjutan tentang sejauh mana produk-produk yang ditawarkan dapat menarik minat beli konsumen dan memuaskan kebutuhan serta keinginan pelanggan. Standar pelayanan yang diberikan karyawan kepada pelanggan juga harus terus dievaluasi dan diperbaiki agar pelanggan merasa dihargai sehingga akan terjalin hubungan yang baik antara pelanggan dan perusahaan. Hal itu perlu dilakukan agar pelanggan tetap melakukan pembelian di Kedai Digital 23&lt;br /&gt;Semarang dan tidak berpindah ke outlet personal merchandise yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat fakta tersebut, pendekatan konsep kepuasan pelanggan yang diukur melalui kualitas produk, kualitas pelayanan dan nilai pelanggan sangat bermanfaat untuk meningkatkan kepuasan pelanggan Kedai Digital 23 Semarang dan mempertahanka pelanggan dalam jangka panjang. Berdasarkan pada uraian latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas, maka penulis bermaksud melakukan penelitian dengan judul: “ANALISIS PENGARUH KUALITAS PRODUK, KUALITAS PELAYANAN DAN NILAI PELANGGAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN (Studi pada Kedai Digital 23 Semarang)”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan koleksi contoh Skripsi Lengkap dan contoh Tesis Lengkap dalam bentuk file MS-Word, silahkan klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;Atau klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;disini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5179229527209098258-5102881995411532851?l=ilmiahmanajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/5102881995411532851'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/5102881995411532851'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2011/02/analisis-pengaruh-kualitas-produk.html' title='Analisis Pengaruh Kualitas Produk, Kualitas Pelayanan Dan Nilai Pelanggan Terhadap Kepuasan Pelanggan ( Studi pada Pelanggan Kedai Digital 23 Semarang ) (191)'/><author><name>ilmiahmanajemen</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-l8MmhMGnBro/TYoLNkdML2I/AAAAAAAAAAY/bgOr8eE6Voc/s220/sarjana1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5179229527209098258.post-2833736264937509666</id><published>2011-02-21T04:31:00.000-08:00</published><updated>2011-05-25T16:30:09.947-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MSDM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen SDM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen'/><title type='text'>Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kepuasan Kerja Dan Kinerja Dengan Komitmen Organisasi Sebagai Variabel Intervening ( Studi Pada PT. Yudhistira Ghalia Indonesia Area Yogyakarta ) (190)</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;BAB I PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.1 Latar Belakang Masalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan lingkungan organisasi yang semakin kompleks dan kompetitif, menuntut setiap organisasi dan perusahaan untuk bersikap lebih responsif agar sanggup bertahan dan terus berkembang. Untuk mendukung perubahan organisasi tersebut, maka diperlukan adanya perubahan individu. Proses menyelaraskan perubahan organisasi dengan perubahan individu ini tidaklah mudah. Pemimpin sebagai panutan dalam organisasi, sehingga perubahan harus dimulai dari tingkat yang paling atas yaitu pemimpin itu sendiri. Maka dari itu, organisasi memerlukan pemimpin reformis yang mampu menjadi motor penggerak yang mendorong perubahan organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini, kepemimpinan masih menjadi topik yang menarik untuk dikaji dan diteleti, karena paling sering diamati namun merupakan fenomena yang sedikit dipahami. Fenomena gaya kepemimpinan di Indonesia menjadi sebuah masalah menarik dan berpengaruh besar dalam kehidupan politik dan bernegara. Dalam dunia bisnis, gaya kepemimpinan berpengaruh kuat terhadap jalannya organisasi dan kelangsungan hidup organisasi. Peran kepemimpinan sangat strategis dan penting dalam sebuah organisasi sebagai salah satu penentu keberhasilan dalam pencapaian misi, visi dan tujuan suatu organisasi. Maka dari itu, tantangan dalam mengembangkan strategi organisasi yang jelas terutama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terletak pada organisasi di satu sisi dan tergantung pada kepemimpinan (Porter,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1996 : dalam Sunarsih, 2001).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pentingnya peran kepemimpinan dalam sebuah organisasi menjadi fokus yang menarik perhatian para peneliti bidang perilaku keorganisasian. Bass (1990) menyatakan bahwa kualitas dari pemimpin sering kali dianggap sebagai faktor terpenting yang menentukan keberhasilan atau kegagalan organisasi.. Schein (1992), Nahavandi &amp;amp; Malekzadeh (1993) serta Kouzes &amp;amp; Posner (1987) juga menyatakan bahwa pimpinan mempunyai pengaruh besar terhadap keberhasilan organisasi. Porter (1996) dalam Sunarsih (2001). Green Berg dan Baron (2000 : 444) dalam Sunarsih (2001) menyatakan bahwa kepemimpinan merupakan suatu unsur kunci dalam keefektifan organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat dan perekonomian Indonesia yang kurang stabil, hal ini bisa saja menjadi sumber, kendala organisasi namun bisa juga menjadi sumber keuntungan organisasi. Kepemimpinan yang efektif bisa membantu organisasi untuk bisa bertahan dalam situasi ketidakpastian di masa datang (Katz and Khan 1978; Koh et al. 1995; Mowday et al. 1982). Seorang pemimpin yang efektif harus tanggap terhadap perubahan, mampu menganalisis kekuatan dan kelemahan sumber daya manusianya sehingga mampu memaksimalkan kinerja organisasi dan memecahkan masalah dengan tepat. Pemimpin yang efektif sanggup mempengaruhi para pengikutnya untuk mempunyai optimisme yang lebih besar, rasa percaya diri, serta komitmen kepada tujuan dan misi organisasi (Gary Yukl,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1994). Hal ini membawa konsekuensi bahwa setiap pemimpin berkewajiban untuk memberikan perhatian sungguh-sungguh dalam membina, menggerakkan dan mengarahkan seluruh potensi karyawan di lingkungannya agar dapat mewujudkan stabilitas organisasi dan peningkatan produktivitas yang berorientasi pada tujuan organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model kepemimpinan modern seperti kepemimpinan transformasional memainkan peranan penting bagi organisasi. Bass (1985) dalam Sunarsih (2001) mendefinisikan bahwa kepemimpinan transformasional sebagai pemimpin yang mempunyai kekuatan untuk mempengaruhi bawahan dengan cara-cara tertentu. Bawahan merasa percaya, kagum, loyal dan hormat terhadap atasannya sehingga bawahan termotivasi untuk berbuat lebih banyak dari pada apa yang biasa dilakukan dan diharapkannya. Jung dan Avolio (1999) dalam Sunarsih (2001) juga menyatakan bahwa kepemimpinan transformasional meliputi pengembangan hubungan yang lebih dekat antara pemimpin dengan pengikutnya, bukan hanya sekedar sebuah perjanjian tetapi lebih didasarkan kepada kepercayaan dan komitmen. Kepemimpinan transformasional pada prinsipnya memotivasi bawahan untuk berbuat lebih baik dari apa yang biasa dilakukan, dengan kata lain dapat meningkatkan kepercayaan atau keyakinan diri bawahan yang akan berpengaruh terhadap peningkatan kinerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan dengan antusias (David, Keith, 1985). Seorang pemimpin harus mampu mempengaruhi para bawahannya untuk bertindak sesuai dengan visi, misi dan tujuan perusahaan. Pemimpin harus mampu memberikan wawasan, membangkitkan kebanggaan, serta menumbuhkan sikap hormat dan kepercayaan dari bawahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin yang efektif adalah pemimpin yang mengakui kekuatan- kekuatan penting yang terkandung dalam individu. Setiap individu memiliki kebutuhan dan keinginan yang berbeda-beda. Setiap individu memiliki tingkat keahlian yang berbeda-beda pula. Pemimpin harus fleksibel dalam pemahaman segala potensi yang dimiliki oleh individu dan berbagai permasalahan yang dihadapai individu tersebut. Dengan melakukan pendekatan tersebut, pemimpin dapat menerapkan segala peraturan dan kebijakan organisasi serta melimpahkan tugas dan tanggung jawab dengan tepat. Hal ini sejalan dengan usaha untuk menumbuhkan komitmen organisasi dari diri karyawan. Sehingga pemimpin nantinya dapat meningkatkan kepuasan karyawan terhadap pekerjaannya serta dapat meningkatkan kinerja karyawan dengan lebih efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasrnya karyawan yang puas terhadap pekerjaanya akan cenderung memiliki kinerja yang tinggi pula. Miller et.al.,(1991) menyatakan bahwa gaya kepemimpinan mempunyai hubungan yang positif terhadap kepuasan kerja para pegawai. Hasil penelitian Gruenberg (1980) diperoleh bahwa hubungan yang akrab dan saling tolong-menolong dengan teman kerja serta penyelia adalah sangat penting dan memiliki hubungan kuat dengan kepuasan kerja dan tidak ada kaitannya dengan keadaan tempat kerja serta jenis pekerjaan. Teori Path-Goal (Evans, 1970; House, 1971; House&amp;amp;Mitchell, 1974 dalam Yulk, 1989)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengatakan bahwa pemimpin mendorong kinerja yang lebih tinggi dengan cara memberikan kegiatan-kegiatanyang mepengaruhi bawahannya agar percaya bahwa hasil yang berharga bisa dicapai dengan usaha yang serius. Kepemimpinan yang berlaku secara universal menghasilkan tingkat kinerja dan kepuasan bawahan yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepuasan kerja pada dasarnya adalah tentang apa yang membuat seseorang bahagia dalam pekerjaannya atau keluar dari pekerjaanya. Faktor- faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja pegawai secara signifikan adalah faktor-faktor yang berhubungan dengan pekerjaan itu sendiri, dengan kondisi kerja, dengan pimpinan, dengan rekan kerja, dengan pengawasan, dengan promosi jabatan dan dengan gaji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pinder (1984) menyatakan bahwa salah satu faktor yang menyebabkan ketidakpuasan kerja ialah sifat penyelia yang tidak mau mendengar keluhan dan pandangan pekerja dan mau membantu apabila diperlukan. Blakely (1993) membuktikan bahwa pekerja yang menerima penghargaan dari penyelia yang lebih tinggi dibandingkan dengan penilaian mereka sendiri akan lebih puas. Sumber ketidakpuasan kerja yang lain adalah sistem imbalan yang dianggap tidak adil menurut persepsi pegawai. Gaji yang diterima oleh setiap karyawan mencerminkan perbedaan tanggung jawab, pengalaman, kecakapan maupun senioritas. Selain itu, sistem karir yang tidak jelas serta perlakuan yang tidak sama dalam reward maupun punishment juga merupakan sumber ketidakpuasan pegawai, Tidak adanya penghargaan atas pengalaman dan keahlian serta jenjang karir dan promosi yang tidak dirancang dengan benar dapat menimbulkan sikap apatis dalam bekerja karena tidak memberikan harapan lebih baik di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kinerja pegawai tidak lepas dari peran pemimpinnya. menurut Bass (1990), peran kepemimpinan atasan dalam memberikan kontribusi pada karyawan untuk pencapaian kinerja yang optimal dilakukan melalui lima cara, yaitu : (1) pemimpin mengklarifikasi apa yang diharapkan dari karyawannya, secara khusus tujuan dan sasaran dari kinerja mereka, (2) pemimpin menjelaskan bagaimana memenuhi harapan tersebut, (3) pemimpin mengemukakan kriteria dalam melakukan evaluasi dari kinerja secara efektif, (4) pemimpin memberikan umpan balik ketika karyawan telah mencapai sasaran, dan (5) pemimpin mengalokasikan imbalan berdasarkan hasil yang telah mereka capai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komitmen organisasi menjadi perhatian penting dalam banyak penelitian karena memberikan dampak signifikan terhadap perilaku kerja seperti kinerja, kepuasan kerja, absensi karyawan dan juga turn over karyawan. Komitmen dalam organisasi akan membuat pekerja memberikan yang terbaik kepada organisasi tempat dia bekerja. Van Scooter (2000) menyatakan bahwa pekerja dengan komitmen yang tinggi akan lebih berorientasi pada kerja. Disebutkan pula bahwa pekerja yang memiliki komitmen organisasi tinggi akan cenderung senang membantu dan dapat bekerja sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komitmen organisasi didefinisikan oleh Luthans (1995) sebagai sikap yang menunjukkan loyalitas karyawan dan merupakan proses berkelanjutan bagaimana seorang anggota organisasi mengekspresikan perhatian mereka&lt;br /&gt;kepada kesuksesan dan kebaikan organisasinya. Lebih lanjut sikap loyalitas ini diindikasikan dengan tiga hal, yaitu : (1) keinginan kuat seseorang untuk tetap menjadi anggota organisasinya, (2) kemauan untuk mengerahkan usahanya untuk organisasinya, (3) keyakinan dan penerimaan terhadap nilai-nilai dan tujuan organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karyawan yang mempunyai keterlibatan tinggi dalam bekerja dan tidak mempunyai keinginan keluar dari perusahaan, maka hal ini merupakan modal dasar untuk mendorong produktifitas yang tinggi. Moncreif (1997) mengungkapkan bahwa komitmen karyawan terhadap organisasi yang tinggi akan berpengaruh terhadap kinerja karyawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komitmen organisasi berkaitan dengan sikap seseorang yang berhubungan dengan organisasi tempat mereka bergabung. Sikap ini berkaitan dengan persepsi tujuan organisasi dan keterlibatannya dalam melaksanakan kerja. Apabila komitmen seseorang tinggi maka kinerjanya akan menjadi lebih baik. Sedangkan kepuasan kerja merupakan sikap dari seseorang berkaitan dengan apa yang diterimanya sebagai akibat pekerjaan yang telah dilakukan. Maka dari itu semakin tinggi komitmen seorang karyawan terhadap organisasinya maka akan semakin tinggi pula kinerjanya dan kepuasan seseorang terhadap pekerjaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT. Yudhistira Ghalia Indonesia adalah perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang penerbitan dan percetakan, berlokasi pusat di kawasan industri Bojongkerta, Ciawi – Bogor. Sebagai Perusahaan penerbitan dan percetakan, PT. Yudhistira Ghalia Indonesia menyadari sepenuhnya bahwa komitmen dan&lt;br /&gt;profesionalisme pelayanan sangatlah diperlukan. Produk-produk PT. Yudhistira Ghalia Indonesia sebagian besar adalah buku-buku pelajaran mulai dari tingkat Tk, SD, SMP, SMK, SMA serta buku-buku perguruan tinggi. Selain itu PT. Yudhistira Ghalia Indonesia juga meproduksi buku-buku ilmiah umum, buku keagamaan dan buku terjemahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan semakin majunya dunia pendidikan, maka kebutuhan akan buku pun terus meningkat. PT. Yudhistira Ghalia Indonesia mempunyai semboyan “melayani lebih baik dan lebih baik”, semboyan inilah yang ingin diterapkan di seluruh jajaran perusahaan. Untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat secara terus-menerus akan suatu produk tidaklah mudah, maka dari PT. Yudhistira Ghalia Indonesia selalu berupaya meningkatkan kualitas produk buku-bukunya, menjaga kelancaran pendistribusian serta selalu mengedepankan pelayanan yang bagus. PT. Yudhistira Ghalia Indonesia memiliki visi untuk mendharmabaktikan diri pada dunia buku pendidikan serta berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Untuk itu PT. Yudhistira Ghalia Indonesia selalu berusaha menciptakan buku bermutu untuk memenuhi sarana pendidikan serta memberikan pelayanan terbaik melalui jaringan distribusi yang kuat dan luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obyek pada penelitian ini adalah kantor area pemasaran PT. Yudhistira Ghalia Indonesia Area Yogyakarta. Lingkup pemasaran dari kantor area ini tidak hanya seputar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) saja, namun juga terdapat kantor-kantor cabang di kota-kota lain seperti Solo, Magelang dan Purwokero.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kantor-kantor cabang perusahaan ini merupakan pengelompokan kerja dalam bentuk unit kerja dan masing-masing unit kerja itu dipimpin oleh seorang kepala cabang. Di dalamnya terdapat beberapa staf dalam bidang administrasi dan gudang, sales supervisor dan salesman. Para salesman dan sales supervisor inilah yang terjun langsung dan bertatap muka dengan konsumen, mereka menjadi ujung tombak penjualan dari PT. Yudhistira Ghalia Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya kepemimpinan yang efektif dalam mengelola sumber daya manusia dalam suatu unit kerja akan berpengaruh pada perilaku kerja yang diindikasikan dengan peningkatan kepuasan kerja individu dan kinerja unit itu sendiri, yang pada akhirnya akan mempengaruhi kinerja perusahaan secara keseluruhan. Seorang pemimpin juga harus mampu menciptakan komitmen organisasi pada karyawannya dengan menanamkan visi, misi, dan tujuan dengan baik untuk membangun loyalitas dan kepercayaan dari karyawannya. Komitmen karyawan diindikasikan menjadi pemediasi pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kepuasan kerja dan kinerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat pentingnya masalah tersebut, maka penulis tertarik untuk melakukan telaah ilmiah yang berjudul “Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kepuasan Kerja dan Kinerja dengan Komitmen Organisasi Sebagai Variabel Intervening (Studi pada Karyawan PT. Yudhistira Ghalia Indonesia Area Yogyakarta)”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan koleksi contoh Skripsi Lengkap dan contoh Tesis Lengkap dalam bentuk file MS-Word, silahkan klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;Atau klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;disini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5179229527209098258-2833736264937509666?l=ilmiahmanajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/2833736264937509666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/2833736264937509666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2011/02/pengaruh-gaya-kepemimpinan-terhadap.html' title='Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kepuasan Kerja Dan Kinerja Dengan Komitmen Organisasi Sebagai Variabel Intervening ( Studi Pada PT. Yudhistira Ghalia Indonesia Area Yogyakarta ) (190)'/><author><name>ilmiahmanajemen</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-l8MmhMGnBro/TYoLNkdML2I/AAAAAAAAAAY/bgOr8eE6Voc/s220/sarjana1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5179229527209098258.post-1404576513544616955</id><published>2011-02-21T04:28:00.000-08:00</published><updated>2011-05-25T16:30:32.132-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen SDM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen'/><title type='text'>Perilaku Pemilih Buruh Rokok Dalam Pilkada Langsung Di Kabupaten Kudus (189)</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;BAB I PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.1 Latar Belakang Penelitian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah secara langsung baru pertama kali untuk Kabupaten Kudus. Proses pelaksanaan pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah di Kabupaten Kudus telah berlangsung pada tanggal 12 April 2008. Memang Pilkada Kabupaten Kudus sudah kita lewati, akan tetapi banyak catatan menarik yang dapat kita rekam dan kita baca ulang. Meski diakui memiliki banyak kelemahan dan kekurangan, namun paling tidak peristiwa politik melalui pemilihan yang terbuka, telah memberi rona baru dalam wajah demokrasi di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Kudus merupakan tonggak sejarah titik awal dari otonomi secara murni artinya dengan pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah secara langsung membuktikan bahwa demokrasi sudah tumbuh secara murni dilakukan di Kabupaten Kudus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilkada Kabupaten Kudus Tahun 2008 diikuti oleh empat pasangan yaitu : 1. H. Musthofa Wardoyo / H. Budiyono yang dicalonkan oleh PDI P dan Partai Golkar, 2. H.M. Heru Fathoni, SP / Drs. Ngatmin Alimanda yang dicalonkan oleh Partai Demokrat, PNI Marhaenis, Partai Pelopor dan Partai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya Peduli Bangsa, 3. Mansyur, SH / H. Agus Darmawan yang dicalonkan oleh PAN, PBR dan Partai Perhimpunan Indonesia Baru, 4. H.M. Amin Munadjat, M.Si / H. Akhwan, SH yang dicalonkan oleh PKB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat peta pertarungan dalam Pilkada Kabupaten Kudus dan memprediksi siapa yang bakal menjadi pemenang awalnya cukup sulit untuk dilakukan. Namun setidaknya ada enam variabel yang bisa dijadikan parameter, yaitu pertama faktor identifikasi calon ( figur yang diusung ), kedua juru kampanye/sabet, ketiga faktor isyu kampanye/Visi Misi, keempat faktor insentif/hibah politik, kelima faktor identifikasi partai dan keenam faktor pressure group atau kelompok penekan. Hal ini terkait dengan seberapa jauh hal tersebut mempengaruhi perilaku pemilih buruh rokok dalam pemilihan kepala daerah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui hasil Pilkada di Kabupaten Kudus kita harapkan agar seleksi kepemimpinan yang dilakukan partai-partai oleh masyarakat yang selama ini hanya dipilih oleh sekian orang, dengan perubahan mekanisme pemilihan yang ada sekarang, bisa melahirkan pemimpin yang kredibel dan betul-betul untuk menjadi pemimpin yang dapat membangun dalam kualitas yang maksimal dan prima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinamika lembaran politik akan semakin berarti bobot kedaulatan rakyat pola kinerja lembaga-lembaga politik termasuk partai-partai politik, yakni sebuah diskursus yang berbicara soal bagaimana masyarakat memahami sekaligus menghayati setiap tarikan nafas, denyut nadi dan detak jantung rakyat&lt;br /&gt;dalam memberikan mandat kekuasaan. Untuk itu kesiapan infrastruktur politik dan perilaku masyarakat selaku pemilih akan menentukan agenda politik lokal tersebut berlangsung secara demokratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah di Kabupaten Kudus yang berlangsung tanggal 12 April 2008, perilaku pemilih sangat sulit diduga, khususnya para buruh rokok di pedesaan. Sebagaimana diketahui Kabupaten Kudus dikenal sebagai daerah industri rokok, secara kasar dapat digambarkan bahwa jumlah pemilih di Kudus berdasarkan Daftar Pemilih Tetap&lt;br /&gt;( DPT ) sebanyak 572.3531) , sedangkan jumlah buruh rokok saja sebanyak&lt;br /&gt;110.000 orang2) , apabila masing – masing membawa satu orang keluarganya saja maka akan diperoleh 220.000 suara atau 38,43 % , sebuah angka jaminan untuk memenangkan perebutan suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini sangat disadari oleh kontestan sehingga ada salah satu pasangan yang berani maju sebagai calon karena mengandalkan suara dari para buruh rokok tersebut, calon tersebut adalah Mansyur As’ad yang berpasangan dengan H. Agus Darmawan dari Partai Amanat Nasional. Dalam kegiatan kepartaian Mansyur adalah sekretaris DPC Partai Demokrat, karena Ketua DPC Partai Demokrat maju sendiri sebagai calon wakil Bupati, maka Mansyur mencari kendaraan sendiri untuk maju sebagai calon Bupati dengan keyakinan memperoleh suara pasti dari kaum buruh rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun Mansyur As’ad belum begitu dikenal dalam kegiatan politik tetapi ayahnya Mohammad As’ad adalah tokoh yang mempunyai jabatan penting dikalangan sarikat pekerja rokok di Kudus juga dikenal luas dikalangan pengusaha rokok selama berpuluh tahun. Jabatan Moh As’ad saat ini adalah Ketua SPSI RTMM ( Sarikat Pekerja Seluruh Indonesia bidang Rokok, Tembakau, Makanan dan Minuman ) Kabupaten Kudus, sedangkan Mansyur As’ad saat ini menjabat sebagai Wakil Ketuanya.sehingga Mansyur sangat yakin dapat memanfaatkan jaringan serikat pekerja dan para pemilik pabrik rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi hasil Pilkada ternyata berbicara lain, pasangan nomor urut 1. H Musthofa Wardoyo / H Budiyono memperoleh suara 133.776 ( 43,88 % ) , pasangan nomor urut 2. HM Heru Fathoni / Ngatmin Alimanda memperoleh suara 18.340 suara ( 6,02 % ), pasangan nomor urut 3. Mansyur As’ad / H Agus Darmawan memperoleh suara 24.346 ( 7,99 % ), sedangkan pasangan nomor urut 4. HM Amin Munadjat / H Akhwan Sukandar memperoleh suara sebanyak 128.393 ( 42,11 % ) sisanya yang lain adalah suara tidak sah dan golput (248.813 atau 43,47 % ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilkada tersebut dimenangkan oleh pasangan nomor urut 1. H. Musthofa Wardoyo/H. Budiyono dengan 133.776 suara, sedangkan Mansyur As’ad/H. Agus Darmawan hanya menempati urutan ketiga dengan perolehan suara hanya 24.346. Suara itupun kemungkinan sebagian besarnya adalah milik H. Agus Darmawan ( calon wakil bupati ) yang merupakan Ketua DPC PAN Kabupaten Kudus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kemanakah suara kaum buruh rokok yang jumlahnya 110.000 ? Penelitian tentang perilaku pemilih buruh rokok di Kudus sangat menarik untuk dilaksanakan. Apa yang sesungguhnya mempengaruhi pilihan kaum buruh rokok dalam Pilkada Kudus tahun 2008. Apa yang menjadi sebab dan pengaruhnya. Hal inilah yang sangat menarik untuk diteliti.&lt;br /&gt;Karena berbagai keterbatasan, maka penelitian ini akan mengambil sampel hanya di dua Kecamatan dan masing masing diambil satu Desa yang merupakan lingkungan buruh rokok, yaitu Desa Kedung Dowo Kecamatan Kaliwungu dan Desa Tanjung Karang Kecamatan Jati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Untuk mendapatkan koleksi contoh Skripsi Lengkap dan contoh Tesis Lengkap dalam bentuk file MS-Word, silahkan klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;Atau klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color:#CC0000;"&gt;disini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5179229527209098258-1404576513544616955?l=ilmiahmanajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/1404576513544616955'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/1404576513544616955'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2011/02/perilaku-pemilih-buruh-rokok-dalam.html' title='Perilaku Pemilih Buruh Rokok Dalam Pilkada Langsung Di Kabupaten Kudus (189)'/><author><name>ilmiahmanajemen</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-l8MmhMGnBro/TYoLNkdML2I/AAAAAAAAAAY/bgOr8eE6Voc/s220/sarjana1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5179229527209098258.post-5596473385127999343</id><published>2011-02-21T04:25:00.000-08:00</published><updated>2011-05-25T16:30:52.399-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen SDM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen'/><title type='text'>Pengaruh Persepsi Teknologi Informasi, Kemudahan, Resiko Dan Fitur Layanan Terhadap Minat Ulang Nasabah Bank Dalam Menggunakan Internet Banking (Studi Pada Nasabah Bank BCA) (188)</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.1 Latar Belakang Masalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pentingnya teknologi informasi dalam bisnis tidak diragukan lagi. Banyak perusahaan di  dunia berkeinginan untuk mengubah dirinya menjadi pembangkit daya  (power  house)  bisnis   global  melalui  berbagai  investasi  besar  dalam e-business, e-commerce, dan usaha Teknologi Informasi (TI) lainnya yang global. Jadi terdapat kebutuhan yang nyata bagi para manajer bisnis  dan praktisi bisnis untuk  memahami  bagaimana  mengelola  fungsi  organisasi  yang  penting  ini. Mengelola sistem dan teknologi informasi yang mendukung proses bisnis modern perusahaan saat ini adalah tantangan besar untuk para manajer bisnis dan TI serta para praktisi bisnis (O’Brien, 2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persepsi pemakai (user) dalam memandang teknologi informasi semakin baik,   hal   ini   ditandai   dengan   sistem   yang  kemudian  dibangun   dianggap memberikan manfaat dalam membantu perusahaan secara internal dan eksternal. Internal mencakup aktivitas dalam proses  bisnis semisal membuat faktur, surat jalan dan lainnya. Sementara faktor eksternal mencakup strategi bisnis perusahaan yang dibantu oleh teknologi informasi untuk menang dari pesaingnya,  termasuk untuk mengikat pelanggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah teknologi informasi seringkali rancu dengan istilah sistem informasi itu sendiri dan kadang menjadi bahan perdebatan. Ada yang menggunakan istilah teknologi informasi untuk  menjabarkan sekumpulan sistem informasi, pemakai,&lt;br /&gt;dan  manajemen  (Turban,  McLean  dan  Wetherbe,  1999).  Pernyataan  tersebut menggambarkan  bahwa teknologi informasi adalah bagian dari sistem informasi (Alter, 1992).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAM (Technology Acceptance Model) adalah salah satu model perilaku pemanfaatan  teknologi informasi dalam literatur sistem informasi manajemen. TAM (Technology Acceptance Model) ini dikemukakan oleh Davis (1986) yang mengembangkan  kerangka   pemikiran  tentang  minat  pemanfaatan  teknologi informasi. TAM berfokus pada sikap  terhadap pemakaian teknologi informasi oleh  pemakai  dengan  mengembangkannya  berdasarkan  persepsi  manfaat  dan kemudahan dalam pemakaian teknologi informasi. TAM merupakan satu di antara banyak  model  penelitian  yang  berpengaruh  dalam  studi  determinan  akseptasi teknologi   informasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAM   banyak   digunakan   untuk   memprediksi   tingkat akseptasi pemakai (user acceptance) dan pemakaian yang berdasarkan persepsi terhadap   kemudahan   penggunaan   teknologi   informasi   (perceived   usefulness) dengan mempertimbangkan kemudahan dalam penggunaan TI (Perceived Ease of Use).  Resiko  (risk)  transaksi  dan  kelengkapan  fitur  layanan  internet  banking merupakan hal yang sangat  dipertimbangkan dalam melakukan transaksi maya (virtual) karena jarak, kemampuan teknologi dalam memfasilitasi transaksi, layanan yang tidak bertatap muka dengan teller/customer service  dan banyak hal yang dipertimbangkan nasabah bank dalam transaksi melalui online banking. Variabel resiko dan fitur layanan ditambahkan untuk melihat bagaimana perilaku nasabah bank untuk menggunakan internet banking ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P e r k e m b a n g a n  t e k n o l o g i  i n t e r n e t  i n i  d i a d o p s i  o l e h  i n d u s t r i p e r b a n k a n  u n t u k  mengembangkan  pelayanan.  Peluang  ini  digunakan  oleh bank-bank yang ada di Indonesia baik bank pemerintah maupun swasta, karena media   internet   adalah   suatu   inovasi   yang   cukup   memberi  peluang  dan menantang dalam pengembangannya. Perkembangan pelayanan  yang dilakukan perbankan  berbasis  teknologi  (electronic  transaction)  dalam  bentuk  internet banking, mobile banking yang berbasis handphone (phone banking), penggunaan ATM (Authomatic Teller Machine), Credit Card dan lain sebagainya merupakan keharusan bagi  bank-bank di Indonesia untuk merebut pangsa pasar. Saat ini internet banking menjadi perhatian utama dan senjata yang revolusioner strategis operasional  bank,  untuk  mendelivery  maupun  untuk  persaingan  antar  bank. Online  banking  diperkenalkan  sebagai  channel   dimana  nasabah  bank  dapat melakukan  aktivitas finansial perbankan secara elektronik melalui  website bank. Nasabah  dapat  melakukan  transaksi  non  cash  setiap  saat  dengan  mudah  dan nyaman   dengan   mengakses   melalui   komputer   (jaringan   internet).   Inovasi pelayanan   perbankan  melalui  teknologi  internet  banking  diharapkan  dapat menekan transactional cost dan antrian yang terjadi di kantor-kantor bank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Internet banking dapat digunakan untuk bermacam-macam transaksi online beberapa  diantaranya  yaitu:  1)  untuk  mengecek  saldo  rekening  dan  history transaksi bank; 2)  membayar macam-macam tagihan; 3) transfer antar account. Diharapkan  transaksi  yang  ditawarkan oleh  bank semakin berkembang sesuai kebutuhan  setiap  nasabah,  karena  internet   banking  adalah  customer  based sehingga pangsa pasar yang dilayani diharapkan akan semakin luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasabah bank di Indonesia masih banyak yang menggunakan internet banking  hanya  sekedar melihat saldo, oleh sebab itu bank perlu meningkatkan strategi agar semakin banyak nasabah yang menggunakan internet dengan tujuan agar value yang diberikan nasabah  bank semakin tinggi. Transaksi e-payment dapat lebih dikembangkan dalam aktivitas bisnis  sehingga nasabah bank benar- benar merasakan manfaat internet banking ini. Suatu produk atau  jasa mungkin sudah  tersedia  untuk  beberapa  waktu,  tetapi  yang  penting  bagi  bank  adalah memahami perilaku konsumen belajar tentang produk untuk pertama kalinya dan memutuskan   apakah  akan  mengadopsinya,  karena  fasilitas  internet  banking tergolong  baru  bagi  masyarakat  Mengetahui  faktor-faktor  apa  saja  yang  bisa mempengaruhi  konsumen  menggunakan  fasilitas  yang  telah  disediakan  bank, diharapkan mampu memberikan nilai tambah yang maksimal bagi konsumen, pada akhirnya memberikan keunggulan bersaing (competitive advantage) bagi perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk tujuan meningkatkan pertumbuhan dan mempertahankan eksistensi, suatu  perusahaan  harus  secara  berkelanjutan  melakukan  improvisasi  terhadap produk yang sudah ada dan secara periodik mengembangkan produk baru. Studi pemasaran tentang adopsi produk  juga sangat penting karena rendahnya tingkat kesuksesan  produk  baru  dalam  memasuki  pasar.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk menganalisis: 1) pengaruh persepsi teknologi informasi  terhadap  minat  ulang nasabah bank dalam menggunakan internet banking; 2) pengaruh  kemudahan dalam menggunakan  internet banking terhadap minat ulang nasabah bank dalam menggunakan internet banking; 3) pengaruh resiko menggunakan internet banking terhadap minat  ulang  nasabah bank  dalam  menggunakan internet  banking;  4) pengaruh fitur  layanan yang disediakan internat banking terhadap minat ulang nasabah bank dalam menggunakan internet banking.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian tentang minat  menggunakan teknologi (internet banking) antara lain telah  dilakukan oleh Lydia Ari Widyarini dan A Yan Wellyan Toni Putro (2008) dengan hasil  penelitian diperoleh bahwa pengaruh persepsi kemudahan menggunakan internet banking  terhadap minat menggunakan internet banking tidak signifikan; persepsi daya guna  (usefullness) internet banking berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat menggunakan  internet banking; persepsi kemudahan  menggunakan  internet  banking  berpengaruh  terhadap  daya  guna (usefullness) internet banking; persepsi resiko berpengaruh signifikan terhadap minat   menggunakan  internet   banking;  kepercayaan   berpengaruh   signifikan terhadap minat menggunakan internet banking.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini menganalisis tentang internet banking BCA yang disebabkan karena adanya  fenomena atau masalah yang terjadi. Bank Central Asia (BCA) merupakan Bank Indonesia yang berani mengoperasikan e-Banking secara masif di Indonesia melalui situs  https://ibank.klikbca.com/. Yang di amankan dengan enkripsi SSL 128bit dan fasilitas firewall  pada situsnya. Situs KlikBCA sendiri relatif sukar di bobol, maka serangan lebih banyak di arahkan ke pelanggan BCA. Serangan pembobolan yang sering dilakukan kebanyakan  menggunakan teknik social  engineering.  Tidak  mengherankan,  KlikBCA  belakangan  menggunakan teknologi One Time Password (OTP) melalui KeyBCA dalam mengauthentikasi customer  yang  ingin  melakukan  transaksi.  Salah  satu  demo  kelemahan  yang paling menghebohkan dilakukan oleh Steven Haryanto dengan memalsukan situs KlikBCA   dengan   membeli   domain   www.KLIKBCA.com,   KILKBCA.com, CLIKBCA.com,  KLICKBCA.com, KLIKBAC.com. Orang yang salah mengetik KlikBCA akan masuk ke domain tersebut yang di buat mempunyai tampilan yang sama persis dengan KlikBCA, sehingga  pengguna KlikBCA  yang sebenarnya akan terkecoh dan memasukan username dan  password-nya. Baru-baru ini juga sempat terjadi pembobolan uang melalui klikBCA. Modus operandinya adalah si pelaku memanfaatkan nasabah BCA  yang tidak mengetahui registrasi  internet banking.   Nasabah   tersebut   diiming-imingi   akan   menerima   undian   setelah menyetor jumlah tertentu ke rekening melalui ATM. Setelah nasabah nasabah tersebut   mendatangi  ATM  dan  melakukan  registrasi  internet  banking,  yang bersangkutan  kemudian   dihubungi  kembali  oleh  pelaku,  kemudian  nasabah diinstruksikan untuk memasukkan rekening tujuan dan besarnya uang yang akan ditransfer melalui klikBCA. Dengan adanya masalah keamanan (security) tersebut mendorong  untuk  diadakan  penelitian  tentang  minat   ulang  nasabah  dalam menggunakan internet banking.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan  latar  belakang  di  atas,  maka  kiranya  perlu  dilakukan penelitian  dengan judul “PENGARUH PERSEPSI TEKNOLOGI INFORMASI, KEMUDAHAN,  RESIKO   DAN  FITUR  LAYANAN  TERHADAP  MINAT ULANG NASABAH BANK DALAM MENGGUNAKAN INTERNET BANKING (Studi Pada Nasabah Bank BCA)”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Untuk mendapatkan koleksi contoh Skripsi Lengkap dan contoh Tesis Lengkap dalam bentuk file MS-Word, silahkan klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;Atau klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color:#CC0000;"&gt;disini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5179229527209098258-5596473385127999343?l=ilmiahmanajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/5596473385127999343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/5596473385127999343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2011/02/pengaruh-persepsi-teknologi-informasi.html' title='Pengaruh Persepsi Teknologi Informasi, Kemudahan, Resiko Dan Fitur Layanan Terhadap Minat Ulang Nasabah Bank Dalam Menggunakan Internet Banking (Studi Pada Nasabah Bank BCA) (188)'/><author><name>ilmiahmanajemen</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-l8MmhMGnBro/TYoLNkdML2I/AAAAAAAAAAY/bgOr8eE6Voc/s220/sarjana1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5179229527209098258.post-2133244944786756808</id><published>2011-02-15T17:23:00.000-08:00</published><updated>2011-05-25T16:31:20.463-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Keuangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Akuntansi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen'/><title type='text'>Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) Dalam Laporan Tahunan Perusahaan (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia) (187)</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.1 Latar Belakang Masalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menjaga eksistensinya, perusahaan tidak dapat dipisahkan dengan masyarakat  sebagai lingkungan eksternalnya. Ada hubungan resiprokal (timbal balik) antara perusahaan dengan masyarakat. Perusahaan dan masyarakat adalah pasangan   hidup   yang   saling  memberi   dan   membutuhkan.   Kontribusi   dan harmonisasi keduanya akan menentukan keberhasilan pembangunan bangsa. Dua aspek penting harus diperhatikan agar tercipta kondisi sinergis antara  keduanya sehingga  keberadaan  perusahaan  membawa  perubahan  ke  arah  perbaikan  dan peningkatan taraf hidup masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari aspek ekonomi, perusahaan harus berorientasi mendapatkan keuntungan dan dari aspek sosial, perusahaan harus memberikan kontribusi secara langsung kepada masyarakat. Perusahaan tidak hanya dihadapkan pada tanggung jawab  dalam  perolehan  keuntungan  semata,  tetapi  juga  harus  memperhatikan tanggung jawab sosial dan lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika masyarakat menganggap perusahaan tidak memperhatikan  aspek sosial dan  lingkungannya  serta  tidak  merasakan  kontribusi  secara  langsung  bahkan merasakan dampak negatif dari beroperasinya sebuah perusahaan maka kondisi itu akan menimbulkan resistensi masyarakat. Komitmen perusahaan untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa dengan memperhatikan aspek finansial atau ekonomi, sosial, dan lingkungan (triple bottom line) itulah yang menjadi isuutama dari konsep Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide  tanggung  jawab  sosial  pada  dasarnya  adalah  bagaimana  perusahaan memberi  perhatian kepada lingkungannya, terhadap dampak yang terjadi akibat kegiatan  operasional  perusahaan.  Menurut  Holmes (1976)  dalam  Moir  (2001) menyatakan   selain   menghasilkan   keuntungan,   perusahan   harus   membantu memecahkan masalah-masalah sosial terkait atau tidak perusahaan ikut menciptakan  masalah  tersebut  bahkan  jika  disana  tidak  mungkin  ada  potensi keuntungan jangka pendek atau jangka panjang.&lt;br /&gt;Menurut WBCSD (World Business Council for Sustainable Development)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam Moir (2001) mendefinisikan CSR sebagai :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…CSR is the continuing commitment by business to behave ethically and contribute to economic development while improving the quality of life of the workforce and their families as well as of the local community and society at large.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari definisi tersebut disimpulkan bahwa perusahaan harus dapat berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi, beriringan dengan meningkatkan kualitas hidup tenaga kerja dan keluarganya serta komunitas lokal dan masyarakat luas. Hal ini bisa  dilakukan  dengan  cara  mengerti  aspirasi  dan  kebutuhan  stakeholder  dan kemudian berkomunikasi dan berinteraksi dengan para stakeholder.&lt;br /&gt;Konsep CSR pada umumnya menyatakan bahwa tanggung jawab perusahaan tidak hanya terhadap pemiliknya atau pemegang saham saja tetapi juga  terhadap   para  stakeholder  yang  terkait  dan/atau  terkena  dampak  dari keberadaan  perusahaan.   Perusahaan  yang  menjalankan  aktivitas  CSR  akan memperhatikan  dampak  operasional   perusahaan  terhadap  kondisi  sosial  dan&lt;br /&gt;lingkungan  dan  berupaya  agar  dampaknya  positif.  Sehingga  dengan  adanya konsep CSR  diharapkan kerusakan lingkungan yang terjadi di dunia, mulai dari penggundulan  hutan,  polusi   udara  dan  air,  hingga  perubahan  iklim  dapat dikurangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai dampak dari keberadaan perusahaan ditengah-tengah masyarakat telah menyadarkan masyarakat di dunia bahwa sumber daya alam adalah terbatas dan oleh karenanya pembangunan ekonomi harus dilaksanakan secara berkelanjutan,   dengan   konsekuensi   bahwa   perusahaan   dalam   menjalankan usahanya  perlu  menggunakan  sumber  daya dengan  efisien  dan  memastikan bahwa sumber daya tersebut tidak habis, sehingga tetap dapat dimanfaatkan oleh generasi di masa datang. Dengan konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development), maka kegiatan CSR menjadi lebih terarah, paling tidak perusahaan perlu berupaya melaksanakan konsep tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran stakeholder akan pentingnya pembangunan berkelanjutan yang dilakukan oleh perusahaan mendorong perusahaan untuk mengungkapkan praktik- praktik atau kegiatan CSR yang dilakukan. Lebih lanjut lagi, menurut Deegan dan Gordon (1996) dalam Jose dan Lee  (2006) bahwa tekanan stakeholder terhadap perusahaan untuk dapat secara efektif menjalankan kegiatan lingkungannya serta tuntutan  agar  perusahaan  menjadi  akuntabel  juga  menyebabkan  meningkatnya perusahaan yang melakukan pengungkapan lingkungan. Selain itu  Owen (2005) mengatakan  bahwa  kasus  Enron  di  Amerika  telah  menyebabkan  perusahaan- perusahaan lebih memberikan perhatian yang besar terhadap pelaporan sustainabilitas dan pertanggungjawaban sosial perusahaan. Ini menjelaskan isu-isuyang berkaitan  dengan  reputasi, manajemen  risiko dan keunggulan  kompetitif juga menjadi kekuatan yang mendorong perusahaan untuk melakukan pengungkapan CSR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin  kuatnya  tekanan  stakeholder  dalam  hal  pengungkapan  praktik- praktik CSR  yang  dilakukan  oleh perusahaan menyebabkan perlunya memasukkan  unsur   sosial  dalam  pertanggungjawaban  perusahaan  ke  dalam akuntansi. Hal ini mendorong lahirnya suatu konsep yang disebut sebagai Social Accounting, Socio Economic Accounting ataupun    Social  Responsibility Accounting (Indira dan Dini, 2005).  Dengan lahirnya akuntansi sosial, produk akuntansi juga   dapat  digunakan  oleh  manajemen  sebagai sarana untuk mempertanggungjawabkan kinerja sosial  perusahaan dan memberikan informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan bagi stekeholders.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam lingkup wilayah Indonesia, standar akuntansi keuangan Indonesia belum mewajibkan perusahaan untuk mengungkapkan informasi sosial, akibatnya yang terjadi di dalam praktik perusahaan hanya dengan sukarela mengungkapkannya.   Secara  implisit  Ikatan  Akutansi  Indonesia  (IAI)  dalam Pernyataan Standar Akutansi Keuangan (PSAK) Nomor 1 (revisi 2004) paragraf 9 menyarankan untuk mengungkapkan tanggung jawab akan masalah sosial sebagai berikut :&lt;br /&gt;“Perusahaan  dapat  pula  menyajikan  laporan  tambahan  seperti  laporan mengenai   lingkungan   hidup   dan  laporan   nilai  tambah   (value   added statement), khususnya bagi industri dimana faktor-faktor lingkungan hidup memegang  peran  penting  dan  bagi  industri  yang  menganggap  pegawai sebagai kelompok pengguna laporan yang memegang peranan penting.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh lagi, adanya CSR di Indonesia diatur dalam Undang-undang Nomor 40  Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Pasal 74 ayat 1 Undang- undang  tersebut  menyebutkan  bahwa  ”Perseroan  yang  menjalankan  kegiatan usahanya  di  bidang  dan/  atau   berkaitan  dengan  sumber  daya  alam  wajib melaksanakan tanggung jawab sosial dan  lingkungan”. Dalam Undang-undang Nomor  25  Tahun  2007  tentang  Penanaman  Modal,  pasal  15  (b)  menyatakan bahwa ”setiap penanam modal berkewajiban melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pentingnya  pengungkapan  CSR  telah  membuat  banyak  peneliti  untuk melakukan  penelitian  dan  diskusi  mengenai  praktik  dan  motivasi  perusahaan untuk melakukan CSR.  Beberapa penelitian yang terkait dengan pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan telah banyak dilakukan, baik di dalam maupun di luar negeri. Seperti penelitian yang dilakukan oleh Belkaoui dan Krapik (1989); Cowen, (1987); Hackston dan Milne (1996); Sembiring (2005)  dan Anggraeni (2006) yang meneliti mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pengungkapan CSR.  Diantara  faktor-faktor  yang  menjadi  variabel  dalam  penelitian  tersebut adalah ukuran perusahaan, profitabilitas, leverage dan ukuran dewan komisaris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh ukuran perusahaan terhadap pengungkapan CSR tercermin dalam teori agensi yang menjelaskan bahwa perusahaan besar mempunyai biaya agensi yang besar, oleh karena itu perusahaan besar akan lebih banyak mengungkapkan informasi   daripada   perusahaan   kecil.   Akan   tetapi,   tidak   semua   penelitian mendukung hubungan antara ukuran perusahaan dengan  tanggung jawab sosial perusahaan. Penelitian yang tidak berhasil menunjukkan hubungan kedua variabel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini seperti yang disebutkan dalam Hackston dan Milne (1996) antara lain Roberts (1992),  Sigh   dan  Ahuja  (1983),  Davey  (1982)  dan  Ng  (1985).  Sebaliknya penelitian yang berhasil  menunjukkan hubungan kedua variabel ini antara lain Belkaoui dan Karpik (1989), Adam et.  al., (1995, 1998), Hackston dan Milne (1996), Kokubu et. al., (2001), Hasibuan (2001), Sembiring (2005) dan Anggraeni (2006).&lt;br /&gt;Faktor   lain   yang   diduga   mempengaruhi   pengungkapan   CSR   adalah profitabilitas.   Hubungan  profitabilitas  terhadap  pengungkapan  CSR  menurut Bowman dan Haire (1976)  dalam Heckston dan Milne (1996) bahwa kepekaan sosial membutuhkan gaya managerial yang  sama sebagaimana yang diperlukan untuk dapat membuat perusahaan menguntungkan  (profitable). Penelitian yang dilakukan oleh Bowman dan Haire (1976) serta Preston (1978) dalam Hackston dan  Milne  (1996)  mendukung  hubungan  profitabilitas  dengan  pengungkapan CSR.  Sedangkan  penelitian  yang  dilakukan  Hackston  dan  Milne  (1996)  dan Belkaoui dan Karpik (1989) melaporkan bahwa profitabilitas tidak berpengaruh terhadap pengungkapan CSR.&lt;br /&gt;Leverage memberikan gambaran mengenai  struktur  modal yang dimiliki perusahaan,  sehingga  dapat  dilihat  tingkat  resiko  tak tertagihnya  suatu  utang. Scott (2000) menyampaikan  pendapat yang mengatakan bahwa semakin tinggi leverage kemungkinan besar perusahaan  akan  mengalami pelanggaran terhadap kontrak utang, maka manajer akan berusaha untuk melaporkan laba sekarang lebih tinggi dibandingkan laba dimasa depan. Perusahaan yang memiliki rasio leveragetinggi akan lebih sedikit mengungkapkan CSR supaya dapat melaporkan laba sekarang yag lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor   lain   yang   mempengaruhi   pengungkapan   CSR   adalah   dewan komisaris. Dengan wewenang yang dimiliki, dewan komisaris dapat memberikan pengaruh  yang cukup  kuat  untuk menekan manajemen untuk mengungkapkan CSR. Sehingga perusahaan yang  memiliki ukuran dewan komisaris yang lebih besar akan lebih banyak mengungkapkan CSR.  Hal ini sejalan dengan penelitian Hadi dan  Arifin (2002) dan Sembiring (2005)  yang  menunjukan hasil bahwa proporsi  dewan  komisaris  independen  mempengaruhi  tingkat   pengungkapan sukarela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian-penelitian  yang  telah  dilakukan  sebelumnya  mengenai  faktor- faktor yang mempengaruhi pengungkapan CSR menunjukkan hasil yang berbeda- beda. Pertentangan hasil penelitian tersebut dapat terjadi karena beberapa alasan seperti: perbedaan periode waktu penelitian, interpretasi peneliti terhadap laporan keuangan perusahaan atas variabel yang  digunakan maupun perbedaan metode pengujian yang ditempuh oleh peneliti. Penelitian ini  menarik untuk dilakukan karena untuk memverifikasi ulang hasil penelitian terdahulu tentang faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi praktek pengungkapan informasi pertanggungjawaban sosial perusahaan.&lt;br /&gt;Penelitian  ini  akan  menguji  variabel  faktor-faktor  yang  mempengaruhi pengungkapan  CSR.  Penelitian  ini  akan  menguji  pengaruh  variabel  ukuran perusahaan,   profitabilitas,   leverage   dan   ukuran   dewan   komisaris   terhadappengaruhnya dalam pengungkapan CSR pada perusahaan manufaktur di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Untuk mendapatkan koleksi contoh Skripsi Lengkap dan contoh Tesis Lengkap dalam bentuk file MS-Word, silahkan klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;Atau klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color:#CC0000;"&gt;disini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5179229527209098258-2133244944786756808?l=ilmiahmanajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/2133244944786756808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/2133244944786756808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2011/02/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html' title='Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) Dalam Laporan Tahunan Perusahaan (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia) (187)'/><author><name>ilmiahmanajemen</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-l8MmhMGnBro/TYoLNkdML2I/AAAAAAAAAAY/bgOr8eE6Voc/s220/sarjana1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5179229527209098258.post-4482320201168584299</id><published>2011-02-15T17:19:00.000-08:00</published><updated>2011-05-25T16:31:41.371-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MSDM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Keuangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen SDM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Akuntansi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen'/><title type='text'>Penyelesaian Kredit Bermasalah Pada PT. Bank Danamon, TBK. Cabang Semarang</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.  LATAR BELAKANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan ekonomi nasional dalam rangka  mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 (selanjutnya disebut dengan UUD   1945)   harus dapat memenuhi segala keperluan dari masyarakat. Guna mencapai   tujuan tersebut,  maka pelaksanaan pembangunan  ekonomi  harus lebih   memperhatikan asas   keserasian, keselarasan  dan  keseimbangan  pada  setiap  unsur-unsur  pembangunan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi serta terciptanya stabilitas ekonomi dan stabilitas nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan ekonomi  modern  tidak  dapat  lepas  begitu  saja  dari aspek  dan  tujuan  pemberian  kredit  sebagai  upaya  riil  untuk  mengangkat aspek  pertumbuhan   modal  dan  investasi  dunia  usaha  dikalangan  para pengusaha  sebagai  pelaku  usaha   atau  pelaku  bisnis.  Dalam  kondisi perekonomian  yang  sedang  mengalami  kelesuan  seperti  saat  ini,  karena sektor riil yang tidak bertumbuh, maka sangat dibutuhkan adanya  suntikan dana  fresh  money  baik  dari  pihak  pemerintah  baik  melalui  Lembaga Keuangan  Bank  (selanjutnya  disingkat  menjadi  LKB)  ataupun  Lembaga Keuangan  Bukan Bank (selanjutnya disingkat menjadi LKBB) kepada parapengusaha sebagai pelaku usaha dan pelaku bisnis yang memanfaatkan dana tersebut sebagai modal kerja untuk meningkatkan prifibilitas perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbankan  adalah  salah  satu  sumber  dana  bagi  masyarakat perorangan  atau  badan  usaha  untuk  memenuhi  kebutuhan  konsumsinya seperti  kebutuhan untuk membeli rumah, mobil atau motor ataupun untuk meningkatkan produksi usahanya mengingat modal yang dimiliki perusahaaan ataupun perorangan tidak cukup untuk mendukung peningkatan usahanya. Usaha perbankan sebagaimana diketahui bukanlah badan usaha biasa seperti halnya perusahaan  yang bergerak dibidang perdagangan dan jasa, melainkan suatu badan usaha yang bergerak di bidang jasa keuangan. Bank mempunyai kegiatan usaha khusus seperti yang diatur dalam Pasal 6 dan Pasal 17 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang  Perbankan jo Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan Atas Undang- Undang  Nomor  7  Tahun  1992  tentang  Perbankan  (selanjutnya  disebut Undang- Undang Perbankan), Yaitu :&lt;br /&gt;a.  Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa Giro, Deposito  berjangka, Deposito, Tabungan, dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu.&lt;br /&gt;b.  Memberikan kredit&lt;br /&gt;c.  Melakukan kegiatan valuta asing dengan ketentuan yang ditetapkan oleh&lt;br /&gt;Bank Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbankan  dalam  memberikan  kredit  harus  benar-benar  teliti, sebab  dalam hal ini perbankan memberikan kepercayaan kepada debitor untuk   mengembalikan   uang  yang  diterima  bank  dari  orang-orang  yang percaya kepada bank  dengan menyimpan uangnya di bank sehingga pihak bank  dalam  memberikan  kredit  harus  melakukan  pemeriksaan  terhadap calon debitornya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kredit dari segi ekonomi berarti suatu kegiatan memberikan nilai ekonomi  yang  sama  akan  dikembalikan  kepada  kreditor  (bank)  setelah jangka waktu tertentu sesuai kesepakatan yang telah disetujui kreditor (bank) dengan  debitor.  Sebagai   keuntungan  bagi  pihak  kreditor  karena  telah memberikan nilai ekonomi tersebut maka kreditor (bank) menerima pembayaran bunga dari debitor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbankan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan kredit memperoleh sumber dana dari masyarakat, sehingga sumber dana perbankan yang disalurkan kepada masyarakat dalam bentuk kredit tersebut bukan dana  milik bank sendiri, namun dana yang berasal dari masyarakat. Hal ini menyebabkan  perbankan dalam melakukan penyaluran kredit harus melakukannya dengan prinsip kehati-hatian melalui analisis yang akurat dan mendalam, penyaluran kredit yang tepat dan pengawasan kredit yang ketat, serta perjanjian kredit yang sah menurut hukum  pengikatan  jaminan yang kuat dan administratif perkreditan yang teratur dan lengkap. Semua tindakan tersebut semata-mata bertujuan agar kredit yang disalurkan oleh pihak bankkepada masyarakat dapat kembali tepat waktu dan sesuai dengan perjanjian kreditnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisis  dilakukan  perbankan   untuk   mengetahui   dan  menentukan apakah  seseorang itu layak atau tidak untuk memperoleh kredit. Pada umumnya  pihak   perbankan  menggunakan  instrumen  analisis  yang dikenal  dengan  the  five  of   credit  atau  the  5  C,  yaitu  character (kepribdian) yaitu penilaian atas karakter atau watak dari  calon debitornya, capacity (kemampuan) yaitu prediksi  tentang kemampuan bisnis  dan  kinerja  bisnis  debitor  untuk  melunasi  hutangnya,  capital (modal) yaitu penilaian kemampuan keuangan debitor yang mempunyai korelassi langsung dengan tingkat kemampuan bayar kreditor, condition of economy  (kondisi ekonomi) yaitu analisis  terhadap kondisi perekonomian  debitor  seccara  mikro  maupun  makro  dan  collateral (agunan) yaitu harta kekayaan debitor sebagai jaminan bagi pelunasan hutangnya jika kredit dalam keadaan macet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kredit yang dianalisa dengan  prinsip  kehati-hatian akan menempatkan  kredit  pada  kualitas  kredit  yang  performing  loan  sehingga dapat  memberikan pendapatan yang besar bagi pihak bank.  Pendapatan tersebut diperoleh dari  besarnya  selisih antara biaya dana dengan pendapatan  bunga  yang  dibayar  para  pemohon  kredit  sehingga  untuk mencapai  keuntungan tersebut maka sejak awal permohonan kredit harus dilakukan analisis yang  akurat  dan  mendalam oleh  pejabat  yang  bekerja pada unit/bagian kreedit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kegiatan perkreditan adalah risk asset bagi bank karena asset bank dikuasai oleh pihak luar bank, yaitu para debitor, akan tetapi kredit yangdiberikan kepada para debitor selalu ada risiko berupa kredit tidak kembali tepat pada  waktunya yang dinamakan kredit bermasalah.”2   Banyak terjadi kredit yang diberikan menjadi bermasalah yang disebabkan berbagai alasan, misalnya usaha yang dibiayai  dengan kredit mengalami kebangkrutan atau merusut  omset  penjualannya.  Krisis   ekonomi,  kalah  bersaing  ataupun kesengajaan  debitor  melakukan  penyimpangan  dalam  penggunaan  kredit seperti untuk membiayai usaha yang tidak jelas masa  depannya, sehingga mengakibatkan sumber pendapatan usaha tidak mampu untuk mengembangkan usahanya dan akhirnya mematikan usaha debitor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi dimana kredit yang telah disalurkan bank kepada masyarakat dalam jumlah besar ternyata tidak dibayar kembali kepada pihak bank  oleh  debitor  tepat  pada  waktunya  sesuai  perjanjian  kreditnya  yang meliputi; pinjaman pokok dan bunga menyebabkan kredit dapat digolongkan menjadi non perfoming loan ( selanjutnya disingkat menjadi NPL) atau kredit bermasalah. Banyaknya NPL akan  berakibat pada terganggunya likuiditas bank yang bersangkutan. “Dengan adanya kredit  bermasalah maka bank tengah menghadapi resiko usaha bank jenis resiko kredit (default risk) yaituresiko akibat  ketidakmampuan  nasabah  debitor  mengembalikan  pinjamanyang diterimanya dari bank beserta bunganya sesuai dengan jangka waktu yang telah ditentukan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti sudah disebut sebelumnya bahwa dengan adanya kredit bermasalah, bank tengah menghadapi default risk. Kredit bermasalah selalu ada dalam  kegiatan  perkreditan bank, karena bank tidak mungkin menghindari  adanya  kredit  bermasalah,  bank  hanya  berusaha  menekan seminimal mungkin besarnya kredit bermasalah  agar  tidak  melebihi&lt;br /&gt;ketentuan Bank Indonesia sebagai pengawas perbankan4. PT. Bank Danamon Tbk. Cabang Semarang (selanjutnya disebut dengan Bank Danamon)  merupakan  salah  satu  bank  yang  sedang  menghadapi  kredit bermasalah  yang  terjadi  pada  bulan  Maret  2008,  dimana  debitor  yang mengajukan  pinjaman  uang  kepada  Bank  Danamon  mengalami  kesulitan dalam hal pembayaran dan mengembalikan pinjaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak bank dalam menyelesaikan/ menyelamatkan kredit bermasalah  akan  melihat  terlebih  dahulu  kondisi  kredit  yang  bermaslah tersebut.  Penyelesaian kredit macet yang dilakukan oleh bank itu sendiri terdiri atas dua alternatif penyelesaian yaitu:&lt;br /&gt;1.  “Penyelesaian melalui jalur litigasi&lt;br /&gt;Penyelesaian melalui  jalur  litigasi  yaitu  penyelesaian  yang  dilakukan terhadap debitor yang usahanya masih berjalan, yaitu debitor tidak mau&lt;br /&gt;melunasi kewajiban melunasi kreditnya atau hutangnya baik angsuran pokok maupun bunganya, sedangkan bagi debitor yang usahanya tidak lagi berjalan adalah  debitor yang tidak dapat bekerja sama dan tidak mau memenuhi kewajiban melunasi kreditnya.&lt;br /&gt;2.  Penyelesaian melalui jalur non litigasi&lt;br /&gt;Pada taraf penyelesaian ini usaha debitor yang dimodali dengan kredit itu masih  berjalan meskipun angsuran kreditnya tersendat-sendat atau meskipun  kemampuannya telah melemah dan tidak dapat membayar angsurannya ia masih harus membayar bunganya, bahkan debitor yang usahanya  sudah  tidak  berjalan,  penyelesaian  kreditnya  masih  dapat dilakukan  melalui  upaya  negoisasi  seorang   debitor  yang  jaminan kreditnya mencukupi serta masih ada usaha lain yang  dianggap layak dan  kepadanya  masih  dimungkinkan  diberi  suntikan  dana  sehingga diharapkan akan mempunyai hasil untuk digunakan membayar seluruh kewajibannya, artinya dengan kesepakatan baru, kredit macetnya akan menjadi kredit yang lancar. 5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bank Danamon dalam proses penyelesaian kredit bermasalahnya lebih  memilih  menggunakan  jalur  non  litigasi.  Tentunya  pihak  perbankan mempunyai beberapa pertimbangan atau alasan-alasan tertentu yang membuat mereka memilih menyelesaikan permasalahan kredit bermasalah melalui  jalur   non  litigasi.  Penyelesaian  melalui  jalur  non  litigasi  pada umumnya memberikan keuntungan kepada pihak debitor maupun kreditor.&lt;br /&gt;Berdasarkan  uraian  dan  permasalahan  diatas  dan  ketentuan- ketentuan  yang ada, maka penulis tertarik untuk menyusun Tesis dengan judul :”PENYELESAIAN KREDIT BERMASALAH PADA PT. BANK DANAMON Tbk. CABANG SEMARANG”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Untuk mendapatkan koleksi contoh Skripsi Lengkap dan contoh Tesis Lengkap dalam bentuk file MS-Word, silahkan klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;Atau klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color:#CC0000;"&gt;disini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5179229527209098258-4482320201168584299?l=ilmiahmanajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/4482320201168584299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/4482320201168584299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2011/02/penyelesaian-kredit-bermasalah-pada-pt.html' title='Penyelesaian Kredit Bermasalah Pada PT. Bank Danamon, TBK. Cabang Semarang'/><author><name>ilmiahmanajemen</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-l8MmhMGnBro/TYoLNkdML2I/AAAAAAAAAAY/bgOr8eE6Voc/s220/sarjana1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5179229527209098258.post-2009846357591086348</id><published>2011-02-15T17:17:00.000-08:00</published><updated>2011-05-25T16:33:04.058-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Keuangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Akuntansi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen'/><title type='text'>Analisis Pengaruh Pengeluaran Pemerintah Atas Pendidikan, Kesehatan Dan Infrastruktur Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Periode 1969-2009 (185)</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.1 Latar Belakang Masalah&lt;br /&gt;Salah  satu  tujuan  suatu  negara  adalah  untuk  meningkatkan  pertumbuhan ekonominya.  Salah satu ukuran pertumbuhan ekonomi adalah pendapatan nasional. Pendapatan  nasional  suatu   negara  dapat  menunjukkan  seberapa  besar  aktivitas perekonomian secara keseluruhan. Konsep pendapatan nasional adalah ukuran yang paling sering dipakai sebagai indikator pertumbuhan  ekonomi namun bukan satuñ satunya  indikator  pertumbuhan  ekonomi.  Pertumbuhan  ekonomi   adalah  sebuah proses, bukan merupakan suatu gambaran ekonomi pada suatu periode tertentu, ada perkembangan atau perubahan dan penggunaan waktu (Boediono,1992).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertumbuhan ekonomi Indonesia selama beberapa dekade terakhir mengalami pasang surut sesuai dengan kondisi perekonomian dunia. Pendapatan nasional sebagai tolak  ukur  pertumbuhan  ekonomi  memperlihatkan  pertumbuhan  yang  fluktuatif. Kondisi   perekonomian Indonesia   sebagai   negara   sedang   berkembang   belum mencapai  kondisi  steady  state  dimana  suatu  perekonomian  sudah  berada  dalam keadaan stabil dan tidak mudah terkena goncangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertumbuhan ekonomi Indonesia dipengaruhi oleh berbagai goncangan (shock).&lt;br /&gt;Goncangan tersebut seperti krisis ekonomi pada pertengahan tahun 1966, menyebabkan hyper inflation hingga mencapai 650 persen. Selanjutnya  goncangan yang membuat perekonomian Indonesia terganggu adalah krisis ekonomi tahun 1998 yakni inflasi 78 persen dan PDB turun sekitar 11 persen. Krisis ekonomi tahun 1998 membuat kondisi perekonomian Indonesia mengalami resesi meskipun tidak separah krisis ekonomi tahun 1966.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perekonomian dunia pada tahun 2008 tengah berada dalam keadaan resesi (resesi ekonomi  global)  yang  dipicu  oleh  gejolak  finansial  di  Amerika  Serikat.  Krisis finansial  ini  tidak  hanya  menimpa  Indonesia  tapi  juga  negarañnegara  di  seluruh dunia. Dampak krisis finansial di  Indonesia  ditandai dengan turunnya nilai Indeks Harga  Saham  Gabungan  (IHSG)  sehingga  membuat  otoritas  perdagangan  bursa saham menutup perdagangan untuk sementara. Tingkat inflasi mencapai 11,9 persen merupakan dampak yang terjadi di akhir tahun. Pemerintah sudah dapat mengatisipasikeadaan  sehingga  pertumbuhan  ekonomi  Indonesia  masih  berada  pada  tingkat pertumbuhan  ekonomi yang relatif aman yaitu sebesar 6,38 persen. Indonesia lebih siap  bertahan  pada  krisis  kali  ini  dengan  belajar  dari  pengalaman  krisisñkrisis sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu  negara  harus  memiliki  pemerintahan  yang  berfungsi  sebagai  peredam gejolak ekonomi dan politik baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Peredam gejolak  dalam  arti  mampu  menstabilkan  situasi  menjadi  lebih  kondusif  melalui berbagai  kebijakan.  Pemerintah   merupakan  aktor  yang  sangat  penting  dalam perekonomian  suatu  negara.  Suatu  kegiatan  ekonomi  akan  optimal  jika  terdapat aktifitas pemerintah didalamnya. Pemerintah dapat menjadi pelaku kegiatan ekonomi yang memacu produksi dan konsumsi. Pihak swasta biasanya mengalokasikan sumber daya yang dimilki melalui mekanisme pasar, jika sistem pasar benar-benar efisien di dalam  mengalokasikan  sumber  daya,  maka  peranan  pemerintah  terbatas,  salah satunya ketika terjadi kegagalan dalam private market (Samuelson dan Nordhaus,2005). Pemerintah akan masuk dan menyelesaikan permasalahan kegagalan pasar jika pihak  swasta dan individu-individu tidak bersedia memperbaiki keadaan dan mengeluarkan biaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah dapat melalukan dua jenis kebijakan yaitu kebijakan moneter dan kebijakan   fiskal.   Kebijakan   moneter   merupakan   kebijakan   pemerintah   dalam mempengaruhi tingkat suku bunga dan jumlah uang beredar. Kebijakan fiskal adalah kebijakan  pemerintah  melalui  pengeluaran   pemerintah.  Pengeluaran  pemerintahmempunyai kedudukan yang sangat strategis dalam meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi.  Pemerintah  melalui  instrumen kebijakan  dapat  menyelamatkan  keadaan ketika perekonomian mengalami kelesuan akibat adanya resesi ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut  Samuelson  dan  Nordhaus  (2005)  ada  empat  faktor  sebagai  sumber pertumbuhan  ekonomi. Faktor-faktor tersebut adalah (1) sumberdaya manusia, (2) sumberdaya   alam,   (3)   pembentukan   modal,   dan   (4)   teknologi.   Pengeluaran pemerintah berperan dalam pembentukan modal melalui pengeluaran pemerintah di berbagai bidang seperti sarana dan prasarana. Pembentukan modal di bidang sarana dan prasarana ini umumnya menjadi social overhead  capital  (SOC) yang sangat penting dalam pertumbuhan ekonomi. SOC ini sangat penting karena pihak  swasta tidak akan mau menyediakan berbagai fasilitas publik, namun tanpa adanya fasilitas publik   ini   maka  pihak  swasta  tidak  berminat  untuk  menanamkan  modalnya. Pertumbuhan  ekonomi  dan  peningkatan  pendapatan  akan  terdorong  naik  dengan adanya berbagai fasilitas publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengeluaran  pemerintah  yang  terdapat  dalam  Anggaran  Pendapatan  Belanja Negara (APBN) merupakan salah satu alat kebijakan fiskal pemerintah. Pemerintah dapat   menggunakannya   untuk   mengelola   perekonomian   negara.   APBN   pada perkembangannya  telah  mengalami  banyak  perubahan  struktur. APBN  saat  ini menggunakan sistem anggaran berbasis kinerja berdasarkan UU No.1 tahun 2004. Sejak  tahun  1969  diterapkan  sistem  berimbang  dan  dinamis  dalam  penyusunan Anggaran Pendapatan Belanja  Negara. Sistem anggaran berimbang dan dinamis ini&lt;br /&gt;menggantikan  sistem  anggaran  sebelumnya  pada  masa  orde  lama  yang  belum membedakan antara anggran belanja dengan penerimaan. Pembedaan antara anggaran belanja dengan penerimaan  akan mempermudah mengetahui berapa besar anggaran belanja  pemerintah  untuk  sektor  publik.Sistem  penyusunan  yang  berimbang  dan dinamis  didasarkan  pada  Indische  Comptabiliteitswet  yang  lebih  dikenal  dengan nama ICW stbl. 1925 No.488 yang ditetapkan  pertama kali pada tahun 1864 dan mulai berlaku tahun 1867. Kemudian pada tahun 2003 dikeluarkan UU No.17/2003 tentang pengelolaan keuangan negara. Undang-undang tersebut menandai dimulainya reformasi manajemen keuangan pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengeluaran pemerintah atau disebut juga belanja negara terdiri atas anggaran belanja  pemerintah pusat, dana perimbangan, serta dana otonomi khusus dan dana penyeimbang. Anggaran  belanja pemerintah pusat dibedakan atas pengeluaran rutin dan pengeluaran pembangunan pada saat sebelum diundangkannya UU No. 17/2003. UU  No.17/2003  mengenalkan  sistem  uniffied  budget   sehingga  tidak  lagi  ada pembedaan antara pengeluaran rutin dan pengeluaran pembangunan. Dana perimbangan  terdiri  atas  dana  bagi  hasil,  dana  alokasi  umum  (DAU),  dan  dana alokasi khusus (DAK). Dana otonomi khusus dialokasikan untuk  provinsi Daerah Istimewa Aceh dan provinsi Papua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan  struktur  anggaran  dalam  pengeluaran  pemerintah  terjadi  pada tahun  2004   dimana  tidak  lagi  memisahkan  pengeluaran  rutin  dan  pengeluaran pembangunan. Pengeluaran pemerintah dibedakan menjadi belanja pemerintah pusat dan belanja untuk daerah. Belanja  pemerintah pusat dibagi kedalam delapan pos. Format baru   APBN ini menggunakan rincian  belanja negara menurut fungsi yaitu pelayanan umum, pertahanan, ketertiban dan keamanan, lingkungan hidup, perumahan  dan  fasilitas  umum,  kesehatan  dan  lain-lain.  Belanja  negara  menurutfungsi ini merupakan reklasifikasi atas program-program yang dalam format lama yang merupakan rincian dari pengeluaran pembangunan per sektor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi  pemerintah  menurut  Dumairy  (1996)  adalah  alokatif,  distributif, stabilitif  dan  dinamisatif  pemerintah  harus  dapat  menciptakan  kesejahteraan  bagi masyarakat. Pemerintah akan melakukan pengeluaran belanja pembangunan sebagai langkah  untuk menjalankan   fungsi-fungsinya  tersebut. Belanja pembangunan merupakan  pengeluaran  pemerintah   untuk  memenuhi  kebutuhan  pembangunan. Tujuan dari  pembangunan  salah satunya untuk meningkatkan  kesejahteraan masyarakat. Kesejahteraan masyarakat dapat diwujudkan dengan pemenuhan kebutuhan   dasar   seperti   kesehatan,   pendidikan   dan   infrastruktur.   Pemenuhan kebutuhan dasar akan meningkatkan kualitas sumber daya  manusia. Sumber daya yang  berkualitas  akan  mampu  memberikan  kontribusi  dalam  kemajuan  teknologi yang lebih mutakhir sehingga dapat meningkatkan efisiensi produksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut   Mankiw   (2008)   pengembangan   sumber   daya   manusia   dapat dilakukan dengan perbaikan kualitas modal manusia. Modal manusia dapat mengacu pada pendidikan, namun  juga dapat digunakan  untuk menjelaskan  jenis investasi manusia lainnya yaitu investasi yang mendorong ke arah populasi yang sehat yaitu kesehatan. Pendidikan dan kesehatan merupakan tujuan pembangunan yang mendasar di  suatu  wilayah.  Kesehatan  merupakan  inti  dari  kesejahteraan,  dan  pendidikan adalah hal yang pokok untuk mencapai kehidupan yang layak. Pendidikan memiliki peran yang penting dalam membentuk kemampuan sebuah negara berkembang untukmenyerap  teknologi  modern  dan  untuk mengembangkan  kapasitas  agar  tercipta pertumbuhan serta pembangunan yang berkelanjutan (Todaro, 2006).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbaikan kualitas modal manusia tergantung pada tersedianya infrastruktur untuk menunjang investasi pada sumber daya manusia. Perumahan dan transportasi merupakan barang   publik   yang   dapat disediakan pemerintah dalam rangka pemenuhan   kebutuhan   masyarakat.   Ketersediaan   perumahan   yang  layak   akan membuat kualitas hidup  masyarakat menjadi lebih baik karena dengan rumah yang layak dapat  mendukung kesehatan dan pada akhirnya akan  meningkatkan produktifitas sumber daya manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaringan transportasi yang terintegrasi dengan baik akan melancarkan distribusi kegiatan ekonomi dan secara jangka panjang dapat menjadi  media  pemerataan  pembanguna.  Menurut  Deni  Friawan  (2008)  ada  tiga alasan utama mengapa infrastruktur penting dalam sebuah integrasi ekonomi. Alasan pertama   adalah   ketersedian   infrastruktur   yang   baru   merupakan   mesin   utama pembangunan  ekonomi.  Kedua,  untuk   memperoleh  manfaat  yang  penuh  dari integrasi,  ketersediaan  jaringan  infrastruktur  sangat  penting  dalam  memperlancar aktifitas  perdagangan   dan  investasi.  Alasan   ketiga  adalah   perhatian  terhadap perbaikan  infrastruktur  juga  penting  untuk  mengatasi  kesenjangan  pembangunan ekonomi  antar  negara.  Infrastruktur  terdiri  dari  beberapa  subsektor,  infrastruktur dalam   bentuk   perumahan   dan   transportasi   merupakan   cukup   penting   untuk menunjang kehidupan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengeluaran  pemerintah  atas  pendidikan,  kesehatan  dan  infrastruktur  pada dasarnya merupakan suatu investasi terhadap pertumbuhan ekonomi. Efek pembangunan pada ketiga sektor tersebut tidak dapat berdampak langsung melainkan membutuhkan beberapa  periode untuk dapat merasakan dampaknya. Terdapat time lag  ketika  pemerintah  mengeluarkan  anggaran  pembangunan  atau  belanja  negara untuk ketiga sektor tersebut dengan dampak  kebijakan  tersebut, maka dibutuhkan suatu  penelitian  yang  menggunakan  runtut  waktu  (time  series)  cukup  panjang. Penelitian  dengan  menggunakan  runtun  waktu  akan  membantu  melihat  pengaruh pengeluaran pemerintah pada ketiga sektor tersebut terhadap pertumbuhan ekonomi. Investasi  pemerintah  dalam  pendidikan, kesehatan dan infrastruktur akan menyebabkan peningkatan kualitas modal manusia dan prasarana fisik, hal ini juga akan memacu investasi ekonomi. Investasi ekonomi selanjutnya akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, karena banyaknya modal yang tersedia untuk pembangunan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian-penelitian terdahulu masih memperdebatkan hubungan pengeluaran pemerintah  dengan pertumbuhan ekonomi. Perbedaan hubungan yang terjadi pada penelitian terdahulu terkait  dengan perbedaan kondisi tiap-tiap negara yang diteliti. Studi  yang  dilakukan  oleh  Donald  N  dan  Shuanglin  (1993)  menemukan  tingkat pertumbuhan pengeluaran pendidikan berpengaruh positif  dan signifikan terhadap petumbuhan  ekonomi.   Sebaliknya  pengeluaran   atas  kesejahteraan   berpengaruh negatif  terhadap  pertumbuhan  ekonomi,  dan  tingkat  pertumbuhan  pengeluaran pertahanan  berpengaruh  positif  terhadap  pertumbuhan  ekonomi.  Antonio  Estache(2007) meneliti tentang hubungan antara pengeluaran publik dengan pertumbuhan ekonomi  pada  negara  kaya.  Hasilnya  adalah  hubungan  negatif  yang  kuat  antara ukuran pemerintah dan  pertumbuhan ekonomi. Namun hubungan negatif tersebut hanya dapat diterapkan untuk negara kaya dengan sektor publik yang luas. Suleiman Abu-Daber dan Aamer S (2004) mengamati  pengeluaran pemerintah untuk sektor sipil dan militer serta pertumbuhan ekonomi dengan  menggunakan arah kausalitas diantara  variabel  tersebut  di  Negara  Mesir,   Israeil  dan  Syria.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan  hasilnya pengeluaran militer berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi. Pengeluaran sipil berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi di  Israel dan Mesir.   Hubungan   antara   pengeluaran   pemerintah   pertumbuhan   ekonomi   dan pengeluaran  pemerintah  dapat  positif  atau  negatif  tergantung  dari  Negara  yang menjadi sample penelitian hal ini dijelaskan dalam penelitian oleh Marta Pascual dan Santiago   ¡lvarez-GarcÌa   (2006).   Di   Indonesia   Jamzy  Zodik   (2006)   meneliti hubungan pengeluaran pemerintah dan pertumbuhan ekonomi regional dan hasilnya adalah pengeluaran pemerintah (baik pengeluaran pembangunan maupun pengeluaran rutin)  berpengaruh  terhadap  pertumbuhan  ekonomi  regional.  Penelitian-penelitian diatas menunjukkan bahwa hubungan pengeluaran pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi memiliki kesimpulan yang beragam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengeluaran pemerintah merupakan suatu jenis kebijakan yang dapat dilakukan pemerintah  sebagai salah satu langkah untuk mensejahterakan masyarakatnya dan menuju pertumbuhan ekonomi. Pengeluaran pemerintah terhadap sektor pendidikan,&lt;br /&gt;kesehatan  dan  infrastruktur  merupakan  bagian  dari  pengeluaran  pemerintah  yang memacu  kesejahteraan masyarakat dan pada akhirnya mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Untuk mendapatkan koleksi contoh Skripsi Lengkap dan contoh Tesis Lengkap dalam bentuk file MS-Word, silahkan klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;Atau klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color:#CC0000;"&gt;disini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5179229527209098258-2009846357591086348?l=ilmiahmanajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/2009846357591086348'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/2009846357591086348'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2011/02/analisis-pengaruh-pengeluaran.html' title='Analisis Pengaruh Pengeluaran Pemerintah Atas Pendidikan, Kesehatan Dan Infrastruktur Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Periode 1969-2009 (185)'/><author><name>ilmiahmanajemen</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-l8MmhMGnBro/TYoLNkdML2I/AAAAAAAAAAY/bgOr8eE6Voc/s220/sarjana1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5179229527209098258.post-2088246631842679596</id><published>2011-02-15T17:13:00.000-08:00</published><updated>2011-05-25T16:33:27.792-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MSDM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen SDM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen'/><title type='text'>Analisis Pengaruh Motivasi Dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Lama Kerja Sebagai Variabel Moderating (Studi pada PT. Coca Cola Amatil Indonesia (184 )</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;BAB I PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.1. Latar Belakang Masalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Era  globalisasi   mempunyai   dampak   dalam   dunia   usaha.   Globalisasi menimbulkan   persaingan   yang   ketat   diantara   perusahaan-perusahaan   untuk mendapatkan  pangsa  pasar  yang  dibidiknya.  Dengan  adanya  globalisasi  maka dunia usaha mau tidak mau didorong untuk mencapai suatu organisasi perusahaan yang efektif dan efisien. Keefektifan dan keefesienan  dalam suatu perusahaan sangat diperlukan agar perusahaan dapat memiliki daya saing maupun keunggulan lebih  dari  para  pesaing,  sehingga  perusahaan  dapat  bertahan  dalam  dunia persaingan yang ketat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber   daya   manusia   dalam   hal   ini   tenaga   kerja   berperan   dalam perusahaan, sehingga dibutuhkan tenaga kerja yang terdidik dan siap pakai untuk mendukung   pengembangan   perusahaan.   Di   Kabupaten   Semarang   memiliki beberapa  perusahaan  manufaktur  bergerak  dibidang  minuman  yang  bersaing secara ketat. PT. Coca Cola Amatil Indonesia (Central Java) merupakan salah satu perusahaan multinasional yang mendunia dan menjadi “lokal” di  Indonesia. PT. Coca Cola Amatil Indonesia (Central Java) ikut mengalami masa sulit ketika krisis ekonomi dan berada pada posisi yang paling parah (sekitar tahun 1998). Namun  perusahaan ini mampu bertahan karena memiliki potensi sumber daya manusia  dengan   kapabilitas  yang  beragam  dan  kompeten  sehingga  mampu menghadapi dan menjalani fungsi kegiatan produksi yang berdasarkan teknologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, perusahaan juga harus menjalankan fungsi sosial secara internal dan eksternal  untuk menjamin kesejahteraan para anggotanya juga berdampak pada kelangsungan  hidup  perusahaan.  Untuk  dapat  bersaing  dengan  industri  yang sejenis lainnya, perusahaan harus mempunyai keunggulan kompetitif yang sangat sulit ditiru, yang hanya akan diperoleh dari  karyawan yang produktif, inovatif, kreatif selalu bersemangat dan loyal. Karyawan yang memenuhi kriteria seperti itu hanya akan dimiliki melalui penerapan konsep dan teknik  manajemen sumber daya manusia yang tepat dengan semangat kerja yang tinggi serta pemimpin yang efektif   dan   lingkungan   kerja   yang   mendukung.   Faktor-faktor   yang   dapat digunakan   untuk  meningkatkan  kinerja  pegawai,  diantaranya  motivasi  dan kepuasan kerja, Robbins (2001).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap  kegiatan  yang  dilakukan  oleh  seseorang  didorong  oleh  suatu kekuasaan  dalam diri orang tersebut, kekuatan pendorong inilah yang disebut motivasi.  Motivasi  kerja   karyawan  dalam  suatu  organisasi  dapat  dianggap sederhana dan dapat pula menjadi masalah yang kompleks, karena pada dasarnya manusia   mudah   untuk   dimotivasi   dengan   memberikan   apa   yang   menjadi keinginannya.  Masalah  motivasi  kerja  dapat  menjadi  sulit  dalam  menentukan imbalan dimana apa yang dianggap penting bagi seseorang karena sesuatu yang penting bagi seseorang belum tentu penting bagi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila seseorang termotivasi, ia akan berusaha berbuat sekuat tenaga untuk mewujudkan apa yang diinginkannya. Namun belum tentu upaya yang keras ituakan menghasilkan produktivitas yang diharapkan, apabila tidak disalurkan dalam arah yang dikehendaki organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unsur kebutuhan berarti suatu keadaan internal yang menyebabkan hasil- hasil  tertentu  tampak  menarik.  Suatu  kebutuhan  yang  tidak  terpuaskan  akan menciptakan  tegangan  yang   merangsang  dorongan-dorongan  di  dalam  diri individu. Dorongan ini menimbulkan suatu perilaku pencarian untuk menemukan tujuan-tujuan tertentu yang apabila tercapai akan  memenuhi kebutuhan itu dan mendorong ke pengurangan tegangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut  Luthans  (2006)  motivasi  adalah  proses  sebagai  langkah  awal seseorang  melakukan tindakan akibat kekurangan secara fisik dan psikis atau dengan kata lain adalah suatu dorongan yang ditunjukan untuk memenuhi tujuan tertentu. Apabila nilai ini tidak terjadi,  maka akan terwakili individu-individu yang  mengeluarkan  tingkat  biaya  tinggi, yang  sebenarnya berlawanan dengan kepentingan organisasi. Rendahnya kinerja karyawan dan motivasi karyawan yang dihadapi sebenarnya merupakan permasalahan klasik namun selalu update untuk didiskusikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian yang  dilakukan  oleh  Listianto  dan  Setiaji  (2007)  menyatakan bahwa   motivasi  kerja  berpengaruh  positif  dan  signifikan  terhadap  kinerja karyawan. Selain itu juga penelitian yang dilakukan oleh Prasetyo dan Wahyuddin (2003)  mendukung  penelitian  sebelumnya  yang  menyatakan  bahwa  motivasi berpengaruh  positif  dan  signifikan  terhadap   kinerja  karyawan,  dan  dalam penelitian  ini  juga  menyatakan  motivasi  merupakan  faktor   dominan  yangmempengaruhi  kinerja  karyawan.  Dari  penelitian  terdahulu,  hubungan  antara motivasi dan  kinerja berbanding lurus, artinya bahwa semakin tinggi motivasi karyawan dalam bekerja maka kinerja yang dihasilkan juga tinggi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan yang siap berkompetisi harus memiliki manajemen yang efektif. Selain motivasi, untuk meningkatkan kinerja karyawan dalam manajemen efektif memerlukan dukungan karyawan yang cakap dan kompeten di bidangnya. Di sisi lain  pembinaan  para  karyawan  termasuk  yang  harus  diutamakan  sebagai  aset utama  perusahaan.  Proses  belajar  harus  menjadi  budaya  perusahaan  sehingga keterampilan para karyawan dapat dipelihara, bahkan dapat ditingkatkan. Dalam hal ini loyalitas karyawan yang kompeten harus diperhatikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu faktor yang mempengaruhi loyalitas karyawan adalah kepuasan kerja  karyawan.  Kepuasan  kerja  (job  satisfaction)  adalah  keadaan  emosional karyawan yang terjadi maupun tidak terjadi titik temu antara nilai balas jasa kerja karyawan dan perusahaan atau  organisasi dengan tingkat nilai balas jasa yang memang diinginkan oleh karyawan yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal kepuasan kerja, Gilmer (1966) dalam As’ad (2003) menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja adalah kesempatan untuk maju, keamanan kerja, gaji, perusahaan dan manajemen, faktor intrinsik dan pekerjaan, kondisi kerja, aspek sosial dalam pekerjaan, komunikasi, dan fasilitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, menurut Ranupandojo dan Husnan (2002) mengemukakan beberapa  faktor  mengenai kebutuhan dan keingianan karyawan, yakni gaji yang baik, pekerjaan yang  aman, rekan sekerja yang kompak, penghargaan terhadappekerjaan, pekerjaan yang berarti, kesempatan untuk maju, pimpinan yang adil dan bijaksana,  pengarahan dan perintah yang wajar, dan organisasi atau tempat kerja yang dihargai oleh masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepuasan kerja atau ketidakpuasan karyawan tergantung pada perbedaan antara apa  yang diharapkan. Sebaliknya, apabila yang didapat karyawan lebih rendah  daripada  yang   diharapkan  akan  menyebabkan  karyawan  tidak  puas. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan atau ketidakpuasan kerja yaitu: jenis pekerjaan, rekan kerja, tunjangan, perilaku yang  adil, keamanan kerja, peluang menyumbang gagasan, gaji/upah, pengakuan kinerja, dan kesempatan bertumbuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Robbins kepuasan kerja merupakan sikap secara umum yang lebih diwarnai  oleh  perasaan terhadap situasi dan lingkungan kerja serta merupakan pencerminan dari  kepuasan seorang karyawan terhadap kondisi yang berkaitan dengan  pelaksanaan  pekerjaan.  Handoko  (1996)  berpendapat  bahwa  kepuasan kerja mempunyai hubungan dengan umur. Ia  menyebutkan bahwa semakin tua umur karyawan, mereka cenderung lebih terpuaskan dengan pekerjaan-pekerjaan mereka. Pengharapan-pengharapan yang lebih rendah dan penyesuaian yang lebih baik terhadap situasi kerja karena mereka lebih berpengalaman, menjadi alasan yang melatarbelakangi kepuasan kerja mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepuasan kerja karyawan pada dasarnya sangat individualis dan merupakan hal  yang   sangat  tergantung  pada  pribadi  masing-masing  karyawan.  Namun demikian  terdapat  beberapa  faktor  yang  berhubungan  dengan  kepuasan  kerja karyawan  dalam  rangka  peningkatan  kinerja  adalah:  (a)  faktor  pekerjaan  itusendiri, merupakan faktor yang berhubungan dengan tingkat dimana pekerjaan menyediakan  tugas  yang  menyenangkan,  kesempatan  belajar  dan  kesempatan untuk  mendapatkan  tanggung  jawab.  (b)  faktor  gaji,  merupakan  faktor  yang berhubungan dengan tingkat dimana sejauh mana gaji memenuhi harapan-harapan tenaga kerja, dan bagaimana gaji diberikan. (c) faktor kesempatan atau promosi, merupakan   faktor   yang   berhubungan   dengan   kesempatan   karyawan   untuk mengembangkan  diri  dan  memperluas  pengalaman  kerja,  dengan  terbukanya kesempatan untuk kenaikan jabatan. (d) faktor supervisor, merupakan faktor yang berhubungan dengan kemampuan supervisor untuk menyediakan bantuan teknis dan   perilaku   dukungan.   (e)   faktor   rekan   kerja,   merupakan   faktor   yang berhubungan dengan kebutuhan dasar manusia untuk melakukan hubungan sosial; akan terpenuhi dengan adanya rekan kerja yang mendukung karyawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidakpuasan karyawan  dapat  terjadi  apabila  pekerjaan yang  dilakukan tidak sesuai  dengan apa yang di peroleh dari perusahaan. Ketidakpuasan para karyawan ini menimbulkan  hal-hal yang tidak diinginkan dan dapat merugikan perusahaan yang bersangkutan. Misalnya; adanya aksi mogok kerja, kemangkiran karyawan  meningkat,  turunnya  kinerja  karyawan,  dan   lain-lain.  Yang  pada akhirnya akan menurunkan kinerja perusahaan itu sendiri. Maka, para pimpinan sebaiknya  mengerti  apa  yang  dibutuhkan  para  karyawan  dan  mengetahui keinginan-keinginan  apa  yang  membuat  karyawan  puas  dan  meningkatkan kinerjanya, berikut semua konsekuensinya, termasuk apa dan berapa bonus yang akan  mereka  terima  jika  target  atau  tujuan  kerjanya  tercapai.  Sehingga  para karyawan tidak melakukan hal-hal yang tidak sepantasnya dikerjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepuasan dan ketidakpuasan yang dirasakan oleh karyawan dapat dilihat dari banyaknya jumlah absensi dan jumlah karyawan yang keluar dan masuk yang terjadi  di  perusahaan  tersebut.  Semakin  tinggi  jumlah  karyawan  yang  keluar diperusahaan, maka  tingkat kepuasan karyawan dalam bekerja rendah, karena karyawan merasa tidak cocok bekerja di perusahaan. Tingginya jumlah karyawan yang keluar yang  diperusahaan juga dapat disebabkan oleh kebijakan perusahaan untuk mengurangi jumlah karyawan sehingga dapat terjadi efisiensi dalam proses produksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa  kerja   juga   merupakan   komponen   yang   paling   penting   dalam menjelaskan tingkat pengunduran diri karyawan (Robbins, 2006). Semakin lama karyawan bekerja dalam suatu perusahaan semakin kecil kemungkinan karyawan tersebut akan mengundurkan diri.  Bukti  juga menunjukkan bahwa masa kerja pekerjaan terdahulu dari seorang karyawan  merupakan indikator perkiraan yang ampuh atas pengunduran diri karyawan dimasa mendatang (Robbins, 2006).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Untuk mendapatkan koleksi contoh Skripsi Lengkap dan contoh Tesis Lengkap dalam bentuk file MS-Word, silahkan klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;Atau klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color:#CC0000;"&gt;disini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5179229527209098258-2088246631842679596?l=ilmiahmanajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/2088246631842679596'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/2088246631842679596'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2011/02/analisis-pengaruh-motivasi-dan-kepuasan.html' title='Analisis Pengaruh Motivasi Dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Lama Kerja Sebagai Variabel Moderating (Studi pada PT. Coca Cola Amatil Indonesia (184 )'/><author><name>ilmiahmanajemen</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-l8MmhMGnBro/TYoLNkdML2I/AAAAAAAAAAY/bgOr8eE6Voc/s220/sarjana1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5179229527209098258.post-542878479068892982</id><published>2011-02-15T17:10:00.000-08:00</published><updated>2011-05-25T16:33:48.021-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MSDM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Keuangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen SDM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Akuntansi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen'/><title type='text'>Corporate Governance Dan Profitabilitas; Pengaruhnya Terhadap Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Studi Empiris Pada Perusahaan Yang Tercatat Di Bursa Efek Indonesia) (183)</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.1 Latar Belakang Masalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) merupakan  sebuah gagasan yang menjadikan perusahaan tidak lagi dihadapkan pada tanggung jawab yang berpijak pada single bottom line, yaitu nilai perusahaan (corporate value) yang direfleksikan dalam  kondisi keuangannya (financial) saja. Tapi tanggung jawab perusahaan harus berpijak pada triple  bottom lines yaitu juga memperhatikan masalah sosial dan lingkungan (Daniri, 2008a). Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa korporasi bukan lagi sebagai entitas yang hanya mementingkan dirinya  sendiri saja sehingga  teralienasi  atau  mengasingkan  diri  dari  lingkungan  masyarakat  di  tempat mereka bekerja, melainkan sebuah entitas usaha yang wajib melakukan adaptasi kultural dengan  lingkungan sosialnya. CSR Asia seperti dikutip Darwin (2008) memberikan definisi CSR sebagai  berikut; CSR is a company’s commitment to operating in an economically, socially and  environmentally sustainable manner whilst balancing the interests of diverse stakeholders. Utama (2007) menyatakan bahwa perkembangan CSR terkait  dengan  semakin  parahnya  kerusakan  lingkungan  yang  terjadi  di  Indonesia maupun dunia, mulai dari penggundulan hutan, polusi udara dan air, hingga perubahan iklim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejalan dengan perkembangan tersebut, Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tentang   Perseroan  Terbatas  diterbitkan  dan  mewajibkan  perseroan  yang  bidang usahanya di bidang atau terkait dengan bidang sumber daya alam untuk melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan.  Undang-Undang tersebut (Pasal 66 ayat 2c) mewajibkan semua perseroan untuk melaporkan pelaksanaan tanggung jawab social dan lingkungan  dalam Laporan Tahunan. Pelaporan tersebut merupakan pencerminan dari perlunya akuntabilitas perseroan atas   pelaksanaan tanggung jawab sosial dan lingkungan, sehingga  para stakeholders dapat menilai pelaksanaan kegiatan tersebut. CSR dalam undang-undang tersebut  (Pasal 1 ayat 3) dikenal dengan istilah tanggung jawab sosial dan lingkungan yang diartikan sebagai komitmen perseroan untuk berperan serta dalam   pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat, baik bagi  perseroan  sendiri, komunitas setempat, maupun masyarakat pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena perkembangan isu CSR secara khusus dibahas oleh majalah MIX edisi 16 Oktober 2006. Menurut penelusurannya, dalam lima tahun terakhir ini istilah CSR sangat popular di  Indonesia. Banyak perusahaan antusias menjalankan karena beberapa  hal,  antara  lain;  dapat  meningkatkan  citra  perusahaan,  dapat  membawa keberuntungan perusahaan, dan dapat menjamin keberlangsungan. Warta Ekonomi pada tahun 2006 melaporkan bahwa perusahaan semakin menyadari pentingnya menerapkan program CSR sebagai bagian dari strategi bisnisnya. Survey global yang dilakukan oleh The Economist Intelligence Unit menunjukkan bahwa 85% eksekutif senior dan investor dari   berbagai   organisasi   menjadikan   CSR   sebagai   pertimbangan   utama   dalam pengambilan keputusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daniri  (2008b)  menyatakan  bahwa  pelaksanaan  CSR  di  Indonesia  sangat tergantung  pada  pimpinan  puncak  korporasi.  Artinya,  kebijakan  CSR  tidak  selalu dijamin selaras dengan visi  dan misi korporasi. Jika pimpinan perusahaan memiliki kesadaran  moral  yang  tinggi,  besar   kemungkinan  korporasi  tersebut  menerapkan kebijakan CSR yang benar. Sebaliknya, jika orientasi pimpinannya hanya berkiblat pada kepentingan kepuasan pemegang saham (produktivitas tinggi, profit besar, nilai saham tinggi)  serta  pencapaian  prestasi  pribadi,  boleh  jadi  kebijakan  CSR  hanya  sekadar kosmetik. Daniri (2008c) menyebutkan bahwa pemahaman perusahaan tentang konsep CSR masih beragam yang salah satunya disebabkan minimnya literatur yang ada. Hal senada juga diungkapkan Miranty dalam tulisannya di majalah MIX edisi 16 Oktober2006. Sampai  saat  ini,  pemahaman  mengenai  CSR  masih  belum  merata.  Banyak perusahaan  yang menjadikan karitas (charity) sebagai bentuk CSR mereka. Padahal CSR  seyogyanya  merupakan  kebijakan  strategis  dengan  tujuan  jangka  panjang  dan dilaksanakan secara berkesinambungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utama (2007) mengungkapkan bahwa saat ini tingkat pelaporan dan pengungkapan CSR di Indonesia masih relatif rendah. Selain itu, apa yang dilaporkan dan  diungkapkan  sangat  beragam,  sehingga  menyulitkan  pembaca  laporan  tahunan untuk melakukan  evaluasi. Pada umumnya yang diungkapkan adalah informasi yang sifatnya positif mengenai  perusahaan. Laporan tersebut menjadi alat public relation perusahaan dan bukan sebagai bentuk akuntabilitas perusahaan ke publik. Dan hingga kini belum terdapat kesepakatan standar pelaporan  CSR yang dapat dijadikan acuan bagi  perusahaan  dalam  menyiapkan  laporan  CSR.  (www.ui.edu).  Syafrani  (2007) menyatakan  bahwa  pengaturan  CSR  dalam  pasal  74  UU  No.  40  Tahun  2007 menimbulkan kontroversi. (www.legalitas.org).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darwin  (2007)   dalam   Novita   dan   Djakman   (2008)   menyatakan   bahwa pengungkapan kinerja lingkungan, sosial, dan ekonomi di dalam laporan tahunan atau laporan terpisah adalah untuk mencerminkan tingkat akuntabilitas, responsibilitas, dan transparansi korporat kepada investor dan stakeholders lainnya. Pengungkapan tersebut bertujuan untuk menjalin hubungan komunikasi yang baik dan efektif antara perusahaandengan publik dan stakeholders lainnya tentang bagaimana perusahaan telah mengintegrasikan corporate social responsibilty (CSR): - lingkungan dan sosial - dalam setiap  aspek   kegiatan  operasinya.  Selain  itu,  perusahaan  juga  dapat  memperoleh legitimasi dengan memperlihatkan tanggung jawab sosial melalui pengungkapan CSR dalam media termasuk dalam  laporan tahunan perusahaan (Oliver, 1991; Haniffa dan Coke,  2005;  Ani,  2007).  Kiroyan  (2006)   dalam  Sayekti  dan  Wondabio  (2007) menyatakan bahwa dengan menerapkan CSR, diharapkan perusahaan akan memperoleh legitimasi sosial dan memaksimalkan kekuatan keuangannya dalam jangka panjang. Hal ini mengindikasikan bahwa perusahaan yang menerapkan CSR  mengharapkan akan direspon positif oleh para pelaku pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belkaoui (1989) dalam Anggraini (2006), menemukan hasil (1) pengungkapan sosial mempunyai hubungan yang positif dengan kinerja sosial perusahaan yang berarti bahwa perusahaan  yang  melakukan aktivitas sosial akan mengungkapkannya dalam laporan sosial, (2) ada hubungan positif antara pengungkapan sosial dengan visibilitas politis,   dimana   perusahaan   besar   yang   cenderung   diawasi   akan   lebih   banyak mengungkapkan  informasi  sosial  dibandingkan  perusahaan  kecil,  (3)  ada  hubungan negatif antara pengungkapan sosial dengan tingkat financial leverage, hal ini  berarti semakin  tinggi  rasio  utang/modal  semakin  rendah  pengungkapan  sosialnya  karena semakin  tinggi tingkat leverage maka semakin besar kemungkinan perusahaan akan melanggar perjanjian  kredit. Sehingga perusahaan harus menyajikan laba yang lebih tinggi pada saat sekarang dibandingkan laba di masa depan. Supaya perusahaan dapat menyajikan laba yang lebih tinggi, maka perusahaan  harus mengurangi biaya-biaya (termasuk biaya-biaya untuk mengungkapkan informasi sosial).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pengungkapan tanggung jawab  sosial   di  Indonesia  memunculkan  hasil  yang  beragam.  Sembiring  (2003) menghasilkan   temuan   bahwa   profitabilitas   tidak   terbukti   berpengaruh   terhadap pengungkapan  CSR.  Variabel  ukuran   perusahaan  terbukti  signifikan  berpengaruh terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan. Penelitian Sembiring (2005) menunjukkan  hasil  yang  hampir  sama.  Variabel  independen  yang   diteliti  adalah profitabilitas, size, leverage, ukuran dewan komisaris dan profile. Hasilnya menunjukkan bahwa variabel profitabilitas dan leverage tidak berpengaruh signifikan terhadap  pengungkapan  CSR.  Variabel  lainnya  (ukuran  dewan  komisaris,  size,  dan profile)  menunjukkan pengaruh signifikan terhadap pengungkapan CSR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggraini  (2006)  dalam  penelitiannya  menunjukkan  hasil  yang  berbeda. Profitabilitas dan size perusahaan tidak berpengaruh terhadap pengungkapan informasi sosial.   Variabel   prosentase   kepemilikan   manajemen   dan   tipe   industri   terbukti mempunyai  hubungan  positif  signifikan.   Temuan  ini  sejalan  dengan  hasil  yang diperoleh  Hackston  dan  Milne  (1996)  dalam  Anggraini  (2006)  yang  tidak  berhasil menemukan hubungan profitabilitas dengan pengungkapan informasi  sosial. Reverte (2008) serta Branco dan Rodriguez (2008) juga menemukan hasil yang sama, yaitu profitabilitas tidak terbukti signifikan berpengaruh terhadap tingkat pengungkapan CSR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian  Sembiring  (2003  dan  2005)  dan  Anggraini  (2006)  di  atas berbeda dengan hasil penelitian-penelitian sebelumnya. Roberts (1992) dan Gray dkk. (1999) dalam Parsa dan Kouhy (1994) menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengungkapan   sosial   dengan   profitabilitas.   Penelitian   Parsa   dan   Kouhy   (1994) menunjukkan bahwa profitabilitas perusahaan yang diukur dengan proksi trading profit margin  menunjukkan  hubungan  positif  terhadap  pengungkapan  sosial.  Hossain  dkk(2006) juga  menemukan  hasil  yang  sama.  Profitabilitas  (dengan  proksi  net  profit margin)   mempunyai  pengaruh  signifikan  terhadap  pengungkapan  tanggung  jawab sosial. Dan faktor tipe industri juga terbukti signifikan berpengaruh positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Farook  dan   Lanis   (2005)   menemukan   bahwa   faktor   size   tidak   terbukti berpengaruh  terhadap  pengungkapan  CSR.  Sementara  Novita  dan  Djakman  (2008) menemukan  hasil  berbeda,  bahwa  size  perusahaan  terbukti  berpengaruh  signifikan. Parsa dan Kouhy (2007) melakukan penelitian tentang pengungkapan informasi sosial oleh  perusahaan  kecil  dan  menengah  (UMKM)   yang  terdaftar  pada  Alternative Investment Market (AIM) Inggris menghasilkan temuan bahwa size  brkorelasi positif terhadap  pengungkapan  CSR.  Hasil  yang  sama  juga  diperoleh  Reverte  (2008)  dan Branco   dan   Rodriguez   (2008),   yaitu   bahwa   size   berpengaruh   positif   terhadap pengungkapan CSR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian tentang pengungkapan tanggung jawab sosial juga dikaitkan dengan corporate   governance.  Forum  for  Corporate  Governance  in  Indonesia  (FCGI) mendefinisikan corporate governance sebagai sistem yang mengarahkan dan mengendalikan  perusahaan.  Menilik  definisi  tersebut,  bahwa  corporate  governance merupakan   system  yang  dapat  memberikan  arahan  dan  kendali  agar  perusahaan melaksanakan dan mengungkapkan aktivitas CSRnya.&lt;br /&gt;Penelitian tentang  kaitan  corporate  governance  dengan  pengungkapan  CSR dilakukan oleh Novita dan Djakman (2008) dan juga dilakukan oleh Farook dan Lanis (2005)  dengan  sampel   bank  Islam  di  seluruh  dunia.  Farook  dan  Lanis  (2005) menemukan bahwa islamic governance (sebagai proksi corporate governance di bank Islam) terbukti berpengaruh positif secara signifikan terhadap pengungkapan tanggung jawab  sosial.  Novita  dan  Djakman  (2008)  menemukan  hasil   bahwa  kepemilikaninstitusional tidak mempengaruhi luas pengungkapan CSR. Hal ini senada dengan hasil penelitian Barnae dan Rubin (2005) yang menyebutkan bahwa kepemilikan institusional tidak memiliki hubungan dengan pengungkapan CSR. Demikian juga dengan variabel kepemilikan asing yang tidak terbukti berpengaruh signifikan.&lt;br /&gt;Hasil tidak konsisten yang terlihat dalam pengaruh antara variabel profitabilitas dengan  pengungkapan  tanggung  jawab  sosial  oleh  beberapa  peneliti  menunjukkan fenomena yang menarik  dan perlu dilakukan pengujian ulang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga dengan variabel ukuran perusahaan. Secara  teoritis, keduanya mempunyai hubungan positif. Sementara pengujian antara corporate governance  terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial belum banyak dilakukan. Sehingga, hasilnya belum bisa  dijadikan untuk men-judgment pengaruh corporate governance terhadap pengungkapan CSR. Fenomena lainnya adalah bahwa ukuran pengungkapan CSR adalah berbeda di antara beberapa peneliti.  Sembiring  (2003  dan  2005)  menggunakan  pendapat  Hackston  dan  Milne (1996) sementara Novita dan Djakman (2008) menggunakan indikator dari GRI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan hasil penelitian di atas membuat penulis tertarik untuk melakukan penelitan   dengan  judul  “Corporate  Governance  dan  Profitabilitas;  Pengaruhnya terhadap  Pengungkapan   Tanggung  Jawab  Sosial  Perusahaan  (Studi  Empiris  pada Perusahaan  yang  Terdaftar  di  Bursa   Efek  Indonesia)”.  Penelitian  ini  merupakan replikasi dari penelitian-penelitian sebelumnya. Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel mekanisme corporate governance (Farook  dan Lanis,2005;  Novita  dan  Djakman,  2008),  dan  profitabilitas  (Parsa  dan  Kouhy,  1994; Sembiring, 2003 dan 2005; Hossain dkk, 2006; Anggraini, 2006; Reverte, 2008; Branco dan  Rodriguez,  2008).  Variabel  mekanisme  corporate  governance  yang  digunakan dalam penelitian ini berbeda dari variabel yang digunakan Novita dan Djakman (2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini menggunakan subvariabel kepemilikan institusional dan komposisi dewan komisaris  independen.  Variabel  komposisi  dewan  komisaris  independen  digunakan berdasarkan dugaan bahwa  keberadaan komisaris independen akan dapat melakukan kontrol  dan  monitoring  terhadap  aktivitas  perusahaan,  salah  satunya  adalah  dalam pengungkapan CSR. Keberadaan dewan komisaris independen mendapatkan perhatian khusus sehingga di Indonesia diatur dengan Ketentuan Bapepam dan Peraturan Bursa Efek Indonesia No. 1-A tanggal 14 Juli tahun 2004. Kepemilikan institusional  juga dapat memberikan control dan monitoring terhadap manajemen dalam melaksanakan aktivitas perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Variabel independen selain mekanisme corporate governance yang digunakan dalam  penelitian  ini  adalah  profitabilitas.  Profitabilitas  secara  teoritis  mempunyai pengaruh positif terhadap pengungkapan CSR. Namun dalam penelitiannya Sembiring (2003 dan 2005), Reverte (2008) serta Branco dan Rodriguez (2008), profitabilitas tidak terbukti  signifikan  berpengaruh.  Profitabilitas   mempunyai  peranan  penting  dalam memberikan keyakinan perusahaan untuk mengungkapkan tanggung jawab sosial guna memperoleh legitimasi dan nilai positif dari masyarakat (stakeholders). Variabel kontrol yang digunakan adalah variabel ukuran perusahaan (size). Variabel ukuran perusahaan dipilih karena menunjukkan hasil positif, yaitu terbukti berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Untuk mendapatkan koleksi contoh Skripsi Lengkap dan contoh Tesis Lengkap dalam bentuk file MS-Word, silahkan klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;Atau klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color:#CC0000;"&gt;disini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5179229527209098258-542878479068892982?l=ilmiahmanajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/542878479068892982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/542878479068892982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2011/02/corporate-governance-dan-profitabilitas.html' title='Corporate Governance Dan Profitabilitas; Pengaruhnya Terhadap Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Studi Empiris Pada Perusahaan Yang Tercatat Di Bursa Efek Indonesia) (183)'/><author><name>ilmiahmanajemen</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-l8MmhMGnBro/TYoLNkdML2I/AAAAAAAAAAY/bgOr8eE6Voc/s220/sarjana1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5179229527209098258.post-9120868189889098186</id><published>2011-02-15T17:08:00.000-08:00</published><updated>2011-05-25T16:34:08.718-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MSDM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen SDM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen'/><title type='text'>Analisis Kinerja Dengan Pendekatan Balanced Scorecard Pada PDAM Kabupaten Semarang (182)</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.1 Latar Belakang Masalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air merupakan kebutuhan pokok bagi setiap makhluk hidup di dunia ini termasuk manusia. Tanpa air, manusia akan mengalami kesulitan dalam melangsungkan hidupnya, maka  dari  itu   pengelolaanya  harus  diatur  sedemikian  rupa  sehingga  agar  dapat dimanfaatkan  secara  efektif  dan   efisien.  Air  adalah  sumber  daya  nasional  yang menyangkut hajat hidup orang banyak, maka pengolahannya dipegang oleh pemerintah. Hal ini sesuai dengan UUD 1945 Pasal 33 ayat (3), yang berbunyi sebagai berikut: “Bumi dan  air  dan  kekayaan  alam yang  terkandung  di  dalamnya  dikuasai  oleh  negara  dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”. Di Pasal 10 UU No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah menyatakan bahwa daerah berwenang untuk mengelola sumber   regional   yang  tersedia  di  wilayahnya  dan  bertanggung  jawab  memelihara kelestarian  lingkungan  sesuai  dengan  peraturan  perundang-undangan.  Sebagai  bentuk penyerahan sebagian urusan pemerintah di bidang pekerjaan umum kepada daerah, maka pelayanan  air  minum  diserahkan  kepada  Pemerintah   Daerah.  Selanjutnya,  melalui Peraturan  Daerah  pelaksanaannya  diserahkan  kepada  sebuah  instansi.  Dalam  hal  ini instansi yang menangani adalah Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), dimana PDAM merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PDAM Kabupaten Semarang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa penyediaan   air   bersih.  Salah  satu  tujuan  dibentuknya  PDAM  adalah  mencukupi kebutuhan masyarakat akan  air  bersih, meliputi penyediaan, pengembangan pelayanan sarana dan prasarana serta distribusi air bersih, sedang tujuan lainnya adalah ikut serta mengembangkan perekonomian guna menunjang pembangunan daerah dengan memperluas lapangan pekerjaan, serta mencari laba sebagai sumber utama pembiayaan bagi daerah. PDAM Kabupaten Semarang sebagai salah satu BUMD diharapkan mampu memberikan kontribusi yang  memadai. Hanya perusahaan yang memiliki keunggulan pada tingkat global yang mampu memuaskan atau memenuhi kebutuhan konsumen dan mampu menghasilkan produk yang bermutu serta cost effective (Mulyadi, 2001).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka mencapai pelayanan prima, perusahaan dihadapkan pada penentuan strategi dalam pengelolaan usahanya. Penentuan strategi akan dijadikan sebagai landasan dan kerangka kerja untuk mewujudkan sasaran –sasaran kerja yang telah ditentukan oleh manajemen. Oleh karena itu dibutuhkan  suatu alat untuk mengukur kinerja sehingga dapat diketahui sejauh mana strategi dan sasaran yang  telah ditentukan dapat tercapai. Penilaian kinerja memegang peranan penting dalam dunia usaha,  dikarenakan dengan dilakukanya penilaian kinerja dapat diketahui efektivitas dari penetapan suatu strategi dan penerapanya dalam kurun waktu tertentu. Penilaian kinerja dapat mendeteksi kelemahan atau  kekurangan yang masih terdapat dalam perusahaan, untuk selanjutnya dilakukan perbaikan dimasa mendatang.&lt;br /&gt;Penilaian kinerja  yang  paling  mudah  dan  umumnya  dilakukan oleh  perusahaan adalah pengukuran yang berbasis pada pendekatan tradisional yaitu pengukuran kinerja yang bersumber dari informasi keuangan perusahaan saja. Seperti yang disebutkan di atas bahwa  keuntungan  dari  pengukuran  kinerja  tersebut  adalah  sangat  mudah  dilakukan sehingga  pada  umumnya  perusahaan  menggunakan   alternatif  tersebut.  Akan  tetapi pengukuran   kinerja   berdasarkan   pendekatan   tradisional   tersebut   juga   mempunyai beberapa  kelemahan,  antara  lain  tidak  berorientasi  pada  kentungan  jangka  panjang melainkan berorientasi pada kepentingan jangka pendek. Kelemahan lain dari pendekatan ini  adalah  ketidakmampuan  didalam  mengukur  kekayaan-kekayaan  perusahaan  yang sifatnya tidak berwujud  (intangible assets) maupun kekayaan intelektual (sumber daya manusia). Dengan Balanced Scorecard  kelemahan – kelemahan tadi dapat diantisipasi dengan melakukan pengukuran pada masing – masing  perspektif, sehingga kelemahan yang disebutkan di atas dapat dikurangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu penggunaan konsep Balanced Scorecard yang diperkenalkan oleh Robert S. Kaplan dan David P. Norton (2001), diharapkan dapat mengurangi kelemahan- kelemahan  yang  ada  pada  pengukuran  kinerja  yang  hanya  berorientasi  pada  aspek keuangan saja. Perbedaan yang terdapat dalam konsep ini adalah digunakanya informasi non keuangan sebagai alat ukur kinerja selain informasi keuangan perusahaan sehingga tidak menekankan pada pencapaian tujuan jangka pendek saja melainkan dapat mengukur penyebab-penyebab terjadinya perubahan di dalam perusahaan. Atas dasar permasalahan tersebut,   penulis   mengambil   judul   “   Analisis   Kinerja   Dengan   Menggunakan Pendekatan Balanced Scorecard pada PDAM Kabupaten Semarang “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Untuk mendapatkan koleksi contoh Skripsi Lengkap dan contoh Tesis Lengkap dalam bentuk file MS-Word, silahkan klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;Atau klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color:#CC0000;"&gt;disini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5179229527209098258-9120868189889098186?l=ilmiahmanajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/9120868189889098186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/9120868189889098186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2011/02/analisis-kinerja-dengan-pendekatan.html' title='Analisis Kinerja Dengan Pendekatan Balanced Scorecard Pada PDAM Kabupaten Semarang (182)'/><author><name>ilmiahmanajemen</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-l8MmhMGnBro/TYoLNkdML2I/AAAAAAAAAAY/bgOr8eE6Voc/s220/sarjana1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5179229527209098258.post-6553852149052996149</id><published>2011-02-15T17:03:00.000-08:00</published><updated>2011-05-25T16:34:44.780-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MSDM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen SDM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Pemasaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen'/><title type='text'>ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PESERTA ASKES SOSIAL PT. ASKES TERHADAP PELAYANAN DOKTER KELUARGA DI KOTA PEKALONGAN (181)</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.  Latar Belakang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan   kesehatan  menurut   Undang-Undang   Kesehatan No. 23 Tahun 1992 bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal.1   Untuk mewujudkan tujuan tersebut pemerintah telah mengupayakan dengan berbagai program, salah satunya adalah dengan program Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Sistem jaminan sosial nasional pada dasarnya merupakan program negara yang bertujuan untuk  memberikan kepastian  perlindungan dan  kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk  mensukseskan  program tersebut  pemerintah  bekerjasamadengan  PT.  Askes  dalam  penyelenggaran  pelayanan  kesehatan.  Ada beberapa penyelenggara pelayanan kesehatan yang selama ini telah bergabung guna  menyukseskan  program  pemerintah  tersebut. Puskesmas adalah unit organisasi yang termasuk dalam mitra PT. Askes dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada  masyarakat  termasuk bagi  peserta  Askes.  Untuk  pelayanan  Rawat  Jalan  Tingkat  Pertama (RJTP) bagi peserta Askes sosial pada umumnya dilaksanakan di Puskesmas.   Dokter   Puskesmas   sebagai   ujung   tombak   pelayanan kesehatan   memiliki   beban   kerja   non   medis   yang   tinggi,   hal   ini mengakibatkan sebagian waktu dokter puskesmas tersita oleh kegiatan di luar gedung Puskesmas  sehingga pelayanan pengobatan  di Puskesmaspada  umumnya  tidak  diberikan  langsung  oleh  dokter  melainkan  olehtenaga paramedis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini merupakan salah satu faktor penyebab tidak puasnya peserta askes dalam memperoleh pelayanan RJTP, yang terlihat dari  rendahnya   pemanfaatan  puskesmas   oleh  peserta  askes  hanya sebesar 36,9 % dari peserta yang membutuhkan.2&lt;br /&gt;Untuk mengantisipasi permasalahan diatas, salah satu upaya yangdikembangkan adalah  dengan  memperluas  jaringan RJTP  bagi  peserta askes melalui pelayanan dokter keluarga selain Puskesmas. Program pelayanan RJTP oleh dokter keluarga sudah mulai dikembangkan  sejak tahun 1995  di Jawa  Timur  melalui proyek bantuan Bank  Dunia  (HP4)2. Dari evaluasi terhadap program ini, ternyata diperoleh manfaat yang besar dari aspek mutu pelayanan maupun  pengendalian  biaya sehingga layak untuk dikembangkan di daerah lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan prinsip antara pelayanan di Puskesmas dengan dokter keluarga adalah  pelayanan  Puskesmas  menggunakan  pendekatan komunitas sedang pelayanan dokter keluarga menggunakan pendekatan keluarga sebagai inti. Dengan pendekatan konsep dokter keluarga maka hubungan antara peserta dengan dokternya akan menjadi lebih baik dan pengenalan kesehatan keluarga diharapkan lebih mendalam sehingga diharapkan   pelayanan   dokter   keluarga   juga   diarahkan   pada   upaya promotif dan preventif selain upaya kuratif sesuai dengan penyakit yang dideritanya melalui pembayaran di muka (pra bayar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan  sistem  pembiayaan   dan  pelayanan  kesehatantelah  melangkah  lebih  jauh  dengan  diperkenalkannya  konsep  kapitasi sejak tahun 1990, dimana seluruh biaya pelayanan kesehatan didasarkan pada jumlah kartu pengenal di suatu wilayah dan kemudian daerah yang bersangkutan   diberi   kewenangan   untuk   mengelola   biaya   tersebut7. Sejalan dengan perkembangan sistem pembiayaan, PT. Askes juga menerapkan  sistem  pelayanan  kesehatan  antara  lain  sistem  rujukan, konsep dokter keluarga dan konsep wilayah. Semua kebijakan itu dimaksudkan  sebagai  upaya  untuk  memberikan  pelayanan  kesehatan yang optimal dengan biaya yang terkendali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya  perubahan mekanisme  pembayaran dari bentuk  fee for service ke bentuk prospective payment system antara lain melalui sistem kapitasi (bayar di muka)  masih menyimpan beberapa pertanyaan, antara lain  apakah  perubahan  bentuk  pembayaran  tersebut  dapat  mengarahpada efisiensi tanpa mengorbankan kualitas pelayanan dan apakah perubahan tersebut juga menguntungkan  pemberi  pelayanan kesehatan dalam hal ini dokter keluarga. Hal ini patut diperhatikan karena kepuasan pemberi  layanan  kesehatan  juga  dapat  berpengaruh  terhadap  kualitas dalam memberikan pelayanan kesehatan4. Dalam penelitian Mega Karyati, dkk  tahun  2004  ditemukan  bahwa  sebanyak  60,5  %  dokter  keluarga tingkat kepuasannya  rendah  terhadap  pembayaran  kapitasi,  dan ditemukannya  keluhan  tentang  jumlah  peserta  yang  sedikit  dan  tidak merata  antara  dokter  keluarga,  besaran  kapitasi  masih  kurang,  tidak dilibatkan dalam penentuan jumlah kapitasi serta jumlah kunjungan yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepuasan  konsumen  dapat  diartikan  sebagai  suatu  sikapkonsumen   ditinjau   dari   kesukaan   atau   ketidaksukaannya    terhadap pelayanan  yang  pernah   dirasakan.   Kepuasan   konsumen  merupakan reaksi perilaku sesudah pembelian,  hal itu dapat mempengaruhi pengambilan keputusan pembelian ulang yang sifatnya terus menerus terhadap pembelian jasa yang sama dan akan mempengaruhi ucapan konsumen  terhadap   pihak  luar/lain  tentang  produksi   yang  dihasilkan (dalam hal ini produk bisa berupa barang ataupun jasa). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Parasuraman kepuasan pasien dipengaruhi oleh kualitaspelayanan yang meliputi : bukti langsung (tangibles), keterhandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), kenyamanan (asurance) dan perhatian (empaty).21&lt;br /&gt;Untuk  menilai  mutu  pelayanan  diperlukan  standar dan  indikator,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;antara lain meliputi empat jenis standar yaitu : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.   Standar   masukan   (input)   yang   antar   lain   terdiri   dari   standar ketenagaan, peralatan dan sarana.&lt;br /&gt;2.   Standar proses  / standar tindakan dimana ditetapkan tata cara atau prosedur pelayanan baik medis maupun non medis.&lt;br /&gt;3.   Standar Keluaran (Out put / performance) atau lazim disebut standar penampilan berdasarkan serangkaian indikator baik dari segi pemberi pelayanan maupun pemakainya.&lt;br /&gt;4. Standar lingkungan / standar organisasi dan managemen dimana ditetapkan garis-garis  besar  kebijakan,  pola  organisasi  dan manajemen yang harus dipatuhi oleh pemberi pelayanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu cara untuk menggambarkan pelayanan jasa kesehatan termasuk pelayanan dokter keluarga adalah dengan memberikan jasa pelayanan kesehatan  yang  berkualitas, dimana dengan  memenuhi  atau melebihi  harapan  pasien  tentang   mutu  pelayanan  yang  diterimanya. Setelah menerima  jasa  pelayanan  kesehatan  pasien  akan membandingkan jasa  yang  dialami  dengan  jasa  yang  diharapkan.  Jika jasa yang dialami memenuhi atau melebihi harapan maka mereka  akan menggunakan kembali   penyedia  layanan   kesehatan   tersebut    dan cenderung akan menceritakannya kepada orang lain sehingga jumlah pelanggan akan meningkat demikian pula sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Kota Pekalongan yang merupakan bagian dari wilayah pantura(pantai utara Jawa), pelayanan dokter keluarga sudah dilaksanakan sejak tahun  2005.   Tujuan   dilaksanakannya  pelayanan   rawat   jalan  tingkat pertama oleh dokter keluarga adalah sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan meningkatkan citra di masyarakat. Target  pencapaian  peserta  yang  beralih  ke  pelayanan  dokter  keluarga adalah 10%  setiap  tahun,  sehingga  sampai  dengan  tahun  2008  target pencapaian peserta yang dilayani oleh dokter keluarga adalah 30% dari jumlah peserta Askes sosial. Beberapa upaya  untuk  pencapaian target&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tersebut  telah  dilakukan  oleh  PT.  Askes  kantor  cabang  Pekalongan, diantaranya :&lt;br /&gt;1.   Melakukan sosialisasi ke instansi pemerintah tentang dokter keluarga&lt;br /&gt;2.   Bekerjasama dengan organisasi Korpri untuk sosialisasi program&lt;br /&gt;3.   Bekerjasama  dengan  dinas  kesehatan  setempat  untuk  penunjukan/&lt;br /&gt;penetapan dokter yang sesuai kriteria&lt;br /&gt;4.   Sosialisasi melalui stasiun radio dan penyebaran lefleat&lt;br /&gt;5.   Memperkenalkan   program  dokter  keluarga  kepada  setiap  pesertaAskes yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya  tersebut  telah dilaksanakan terus  menerus  namun  target peserta  Askes  yang  diharapkan  beralih  ke  pelayanan  dokter  keluarga belum juga tercapai.  Hal ini memang bisa disebabkan oleh banyak  hal, namun faktor kepuasan pelanggan dianggap merupakan  hal utama yang bisa menjadi penyebabnya kurangnya minat masyarakat (peserta Askes)untuk beralih ke pelayanan dokter keluarga.&lt;br /&gt;Menurut Any Agus Kana pelanggan yang merasa kepuasannyaterpenuhi maka mereka akan loyal dan sulit untuk beralih ke produk/jasa perusahaan lain yang sejenis dan mereka akan cenderung untuk menceritakan  pengalamannya  kepada  orang  lain.  Apabila  hal  tersebut terjadi maka pelanggan yang puas akan berfungsi juga sebagai promotor yang   baik   yang   akan   membantu   perusahaan   dalam   mendapatkan pelanggan. Berdasarkan hal tersebut maka dimungkinkan bahwa kurang minatnya peserta Askes menggunakan pelayanan dokter keluarga karena tingkat kepuasan yang masih kurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan informasi dari petugas PT. Askes yang ada di kantor cabang Pekalongan  bahwa  penyebab  dari  kepindahan kembali  peserta Askes  yang  dilayani  oleh  dokter  keluarga  ke  pelayanan  Puskesmaskarena peserta tersebut mengeluhkan tentang kurang puas dengan pelayanan  yang  ada  di  dokter  keluarga.  Peserta  Askes  yang  pindah tersebut rata-rata menilai bahwa pelayanan yang ada di dokter keluarga kurang lengkap bila dibandingkan dengan pelayanan di Puskesmas, diantaranya yaitu dengan tidak tersedianya laboratorium, klinik gigi, pemeriksaan penglihatan  /  mata.  Ada  juga  yang  mengeluhkan  tentang obat yang merasa dibedakan dengan pasien non Askes. Ada juga peserta yang mengeluhkan tentang jam praktek dokter yang hanya melayani pada waktu pagi atau sore hari saja dan pada siang hari tutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal  tersebut  juga  sejalan  dengan  hasil  interview  terhadap  10 peserta,  dimana  terdapat  7  orang  yang  mengatakan  bahwa  mereka kurang puas dengan pelayanan dokter keluarga karena pelayanan yang ada   di   dokter   keluarga   kurang   lengkap,   seperti   tidak   tersedianya pelayanan laboratorium, pelayanan kesehatan gigi, pelayanan kesehatan mata, sehingga apabila pasien membutuhkan pelayanan tersebut mereka harus dirujuk (yang akhirnya mereka harus ke tempat pelayanan rujukan untuk mendapatkan  pelayanan  sesuai kondisinya).  Ada  juga peserta (6 orang) yang mengatakan kurang puas karena tidak semua obat merasa dibedakan dengan pasien non Askes. Mereka juga (5 orang) mengeluhkan kurang nyamannya ruang tunggu dan tidak tepatnya jam praktek dokter keluarga sehingga  mereka  harus  menunggu  cukup  lama  untuk mendapatkan pelayanan padahal pasien tidak ramai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;persentase kunjungan pasien  di Kota Pekalongan  terjadi  penurunan  di  tahun  2007  walaupun penurunannya hanya 1 persen, dan pada tahun 2008 sedikit mengalami kenaikan namun persentasenya masih dibawah pada tahun 2006. Apabila dibandingkan dengan  rata-rata  kunjungan  dari semua Kabupaten / Kota persentasenya   juga   masih   lebih   kecil.   Dengan   rendahnya    angka kunjungan tersebut, hal ini bisa menjadi salah satu isyarat adanya kekurangpuasan  peserta  dalam  pelayanan  dokter  keluarga  sehingga mereka jarang memanfaatkan pelayanan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari berbagai hal tersebut diatas sehingga penulis merasa tertarik untuk meneliti tentang tingkat kepuasan peserta Askes sosial PT. Askes terhadap pelayanan dokter keluarga di Kota Pekalongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Untuk mendapatkan koleksi contoh Skripsi Lengkap dan contoh Tesis Lengkap dalam bentuk file MS-Word, silahkan klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;Atau klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color:#CC0000;"&gt;disini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5179229527209098258-6553852149052996149?l=ilmiahmanajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/6553852149052996149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/6553852149052996149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2011/02/analisis-tingkat-kepuasan-peserta-askes.html' title='ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PESERTA ASKES SOSIAL PT. ASKES TERHADAP PELAYANAN DOKTER KELUARGA DI KOTA PEKALONGAN (181)'/><author><name>ilmiahmanajemen</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-l8MmhMGnBro/TYoLNkdML2I/AAAAAAAAAAY/bgOr8eE6Voc/s220/sarjana1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5179229527209098258.post-2102774511624496196</id><published>2011-02-15T16:58:00.000-08:00</published><updated>2011-05-25T16:35:05.278-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Pemasaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen'/><title type='text'>ANALISIS PENGARUH BRAND AWARENESS TERHADAP BRAND ATTITUDE HANDPHONE MEREK NOKIA (180)</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.1  Latar Belakang Masalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persaingan  bisnis   dalam   jaman  kecepatan   (tahun  2000-an)   menuntut perusahaan harus dapat bersikap dan bertindak sebagaimanajungle creature (Muafi dan Effendi,  2001). Lingkungan bisnis bergerak sangat dinamis, serta mempunyai ketidakpastian paling besar (Muafi dan Effendi, 2001). Oleh karena itu, dalam abad millenium seperti    sekarang perusahaan  dituntut  bersaing   secara  kompetitif (competitive rivalry)  dalam hal menciptakan dan mempertahankan konsumen yang loyal (secara lebih spesifik  disebut  pelanggan),  dan salah  satunya adalah melalui‘perang’ antar merek. Perusahaan semakin menyadari merek menjadi faktor penting dalam  persaingan dan menjadi aset perusahaan yang bernilai. Produk menjelaskan atribut inti sebagai suatu komoditi yang dipertukarkan, sedangkan merek menjelaskan spesifikasi pelanggannya. Memasuki millenium baru di era globalisasi ini produsen dihadapkan pada persaingan untuk meraih dominasi merek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iklim  usaha  yang  semakin  menantang,  seperti  dalam  dunia  industri  telepon selular sekarang membuat manajemen perusahaan, baik yang baru maupun yang lama dapat menjawab  tantangan pasar dan memanfaatkan peluang pasar dalam struktur persaingan dimasa kini  maupun  dimasa mendatang. Kemampuan perusahaan dalam&lt;br /&gt;menangani masalah pemasaran, mencari dan menemukan peluang-peluang pasar akan&lt;br /&gt;mempengaruhi kelangsungan hidup perusahaan dalam persaingan. Dalam keadaan ini pihak  perusahaan ditantang untuk lebih berperan aktif dalam mendistribusikan dan memperkenalkan   produknya  agar  laku  terjual  atau  setidaknya  mempertahankan pangsa pasarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini berlaku pula di dalam persaingan industri Telepon Selular atau biasa akrab  disapa  dengan  sebutan  ponsel.  Inovasi,  kualitas,  atribut,  citra  merek,  dan tingkat harga produk, menjadi hal-hal yang harus diperhatikan oleh produsen ponsel, agar tidak dikalahkan oleh  pesaingnya. Kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan merupakan  salah  satu  faktor  utama  semakin  maraknya  pengguna  telepon  selular. Kemajuan  teknologi  dalam  hal  efisiensi  biaya   dan  inovasi  sangat  mendukung pertumbuhan bisnis seluler. Selain itu, adanya perubahan seperti kemajuan di bidang pendidikan,  peningkatan  pendapatan  masyarakat  dan  semakin  majunya  teknologi informasi dan komunikasi turut mendorong peningkatan penggunaan telepon selular. Hermawan  (2004),  mengatakan  ketika  pasar  keluar  dari  monopoli  karena adanya pesaing yang masuk, maka pelanggan tidak hanya mempunyai kebutuhan (wants) dan keinginan  (needs)  tetapi  mereka  sudah  mulai  membangun  harapan  (expectation) dalam benak mereka. Menurut Hermawan (2003) teknologi yang menjadi pemenang dan berkembang pesat adalah teknologi yang melayani dan mengakomodasi manusia secara   keseluruhan.   Bukan   sekedar   teknologi   canggih   yang   diciptakan   untuk “Kecanggihan itu sendiri”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemasaran modern memerlukan lebih dari sekedar mengembangkan produk yang baik,  menawarkannya dengan harga yang menarik, dan membuatnya mudah didapat  oleh  pelanggan   sasaran.  Perusahaan  harus  juga  mengembangkan  suatu program komunikasi yang efektif  dengan para pelanggan yang ada dan pelanggan potensial,pengecer, pemasok, pihak-pihak yang  memiliki kepentingan pada produk tersebut, dan masyarakat umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah  satu   program   komunikasi   adalah   dengan   cara   promosi.   Promosi merupakan  salah satu elemen dari marketing mix  yang dipakai perusahaan untuk memasarkan produknya.  Periklanan merupakan  salah  satu  dari alat  promosi  yang paling  umum  digunakan  perusahaan   untuk  menginformasikan,  membujuk,  dan mengingatkan pembeli sasaran atau masyarakat.  Inti dari periklanan adalah untuk memasukkan sesuatu ke dalam pikiran konsumen, mengubah persepsi konsumen, dan mendorong  konsumen  untuk  bertindak  (Kotler,2003).  Salah  satu  media  promosi dalam bentuk periklanan adalah televisi (TV). Televisi (TV) mempunyai kemampuan yang kuat untuk mempengaruhi, bahkan membangun persepsi khalayak sasaran dan konsumen  lebih  percaya  pada  perusahaan  yang  mengiklankan  produknya  di  TV daripada yang tidak sama sekali (Mittal, 1994). Dengan demikian, secara umum dapat dikatakan  bahwa  periklanan  dapat  membantu  meningkatkan  penjualan  (Swastha,&lt;br /&gt;1994).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iklan di televisi juga memiliki kelebihan unik dibandingkan dengan iklan di media  cetak.  Kelebihan  iklan  televisi  memungkinkan  diterimanya  tiga  kekuatan&lt;br /&gt;generator  makna  sekaligus,  yakni  narasi,  suara  dan  visual.  Ketiganya  bertindak membentuk sebuah  sistem  pertandaan  yang  bekerja  untuk  mempengaruhi penontonnya.  Dari  ketiganya,  iklan  televisi  bekerja  efektif  karena  menghadirkan pesan dalam bentuk verbal dan nonverbal sekaligus. Sebagai sistem pertandaan, maka iklan  sekaligus  menjadi  sebuah  bangunan  representasi.  Iklan  tidak  semata-mata merefleksikan realitas tentang manfaat  produk yang ditawarkan, namun seringkali menjadi  representasi  gagasan  yang  terpendam  di   balik  penciptanya.  Persoalan representasi ini yang kemudian lebih menarik, karena di dalam iklan sebuah makna sosiokultural dikonstruksi (Burton, 2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iklan telah menjadi harapan bagi sebagian besr produsen yang ingin merek produknya  melekat di hati konsumennya. Iklan merupakan cara yang efektif untuk meraih konsumen dalam  jumlah besar dan tersebar secara geografis. Disatu pihak iklan dapat dipakai untuk membangun kesan jangka panjang suatu produk atau merek dan dipihak lain memicu penjualan yang cepat.  Suatu iklan yang cenderung tidak mempunyai pengaruh utama pada perilaku konsumen maka akan diragukan bila iklan tersebut dapat mempengaruhi konsumen untuk membeli suatu merek. Oleh karena itu agar merek produk dapat diterima oleh masyarakat maka iklan harus dibuat seefektif mungkin, kreatif,  menarik sehingga bias menimbulkan pengaruh positif  (Riyanto,&lt;br /&gt;2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iklan sebagai salah satu komponen bauran pemasaran biasanya menuntut dana yang tidak  sedikit,  namun  demikian  seberapa besar  pengaruh  iklan dalam  tujuan pemasaran  sampai  saat  ini  masih  menjadi  perdebatan.  Perdebatan  yang  muncul&lt;br /&gt;diantaranya   adalah   mengenai   seberapa   efektif   iklan   ini   mempengaruhi   atau merangsang  konsumen dalam sikap atau sampai pada pembelian produk atau jasa (Apsari &amp; Hastjarjo, 2006).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan  dengan  kelayakan  hasil  yang  diperoleh  dengan  total  dana  yang dikeluarkan  untuk sebuah iklan, dan adanya usaha menjawab berbagai perdebatan keefektifan  suatu  iklan,   memunculkan  berbagai  studi  pengaruh  iklan  terhadap konsumen. Pengukuran efek iklan dalam beberapa studi menekankan pengaruh iklan terhadap sikap akhir yang ditimbulkannya, jadi  bagaimana suatu iklan dibuat tidak hanya sebatas menarik dan kreatif saja tetapi bagaimana  iklan  tersebut membentuk sikap (Grossman &amp; Brian, 1998).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena dewasa ini menunjukkan konsumen terlalu banyak disuguhi iklan, bahkan  dapat dikatakan informasi produk dan jasa yang diterima konsumen sangat membludak. Berbagai  macam konsep dan kreatifitas iklan disuguhkan diantaranya untuk mencuri kesadaran konsumen atas suatu produk atau jasa, menumbuhkan sikap terhadap iklan maupun merek dan lain sebagainya. Begitu banyaknya informasi yang didapat, tentu ini tidak mudah bagi konsumen untuk mengingat suatu merek produk atau jasa yang sudah ditayangkan melalui iklan, sehingga pemrosesan informasi dari sebuah  iklan  dan  pembentukan  sikap  konsumen  tidak  akan  terlepas  dari  proses pembelajaran konsumen (Riyanto, 2008).Hal ini menunjukkan bahwa konsep-konsep belajar menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan iklan, proses dan strategi penyampaian iklan (Riyanto, 2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iklan  dengan   menggunakan   selebriti   banyak   digunakan   untuk   menarik perhatian konsumen. Di Indonesia sangat mudah kita temui produk yang diiklankan di   media   cetak,   radio   dan   televisi   menggunakan   selebritas   sebagai   model. Penggunaan selebriti tidak terbatas pada produk yang low involvement, namun juga produk high involvement. Penggunaan selebriti sebagai model iklan bertujuan untuk menumbuhkan  citra  yang  baik  bagi  produk  itu  sendiri.  Target  utamanya  adalah meningkatkan  kepercayaan.  Diharapkan  adanya  bintang  iklan  tersebut  membuat konsumen  percaya pada  produk  dan  perusahaan  yang  memproduksinya,  sehingga mendorong masyarakat untuk membelinya. Fungsi selebriti dari sisi yang lain adalah karena  selebritas  menjadi  idola  bagi  orang  awam.  Apa  yang  menjadi   impian masyarakat umum  mampu  digambarkan  oleh  selebriti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka  terkadang mengidentikan dirinya dengan figur yang dikaguminya. Perusahaan  menggunakan selebriitas  sebagai  bintang  iklan  karena  melalui  mereka  suatu  produk  akan  lebih mudah diterima pasar, dan mendapatkan perhatian di pasar (Kussudyarsana, 2004)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan endorser (selebriti) sebagai penyampai pesan iklan, seperti yang disampaikan   Heebert  Kelman  (Kusudyarsanda,  2004)  yang  menyatakan  bahwa selebriti dapat digunakan oleh pemasar dalam tiga kategori, yaitu: kredibilitas, daya tarik dan power.  Kredibilitas endorser berpengaruh terhadap proses decoding suatu pesan. Apabila selebriti dapat  dipercaya oleh audien maka pesan sangat mungkin untuk   dipercaya   (Kusudyarsana,   2004).   Endorser   yang   kreadibel   akan   dapat meningkatkan  penerimaan  pesan,  sebaliknya  selebriti   yang  yidak  kredibel  akan menurunkan tingkat penerimaan pesan (Kusudyarsana, 2004).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Respon  paling  kritis  dari  seorang  konsumen  adalah  rasa  tidak  suka  atau persepsi negatif  terhadap  selebriti.  Umumnya  ini  terjadi  ketika  konsumen berpendapat bahwa selebriti berkata tidak jujur atau membohongisehingga konsumen kurang menerima apa yang selebriti katakan (Yulistiyono &amp; Suryandari, 2003)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan berkembangnya teknologi, masyarakat Indonesia khususnya yang  hidup  di  wilayah  perkotaan  mulai  mengalami  perubahan  gaya  hidup.  Bagi mereka, HandPhone (HP)  atau ponsel tidak hanya digunakan sebagai alat telepon atau sms saja, tetapi mereka juga sudah memperhatikan fitur-fitur lainnya yang mulai terdapat pada semua jenis dan tipe handphone yang  beredar di pasaran. Selain itu, merek handphone pun sudah menjadi pilihan gaya hidup mereka, merek yang lebih terkenal di kalangan masyarakat Indonesia maka akan lebih diminati daripada merek lainnya yang belum terkenal atau bahkan tidak terkenal sama sekali. Salah satunya adalah  handphone  merek  Nokia  yang  sudah  dikenal  di  pasaran  oleh  masyarakat Indonesia pada umumnya. Nokia adalah Brand ternama untuk gadget handphone di Indonesia.  Nokia  pertama  kali  diciptakan  pertama  kali  di  Finlandia,  dan  mulai beroperasi pada awal tahun 1980. Sejak  berdiri Nokia telah berhasil memimpin di pasaran,  dan  bisnis  Nokia  telah  berkembang  di  semua  negara  untuk  memenuhi kebutuhan pelanggan dan perkembangan industri  telekomunikasi  di negara-negara tersebut termasuk Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nokia sejak dahulu telah menjadi penguasa pasar ponsel dunia, akan tetapi dunia  ponsel  bukanlah  milik  Nokia  sendiri.  Makin  banyak  merek-merek  pesaing&lt;br /&gt;bermunculan  yang  siap  menggeser  pangsa  pasar  Nokia  sebagai  market  leader&lt;br /&gt;sementara. Buktinya, Nokia mencatat hasil kuartalan terburuk dalam satu dekade ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkat  pengiriman  handset  ponsel  pada  kuartal  ke-4  tahun  2008  secara global  mengalami penurunan sebesar 10% menjadi 295 juta unit dibanding tahun sebelumnya. Pada tahun 2008 tersebut pangsa pasar Nokia secara global turun 38,4% dibanding tahun sebelumnya (2007) yang mencapai 40,6%. Hal ini dilatarbelakangi adanya  laporan  kinerja   kuartal   4   Nokia   yang  menunjukkan  laba   perusahaan mengalami penurunan sekitar 20%. Dan pada kenyataannya di kuartal ke-4 (Oktober- Desember) 2008, laba Nokia turun drastis hampir 69% menjadi 576 juta euro (sekitar Rp8,4 triliun) akibat penurunan penjualan. Jumlah ini merupakan yang terendah sejak&lt;br /&gt;2001.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tahun 2009, Nokia mengalami penurunan laba operasional sebesar 96%. Kuartal  pertama, Nokia menghasilkan laba operasional hanya sebesar 55 juta Euro, sedangkan tahun sebelumnya Nokia berhasil mencetak laba sebesar 1,5 miliar Euro. Penurunan perolehan laba Nokia sangat turun tajam, bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Press release yang  diterbitkan Nokia mengungkapkan bahwa volume penjualan Nokia semakin menurun, dari tahun ke tahun dan beruntut. Pada kuartal ke-&lt;br /&gt;2 nya Nokia hanya berhasil memperoleh laba bersih 380 juta Euro dari penjualan senilai 13,5  miliar Euro. Ini jauh menurun dibandingkan laba bersih pada periode yang sama tahun lalu,  yakni 1,1 miliar Euro dari penjualan 13,15 miliar Euro. Hal tersebut  juga tampak  pada  segmen  handphone lainnya seperti  ponsel  pintar  alias smartphone yang sedang menjadi tren saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segmen  pasar  ponsel  pintar  atau  yang  biasa  disebut  dengan  smartphone semakin  lama  semakin  diminati  oleh  banyak  konsumen.  Nokia  yang  selama  ini mendominasi  jelas  perlu  waspada.  Indikasinya,  pangsa  pasar  smartphone  Nokia secara   global   turun   dari   yang   semula   51%   menjadi   41%.   Angka   tersebut dikemukakan oleh biro riset Gartner. Perusahaan Research in Motion (RIM) dengan BlackBerry andalannya dan Apple dengan iPhone  rupanya ‘mencuri’ pangsa pasar Nokia tersebut.  Dilansir InformationWeek  dan  dikutip  detikINET  pada Jumat(13/3/2009), sekitar 2 tahun lampau, Nokia begitu perkasa dengan menguasai70%  pasar  smartphone.  Namun  semakin  inovatifnya  BlackBerry  dan  datangnya iPhone telah  mengganggu kedudukan Nokia sebagai market leader. Pangsa pasar RIM melonjak dari yang  semula 10,9% menjadi 19, 5%. Hal ini antara lain dipicu oleh larisnya BlackBerry jenis Storm  maupun Bold. Adapun Apple menanjak dari yang  awalnya  menguasai  5,2%  kini  menjadi  10,7%.  Di  belakangnya  ada  vendor Samsung dan HTC yang juga mengalami kenaikan meski relatif kecil. Memang posisi Nokia masih terhitung tinggi, namun lama kelamaan jika produsen asal Finlandia ini lengah,  bukan  tidak  mungkin  posisi  Nokia  bakal  semakin  turun  dan  turun  terus sehingga market leader Nokia dapat diambil alih oleh para pesaingnya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan perkembangan yang terjadi beberapa tahun terakhir, munculnya produk-produk  pesaing,  bukan  tidak  mungkin  posisi  Nokia  akan  semakin  turun sebagai  market leader. Penurunan penjualan produk Nokia beberapa tahun terakhir mengindikasikan   bahwa  terdapat  penurunan  minta  beli  konsumen  pada  produk tersebut.  Berdasarkan  data  top  brand  index,  tahun  2010  diketahui  bahwa  Nokia berada pada posisi pertama, tetapi hal ini tidak sesuai dengan penurunan penjualan Nokia yang terjadi beberapa tahun belakangan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Untuk mendapatkan koleksi contoh Skripsi Lengkap dan contoh Tesis Lengkap dalam bentuk file MS-Word, silahkan klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;Atau klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color:#CC0000;"&gt;disini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5179229527209098258-2102774511624496196?l=ilmiahmanajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/2102774511624496196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/2102774511624496196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2011/02/analisis-pengaruh-brand-awareness.html' title='ANALISIS PENGARUH BRAND AWARENESS TERHADAP BRAND ATTITUDE HANDPHONE MEREK NOKIA (180)'/><author><name>ilmiahmanajemen</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-l8MmhMGnBro/TYoLNkdML2I/AAAAAAAAAAY/bgOr8eE6Voc/s220/sarjana1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5179229527209098258.post-597575600839256411</id><published>2011-02-15T16:56:00.000-08:00</published><updated>2011-05-25T16:35:26.241-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Pemasaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen'/><title type='text'>PENGARUH WORD OF MOUTH TERHADAP KEPUTUSAN KONSUMEN UNTUK MENJADI NASABAH (179)</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah survei di Amerika Serikat mengungkapkan bahwa 78% perusahaan menyatakan bahwa iklan televisi berdurasi 30 detik sudah tidak efektif lagi. Akibatnya, dibutuhkan media ataupun cara alternatif untuk mendekati konsumen, mulai dari mensponsori program televisi, iklan interaktif di tengah acara, penempatan produk di acara tertentu, hingga beriklan melalui video Internet. (Sakti:2006)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1940, Paul Lazarsfeld melakukan wawancara berulangkali terhadap 600 warga Erie Country, Ohio, Amerika Serikat. Tujuannya mengetahui seberapa besar peranan media massa dalam mengubah pemilih dalam menentukan pilihannya. Hasilnya selama itu orang beranggapan bahwa media massa sangat efektif mengubah pilihan pemilih. Itu sebabnya jutaan dollar dihabiskan untuk promosi lewat media massa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata temuan Lazarsfeld menunjukkan bahwa pengaruh langsung dari media massa terhadap pilihan pemilih sangat kecil. Hasil ini yang menyebabkan Lazarsfeld dan kawan-kawannya mengemukakan dalil, “ Two Step Flow of Communication. “ atau arus komunikasi dua tahap. Pertama, media massa memepengaruhi pemuka pendapat (opinion leader) . Kedua, opinion leader kemudian mempengaruhi individu-individu lainnya.(Aruman:2007) &lt;br /&gt;Lazarfeld dan Katz mengungkapkan bahwa pada pertengahan tahun 1940, MacFadden Publication mensponsori suatu proyek penelitian mengenai pengaruh antar pribadi dan media massa terhadap keputusan 800 konsumen wanita . Hasilnya pengaruh media massa jauh lebih kecil dibandingkan dengan jaringan antar pribadi. Saat ini ketika konsumen semakin pintar dan diperparah dengan semakin mudahnya informasi diperoleh. Para pelaku bisnis industri komunikasi pemasaran sekarang mendapati adanya perubahan lingkungan dan perubahan ini secara cepat membuat pendekatan media massa traditional tidak efektif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada September 2006, Marketing Research Indonesia (MRI) melakukan riset dengan melibatkan 202 responden laki-laki dan perempuan, usia 8 tahun ke atas, kelas sosial menengah keatas di Jakarta. Pertanyaan yang diajukan adalah, media apa yang menjadi sumber terbaik untuk mendapatkan informasi berbagai kategori mulai restoran, cafe, mobil baru, komputer, produk perbankan, asuransi, rumah sakit, makanan, hingga produk rumah tangga.Hasilnya mengejutkan.Karena ternyata bukan iklan televisi yang menjadi sumber informasi terbaik dan memberi pengaruh terbesar dalam pengambilan keputusan, melainkan Word Of Mouth. Dari 10 kategori yang ditanyakan, ada 8 kategori yang dianggap konsumen pengaruh terbesarnya muncul dari Word Of Mouth, bukan iklan Above The Line. Hanya di satu kategori yaitu mobil baru, pengaruh Above The Line sangat besar. Hal ini mungkin disebabkan iklan Above The Line terutama televisi, mampu memperlihatkan visual mobil dengan jelas. Survey menunjukkan, pada hampir semua kategori, sumber Word Of Mouth adalah wanita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecuali pada kategori cafe, mobil, dan komputer, pria lebih dominan.(Puspito:2007)&lt;br /&gt;Harry Puspito yang merupakan Direktur pengelola Marketing Research Indonesia (MRI) mengatakan riset ini tentu saja bukan untuk mengabaikan peran iklan Above The Line, namun sebagai sarana pengingat kepada para pemilik merek agar memberi perhatian lebih kepada penggunaan Word Of Mouth dalam membangun sebuah merek. Sekaligus juga peluang bagi merek yang merasa kurang mampu bertarung di media televisi karena keterbatasan dana komunikasi atau karena ingin mengefisienkan dana yang dimiliki. Namun hal yang paling dasar, Word Of Mouth akan tercipta ketika produk yang kita kirim memberi kepuasan kepada penggunanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Global Consumer Study 2007 yang dilakukan oleh lembaga riset Nielsen, menunjukkan bahwa Indonesia termasuk dalam jajaran lima besar negara dimana Word Of Mouth dianggap sebagai bentuk iklan yang paling kredibel. Dari 47 negara di dunia, Indonesia menempati peringkat 3 dengan 89%. Di posisi pertama dan kedua ada HongKong dan Taiwan. Kemudian lima besar yang lainnya juga negara Asia, yaitu India dan Korea Selatan. Masih berdasarkan hasil survey, ternyata lima negara tersebut juga yang paling mengandalkan rekomendasi dari orang lain mengenai suatu merek. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urutan lima besar sama saja dengan sebelumnya. Kemudian dari seluruh responden di dunia, mayoritas menjawab bahwa rekomendasi dari konsumen lain adalah salah satu bentuk iklan yang paling dipercaya. Implikasinya terhadap para pemasar antara lain mereka akan berfokus kepada kepuasan pelanggan. Jika pelanggan puas tentunya mereka akan mempromosikannya Word Of Mouth. Lalu selain berfokus kepada kepuasan pelanggan, tentunya pemasar juga bisa mengelola aktivitas buzz marketing ini.(Putri:2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Word-of-Mouth tidak hanya melibatkan berita baik, namun juga berita buruk. Artinya, tidak mempedulikan seberapa banyak dan baik iklannya, maka jika ada pengalaman yang buruk mengenai merek tertentu, tentu akan menyebar dengan sangat cepat. Sehingga bisa mencederai penjualan dari merek tertentu. Oleh karena itu, pemasar juga dapat memanfaatkan langkah-langkah diatas untuk mengatasi word-of-mouth yang negatif. Namun tentu saja hal yang paling utama tetaplah pelayanan pelanggan yang superior. Karena dari sanalah semuanya bermula. Pelayanan superior adalah langkah paling efektif dalam melawan word-of-mouth yang negatif. (Putri:2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang tahu pasti kapan Word Of Mouth mulai muncul. Mungkin ketika manusia pertama lahir, Word Of Mouth sudah ada namun tidak dikonsepkan. Penyebaran agama tentu saja menggunakan Word Of Mouth. Evolusi marketing membuat advertising muncul. Media massa mengeruk keuntungan besar pada konsep marketing Above The Line. Advertiser kini bekerja jauh lebih keras dari yang pernah dilakukan sebelumnya karena pelanggan semakin sulit dipahami. Perkembangan teknologi pun membuat konsumen semakin cekatan dalam menghindari advertising tradisional. Word Of Mouth adalah sebuah konsep paling sederhana dalam marketing namun juga sebuah konsep marketing yang tidak akan hilang ditelan ombak. Kini para pemasar mengadopsi kembali konsep Word Of Mouth. Ini karena melihat kenyataan bahwa pembelian bukan sebagai respons dari iklan, namun sebagai respons dari apa yang mereka dengar sebelumnya dari sumber-sumber yang dipercayai. (Seta:2007). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu gencarnya konsep Word Of Mouth belakangan ini sehingga sejak tiga tahun lalu telah lahir sebuah organisasi resmi untuk membahas perkembangan konsep, teori dan etika di bidang Word Of Mouth yang bernama Word of Mouth Marketing Association (WOMMA) yang menentukan standar pelaksanaan dan pengembangan program Word Of Mouth bagi para pemasar di seluruh belahan dunia.(Sumardy:2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh-contoh Word Of Mouth yang  berhasil dapat dilihat pada Breadtalk dan J.Co. usaha makanan yang dibuat oleh pebisnis Johny Andrean yang dikenal sukses membesarkan jaringan salon Johny andrean.Berkat Word Of Mouth lah yang tercipta lewat antrian pelanggan yang selalu terlihat pada tokonya yang kini membuat usaha tersebut sukses dan selalu dibanjiri pelanggan hingga mereka rela antri panjang hanya untuk mendapatkan roti Breadtalk dan donat J.Co. Contoh lain selain bisnis makanan ada pada program milik Unilever Agen 1000 sunlight. Program ini tidak hanya membuat para ibu-ibu membicarakan dan mempromosikan Sunlight tetapi juga ikut menjual Sunlight kepada ibu-ibu lainnya.(Hendriani:2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti contoh di atas Word Of Mouth tidak hanya untuk produk makanan, tetapi produk selain makanan juga bisa menerapkan Word Of Mouth sebagai salah satu alat komunikasi pemasarannya.  Salah satu bidang jasa yang bisa menerapkan Word Of Mouth sebagai bagian dari komunikasi pemasarannya adalah asuransi dan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang asuransi yang cukup sukses menerapkan Word Of Mouth adalah PT. Asuransi Bina Dana Arta Tbk. Yang biasa disingkat ABDA. Di dalam penelitian ini Word Of Mouth menurut Henry Assael (1998) dibagi menjadi tiga yaitu Sales Person, Telemarketer dan Opinion Leader. Ketiga elemen ini yang digunakan perusahaan sebagai salah satu alat komunikasi pemasarannya. (Data Internal PT. ABDA Tbk. Cabang Surabaya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asuransi ini berpusat di Jakarta tepatnya di Plaza ABDA lantai 27 jalan Jenderal Sudirman Kav. 59 dan mempunyai cabang dan anak cabang yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Asuransi ini sudah lama berdiri sejak 1982 sampai sekarang. Asuransi ini memiliki beberapa produk yang beragam  tapi dalam penelitian ini hanya akan meneliti asuransi kebakaran, kendaraan bermotor dan kesehatan saja karena ketiga asuransi ini merupakan asuransi yang paling diminati oleh konsumen sehingga mempunyai jumlah nasabah yang lebih tinggi dibandingkan dengan jenis asuransi lain. (Data Internal PT. ABDA Tbk. Cabang Surabaya). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 2005 sempat mengalami kerugian Rp 8,4 miliar hal ini disebabkan perang premi antar asuransi yang luar biasa dan jumlah klaim yang masih tinggi mencapai Rp 103,66 miliar.Selain perang premi, meningkatnya harga bahan bakar minyak juga meningkatkan biaya operasional perseroan. Padahal tahun 2004 perseroan mencatat laba sebesar Rp 8,48 miliar.Tahun 2005 perseroan menghasilkan pendapatan premi bruto sebesar Rp 173,91 miliar, meningkat 5,7 persen atau Rp 9,39 miliar dari tahun 2004 sebesar Rp 164,52 miliar. sebesar 55,2 persen diantaranya diperoleh dari kendaraan bermotor sedangkan sisanya berasal dari asuransi kebakaran dan kesehatan. (Data Internal PT. ABDA Tbk. Cabang Surabaya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi pada tahun 2006 asuransi ini mampu bangkit kembali. Hal ini terbukti dari peningkatan laba yang terjadi dari yang tadinya rugi Rp 8,4 miliar menjadi laba Rp 1,79 miliar. Ini disebabkan karena ada penurunan klaim dari Rp 103,66 miliar menurun menjadi Rp 96,48 miliar disamping itu juga terjadi peningkatan kerja sama dengan perusahaan-perusahaan lain baik dari bank pemerintah seperti Bank Mandiri dan Bank BRI, bank swasta seperti Bank BCA, Bank NISP, Bank Ekonomi dan Bank CNB untuk mengasuransikan asset dari nasabah yang mengambil kredit pada bank tersebut dan leasing atau finance seperti Pratama Finance, Interdana Finance, BII Finance, ITC Auto Finance, Krisna Multi Finance, Financia Finance, Opto Multi Arta Finance dan BFI Finance Indonesia. Dari peningkatan kerja sama itulah maka secara otomatis terjadi peningkatan nasabah sehingga meningkat pula pendapatan preminya. (Data Internal PT. ABDA Tbk. Cabang Surabaya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jawa Timur hanya terdapat satu cabang dari PT. Asuransi Bina Dana Arta Tbk. ini yaitu cabang Surabaya yang juga mempunyai anak cabang di Jember yang berdiri sejak 1998 dan anak cabang Malang yang baru berdiri April 2007 kemarin. (Data Internal PT. ABDA Tbk. Cabang Surabaya). Pendirian anak cabang dari cabang Surabaya ini karena cabang Surabaya sudah kewalahan menangani nasabah yang berada di luar kota yang jumlah permintaannya cukup banyak selain itu juga untuk efisiensi biaya dan meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan sehingga pelanggan merasa puas dan bukan tidak mungkin akan menceritakan kepada teman-temannya sehingga teman-temannya terpengaruh dan memilih untuk memiliki polis di PT. Asuransi Bina Dana Arta Tbk. pula. Sebab asuransi ini selalu mengutamakan kepuasan pelanggannya karena ini merupakan salah satu strateginya untuk mendapatkan nasabah baru. Mengingat asuransi ini sama sekali tidak menggunakan iklan di televisi untuk strategi promosinya jadi kebanyakan nasabah memperoleh informasi tentang asuransi ini dari lingkungan mereka atau kerabat dekat mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada cabang Surabaya ini juga terjadi peningkatan keuntungan dari yang tahun 2006 rugi sebesar Rp 35,43 juta dan pada tahun 2007 mampu meraup keuntungan sebesar Rp 791,766 juta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada penelitian ini hanya jenis nasabah perorangan yang akan diteliti karena jenis nasabah tersebut memutuskan untuk menjadi nasabah tanpa adanya paksaan dari pihak lain dan wilayah yang dipilih sebagai sampel dalam penelitian ini adalah wilayah Surabaya Selatan karena wilayah ini yang paling banyak mengalami peningkatan jumlah nasabah dari tahun 2006 ke tahun 2007 dibandingkan dengan wilayah lain di Surabaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Untuk mendapatkan koleksi contoh Skripsi Lengkap dan contoh Tesis Lengkap dalam bentuk file MS-Word, silahkan klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;Atau klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color:#CC0000;"&gt;disini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5179229527209098258-597575600839256411?l=ilmiahmanajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/597575600839256411'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/597575600839256411'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2011/02/pengaruh-word-of-mouth-terhadap.html' title='PENGARUH WORD OF MOUTH TERHADAP KEPUTUSAN KONSUMEN UNTUK MENJADI NASABAH (179)'/><author><name>ilmiahmanajemen</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-l8MmhMGnBro/TYoLNkdML2I/AAAAAAAAAAY/bgOr8eE6Voc/s220/sarjana1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5179229527209098258.post-4159676106453564471</id><published>2011-02-15T16:52:00.000-08:00</published><updated>2011-05-25T16:35:48.182-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MSDM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen SDM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen'/><title type='text'>Pengaruh komunikasi kerja vertikal dan horizontal terhadap disiplin kerja pegawai pada kantor Camat Cakranegara (178)</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.1. Latar Belakang&lt;br /&gt;Organisasi terdiri dari individu dan kelompok yang mempunyai karakteristik, sikap, nilai, budaya, kemampuan, dan keahlian yang berbeda-beda, sehingga dalam melaksanakan pekerjaannya mereka tidak bisa saling lepas karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial. Mereka saling tergantung satu sama lainnya dalam mencapai tujuan organisasi. Adanya saling ketergantungan diantara mereka diwujudkan dalam bentuk kerjasama yang baik, dan ini dapat dilakukan salah satunya melalui pembentukan komunikasi yang baik pula dalam organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi adalah alat untuk meningkatkan kerjasama, kepercayaan, tanggung jawab, dan antusiasme para karyawan ( Manullang, 2000:231 ). Melalui komunikasi para anggota organisasi akan mengerti dan memahami apa yang diinginkan oleh organisasi dimana mereka bernaung, dan sebaliknya organisasi juga akan mengerti dan memahami apa yang diharapkan para anggota organisasi sehingga mempermudah organisasi dalam mencapai tujuannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan organisasi akan dapat dicapai apabila adanya persetujuan bersama dari para anggota organisasi sehingga ter arah pada tujuan ( Gibson,et.al.,1996:7 ). Perilaku individu atau kelompok  yang mengarah pada tujuan dapat diwujudkan dalam bentuk kedisiplinan kerja dari anggota organisasi. Disiplin kerja adalah alat yang digunakan para manajer untuk berkomunikasi dengan para karyawan agar mereka bersedia untuk mengubah perilaku serta sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kesediaan seseorang untuk menaati norma dan peraturan yang berlaku untuk mencapai tujuan orgaisasi ( Rivai, 2004:44 ). Ini berarti bahwa untuk mencapai kedisiplinan kerja anggota organisasi dapat dilakukan melalui komunikasi yang baik  dalam organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Malayu S.P. Hasibuan (2003:198) bahwa adanya komunikasi yang harmonis diantara para karyawan baik secara vertikal maupun horizontal ikut menciptakan kedisiplinan bagi organisasi. Komunikasi sangat penting dalam mengendalikan  tindakan  anggota organisasi yang tidak sesuai dengan keinginan organisasi. Kemudian Simamora (2004:612) mengemukakan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi disiplin kerja karyawan adalah kurangnya komunikasi, untuk itu dalam rangka meningkatkan kedisiplinan kerja dapat dilakukan melalui pembentukan komunikasi kerja secara vertikal dan horizontal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa komunikasi yang baik akan menciptakan kedisiplin kerja dari pegawai dan sebaliknya komunikasi yang kurang baik akan menyebabkan ketidak disiplinan pegawai dalam bekerja. Komunikasi dalam organisasi dapat terjadi secara vertikal dan horizontal. Komunikasi vertikal adalah komunikasi yang terjadi antara atasan dan bawahan, sedangkan kumuniksai horizontal terjadi sesama rekan kerja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kantor Camat Cakranegara adalah sebuah organisasi publik yang melaksnakan tiga fungsi utama yaitu fungsi pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan. Organisasi ini tentunya diharapkan dapat melaksanakan fungsinya dengan baik. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari kantor Camat Cakranegara menunjukkan bahwa ada beberapa permasalahan yang masih dihadapi di kantor Camat Cakranegara yaitu adanya pegawai yang suka menunda pekerjaannya, masih banyaknya pegawai yang kurang disiplin ketika masuk dinas seperti masih banyaknya pegawai yang tetap datang terlambat, dan adanya pegawai yang masih kurang disiplin ketika berdinas. Ini berarti bahwa pelaksanaan peraturan penetapan jam kerja yang dimulai dari pukul 07.30 s/d 14.00 belum dipatuhi. Mengenai absensi pegawai di kantor Camat Cakranegara, peneliti tidak bisa menyajikan datanya karena dari informasi yang diperoleh bahwa absensi hanya dianggap sebagai formalitas saja untuk menagantisipasi manakala ada pengawasan dari pemerintah kota Mataram. Tindakan ini juga sudah mencerminkan ketidak disiplinan pada instansi tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kantor Camat Cakranegara pola komunikasi kerja secara vertikal maupun horizontal sudah dibina dengan baik. Bentuk komunikasi vertikal yang terjadi di kantor Camat Cakranegara adalah seperti pengarahan oleh camat pada waktu apel setiap senin, rapat staf setiap minggu untuk evaluasi dan memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh para pegawai, dan pemberian disposisi ( Camat memberikan informasi kepada para pegawai yang berhubungan dengan pekerjaan tertentu dan orang yang akan melaksanakan pekerjaan tersebut ) serta pemberian informasi baru kepada para pegawai yang ditempel pada papan pengumuman. Sedangkan bentuk komunikasi horizontal terlihat dengan adanya pertukaran informasi (sharing) dari para pegawai dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kemudian jika ada prosedur dan kebijakan yang tidak sesuai dari atasan maka para pegawai bermusyawarah untuk memecahkan persoalan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari uraian diatas peneliti melihat adanya gap antara teori dengan kenyataan dilapangan yaitu di kantor Camat Cakranegara yang menjadi obyek penelitian menunjukkan bahwa disiplin kerja pegawainya masih rendah walaupun komunikasi sudah berjalan cukup baik. Oleh karena itu peneliti akan menganalisis disiplin kerja pegawai dilihat dari komunikasi kerja baik vertikal maupun horizontal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Untuk mendapatkan koleksi contoh Skripsi Lengkap dan contoh Tesis Lengkap dalam bentuk file MS-Word, silahkan klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;Atau klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color:#CC0000;"&gt;disini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5179229527209098258-4159676106453564471?l=ilmiahmanajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/4159676106453564471'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/4159676106453564471'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2011/02/pengaruh-komunikasi-kerja-vertikal-dan.html' title='Pengaruh komunikasi kerja vertikal dan horizontal terhadap disiplin kerja pegawai pada kantor Camat Cakranegara (178)'/><author><name>ilmiahmanajemen</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-l8MmhMGnBro/TYoLNkdML2I/AAAAAAAAAAY/bgOr8eE6Voc/s220/sarjana1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5179229527209098258.post-7811785374099044368</id><published>2010-03-23T07:09:00.002-07:00</published><updated>2011-03-23T07:35:22.203-07:00</updated><title type='text'>Cara Mendapatkan File</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;Seluruh materi skripsi dan tesis versi lengkap dalam format ms-word (*.doc) Mulai Bab I s/d Bab V dan Daftar Pustaka. Semua itu anda bisa dapatkan secara Cuma-Cuma alias GRATISSSSSS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: red; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Anda ingin download daftar judul tesis dan skripsi terbaru dan lengkap silahkan klik&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/8112345/DatabaseKoleksiJudulTESIS-SKRIPSIPERDES2009.doc.html" style="font-weight: bold;"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Anda hanya mengganti biaya pengetikan sebesar&lt;/em&gt; Rp. 125.000,- per judul &lt;em&gt;(Kecuali Bidang Pendidikan&lt;/em&gt; Rp. 250.000,- per judul atau klik &lt;/strong&gt;&lt;a href="http://www.ilmiahilmu.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;strong&gt;disini&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;)&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt; dan file-filenya akan kami kirimkan lengkap. (Mulai Bab I s/d Bab V dan Daftar Pustaka).&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Harga diatas kami anggap sama dengan jasa pengetikan jika anda menggunakan jasa pengetikan lain. Untuk konten tentu kami berikan GRATISSSSS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: #ff6666;"&gt;CARANYA?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lakukan pemesanan via SMS dengan mengetik judul yang diinginkan, kirim&lt;br /&gt;ke nomor&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;081 334 852 850 (simpati)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;atau ke e-mail &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;tesis_skripsi@yahoo.com &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;Ketik Judul_Nomor Urut&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: #3333ff;"&gt;Contoh : Pengaruh budaya organisasi ... No 29&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Lakukan transfer jasa pengetikan viabank&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bank Mandiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;No. Rekening 144-00-1031019-8&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;a.n. Oskar Dedik Cristiawan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bank BNI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;No. Rekening 0182628639&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;a.n. Oskar Dedik Cristiawan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bank BRI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;No. Rekening 0051-01-072962-50-0&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;a.n. Oskar Dedik Cristiawan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambahkan angka unik disetiap transfer, misalnya anda akan melakukan transfer Rp. 125.000 maka silahkan tambahkan angka unik dibelakang seperti menjadi Rp. 125.200.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angka unik ini kami gunakan sebagai identifikasi transfer yang anda lakukan. untuk menentukan angka unik terserah anda, tapi kami sarankan gunakan tiga angka terakhir nomor hp anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melakukan transfer, konfirmasikan lewat sms. File-file akan kami kirimkan via e-mail, dan jika menghendaki pengiriman dilakukan dengan jasa pengiriman, maka ada penambahan ongkos kirim sebesar Rp. 30.000,-&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5179229527209098258-7811785374099044368?l=ilmiahmanajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/7811785374099044368'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/7811785374099044368'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2011/03/cara-mendapatkan-file.html' title='Cara Mendapatkan File'/><author><name>ilmiahmanajemen</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-l8MmhMGnBro/TYoLNkdML2I/AAAAAAAAAAY/bgOr8eE6Voc/s220/sarjana1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5179229527209098258.post-1223622385359824472</id><published>2010-03-23T07:09:00.001-07:00</published><updated>2011-12-14T14:22:27.283-08:00</updated><title type='text'>Daftar Judul</title><content type='html'>&lt;b&gt;KUMPULAN TESIS DAN SKRIPSI&lt;br /&gt;DAFTAR JUDUL TESIS DAN SKRIPSI MANAJEMEN / AKUNTANSI / KEUANGAN / PEMASARAN / MSDM / PENDIDIKAN &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;(Klik pada judul untuk melihat ringkasannya)&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/pengaruh-motivasi-terhadap-kinerja-juru.html" style="color: #333333; text-decoration: none;" target="new"&gt;Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja Juru Parkir Di Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Perparkiran Dinas Perhubungan Kota Kediri ... (1)&lt;/a&gt;&lt;a href="http://tesis-skripsi.blogspot.com/2008/04/pengaruh-motivasi-terhadap-kinerja-juru.html" style="color: #333333; text-decoration: none;"&gt; &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/pengaruh-bentuk-pelayanan-terhadap.html" target="new"&gt;Pengaruh Bentuk Pelayanan Terhadap Kepuasan Publik di Puskesmas Sananwetan Kota Blitar…(2) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/prospek-produksi-skt-pt-gudang-garam.html" target="new"&gt;Prospek Produksi SKT PT. Gudang Garam Tbk. Kediri … (3) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/strategi-pengembangan-siaran-ptradio.html" target="new"&gt;Strategi Pengembangan Siaran PT.Radio Brass FM Kota Kediri Terhadap Kesadaran Kolektif Pendengar Pengisi Acara Siaran Hiburan Clasic Show ... (4) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/pengaruh-kepemimpinan-kepala-sekolah.html" target="new"&gt;Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Di Slb Dharma Putra Daha Kabupaten Kediri ... (5) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/strategi-polisi-pamong-praja-dalam.html" target="new"&gt;Strategi Polisi Pamong Praja Dalam Penertiban Pedagang Kaki Lima Di Alun-Alun Anjuk Ladang Kabupaten Nganjuk … (6) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/pengaruh-kenaikan-upah-minimum.html" target="new"&gt;Pengaruh Kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Terhadap Pemberian Kompensasi Karyawan dan Produktivitas Karyawan PT. Gudang Garam...(7) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/pengaruh-motivasi-terhadap-kinerja.html" target="new"&gt;Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan (Suatu Kajian Perilaku Individu pada Karyawan PT. Indosat Tbk Representative Office Tulungagung) ... (8) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/analisis-variabel-variabel-bauran.html" target="new"&gt;Analisis Variabel – Variabel Bauran Pemasaran Yang Mempengaruhi Mahasiswa Dalam Memilih Program Pascasarjana …(9) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/pengaruh-motivasi-terhadap-kinerja_18.html" target="new"&gt;Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai Di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Tulungagung … (10) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/pengaruh-budaya-organisasi-terhadap.html" target="new"&gt;Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil Pada Dinas Pekerjaan Umum Permukiman dan Prasarana … (11) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/pengaruh-lingkungan-kerja-terhadap.html" target="new"&gt;Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Produktifitas Kerja Karyawan Pada Perusahaan Sohun Surya Jaya Di Tulungagung … (12) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/koreksi-terhadap-laporan-rugi-laba.html" target="new"&gt;Koreksi Terhadap laporan Rugi Laba Untuk Menghitung PPh Badan Pasal 25. (Studi kasus pada Perusahaan Shanghai Suling Mas Group Ngunut). … (13) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/pengaruh-kecerdasan-emosional-dan.html" target="new"&gt;Pengaruh Kecerdasan Emosional Dan Motivasi Terhadap Kinerja Penyuluh Pertanian Pada Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk … (14) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/pengaruh-motivasi-petugas-teknis.html" target="new"&gt;Pengaruh Motivasi Petugas Teknis Terhadap Kinerja Dinas Kehewanan Daerah Kabupaten Nganjuk. … (15) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/komparasi-implementasi-camels.html" target="new"&gt;Komparasi Implementasi CAMELS Sehubungan Dengan Kinerja Keuangan Bank Syariah dan Bank ... (16) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/analisis-strategi-bisnis-jasa.html" target="new"&gt;Analisis Strategi Bisnis Jasa Telekomunikasi (Studi analisis Strategi Bisnis Jasa Telekomunikasi pada Wartel “ pradana perkasa” Kota Kediri ) … (17) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/pengaruh-motivasi-terhadap.html" target="new"&gt;Pengaruh Motivasi Terhadap Produktivitas Kerja di Bagian Keuangan Pemerintah Kabupaten Gresik. … (18) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/pengaruh-faktor-kepemimpinan.html" target="new"&gt;Pengaruh Faktor Kepemimpinan Situasional Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Di Dinas Pertainan Kabupaten Gresik) … (19) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/pengaruh-faktor-ketepatan-penempatan.html" target="new"&gt;Pengaruh Faktor Ketepatan Penempatan Dalam Jabatan Terhadap Prestasi Kerja Di Kantor Sekretariat Pemerintah Kabupaten Gresik) …(20) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/analisis-gaya-kepemimpinan-terhadap.html" target="new"&gt;Analisis Gaya Kepemimpinan Terhadap Kepuasan Kerja Pada Kantor Kecamatan Balongpanggang Kebupaten Gresik … (21) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html" target="new"&gt;Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Pada Kantor Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Gresik … (22) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/strategi-pengembangan-bank-syariah-di.html" target="new"&gt;Strategi Pengembangan Bank Syariah Di Kediri (Studi Kasus Di Pt Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Syariah Kediri) … (23) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/pengaruh-budaya-organisasi-terhadap_18.html" target="new"&gt;Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Efektivitas Kerja Guru Di Sma Negeri 1 Puri Kabupaten Mojokerto … (24) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/strategi-recruitmen-tenaga-kerja.html" target="new"&gt;Strategi Recruitmen Tenaga Kerja Indonesia Ke Luar Negeri Di Trenggalek … (25) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/pengaruh-motivasi-terhadap-kinerja_6643.html" target="new"&gt;Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai Rawat Inap Puskesmas Di Kabupaten Trenggalek ... (26) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/pengaruh-penggabungan-organisasi.html" target="new"&gt;Pengaruh Penggabungan Organisasi Terhadap Prestasi Kerja Pegawai (Studi Kasus di Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Kab Trenggalek) ... (27) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/evaluasi-proses-penyusunan-anggaran-dan.html" target="new"&gt;Evaluasi Proses Penyusunan Anggaran Dan Perencanaan (Studi Kasus Pada PT. Bank Perkembangan Daerah Jawa Timur) …(28) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/konflik-dan-stres-serta-pengaruhnya.html" target="new"&gt;Konflik Dan Stres Serta Pengaruhnya Terhadap Kinerja Pegawai (Suatu Kajian Terhadap Pegawai Pada Kantor Kecamatan Pesantren Kota Kediri) … (29) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/pengaruh-budaya-organisasi-terhadap_3118.html" target="new"&gt;Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan Kud Tani Jaya Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri …(30) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/pengaruh-bauran-promosi-terhadap-upaya.html" target="new"&gt;Pengaruh Bauran Promosi Terhadap Upaya Peningkatan Tingkat Hunian Hotel pada Pengunjung Hotel Purnama Kota Batu … (31) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/pengaruh-motivasi-kerja-terhadap.html" target="new"&gt;Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pelayanan Pegawai (Studi pada PT. BNI (Persero) Tbk., Kantor Cabang Blitar) …(32) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/pengaruh-gaya-kepemimpinan-terhadap.html" target="new"&gt;Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Perehubungan Kabupaten Magetan … (33) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/pengaruh-gaya-kepemimpinan-orientasi.html" target="new"&gt;Pengaruh Gaya Kepemimpinan Orientasi Tugas dan Orientasi Hubungan terhadap Motivasi Kerja dan Kinerja Karyawan pada KSP … (34) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/analisis-kinerja-keuangan-perusahaan.html" target="new"&gt;Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Rokok Sebelum Dan Sesudah Go Public Di Bursa Efek Surabaya … (35) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/strategi-peningkatan-pendapatan-asli.html" target="new"&gt;Strategi Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dalam Pelaksanaan Otonomi Daerah Di Kabupaten Magetan (36)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/pengaruh-gaya-kepemimpinan-terhadap_18.html" target="new"&gt;Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai ( Studi Di Dinas .... (37) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/pengaruh-kepemimpinan-dan-motivasi.html" target="new"&gt;Pengaruh Kepemimpinan dan Motivasi Kerja Terhadap Disiplin Kerja Pegawai di Dinas .… (38) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/implementasi-program-pengembangan.html" target="new"&gt;Implementasi Program Pengembangan Kecamatan ( P P K ) Terhadap Masyarakat Di Kecamatan Poncol Kabupaten Magetan ... (39) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/pengaruh-gaya-kepemimpinan-terhadap_368.html" target="new"&gt;Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai Negeri Sipil Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan ... (40) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/analisis-manajemen-kualitas-sumber-daya.html" target="new"&gt;Analisis Manajemen Kualitas Sumber Daya Manusia Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Di Badan Rumah Sakit Umum dr. Sayidiman Magetan..(41)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/strategi-peningkatan-penerimaan-pajak.html" target="new"&gt;Strategi Peningkatan Penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Dalam Rangka Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) … (42) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/pengaruh-kepemimpinan-terhadap-prestasi.html" target="new"&gt;Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil Di Smp Negeri 1 Wates Kabupaten Kediri ... (43) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/hubungan-kedisiplinan-kerja-terhadap.html" target="new"&gt;Hubungan Kedisiplinan Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Pegawai Di Badan Rumah Sakit Umum dr. Sayidiman Magetan ... (44) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/analisis-pengaruh-pendidikan-dan.html" target="new"&gt;Analisis Pengaruh Pendidikan Dan Pelatihan Terhadap Kinerja Pegawai .... (45) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/pengaruh-kebijakan-penempatan-sumber.html" target="new"&gt;Pengaruh Kebijakan Penempatan Sumber Daya Manusia Terhadap Prestasi Kerja Karyawan di ...… (46) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/implementasi-kebijakan-pemerintah.html" target="new"&gt;Implementasi Kebijakan Pemerintah Tentang Reposisi Kecamatan ( Studi Di Kecamatan Semen Kabupaten Kediri ) ... (47) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/penyusunan-anggaran-pendapatan-dan.html" target="new"&gt;Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (Studi Implementasi Sistem Anggaran Kinerja pada Proses Penyusunan APBD di Kab Lamongan). … (48) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/analisis-kinerja-keuangan-pada-pt-bank.html" target="new"&gt;Analisis Kinerja Keuangan Pada PT. Bank Jatim Melalui Rekapitalisasi ... (49) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/pengaruh-penghimpunan-dana-pihak-ketiga.html" target="new"&gt;Pengaruh Penghimpunan Dana Pihak Ketiga Terhadap Total Pinjaman Yang Diberikan Pada PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur ... (50) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/pemberdayaan-anggota-dewan-perwakilan.html" target="new"&gt;Pemberdayaan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Untuk Melaksanakan Fungsinya Dalam Penyelenggaraan Otonomi Daerah ... (51) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/analisis-pengaruh-motivasi-terhadap.html" target="new"&gt;Analisis Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja Masyarakat Dalam Pembangunan Jalan Di Desa Karangrejo Kecamatan Kandat, Kabupaten Kadiri ... (52) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/analisis-faktor-kualitas-jasa-yang.html" target="new"&gt;Analisis Faktor Kualitas Jasa Yang Berpengaruh Terhadap Kepuasan Nasabah Di Pt Bank Mandiri (Persero) Tbk. Blitar ... (53) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/strategi-meningkatkan-kualitas.html" target="new"&gt;Strategi Meningkatkan Kualitas Pendidikan Di Madrasah ‘Aliyah Negeri 01 Tulungagung … (54) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/implementasi-strategi-fungsional-bagi.html" target="new"&gt;Implementasi Strategi Fungsional Bagi Keberhasilan Penerapan Corporate Strategy Pada PT. PLN (Persero) Area Malang ... (55) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/pengaruh-bauran-pemasaran-terhadap.html" target="new"&gt;Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Berbelanja di Swalayan ..… (56) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/pengaruh-budaya-organisasi-terhadap_20.html" target="new"&gt;Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Kasus Pada .....) … (57) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/pemberdayaan-masyarakat-miskin-desa.html" target="new"&gt;Pemberdayaan Masyarakat Miskin Desa Melalui Operasi Pasar Khusus Beras (OPKB) di Desa Kepanjen, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk … (58) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/pengaruh-sistem-pengendalian-manajemen.html" target="new"&gt;Pengaruh Sistem Pengendalian Manajemen Terhadap Kinerja Manajerial Pada Bank Perkreditan Rakyat Insumo Sumberarto Kediri … (59) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/studi-tentang-kegiatan-bidang.html" target="new"&gt;Studi Tentang Kegiatan Bidang Ketentraman Dan Ketertiban Badan Ketertiban Dan Kesatuan Bangsa Di Kabupaten Magetan ... (60) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/analisis-variabel-variabel-yang.html" target="new"&gt;Analisis Variabel-Variabel Yang Berpengaruh Terhadap Kepuasan Kerja Dan Kinerja (Studi Pada Persero PT. Indra Karya Jakarta Dan Malang)... (61) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/pemberdayaan-sumber-daya-aparatur.html" target="new"&gt;Pemberdayaan Sumber Daya Aparatur Daerah Dalam Perspektif Otonomi Daerah (Studi Kesiapan Pemerintah Kabupaten Trenggalek) ... (62) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/strategi-pengembangan-rumah-sakit-umum.html" target="new"&gt;Strategi Pengembangan Rumah Sakit Umum Unit Swadana Daerah Gambiran Kediri Sebagai Persiapan Menuju Privatisasi ... (63) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/pengaruh-kepemimpinan-terhadap-prestasi_20.html" target="new"&gt;Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil Di Departenen Agama Kabupaten Nganjuk ... (64) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/analisis-investasi-jaringan-kantor-pt.html" target="new"&gt;Analisis Investasi Jaringan Kantor PT. BCA Tbk Cabang Blitar ... (65) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/strategi-peningkatan-kinerja-dinas.html" target="new"&gt;Strategi Peningkatan Kinerja Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Dalam Pelayanan Masyarakat Di Kabupaten Madiun … (66) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/pengaruh-mutu-pelayanan-terhadap.html" target="new"&gt;Pengaruh Mutu Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien Rumah Sakit ..… (67) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/pengaruh-tingkat-suku-bunga-deposito.html" target="new"&gt;Pengaruh Tingkat Suku Bunga Deposito Berdasarkan Jangka Waktu Terhadap Dana Deposito Berjangka Pada PT. Bank Jatim Cabang Kediri ... (68) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/pengaruh-faktor-kepuasan-kerja-terhadap.html" target="new"&gt;Pengaruh Faktor Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Guru ( Studi Pada SMK Pancasila 6 Jatisrono, Wonogiri ) ... (69) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/analisa-faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html" target="new"&gt;Analisa Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Pegawai Sub Dinas Perhubungan Kabupaten Wonogiri. … (70) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/strategi-pemberdayaan-dan-kesejahteraan.html" target="new"&gt;Strategi Pemberdayaan Dan Kesejahteraan Keluarga Dalam Upaya Meningkatkan Pendapatan Keluarga Di Desa Sidomulyo Kec. Puncu Kabupaten Kediri … (71) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/hubungan-antara-kepemimpinan-dan.html" target="new"&gt;Hubungan Antara Kepemimpinan Dan Kedisiplinan Terhadap Motivasi Kerja Pegawai Pada MTs.N Pulosari Ngunut Tulungagung ... (72) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/analisis-kualitas-pelayanan-yang.html" target="new"&gt;Analisis Kualitas Pelayanan Yang Mempengaruhi Keputusan Nasabah Dalam Mengajukan Kredit (Studi Pada Nasabah PT. BPR Insumo … (73) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/pengaruh-motivasi-terhadap-kinerja-lpp.html" target="new"&gt;Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja Lpp (Lembaga Pembina Posyandu) Di Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo… (74) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/analisis-kualitas-pelayanan-jasa.html" target="new"&gt;Analisis Kualitas Pelayanan Jasa Terhadap Tingkat Kepuasan Pengusaha Pabrik Rokok Di Kantor Pelayanan Bea Dan Cukai Kediri ... (75) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/pengaruh-faktor-faktor-motivasi.html" target="new"&gt;Pengaruh Faktor-Faktor Motivasi Terhadap Prestasi Kerja Karyawan (Suatu Kajian Terhadap Perum Bulog, Sub Divisi Regional V Kediri ... (76) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/analisis-pengaruh-fasilitas-perumahan.html" target="new"&gt;Analisis Pengaruh Fasilitas Perumahan Terhadap Kepuasan Konsumen Di Kota Malang ... (77) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/peningkatan-pendapatan-asli-daerah.html" target="new"&gt;Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (Evaluasi Tentang Implementasi Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999 … (78)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/pengaruh-efektivitas-kepemimpinan.html" target="new"&gt;Pengaruh Efektivitas Kepemimpinan Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Di Dinas Pendidikan Kota Kediri … (79) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/studi-dimensi-kualitas-jasa-pengaruhnya.html" target="new"&gt;Studi Dimensi Kualitas Jasa Pengaruhnya Terhadap Loyalitas Nasabah di PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Kantor Cabang Blitar). … (80) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/analisis-rasio-keuangan-untuk.html" target="new"&gt;Analisis Rasio Keuangan Untuk Mengevaluasi Kinerja Keuangan Konsolidasi Perusahaan Telekomunikasi Di Indonesia Beserta Anak Perusahaannya... (81) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/pengaruh-motivasi-kedisiplinan-gaya.html" target="new"&gt;Pengaruh Motivasi, Kedisiplinan, Gaya Kepemimpinan Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil Pada Dinas Pekerjaan Umum Kab Tulungagung .. (82) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/pengaruh-pemberian-insentif-dalam-upaya.html" target="new"&gt;Pengaruh Pemberian Insentif Dalam Upaya Meningkatkan Prestasi Kerja Pada Pt Multiplast Indomakmur Propinsi Jawa Timur…. (83) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/studi-tentang-sistim-pembinaan-karier.html" target="new"&gt;Studi Tentang Sistim Pembinaan Karier Pegawai Negeri Sipil Dinas Personel Lanud Iswahjudi … (84) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/faktor-faktor-yang-menjadi-pertimbangan.html" target="new"&gt;Faktor-Faktor Yang Menjadi Pertimbangan Deposan Untuk Mendepositokan Dananya Pada Bank Mandiri Cabang Probolinggo … (85) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/analisis-perbandingan-harga-saham.html" target="new"&gt;Analisis Perbandingan Harga Saham Sebelum, Saat Dan Sesudah Peristiwa Peledakan Bom Kuningan - Jakarta Pada Perusahaan Manufaktur … (86) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/suatu-tinjauan-mengenai-pandangan.html" target="new"&gt;Suatu Tinjauan Mengenai Pandangan Terhadap Konsep Konservatisme Dalam Hubungannya Dengan Penyusunan Laporan Keuangan … (87)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/analisis-faktor-faktor-yang.html" target="new"&gt;Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Puskesmas Dalam Penemuan Bta (+) Tuberkolosis Paru Di ...... (88) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/pengaruh-sistem-informasi-kependudukan.html" target="new"&gt;Pengaruh Sistem Informasi Kependudukan dan Keluarga Terhadap Pengambilan Keputusan Memasyarakatkan Program Keluarga … (89) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/analisis-dampak-peristiwa-politik.html" target="new"&gt;Analisis Dampak Peristiwa Politik Terhadap Return, Abnormal Return dan Aktivitas Volume Perdagangan Saham. … (90) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/peranan-pemerintah-dalam-pembinaan-dan.html" target="new"&gt;Peranan Pemerintah dalam Pembinaan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima (PKL) di … (91) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/manajemen-strategi-pelayanan-yang.html" target="new"&gt;Manajemen Strategi Pelayanan Yang Diterapkan Instalasi Rehabilitasi Medik Di Badan Rumah Sakit Umum dr. Sayidiman Magetan’’ … (92) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/pengaruh-imbalan-materiil-terhadap.html" target="new"&gt;Pengaruh Imbalan Materiil Terhadap Kepuasan Kerja (studi pada pegawai Perusahaan Daerah Air Minum Kota Surabaya)… (93&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/pembinaan-sumber-daya-manusia-melalui.html" target="new"&gt;Pembinaan Sumber Daya Manusia Melalui Pendidikan Dan Pelatihan Dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai Negeri Sipil … (94) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/studi-tentang-manajemen-kedisiplinan.html" target="new"&gt;Studi Tentang Manajemen Kedisiplinan Petugas Cleaning Service Di Badan Rumah Sakit Umum dr. SAYIDIMAN Magetan… (95) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/07/pemberdayaan-sumber-daya-aparatur.html" target="new"&gt;Pengaruh Motivasi Terhadap Kerja Karyawan Pada Kantor Arsip Dan Perpustakaan Kabupaten Magetan … (96) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/studi-tentang-sistim-kenaikan-pangkat.html" target="new"&gt;Studi Tentang Sistim Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil Di Kantor Arsip Dan Perpustakaan Kabupaten Magetan … (97) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/peningkatan-staf-dalam-usaha-menunjang.html" target="new"&gt;Peningkatan Staf Dalam Usaha Menunjang Efektifitas Kerja Pada Kantor Kelurahan Panekan Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan … (98) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/strategi-pemberdayaan-dan-pembinaan.html" target="new"&gt;Strategi Pemberdayaan Dan Pembinaan Keberadaan Persikmania Guna Meningkatkan Partisipasi Masyarakat Dalam Pembangunan … (99) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/10/implementasi-surat-keputusan-bupati.html" target="new"&gt;Implementasi Surat Keputusan Bupati Magetan Nomor 50 Tahun 2001 ( Studi Tentang Tata Cara Pemilihan, Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa di Dua Desa Kabupaten Magetan )...(100) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/peningkatan-kompetensi-aparatur-asisten.html" target="new"&gt;Peningkatan Kompetensi Aparatur Asisten Ekonomi Pemb. Sekretaris Daerah Untuk Mewujudkan Good Governance Dalam Rangka Pelaksanaan OTODA ... (101) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/pengaruh-komunikasi-internal-terhadap.html" target="new"&gt;Pengaruh Komunikasi Internal Terhadap Peningkatan Motivasi kerja Pegawai (Studi pada Bagian Humas dan Protokol Pemerintah Kabupaten Malang) … (102) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/pengaruh-teknologi-komunikasi-terhadap.html" target="new"&gt;Pengaruh Teknologi Komunikasi Terhadap Loyalitas Pengguna Jasa PT. Pos Indonesia (PERSERO) … (103) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/pengaruh-kepemimpinan-terhadap.html" target="new"&gt;Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Pengembangan Koperasi Lembaga Pemasyarakatan Kediri ... (104) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/strategi-pengembangan-kupedes-dan.html" target="new"&gt;Strategi Pengembangan Kupedes Dan Peningkatan Pendapatan Jasa Pelayanan Di PT. Bank Rakyat Indonesia ( PERSERO ) Unit Paron Cabang Kediri … (105) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/hubungan-perilaku-birokrasi-dengan.html" target="new"&gt;Hubungan Perilaku Birokrasi Dengan Kualitas Layanan Publik Di Kabupaten Sumba Timur (Studi Dalam Bidang Kependudukan Pada Empat Kec.) ...(106) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/peningkatan-pendapatan-asli-daerah-pad.html" target="new"&gt;Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dalam Rangka Otonomi Daerah Di Kota Tebing Tinggi Provinsi Sumatera Utara ... (107) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/peran-badan-pendidikan-dan-pelatihan.html" target="new"&gt;Peran Badan Pendidikan Dan Pelatihan Departemen Dalam Negeri Dalam Pembinaan Pendidikan Dan Pelatihan Di Era Otonomi Daerah ... (108) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/pengendalian-piutang-yang-efektif-dalam.html" target="new"&gt;Pengendalian Piutang Yang Efektif Dalam Usaha Meningkatkan Efisiensi Modal Kerja Pada Perusahaan Sepatu “Shandy Surya Wijaya” ... (109) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/perencanaan-strategis-kabupaten-buru.html" target="new"&gt;Perencanaan Strategis Kabupaten Buru Dalam Pengembangan Potensi Pariwisata … (110)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/potensi-dan-prospek-pajak-hotel-dan.html" target="new"&gt;Potensi Dan Prospek Pajak Hotel Dan Restoran Di Kabupaten Tana Toraja Tahun 1991-2000 … (111) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/implementasi-sistem-manajemen-mutu-iso.html" target="new"&gt;Implementasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2000 dan Pengaruhnya Terhadap Kinerja Pegawai... (112) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/05/efisiensi-pengelolaan-dana-dalam-rangka.html" target="new"&gt;Efisiensi Pengelolaan Dana Dalam Rangka Meningkatkan Rentabilitas Pada Perum Pegadaian Suberpucung Malang (113) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/06/kepuasan-karyawan-terhadap-sistem.html" target="new"&gt;Kepuasan Karyawan Terhadap Sistem Kompensasi PT. Mitra Langgeng Sejati ... (114) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/06/analisis-pelaksanaan-pelayanan-pada.html" target="new"&gt;Analisis Pelaksanaan Pelayanan Pada Pusat Penunjang Sistem Operasional BNI Card Centre Terhadap Kepuasan Nasabah Pada Bank Negara Indonesia … (115) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/06/mengembangkan-manusia-pariwisata-dengan.html" target="new"&gt;Mengembangkan Manusia Pariwisata Dengan Metode Analisis Situasional Sebagai Model Kompetensi SDM Di … (116) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/06/pengembangan-model-pelatihan-bimbingan.html" target="new"&gt;Pengembangan Model Pelatihan Bimbingan Ibadah Haji Di Kabupaten ... … (117) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/06/pengaruh-motivasi-kerja-aparat-terhadap.html" target="new"&gt;Pengaruh Motivasi Kerja Aparat Terhadap Kualitas Layanan Civil (Studi Mengenai Pelayanan Kartu Tanda Penduduk di … (118) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/06/analisa-penerapan-akuntansi-lingkungan.html" target="new"&gt;Analisa Penerapan Akuntansi Lingkungan Di RSU PKU Muhammadiyah Yogyakarta ... (119) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/06/analisis-terhadap-kepemimpinan.html" target="new"&gt;Analisis Terhadap Kepemimpinan Perempuan Dalam Birokrasi Pemerintahan (Studi Terhadap Kepemimpinan Perempuan di Kabupaten …) …(120) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/06/pengembangan-model-penilaian-kinerja.html" target="new"&gt;Pengembangan Model Penilaian Kinerja Pegawai Negeri Sipil Pada Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Dan Dinas Di Lingkup …(121) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/06/pengaruh-penerapan-sistem-scriptless.html" target="new"&gt;Pengaruh Penerapan Sistem Scriptless Trading dan Bid-Ask Spread tehadap Volume Perdagangan Saham pada Bursa Efek Jakarta. ...(122) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/06/efisiensi-pengelolaan-dana-dalam-rangka.html" target="new"&gt;Peranan rencana anggaran kas ( cash budget plan ) yang efektif dalam usaha menjaga likuiditas dan meningkatkan rentabilitas pada perusahaan kaleng pt. Arta wena sakti gemilang malang (123) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/06/analisis-pengaruh-laba-akuntansi-dan.html" target="new"&gt;Analisis Pengaruh Laba Akuntansi Dan Nilai Buku Terhadap Harga Saham Emiten Di Bursa Efek Jakarta … (124) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/06/kualitas-pelayanan-publik-studi-tentang.html" target="new"&gt;Kualitas Pelayanan Publik Studi Tentang Pelayanan Kartu Tanda Penduduk (Ktp) Di Kantor Pelayanan Masyarakat Terpadu Kabupaten Magetan … (125) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/06/analisis-du-pont-system-sebagai-salah.html" target="new"&gt;Analisis Du Pont System Sebagai Salah Satu Alat Untuk Menilai Pertumbuhan Perusahaan Pada Pt. Jaya Bali Garment Tabanan-Bali … (126) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/06/studi-perbandingan-prestasi-belajar.html" target="new"&gt;Studi Perbandingan Prestasi Belajar Biologi Antara Siswa Yang Di Beri Pelajaran Dengan Metode Laboratorium Dan Metode Ceramah Di ...(127) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/07/analisis-dimensi-penilaian-prestasi.html" target="new"&gt;Analisis Dimensi Penilaian Prestasi Kerja Karyawan Bank Syariah Mandiri Di Wilayah …… 128 &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/08/responsibility-accounting-sebagai-alat.html" target="new"&gt;Responsibility accounting sebagai alat pengendalian biaya produksi pada perusahaan rokokpt. Banyu biru malang .. (129) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/09/analisis-laporan-keuangan-sebagai-salah.html" target="new"&gt;Analisis Laporan Keuangan Sebagai Salah Satu Alat Untuk Menilai Tingkat Keberhasilan Kinerja Keuangan Manajemen Pada Pt. Surabaya Wire...(130) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/10/konsepsi-profit-loss-sharing-sebagai.html" target="new"&gt;Konsepsi Profit Loss Sharing Sebagai Penilaian Laba Akuntansi Dalam Konteks Perbankan Syariah ( Suatu Studi Pada Bank Syariah Mandiri ) ... (131) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/10/analisis-kinerja-keuangan-perusahaan.html" target="new"&gt;Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan pada Perusahaan Food &amp;amp; Beverage di Bursa Efek Surabaya.. (132). &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/10/peranan-just-in-time-method-sebagai.html" target="new"&gt;Peranan Just In Time Method Sebagai Upaya Untuk Mengeliminasi Non Value Added Activity Pada Produksi Perusahaan Garment Voxi 73 Pandaan Pasuruan ...(133) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/10/strategi-pengembangan-kurikulum.html" target="new"&gt;Strategi Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi Di Smp Negeri I Wates Kebupaten Kediri...(134) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/10/ketrampilan-manajerial-kepala-sekolah.html" target="new"&gt;Ketrampilan Manajerial Kepala Sekolah Dan Hubungannya Dengan Kinerja Guru Di Sekolah Menengah Atas (SMA) Diponegoro Tulungagung...(135) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/10/optimalisasi-anggaran-pendapatan-dan.html" target="new"&gt;Optimalisasi Anggaran Pendapatan Dan Biaya Sekolah...(136) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/10/analisa-perilaku-siswa-dalam-membeli.html" target="new"&gt;Analisa Perilaku Siswa Dalam Membeli Produk di Koperasi Sekolah SMK Negei 1 Gondang Nganjuk...(137) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/10/pengaruh-pendidikan-pelatihan-dan.html" target="new"&gt;Pengaruh Pendidikan, Pelatihan Dan Pengalaman Mengajar Terhadap Profesionalisme Guru Sekolah Dasar Negeri Di Gugus Ii Kecamatan Ngajuk Kabupaten Nganjuk...(138) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/10/pengaruh-pola-kepemimpinan-terhadap.html" target="new"&gt;Pengaruh Pola Kepemimpinan Terhadap Kinerja Guru Dalam Kerangka Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS) di SMA Negeri I Berbek Nganjuk...(139) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/10/evaluasi-peningkatan-mutu-sekolah.html" target="new"&gt;Evaluasi Peningkatan Mutu Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Melalui Pengembangan Profesionalisme Guru Dalam Bentuk Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Di SMA Negeri I Kertosono...(140) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/10/hubungan-kepemimpinan-kepala-sekolah.html" target="new"&gt;Hubungan Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Sikap Guru Terhadap Pekerjaan dengan Kompetensi Profesional Guru Matematika SMP Negeri di Kabupaten Pandeglang...(141) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/10/gaya-kepemimpinan-situasional-kepala.html" target="new"&gt;Gaya Kepemimpinan Situasional Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Di Smu Negeri I Magetan Kabupaten Magetan...(142) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/10/pengembangan-model-pendidikan-berbasis.html" target="new"&gt;Pengembangan Model Pendidikan Berbasis Kompetensi Di Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan...(143) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/10/analisis-kebutuhan-pendidikan.html" target="new"&gt;Analisis Kebutuhan Pendidikan Multikultural Berbasis Kompetensi Pada Siswa Sekolah Lanjutan Tin gkat Pertama (SLTP) di kota Mataram...(144) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/10/pengaruh-faktor-motivasi-terhadap.html" target="new"&gt;Pengaruh Faktor Motivasi Terhadap Kinerja Guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Kota Ternate...(145) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/10/pengaruh-pelaksanaan-praktik-kerja.html" target="new"&gt;Pengaruh Pelaksanaan Praktik Kerja Industri Terhadap Hasil Ujian Akhir Nasional Produktif Di Smk Negeri 2 Kediri...(146) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2008/10/analisis-gaya-kepemimpinan.html" target="new"&gt;Analisis Gaya Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah Serta Dampaknya Terhadap Manajemen Instruksional...(147) &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2009/02/multifraktalitas-dan-studi-komparatif.html" target="new"&gt;Multifraktalitas Dan Studi Komparatif Prediksi Indeks Dengan Metode Arima Dan Neural Network (Studi Komparatif Pada Indeks Lq 45 Periode 1997 – 2007)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2009/02/studi-tentang-kegiatan-promosi.html" target="new"&gt;Studi Tentang Kegiatan Promosi Kesehatan Di Badan Rumah Sakit Umum .....&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2009/03/analisis-pengaruh-kualitas-pelayanan.html" target="new"&gt;Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Tingkat Kepuasan Nasabah Pada Bank Muamalat Cabang Solo&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2009/03/peranan-pajak-reklame-dalam-rangka.html" target="new"&gt;Peranan Pajak Reklame dalam Rangka Peningkatan Pendapatan Asli Daerah di Kabupaten Malang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2009/03/upaya-peningkatan-pendapatan-asli.html" target="new"&gt;Upaya Peningkatan Pendapatan Asli Daerah Dari Sektor Pajak Hotel Dan Restoran Dalam Mendukung Otonomi Daerah Di Kabupaten Malang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2009/03/retribusi-terminal-sebagai-salah-satu.html" target="new"&gt;Retribusi Terminal sebagai Salah Satu Sumber Pendapatan Asli Daerah ( Suatu Studi Pada Kantor Unit Pelaksanaan Teknis Dinas /UPTD Terminal Arjosari Kota Malang )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2009/03/hubungan-strategi-praktek-manajemen.html" target="new"&gt;Hubungan Strategi, Praktek Manajemen Kualitas Dan Sistem Pelaporan Kinerja Dengan Akreditasi Iso Pada Perusahaan Sinar Mas Group Divisi Pulp &amp;amp; Paper Product &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2009/06/upaya-badan-kepegawaian-daerah-provinsi.html" target="new"&gt;Upaya Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Kalimantan Barat Dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2009/06/analisis-strategi-bauran-pemasaran.html" target="new"&gt;Analisis Strategi Bauran Pemasaran Eceran (Retail Marketing Mix) Yang Menentukan Tingkat Kepuasan Konsumen Pada Super Swalayan Semarang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2009/07/pengaruh-budaya-perusahaan-terhadap.html" target="new"&gt;Pengaruh Budaya Perusahaan Terhadap Efektivitas Organisasi Pada Pt Shafira Laras Persada Bandung&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2009/07/proximity-dan-kandungan-sosioemosi-isi.html" target="new"&gt;Proximity Dan Kandungan Sosioemosi Isi Pesan Electronic Mail (E-Mail) Di Mailing List Unhas-Ml Studi Analisis Isi Dan Survei Pendapat Anggota Mailing List Unhas Ml &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2009/07/analisis-faktor-faktor-yang.html" target="new"&gt;ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA KEUANGAN PT. BERDIKARI UNITED LIVESTOCK&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2009/07/pengaruh-kualitas-pelayanan-dan.html" target="new"&gt;PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN PENETAPAN HARGA TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PADA CARREFOUR PURI INDAH JAKARTA&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2009/07/pengaruh-penjualan-terhadap-laba-pada.html" target="new"&gt;PENGARUH PENJUALAN TERHADAP LABA PADA HOME INDUSTRI SANDAL DI DUSUN SUMBER AWAN DAN DUSUN NGUJUNG DESA TOYOMARTO KECAMATAN SINGOSARI&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2009/07/analisa-efektifitas-iklan-media.html" target="new"&gt;ANALISA EFEKTIFITAS IKLAN MEDIA TELEVISI DJARUM SUPER MEZZO VERSI “BERLARI DAN MELAYANG” MENGGUNAKAN EPIC MODEL PADA MAHASISWA S-1 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2009/07/analisis-faktor-faktor-yang_21.html"&gt;ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK MIE INSTAN MEREK SEDAAP (Studi Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Unmer Malang)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2009/07/analisis-strategi-bauran-pemasaran.html" target="new"&gt;ANALISIS STRATEGI BAURAN PEMASARAN ECERAN (RETAIL MARKETING MIX) YANG MENENTUKAN TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN PADA SUPER SWALAYAN SEMARANG&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2009/07/pengaruh-faktor-psikografi-terhadap.html" target="new"&gt;Pengaruh faktor psikografi terhadap keputusan pembelian konsumen McDonald’s di Bali&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2009/07/pengaruh-perilaku-pemimpin-motivasi.html" target="new"&gt;PENGARUH PERILAKU PEMIMPIN , MOTIVASI KERJA, ARUS KOMUNIKASI, DAN PRAKTEK PENGAMBILAN KEPUTUSAN TERHADAP KEPUASAN KERJA BAGI PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN KANTOR ....&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2009/07/analisa-pengaruh-budaya-kerja-terhadap.html"&gt;Analisa Pengaruh Budaya Kerja Terhadap Komitmen Pegawai Negeri Sipil Di .......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2009/07/analisa-pengaruh-budaya-kerja-terhadap.html"&gt;Balanced Scorecard Dalam Penilaian Kinerja Ajb Bumiputera Malang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2009/10/kualitas-pelayanan-publik-di-unit.html"&gt;Kualitas Pelayanan Publik di Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Kabupaten Jember&amp;lt; &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2009/10/analisis-strategi-bisnis-pada-pt-xxxx.html"&gt;Analisis Strategi Bisnis Pada PT. XXXX XXXXXX&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2009/10/pengaruh-kualitas-produk-simpati-ekstra.html"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: black;"&gt;PENGARUH KUALITAS PRODUK simPATI EKSTRA &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PT.TELKOMSEL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2009/10/pengaruh-labelisasi-halal-terhadap.html"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;PENGARUH LABELISASI HALAL TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK MAKANAN DALAM KEMASAN PADA MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PADJAJDARAN BANDUNG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2009/10/pengaruh-labelisasi-halal-terhadap.html"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2009/10/pengaruh-sistem-pengendalian-intern.html"&gt;Pengaruh Sistem Pengendalian Intern Kualitas Terhadap Biaya Bahan Baku Pada PT Vonex Indonesia&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2009/12/studi-empiris-tentang-instrumen-moneter.html"&gt;Studi Empiris Tentang Instrumen Moneter Pada Sistem &lt;i&gt;Dual Banking &lt;/i&gt;Di Indonesia&lt;i&gt; &lt;/i&gt;Periode 1997.1-2003.1&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2009/12/pengaruh-informasi-akuntansi-dan-non.html"&gt;Pengaruh Informasi Akuntansi Dan Non Akuntansi Terhadap &lt;i&gt;Initial Return&lt;/i&gt; Pada Perusahaan Yang Melakukan &lt;i&gt;Initial Public Offering&lt;/i&gt; (IPO) di Bursa Efek Jakarta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2009/12/penggunaan-penerbitan-majalah-mediahalo.html"&gt;Penggunaan Penerbitan Majalah MediaHALO dalam Memenuhi Kebutuhan Informasi Pelanggan Pada Produk Kartu Halo (Studi Deskriptif Mengenai Upaya Public Relations dalam Meningkatkan citra PT Telkomsel)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2009/12/analisis-pengaruh-event-sponsorship.html"&gt;ANALISIS PENGARUH EVENT SPONSORSHIP TERHADAP BRAND IMAGE ROKOK LA LIGHTS PT.DJARUM DENGAN PUBLISITAS MEDIA MASSA SEBAGAI VARIABEL MODERASI&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2011/02/pengaruh-komunikasi-kerja-vertikal-dan.html"&gt;Pengaruh komunikasi kerja vertikal dan horizontal terhadap disiplin kerja pegawai pada kantor Camat Cakranegara&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2011/02/pengaruh-word-of-mouth-terhadap.html"&gt;PENGARUH WORD OF MOUTH TERHADAP KEPUTUSAN KONSUMEN UNTUK MENJADI NASABAH PADA PT. ASURANSI BINA DANA ARTA TBK CABANG SURABAYA&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2011/02/analisis-pengaruh-brand-awareness.html"&gt;Analisis Pengaruh Brand Awareness Terhadap Brand Attitude Handphone Merek Nokia&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2011/02/analisis-tingkat-kepuasan-peserta-askes.html"&gt;Analisis Analisis Tingkat Kepuasan Peserta Askes Sosial PT. Askes Terhadap Pelayanan Dokter Keluarga Di Kota Pekalongan Tahun 2009&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2011/02/analisis-kinerja-dengan-pendekatan.html"&gt;Analisis Kinerja Dengan Pendekatan Balanced Scorecard Pada PDAM Kabupaten Semarang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2011/02/corporate-governance-dan-profitabilitas.html"&gt;Corporate Governance Dan Profitabilitas; Pengaruhnya Terhadap Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Studi Empiris Pada Perusahaan Yang Tercatat Di Bursa Efek Indonesia)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2011/02/analisis-pengaruh-motivasi-dan-kepuasan.html"&gt;Analisis Pengaruh Motivasi Dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Lama Kerja Sebagai Variabel Moderating(Studi pada PT. Coca Cola Amatil Indonesia (Central Java) )&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2011/02/analisis-pengaruh-pengeluaran.html"&gt;Analisis Pengaruh Pengeluaran Pemerintah Atas Pendidikan, Kesehatan Dan Infrastruktur Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Periode 1969-2009&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2011/02/penyelesaian-kredit-bermasalah-pada-pt.html"&gt;Penyelesaian Penyelesaian Kredit Bermasalah Pada PT. Bank Danamon, TBK. Cabang Semarang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2011/02/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html"&gt;Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) Dalam Laporan Tahunan Perusahaan (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2011/02/pengaruh-persepsi-teknologi-informasi.html"&gt;Pengaruh Persepsi Teknologi Informasi, Kemudahan, Resiko Dan Fitur Layanan Terhadap Minat Ulang Nasabah Bank Dalam Menggunakan Internet Banking (Studi Pada Nasabah Bank BCA)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2011/02/perilaku-pemilih-buruh-rokok-dalam.html"&gt;Perilaku Pemilih Buruh Rokok Dalam Pilkada Langsung Di Kabupaten Kudus&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2011/02/pengaruh-gaya-kepemimpinan-terhadap.html"&gt;Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kepuasan Kerja Dan Kinerja Dengan Komitmen Organisasi Sebagai Variabel Intervening ( Studi Pada PT. Yudhistira Ghalia Indonesia Area Yogyakarta )&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2011/02/analisis-pengaruh-kualitas-produk.html"&gt;Analisis Pengaruh Kualitas Produk, Kualitas Pelayanan Dan Nilai Pelanggan Terhadap Kepuasan Pelanggan ( Studi pada Pelanggan Kedai Digital 23 Semarang )&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2011/02/pengaruh-karakteristik-perusahaan-dan.html"&gt;Pengaruh Karakteristik Perusahaan Dan Regulasi Pemerintah Terhadap Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) Pada Laporan Tahunan Di Indonesia&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2011/02/analisis-pengaruh-ukuran-perusahaan.html"&gt;Analisis Pengaruh Ukuran Perusahaan, Kecukupan Modal, Kualitas Aktiva Produktif (KAP), Dan Likuiditas Terhadap Kinerja Keuangan (Studi Pada Bank Umum Syariah Di Indonesia Periode 2005-2009)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2011/02/analisis-pengaruh-citra-merek-dan.html"&gt;Analisis Pengaruh Citra Merek Dan Kesadaran Merek Terhadap Ekuitas Merek Susu Cair Dalam Kemasan “INDOMILK”&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2011/02/analisis-dampak-dari-locus-of-control.html"&gt;Analisis Dampak Dari Locus Of Control Pada Tekanan Kerja, Kepuasan Kerja, Dan Kinerja Auditor Internal&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2011/02/analisis-pengaruh-kepuasan-kerja-dan.html"&gt;Analisis Pengaruh Kepuasan Kerja Dan Komitmen Organisasional Terhadap Turnover Intentions (Studi Empiris pada Novotel Semarang)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2011/03/analisis-pengaruh-kualitas-produk.html"&gt;Analisis Pengaruh Kualitas Produk, Kualitas Layanan Dan Persepsi Harga Terhadap Kepuasan Pelanggan Air Minum Dalam Kemasan (Studi Kasus Pada AMDK Jawa Tirta Semarang)&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2011/03/analisis-pengaruh-brand-community.html"&gt;Analisis Pengaruh Brand Community Terhadap Loyalitas Merek Pada Pengguna Honda Megapro Di Surakarta&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  &lt;a href="http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2011/12/pengaruh-gaya-kepemimpinan-motivasi-dan.html"&gt;Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Motivasi Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pt Sinar Santosa Perkasa Banjarnegara&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk judul-judul tersebut diatas, anda bisa lihat di &lt;a href="http://www.ilmiahmanajemen.blogspot.com/" style="color: blue; text-decoration: underline;"&gt;http://www.ilmiahmanajemen.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Per Judul Rp. 125.000,- kecuali bidang manajemen pendidikan, Rp. 250.000,- per judul &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5179229527209098258-1223622385359824472?l=ilmiahmanajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/1223622385359824472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/1223622385359824472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2011/03/daftar-judul.html' title='Daftar Judul'/><author><name>ilmiahmanajemen</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-l8MmhMGnBro/TYoLNkdML2I/AAAAAAAAAAY/bgOr8eE6Voc/s220/sarjana1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5179229527209098258.post-5832464913950804264</id><published>2010-03-23T07:09:00.000-07:00</published><updated>2011-03-23T07:33:04.774-07:00</updated><title type='text'>Home</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;Bagi Mahasiswa yang akan menyusun skripsi tesis atau pun mendapat tugas makalah. Kami memberi bantuan dengan menyediakan bahan-bahan tesis yang berguna untuk menambah referensi anda dalam penyusunan tesis. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;Oleh karena itu melalui situs ini, kami menyediakan referensi ataupun rujukan dan bahan berupa tesis dan skripsi  yang sudah jadi secara GRATIS yang bisa membantu mahasiswa untuk dijadikan bahan perbandingan, dan dipelajari kemudian dikembangkan sehingga menghasilkan karya tulis ilmiah yang lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;Kami menyediakan Tesis maupun Skripsi GRATIS semua sudah dalam bentuk file Ms-word.  Anda hanya mengganti biaya pengetikan sesuai ketentuan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;Kami tidak bermaksud untuk mengkomersilkan Skripsi maupunTesis tersebut, akan tetapi biaya tersebut kami gunakan untuk pengembangan web baik dari aspek teknis maupun non-teknis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;Kami anti plagiat, sehingga gunakan media ini sebagai bagian dari pencarian referensi guna kelengkapan tesis dan skripsi anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melihat koleksi kami, silahkan klik setiap koleksi akan muncul judul-judul berdasarkan koleksi tersebut. atau jika anda ingin mendownload koleksi kami dalam bentuk file, silahkan klik &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/13831168/Database2011-1.pdf.html"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5179229527209098258-5832464913950804264?l=ilmiahmanajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/5832464913950804264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/5832464913950804264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2011/03/home.html' title='Home'/><author><name>ilmiahmanajemen</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-l8MmhMGnBro/TYoLNkdML2I/AAAAAAAAAAY/bgOr8eE6Voc/s220/sarjana1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5179229527209098258.post-5792501822412487239</id><published>2009-12-25T03:31:00.000-08:00</published><updated>2011-05-25T16:36:13.689-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Pemasaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen'/><title type='text'>ANALISIS PENGARUH EVENT SPONSORSHIP TERHADAP BRAND IMAGE ROKOK LA LIGHTS PT.DJARUM DENGAN PUBLISITAS MEDIA MASSA SEBAGAI VARIABEL MODERASI (177)</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;Setiap perusahaan berusaha menyusun strategi pemasaran yang dapat menjangkau pasar sasarannya dengan seefektif mungkin. Setiap strategi dilengkapi dengan alat-alat pemasaran yang dianggap paling tepat bagi perusahaan. Alat-alat tersebut biasa disebut sebagai bauran pemasaran. Mc Charty (Kotler 2002:18) mengklasifikasikan alat-alat tersebut menjadi empat kelompok yang luas yang disebut empat P dalam pemasaran yaitu produk (product), harga (price), saluran distribusi (place), dan Promosi (promotion).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Promosi adalah suatu bentuk komunikasi pemasaran (Fandi Tjiptono 1997:219), yang dimaksud dengan komunikasi pemasaran adalah aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi/membujuk dan mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli dan loyal pada produk perusahaan yang di tawarkan oleh perusahaan yang bersangkutan. Promosi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan suatu program pemasaran.&lt;br /&gt;Banyak hal yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk melakukan kegiatan promosi, tetapi tidak semua perusahaan dapat melakukannya. Rokok merupakan salah satu produk yang memiliki keterbatasan dalam berpromosi. Hal ini dikarenakan tidak semua alat promosi dapat digunakan dalam memasarkan produk rokok. Berbagai pembatasan media komunikasi dilakukan pemerintah melalui PP No.81/1999, pembatasan tersebut menyangkut media dan promosi apa saja yang tidak diperbolehkan untuk mempromosikan produk rokok. Misalnya kegiatan pemberian sampel rokok gratis dan ajakan langsung untuk membeli rokok pada konsumen akhir. Hal ini tentu membatasi produsen rokok untuk melakukan promo penjualan. Karena berbagai pembatasan tersebut maka PT.Djarum sebagai salah satu perusahaan rokok di Indonesia berusaha mencari strategi dalam mengkomunikasikan atau mempromosikan produknya kepada konsumen. Salah satu bentuk promosi yang ditujukan kepada konsumen akhir adalah melalui event sponsorship. Event sponsorship  adalah bentuk promosi merek yang mengikat suatu aktifitas seperti olahraga, hiburan, sosial, budaya, atau tipe aktifitas lain yang mempunyai minat publik yang tinggi (Terence A ship 2000:615).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT.Djarum dalam pemasarannya memasarkan beberapa jenis produk ,diantaranya adalah Djarum Coklat, Djarum 76, Djarum Super, LA Lights, Djarum Black, Djarum Super Mezzo. Dari berbagai produk tersebut rokok LA Lights adalah rokok mild yang memiliki tingkat penjualan tertinggi diantara beberapa rokok mild PT.Dajrum lainnya. Karena rokok LA Lights memiliki kualitas dan image yang berbeda diantara beberapa rokok mild produksi PT.Djarum atau merek perusahaan lain. Rokok LA Lights adalah rokok yang menggunakan event sponsorship sebagai salah satu strategi dalam memasarkan produk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Event sponsorship yang dilakukan oleh LA Lights sebagai lini produk PT. Djarum memang diakui sebagai bentuk promosi yang cukup menonjol, dan mendapatkan banyak perhatian. Event sponsorship reguler LA Lights diantaranya penyelenggaraan LA Lights Indiefest yang merupakan ajang pencarian band indie yang di seleksi diberbagai daerah yang finalisnya akan mengisi album kompilasi LA Lights Indiefest, LA Lights Street Ball merupakan event kompetisi basket 3 on 3 yang diadakan setiap satu tahun sekali, LA Lights indie Movie merupakan ajang kompetisi film indie yang diadakan setiap satu tahun sekali di berbagai kota, LA Lights Mobile Movie Movie Competition merupakan ajang kompetisi film yang dibuat menggunakan media telepon seluler, LA Lights enjoy music merupakan event live music yang diadakan di tempat-tempat umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencapai tujuan yang ditetapkan perusahaan dalam event sponsorship, maka harus dilakukan suatu perencanaan yang matang dari sebuah sponsorship. Menurut J.R Rossister dan L.Percy (1998:346) perencanaan event sponsorship menyangkut: Target audience reach, Compability with the Company’s or Brand positioning, Message capasity.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Target audience reach adalah segmen yang akan dicapai oleh perusahaan. Dalam memilih jenis event sponsorship yang akan diselenggarakan perlu diperhatikan segmen mana yang akan dicapai oleh perusahaan. Sebagai contoh LA Lights ingin meraih segmen pasar anak muda, maka perusahaan akan membuat event atau mensponsori acara-acara yang disukai oleh anak muda (konser musik, event-event olahraga,dll)&lt;br /&gt;Compability with the Company’s or Brand positioning adalah posisi produk dimata konsumen. Beberapa jenis event sponsarship secara langsung berkaitan dengan produk perusahaan seperti rokok LA Lights mensponsori LA Lights Indiefest, tetapai beberapa jenis event sponsorship dipilih karena kesesuaian image secara tidak langsung dengan produk tersebut seperti LA Lights mensponsori LA Lights Street Ball.&lt;br /&gt;Message capasity adalah fasilitas yang didapat perusahaan dalam event sponsorship. Perusahaan yang mensponsori suatu kegiatan, biasanya mendapatkan fasilitas untuk mendapatkan manfaat dari kegiatan tersebut, misalnya pada event olahraga perusahaan mendapatkan fasilitas tempat untuk pemasangan logo brand produk-produk perusahaan disekitar lokasi kegiatan olah raga tersebut, dan juga liputan oleh salah satu stasiun televisi apabila event sponsorship tersebut diliput oleh stasiun televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Event sponsorship merupakan suatu kegiatan yang dapat menjadikan nama perusahaan diingat dan dapat meningkatkan image perusahaan. Event sponsorship diselenggarakan oleh perusahaan dengan tujuan agar namanya menjadi lebih dikenal dan mendapat image yang baik dari masyarakat (Coulson dan Thomas, 1986:285). Event sponsorship yang dilakukan oleh produsen rokok dengan kadar rendah tar di Indonesia ini, juga dimaksudkan untuk membangun dan memperkuat kepercayaan konsumen terhadap brand image rokok LA Lights. Dengan brand image yang kuat akan membedakan perusahaan dengan pesaing, karena brand image suatu perusahaan tidak dapat disamakan dengan brand image perusahaan lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Event sponsorship merupakan salah satu kegiatan promosi yang dianggap efektif sebagai strategi komunikasi bisnis perusahaan agar namanya bisa dikenal di masyrakat dan sekaligus melakukan publisitas (Stanton, 1993:140). Dengan adanya event sponsorship, media massa akan meliputnya tanpa kita harus membayar ruang media, dan liputan tersebut akan didengar, dilihat dan dibaca oleh masyarakat (Jefkins, 1972:187). Keunikan event sponsorship LA Lights juga mengundang perhatian media massa untuk meliput dan mempubliksaikan melalui berita yang dimuat di media massa, dengan adanya publikasi media massa terhadap event sponsorship LA Lights diharapkan dapat membantu dalam upaya membangun dan memperkuat kepercayaan konsumen terhadap brand image rokok LA Lights, selain itu publikasi media massa juga diharapkan dapat mempengaruhi event sponsorship dalam upaya membangun dan memperkuat kepercayaan konsumen terhadap brand image rokok LA Lights di masyarakat, karena publisitas media massa memiliki cakupan yang luas, dan informasi media massa dianggap sebagai informasi yang berasal dari luar yang memiliki nilai berita yang tidak dikendalikan dan tidak dibayar oleh sumber tersebut untuk penempatan informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan penjelasan diatas, maka penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul:&lt;br /&gt;"ANALISIS PENGARUH EVENT SPONSORSHIP TERHADAP BRAND IMAGE ROKOK LA LIGHTS PT.DJARUM DENGAN PUBLISITAS MEDIA MASSA SEBAGAI VARIABEL MODERASI ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan file versi word silahkan klik &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10407934/man177.doc.html"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5179229527209098258-5792501822412487239?l=ilmiahmanajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/5792501822412487239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/5792501822412487239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2009/12/analisis-pengaruh-event-sponsorship.html' title='ANALISIS PENGARUH EVENT SPONSORSHIP TERHADAP BRAND IMAGE ROKOK LA LIGHTS PT.DJARUM DENGAN PUBLISITAS MEDIA MASSA SEBAGAI VARIABEL MODERASI (177)'/><author><name>ilmiahmanajemen</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-l8MmhMGnBro/TYoLNkdML2I/AAAAAAAAAAY/bgOr8eE6Voc/s220/sarjana1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5179229527209098258.post-1506020847590647539</id><published>2009-12-25T03:29:00.001-08:00</published><updated>2011-05-25T16:36:31.421-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Pemasaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen'/><title type='text'>Penggunaan Penerbitan Majalah MediaHALO dalam Memenuhi Kebutuhan Informasi Pelanggan Pada Produk Kartu Halo (Studi Deskriptif Mengenai Upaya Public Relations dalam Meningkatkan citra PT Telkomsel) (176)</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;Komunikasi merupakan suatu cara untuk melakukan perubahan, mendorong dan mempertinggi motivasi, serta alat untuk mencapai tujuan. Tujuan utama dari komunikasi adalah adanya perubahan sikap positif dari komunikan. Begitu pula PT. Telekomunikasi Selular yang mempunyai konsumen terbanyak di kelas operator selular, di Indonesia. Salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan pelanggan adalah menerbitkan majalah eksternal yang bernama mediaHALO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Pengumpulan data dengan cara penyebaran kuesioner, observasi dan wawancara. Populasi dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik Probability Sampling, khusunya dengan pendekatan Systematic Random Sampling (Moh. Nasir, 1999:332). Besar sampel minimum yang diperlukan adalah 99,8, namun dibulatkan menjadi 100 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian memperlihatkan bahwa hampir seluruh responden, yaitu sebanyak 87 orang (87,00%), selalu membaca majalah mediaHALO setiap kali terbit. Kemudian responden yang telah membaca majalah mediaHALO, sebanyak 63 orang (63,00%) menyatakan perasaan yang puas karena majalah ini sesuai dengan yang diharapkannya, sedangkan 28 orang dari responden (28,00%) menyatakan kurang puas karena informasinya kurang memenuhi keinginan pelanggan. Sebanyak 77 orang (77,00%) menyatakan bersedia merekomendasikan majalah mediaHALO kepada rekan-rekannya karena menurut responden majalah ini wajib dibaca oleh semua pelanggan Kartu Halo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan dari penelitian ini yaitu, intensitas terpaan penerbitan majalah MediaHalo dapat mempertahankan Sikap Positif pelanggan kartu HALO. Intensitas terpaan yang berupa Frekuensi membaca telah dinilai baik, sehingga dapat mempertahankan Sikap Positif pelanggan kartu HALO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saran penelitian tentang majalah mediaHALO ini yaitu, agar media eksternal tersebut diharapkan dapat memperlancar arus informasi dari perusahaan kepada pelanggan dan berdampak kepada tumbuhnya sikap positif pelanggan terhadap perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ABSTRACT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Communicaton is a way to make a change, prevent and increasing motivation, and to get the purpose. The main purpose of a communication is a positive way of attitude that has been changed by the communican. Likely, PT Telkomsel, who has the biggest customer loyalty among the other cellular operator services. They have made release as an external magazine to filling up the loyal customer needs. This magazine is such a media that has been made to inform the customer. This magazine is called mediaHALO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Research type which is used is descriptive with the research method is descriptive survey. Data is obtained through the questioners, interview, and observation that straightly on field. The result of data collecting by source of primary data, obtained by amount sample that equal to 100 respondent. Population research is repsresenting the member of Kartu Halo customer in bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Result of the research showing 87% of the respondent has always reads the mediaHALO magazine. After that, the respondent who always reads the mediaHALO magazine, for about the 63% of all are feeling satisfied because they have found what they have just need. The opposite of it, for about 28 respondent (28,00%) feeling unsatisfied because they have think that the mediaHALO magazine was not represent the Kartu Halo customer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The conclussion of this research has been taken. The frecuency of reading the magazine by the respondent, is related with the intensity, and it has came up with a good response from the respondent, which is the Kartu Halo customer. It is showing that the respondent are still keeping the positive attitude for the product. They are the real loyal customer of Kartu Halo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The suggestion of this research which has been related to the conclussion is containing, with the mediaHALO magazine hopefully it will spreading out the information, from the company to the customer and it will prove much about customer positive attitude for the company.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Untuk mendapatkan koleksi contoh Skripsi Lengkap dan contoh Tesis Lengkap dalam bentuk file MS-Word, silahkan klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;Atau klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color:#CC0000;"&gt;disini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5179229527209098258-1506020847590647539?l=ilmiahmanajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/1506020847590647539'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/1506020847590647539'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2009/12/penggunaan-penerbitan-majalah-mediahalo.html' title='Penggunaan Penerbitan Majalah MediaHALO dalam Memenuhi Kebutuhan Informasi Pelanggan Pada Produk Kartu Halo (Studi Deskriptif Mengenai Upaya Public Relations dalam Meningkatkan citra PT Telkomsel) (176)'/><author><name>ilmiahmanajemen</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-l8MmhMGnBro/TYoLNkdML2I/AAAAAAAAAAY/bgOr8eE6Voc/s220/sarjana1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5179229527209098258.post-1460859149679983903</id><published>2009-12-25T03:28:00.001-08:00</published><updated>2011-05-25T16:36:50.053-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Keuangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Akuntansi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen'/><title type='text'>Pengaruh Informasi Akuntansi Dan Non Akuntansi Terhadap Initial Return Pada Perusahaan Yang Melakukan Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Jakarta (175)</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh informasi akuntasi dan non akuntansi terhadap initial return sebagai proksi dari keputusan investasi pada perusahaan yang melakukan initial public offering (IPO) di Bursa Efek Jakarta. Investor menanamkan dananya di pasar perdana bertujuan untuk memperoleh initial return yang diperoleh dari selisih lebih antara harga di pasar sekunder dengan harga dipasar perdana. Adanya initial return mengindikasikan bahwa terjadi underpricing saham di pasar perdana ketika masuk ke pasar sekunder. Penelitian ini dikhususkan pada perusahaan yang sahamnya mengalami underpricing. Underpricing adalah suatu keadaan dimana harga saham pada saat penawaran perdana lebih rendah dibandingkan ketika diperdagangkan di pasar sekunder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini menggunakan 54 sampel perusahaan yang melakukan initial public offering (IPO) dan terdaftar di Bursa Efek Jakarta pada tahun periode 2000–2006. Berdasarkan tujuan dari penelitian, maka digunakan metode uji regresi linear berganda dengan uji asumsi klasik sebagai prasyarat uji hipotesis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil analisis menunjukkan bahwa informasi akuntansi yang terdiri dari ukuran perusahaan, earning per share, solvability ratio, tingkat leverage, dan profitabilitas perusahaan, serta informasi non akuntansi yang terdiri dari persentase pemegang saham lama, reputasi auditor, reputasi underwriter, dan umur perusahaan berpengaruh signifikan secara serempak terhadap initial return. Hasil ini ditunjukkan dengan nilai Fhitung sebesar 7,585 yang lebih besar dari nilai Ftabel sebesar 2,37. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil uji parsial menunjukkan tidak semua variabel berpengaruh signifikan terhadap initial return. Pengujian secara parsial dilakukan dengan menggunakan uji t. Nilai ttabel  pada model uji dalam penelitian ini adalah 1,684. Variabel yang berpengaruh signifikan mempunyai nilai thitung lebih besar dari ttabel sedangkan variabel yang tidak berpengaruh signifikan mempunyai nilai thitung lebih besar dari ttabel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Variabel tingkat leverage (thitung = 4,568) dan persentase pemegang saham lama (thitung = 5,235) perusahaan menunjukkan keberhasilan pembuktian hipotesis dari penelitian sebelumnya dan berpengaruh secara signifikan terhadap initial return. Sedangkan ukuran perusahaan (thitung = -0,078), earning per share (thitung = 1,031), solvability ratio (thitung = 1,608), profitabilitas (thitung = -0,811), reputasi auditor (thitung = -1,144), reputasi underwriter (thitung = 1,217) dan umur perusahaan (thitung = -0,724) tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap initial return.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan file Versi MS-Word silahkan klik &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10408089/man-175.doc.html"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Untuk mendapatkan koleksi contoh Skripsi Lengkap dan contoh Tesis Lengkap dalam bentuk file MS-Word, silahkan klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;Atau klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color:#CC0000;"&gt;disini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5179229527209098258-1460859149679983903?l=ilmiahmanajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/1460859149679983903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/1460859149679983903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2009/12/pengaruh-informasi-akuntansi-dan-non.html' title='Pengaruh Informasi Akuntansi Dan Non Akuntansi Terhadap Initial Return Pada Perusahaan Yang Melakukan Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Jakarta (175)'/><author><name>ilmiahmanajemen</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-l8MmhMGnBro/TYoLNkdML2I/AAAAAAAAAAY/bgOr8eE6Voc/s220/sarjana1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5179229527209098258.post-4380014535979408340</id><published>2009-12-25T03:27:00.000-08:00</published><updated>2011-05-25T16:37:10.868-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Keuangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Akuntansi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen'/><title type='text'>Studi Empiris Tentang Instrumen Moneter Pada Sistem Dual Banking Di Indonesia Periode 1997.1-2003.1 (174)</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;Tujuan utama dari setiap kebijakan moneter yang berhasil adalah yang dipusatkan kearah tercapainya stabilisasi ekonomi yang dapat diukur dengan kesempatan kerja, kestabilan harga serta neraca pembayaran internasional yang seimbang. Dalam sistem moneter Islam, target-target tersebut hanya dapat tercapai melalui instrumen-instrumen moneter yang konsisten dengan ajaran-ajaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini adalah sebuah percobaan untuk memperkembangkan, mengevaluasi dan juga mempertunjukkan keabsahan dan keefektifan instrumen-instrumen moneter Islam dalam penerapan sistem dual banking untuk tujuan-tujuan kebijakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian dengan metode pendekatan kointegrasi dan error-correction mechanism menunjukkan bahwa Otoritas Moneter mempunyai kontrol yang lebih besar terhadap besaran-besaran moneter bebas bunga dibandingkan dengan besaran-besaran moneter yang mengandung bunga. Dalam hubungannya dengan tingkat harga ,besaran-besaran moneter yang mengandung bunga mempunyai hubungan yang lebih erat dengan tingkat harga dibandingkan dengan besaran-besaran moneter bebas bunga. Akhirnya, dalam studi kasus sistem dual banking, penerapan rasio likuiditas dan cadangan antara perbankan syariah dan perbankan konvensional menurut hasil penelitian ini masih dapat diterapkan secara sama untuk periode 1997.1-2003.1 di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ABSTRACT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The ultimate aim of any successful monetary policy is concentrated towards the achievement of stabilizing economy which can be measured by employment, price stabilization  and international balance of payment. Under Islamic monetary system, such targets can only be achieved through those monetary instruments, which are consistent with Islamic teachings.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This research is an attempt to develop and to evaluate and also demonstrates the validity and effectiveness of these instruments for monetary purposes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The results of this research using cointegration and error-correction mechanism, show that monetary authority has more control over interest-free monetary aggregates compared to interest-based monetary aggregates. In relation with price stability, interest-based monetary aggregates have more reliable relationship compared to interest-free monetary aggregates. Finally, in case of dual banking system, liquidity and reserves ratios for sharia banking and conventional banking according to this results of this research can still be applied similarly for the period of 1997.1-2003.1 in Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Untuk mendapatkan koleksi contoh Skripsi Lengkap dan contoh Tesis Lengkap dalam bentuk file MS-Word, silahkan klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;Atau klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color:#CC0000;"&gt;disini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5179229527209098258-4380014535979408340?l=ilmiahmanajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/4380014535979408340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/4380014535979408340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2009/12/studi-empiris-tentang-instrumen-moneter.html' title='Studi Empiris Tentang Instrumen Moneter Pada Sistem Dual Banking Di Indonesia Periode 1997.1-2003.1 (174)'/><author><name>ilmiahmanajemen</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-l8MmhMGnBro/TYoLNkdML2I/AAAAAAAAAAY/bgOr8eE6Voc/s220/sarjana1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5179229527209098258.post-527456574062830820</id><published>2009-10-26T18:17:00.000-07:00</published><updated>2011-05-25T16:37:32.929-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Keuangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Akuntansi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen'/><title type='text'>Pengaruh Sistem Pengendalian Intern Kualitas Terhadap Biaya Bahan Baku Pada PT Vonex Indonesia  (173)</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan dunia usaha dewasa ini, khususnya di Indonesia yang sedang mengalami masa kritis, terdapat persaingan yang sangat ketat yang tidak bisa dielakan lagi, persaingan antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lainnya. Dengan kondisi yang terjadi di Indonesia ini tidak jarang juga mengakibatkan kehancuran perusahaan karena kalah bersaing dengan perusahaan lain.&lt;br /&gt;Dalam tahap perkembangan perusahaan yang sedemikian rumitnya melaksanakan proses produksi dengan tujuan menjaga kualitas barang sehingga barang hasil produksi akan mempengaruhi kualitas yang diharapkan konsumen, maka diperlukan suatu alat pengendalian yaitu pengendalian intern.&lt;br /&gt;Alat pengendalian tersebut adalah sistem pengendalian intern yang merupakan kegiatan dalam menjaga dan melindungi harta milik perusahaan dengan tujuan untuk menghindari pemborosan, penyelewengan yang dapat meningkatkan efesien kerja.&lt;br /&gt;Dalam sistem pengendalian kualitas sangat dipengaruhi sekali oleh bahan baku, jika kualitas bahan baku sangat tinggi, maka akan menghasilkan kualitas yang tinggi pula dari hasil produksi.&lt;br /&gt;Kualitas merupakan aset dari perusahaan yang bersifat abstrak, maka sistem pengendalian intern kualitas dapat diartikan sebagai suatu sistem yang menjaga kualitas suatu produk yang dapat memenuhi suatu persyaratan dari kualitas standar yang merupakan tujuan perusahaan yang harus dicapai. &lt;br /&gt;Bahan baku adalah semua bahan yang merupakan bagian dari barang-barang yang dihasilkan untuk melangsungkan suatu proses produksi. Sehingga biaya bahan baku dapat ditekan sedemikian kecil untuk mengurangi kualitas yang jelek. Bahan baku yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan harus seefesien mungkin untuk itulah diperlukan adanya sistem pengendalian intern kualitas.  Penekanan  biaya bahan baku yang efesien untuk membantu pihak manajemen dalam menunjang kontinuitas proses produksinya.&lt;br /&gt;Biaya bahan baku sendiri merupakan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh bahan baku yang membentuk bagian menyeluruh produk jadi. Kualitas buruk bisa juga berawal dari bahan baku yang jelek, tenaga kerja yang kurang cakap dan lain-lain. Sehingga akan terjadinya ketidak efektifan dan inefesiensi biaya yang akan mengakibatkan pemborosan dan penyalahgunaan biaya bahan baku ,maka tidak akan tercapai tujuan dari perusahaan.&lt;br /&gt;Dengan diadakannya alat pengendalian kualitas ini untuk menjaga pemborosan bahan baku yang dilakukan pada PT Vonex Indonesia, karena kualitas yang jelek dan pemakaian bahan baku yang sembarangan akibatnya pengeluaran biaya bahan baku tidak terkendali.&lt;br /&gt;Sistem pengendalian intern kualitas, suatu perusahaan akan siap bersaing dengan perusahaan lain dan menjual hasil produknya di pasaran,  sehingga tujuan perusahaan akan tercapai yaitu mendapatkan keuntungan yang besar dengan modal yang kecil.&lt;br /&gt;Berdasarkan uraian di atas penulis akan mencoba meneliti bagaimana penerapan sistem pengendalian intern kualitas terhadap biaya bahan baku yang diterapkan pada PT Vonex Indonesia, untuk itu dilakukan penelitian guna mendapat informasi pada perusahaan. Hasil penelitian ini dilaporkan dalam skripsi yang berjudul “Pengaruh Sistem Pengendalian Intern Kualitas Terhadap Biaya Bahan Baku pada PT Vonex Indonesia”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Untuk mendapatkan koleksi contoh Skripsi Lengkap dan contoh Tesis Lengkap dalam bentuk file MS-Word, silahkan klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;Atau klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color:#CC0000;"&gt;disini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5179229527209098258-527456574062830820?l=ilmiahmanajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/527456574062830820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/527456574062830820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2009/10/pengaruh-sistem-pengendalian-intern.html' title='Pengaruh Sistem Pengendalian Intern Kualitas Terhadap Biaya Bahan Baku Pada PT Vonex Indonesia  (173)'/><author><name>ilmiahmanajemen</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-l8MmhMGnBro/TYoLNkdML2I/AAAAAAAAAAY/bgOr8eE6Voc/s220/sarjana1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5179229527209098258.post-2110296862385131805</id><published>2009-10-26T17:53:00.001-07:00</published><updated>2011-05-25T16:37:53.637-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MSDM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen SDM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Pemasaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen'/><title type='text'>PENGARUH LABELISASI HALAL TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK MAKANAN DALAM KEMASAN PADA MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PADJAJDARAN BANDUNG (172)</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;Komunitas Muslim di seluruh dunia telah membentuk segmen pasar yang  potensial dikarenakan pola khusus mereka dalam mengkonsumsi suatu produk. Pola konsumsi ini diatur dalam ajaran Islam yang disebut dengan Syariat. Dalam ajaran Syariat, tidak diperkenankan bagi kaum muslim untuk mengkonsumsi produk-produk tertentu karena substansi yang dikandungnya atau proses yang menyertainya tidak sesuai dengan ajaran Syariat tersebut. Dengan adanya aturan yang tegas ini maka para pemasar memiliki sekaligus barrier dan kesempatan untuk mengincar pasar khusus kaum Muslimin.&lt;br /&gt;Ajaran tegas Syariat Islam untuk menghindari hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT dan melaksanakan apa saja yang diperintahkan membuat konsumen Muslim bukanlah konsumen yang permissive dalam pola konsumsinya. Mereka dibatasi oleh ke-Halalan dan ke-Haraman yang dimuat dalam nash Al Qur’an dan Al Hadist yang menjadi panduan utama bagi mereka.&lt;br /&gt;Populasi yang demikian besar dari kaum Muslimin membuat kaum Muslimin menjadi pasar yang demikian potensial untuk dimasuki. Untuk negara sekelas Amerika Serikat yang notabene jumlah kaum Muslimin disana adalah minoritas, namun diperkirakan ada sekitar empat sampai sembilan juta orang yang memeluk agama Islam (www.yahoo.com:2002) yang pola belanja dan konsumsi produk mereka  sejalan dengan ajaran agama Islam atau ingin menyesuaikan pola konsumsinya dengan ajaran agamanya.&lt;br /&gt;Untuk indonesia sendiri, dengan populasi kaum Muslimin yang mencapai bilangan 90% dari jumlah total warga negara, maka dengan sendirinya pasar Indonesia merupakan pasar konsumen Muslim yang demikian besar. &lt;br /&gt;Pemahaman yang semakin baik tentang agama makin membuat konsumen Muslim menjadi semakin selektif dalam pemilihan produk yang dikonsumsi. Khusus di Indonesia, konsumen Muslim dilindungi oleh lembaga yang secara khusus bertugas untuk mengaudit produk-produk yang dikonsumsi oleh konsumen Muslim di Indonesia. Lembaga ini adalah Lembaga Pengawasan dan Peredaran Obat dan Makanan – Majelis Ulama Indonesia (LPPOM-MUI). Lembaga ini mengawasi produk yang beredar di masyarakat dengan cara memberikan sertifikat halal sehingga produk yang telah memiliki sertifikat halal tersebut dapat memberi label halal pada produknya. Artinya produk tersebut secara proses dan kandungannya telah lulus diperiksa dan terbebas dari unsur-unsur yang dilarang oleh ajaran agama Islam, atau produk tersebut telah menjadi kategori produk halal dan tidak mengandung unsur haram dan dapat dikonsumsi secara aman oleh konsumen Muslim.&lt;br /&gt;Produk-produk yang mendapat pertimbangan utama dalam proses pemilihannya berdasarkan ketentuan Syariat yang menjadi tolok ukur untuk konsumen Muslim adalah produk-produk makanan dan minuman.  Ketidakinginan masyarakat Muslim untuk mengkonsumsi produk-produk haram akan meningkatkan keterlibatan yang lebih tinggi dalam proses pemilihan produk (high involvement). Dengan begitu akan ada produk yang pilih untuk dikonsumsi dan produk yang disisihkan  akibat adanya proses pemilihan tersebut.  Proses pemilihannya sendiri akan menjadikan kehalalan sebagai parameter utamanya. Ketentuan ini membuat keterbatasan pada produk-produk makanan untuk memasuki pasar umat Muslim. Konsumen Muslim sendiri juga bukan tanpa kesulitan untuk memilah produk-produk yang mereka konsumsi menjadi produk dalam kategori halal dan haram. Tentunya untuk memeriksakan sendiri kondisi kehalalan suatu produk adalah kurang memungkinkan. Hal ini berkaitan dengan masalah teknis dalam memeriksa kehalalan suatu produk, seperti uji kimia, pengamatan proses serta pemeriksaan kandungan produk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya LPPOM-MUI dapat membantu masyarakat memudahkan proses pemeriksaan kehalalan suatu produk. Dengan mendaftarkan produk untuk diaudit keabsahan halal-nya oleh LPPOM-MUI sehingga produknya bisa mencantukan label halal dan hal itu berarti produk tersebut telah halal untuk dikonsumsi ummat Muslim dan hilanglah barrier nilai yang membatasi produk dengan konsumen Muslim. Hal ini berarti peluang pasar yang sangat besar dapat terbuka.&lt;br /&gt;Dengan adanya label halal ini konsumen muslim dapat memastikan produk mana saja yang boleh mereka konsumsi, yaitu produk yang memiliki dan mencantumkan label halal pada kemasannya. Secara teori maka, untuk para pemeluk agama Islam yang taat,pilihan produk makanan yang mereka pilih adalah makanan halal yang diwakili dengan label halal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan pesatnya perkembangan media dewasa ini, arus informasi yang dapat diperoleh konsumen akan semakin banyak dan turut pula mempengaruhi pola konsumsi mereka. Labelisasi halal yang secara prinsip adalah label yang menginformasikan kepada pengguna produk yang berlabel tersebut, bahwa produknya benar-benar halal dan nutrisi-nutrisi yang dikandungnya tidak mengandung unsur-unsur yang diharamkan secara syariah sehingga produk tersebut boleh dikonsumsi. Dengan demikian produk-produk yang tidak mencantukam label halal pada kemasannya dianggap belum mendapat persetujuan lembaga berwenang (LPPOM-MUI) untuk diklasifikasikan kedalam daftar produk halal atau dianggap masih diragukan kehalalannya. Ketidakadaan label itu akan membuat konsumen Muslim berhati-hati dalam memutuskan untuk mengkonsumsi atau tidak produk-produk tanpa label halal tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Label halal yang ada pada kemasan produk yang beredar di Indonesia adalah sebuah logo yang tersusun dari huruf-huruf Arab yang membentuk kata halal dalam sebuah lingkaran.  Peraturan pelabelan yang dikeluarkan Dirjen POM (Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan) Departemen Kesehatan Republik Indonesia, mewajibkan para produsen-produsen produk makanan untuk mencantumkan label tambahan yang memuat informasi tentang kandungan (ingredient) dari produk makanan tersebut.  Dengan begitu konsumen dapat memperoleh sedikit informasi yang dapat membantu mereka untuk menentukan sendiri kehalalan suatu produk. Kondisi masyarakat Muslim yang menjadi konsumen dari produk-produk makanan yang beredar dipasar, namun mereka tidak mengetahui apa yang sebenarnya mereka konsumsi selama ini. Sebagai orang Islam yang memiliki aturan yang sangat jelas tentang halal dan haram, seharusnya konsumen Muslim terlindungi dari produk-produk yang tidak halal atau tidak jelas kehalalannya (syubhat). LPOM MUI memberikan sertifikasi halal pada produk-produk yang lolos audit sehingga produk tersebut dapat dipasang label halal pada kemasannya dengan demikian masyarakat dapat mengkonsumsi produk tersebut dengan aman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan yang berlaku pada saat ini adalah bahwa LPPOM-MUI memberikan sertifikat halal kepada produsen-produsen obat dan makanan yang secara sukarela mendaftarkan produknya untuk diaudit LPPOM-MUI. Dengan begitu produk yang beredar dikalangan konsumen Muslim bukanlah produk-produk yang secara keseluruhan memiliki label halal yang dicantumkan pada kemasannya. Artinya masih banyak produk-produk yang beredar dimasyarakat belum memiliki sertifikat halal yang diwakili dengan label halal yang ada pada kemasan produknya. Dengan demikian konsumen  Muslim akan dihadapkan pada produk-produk halal yang diwakili dengan label halal yang ada kemasannya dan produk yang tidak memiliki label halal pada kemasannya sehingga diragukan kehalalan produk tersebut. Maka keputusan untuk membeli produk-produk yang berlabel halal atau tidak akan ada sepenuhnya di tangan konsumen sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FE Unpad yang juga sebagian besar mahasiswanya beragama Islam dapat menjadi perwakilan dari komunitas Muslim yang menjadi konsumen produk tersebut. Mahasiswa adalah komunitas kritis yang bila ditinjau dari sisi informasi yang mereka peroleh dan kemampuan mereka untuk mencerna informasi  adalah komunitas yang bisa memilah-milah produk-produk yang mereka konsumsi berdasarkan informasi yang mereka peroleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar dapat memperoleh informasi yang lebih jelas serta disertai bukti ilmiah mengenai bagaimana pengaruh label halal terhadap keputusan pembelian konsumen terhadap suatu produk tertentu, perlu dilakukan suatu penelitian ilmiah. Untuk itu penulis akan melakukan penelitian dengan menjadikan mahasiswa FE Unpad bandung sebagai studied population. Penulis memberikan batasan bahwa produk makanan dalam kemasan yang dimaksud adalah produk-produk seperti coklat, susu, mie instan, snack, dan produk-produk makanan lainya yang diproduksi dengan mengunakan kemasan dan menyertakan label halal didalam kemasannya.&lt;br /&gt;Penulis memberikan  judul pada penelitian ini adalah “Pengaruh Labelisasi Halal terhadap Keputusan Pembelian Produk Makanan dalam Kemasan Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Untuk mendapatkan koleksi contoh Skripsi Lengkap dan contoh Tesis Lengkap dalam bentuk file MS-Word, silahkan klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;Atau klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color:#CC0000;"&gt;disini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5179229527209098258-2110296862385131805?l=ilmiahmanajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/2110296862385131805'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/2110296862385131805'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2009/10/pengaruh-labelisasi-halal-terhadap.html' title='PENGARUH LABELISASI HALAL TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK MAKANAN DALAM KEMASAN PADA MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PADJAJDARAN BANDUNG (172)'/><author><name>ilmiahmanajemen</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-l8MmhMGnBro/TYoLNkdML2I/AAAAAAAAAAY/bgOr8eE6Voc/s220/sarjana1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5179229527209098258.post-2932888690783828381</id><published>2009-10-26T17:52:00.001-07:00</published><updated>2011-05-25T16:38:10.186-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MSDM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen SDM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen'/><title type='text'>PENGARUH KUALITAS PRODUK simPATI EKSTRA TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PT.TELKOMSEL (171)</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dasawarsa terakhir ini, pertelekomunikasian di Indonesia dimarakkan oleh hadirnya telepon genggam atau selular digital GSM (Global System for Mobile communications.) Sebelum GSM, di Indonesia telah ada 2 jenis telepon selular analog, yaitu AMPS (Advances Mobile Phone System) dan NMT (Nordic Mobile Telephone). Jenis telepon selular digital lainnya yang akan segera dioperasikan di Indonesia adalah DAMPS (Digital AMPS). Pada perkembangannya GSM tersebut mendominasi telekomunikasi selular di Indonesia telah dan mengalami beberapa kali pertukaran generasi. Dari generasi I sampai saat ini telah masuk ke generasi ke III.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan lain yang paling mengesankan dibidang telekomunikasi akhir-akhir ini selain telepon selular, ialah internet dan serat optik. Teknologi elektronika dan perangkat telekomunikasi yang berkembang berkesinambungan membuat perangkat komunikasi semakin kecil, semakin canggih dan semakin murah. Bila selama seratus tahun lebih, peranan telekomunikasi konvensional adalah untuk menciptakan - hubungan antara dua tempat - anytime; komunikasi wireless dan selular membuat hubungan menjadi anywhere karena hampir tidak ada tempat didunia yang tidak dapat dijangkau; dan internet mengisinya dengan anything karena seluruh informasi apapun dapat dikirimkan, baik informasi tersebut berupa data, suara, gambar maupun film bergerak. Dan yang lebih penting lagi saat ini semuanya sudah dapat dilakukan dengan harga yang terjangkau. Dengan penetrasi jaringan dibawah 30%, Indonesia memang masih menjadi pasar yang sangat potensial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telekomunikasi selama ini merupakan pelayanan yang dilakukan secara eksklusif oleh pemerintah melalui BUMN PT Telkom dan PT Indosat. Dikatakan eksklusif karena pada dasarnya kedua BUMN tersebut memegang monopoli dalam penyelenggaraan pembangunan sampai pengoperasian sarana telekomunikasi. Monopoli dalam bidang telekomunikasi hampir selalu dianggap sebagai monopoli secara alamiah. Monopoli tersebut selalu dilindungi oleh pemerintah dengan berbagai dalih dan peraturan untuk mencegah persaingan. Sejak awal tahun 1990an, swasta diijinkan untuk ikut menyelenggarakan pembangunan dan pengoperasian fasilitas telekomunikasi dengan bekerjasama - untuk dan atas nama - BUMN tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Undang-Undang Telekomunikasi UU no 36/99, mencabut monopoli Badan Penyelenggara Telekomunikasi sekaligus membuka peluang penyelenggara jaringan dan jasa telekomunikasi oleh swasta dan koperasi, mulai tahun 2000, dan swasta dijinkan untuk menyelenggarakan jaringan dan jasa telekomunikasi tanpa harus bekerja-sama dengan kedua BUMN tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini Indonesia memiliki tak kurang dari 11 operator selular, yakni Telkomsel, Indosat, XL, Three dan lainnya. Persaingan antar operator pun cukup ketat, karena semua operator berusaha dalam meraih pasar dan meraup keuntungan dari para pelanggannya. Banyak yang layanan jasa ditawarkan oleh operator selular. Dari tarif hemat antar sesama pengguna, diskon pemakaian pada jam tertentu sampai bonus pulsa dan sms, namun pada saat ini pelanggan sudah mulai kritis dalam memilih produk yang akan digunakannya. Sesuai kebutuhan dan fasilitas yang ditawarkan, pelanggan akan memilih dari produk beberapa operator tersebut. Persaingan untuk mendapatkan pelanggan yang lebih banyak dengan mutu layanan yang lebih menarik akan diteliti disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Untuk mendapatkan koleksi contoh Skripsi Lengkap dan contoh Tesis Lengkap dalam bentuk file MS-Word, silahkan klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;Atau klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color:#CC0000;"&gt;disini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5179229527209098258-2932888690783828381?l=ilmiahmanajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/2932888690783828381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/2932888690783828381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2009/10/pengaruh-kualitas-produk-simpati-ekstra.html' title='PENGARUH KUALITAS PRODUK simPATI EKSTRA TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PT.TELKOMSEL (171)'/><author><name>ilmiahmanajemen</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-l8MmhMGnBro/TYoLNkdML2I/AAAAAAAAAAY/bgOr8eE6Voc/s220/sarjana1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5179229527209098258.post-4879442372682277300</id><published>2009-10-26T17:51:00.001-07:00</published><updated>2011-05-25T16:38:35.612-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MSDM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen SDM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Strategik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen'/><title type='text'>Analisis Strategi Bisnis Pada PT. XXXX XXXXXX...(170)</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam menyambut era Globalisasi sekarang ini, sebuah perusahaan harus mampu untuk mengikuti perubahan yang terjadi baik di dalam maupun di luar perusahaan. Tentunya untuk mengikuti perubahan – perubahan yang terjadi tersebut sangatlah tidak mudah. Perusahaan yang cenderung berpikiran tradisional dan tidak mengharapkan adanya perubahan, tentunya akan menemui banyak kesulitan dalam menghadapi operasinya.&lt;br /&gt;Setiap perusahaan tentunya memiliki strategi masing – masing dalam berbisnis. Permasalahannya adalah tepatkah strategi itu dipergunakan oleh perusahaan tersebut. Karena bila ternyata strategi yang diterapkan oleh perusahaan tersebut tidak sesuai dengan keadaannya, maka strategi tersebut akan mengakibatkan kegagalan bagi perusahaan tersebut.&lt;br /&gt;Berbagai cara dapat dilakukan dalam rangka mencapai keberhasilan dan kesuksesan suatu perusahaan. Strategi yang diterapkan perusahaan untuk tiap – tiap bidang di dalamnya pun berbeda – beda, mulai dari bagian produksi, distribusi, penjualan, maupun promosinya. Target perusahaan yang akan dicapai oleh suatu perusahaan tentunya harus didukung dengan adanya suatu strategi yang tepat agar perusahaan dapat mengalami peningkatan kualitas usahanya. &lt;br /&gt;Strategi perusahaan dalam meningkatkan penjualannya dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan peningkatan promosi, yang tentunya akan mengakibatkan peningkatan biaya. Tentunya cara – cara seperti ini diharapkan dapat mempengaruhi tingkat penjualan secara signifikan.&lt;br /&gt;Agar lebih mengerti dengan jelas mengenai strategi – strategi berbisnis suatu perusahaan maka dengan ini penulis melakukan studi penelitian terhadap PT. XXXX XXXXX, suatu perusahaan yang begerak dalam bidang usaha penjualan sepatu dan sandal. Perusahaan ini terus menerus melakukan perluasan usahanya dengan mendirikan Boutique – Boutique baru, mengingat semakin ketatnya persaingan didalam industri sepatu. &lt;br /&gt;Strategi yang akan dibahas adalah tentang perkembangan daripada perusahaan itu sendiri dan keluaran yang dihasilkan. Hal ini tergantung tentunya pada faktor – faktor internal dan eksternal perusahaan. Faktor internal perusahaan adalah kekuatan dan kelemahan perusahaan, sedangkan faktor eksternal perusahaan adalah peluang dan ancaman yang akan dihadapi oleh perusahaan.&lt;br /&gt;Tiap – tiap perusahaan tentunya memiliki faktor internal dan eksternal yang berbeda, oleh karena itu tentunya strategi yang dipergunakan tentunya akan berbeda – beda pula, belum tentu strategi yang dipergunakan oleh suatu perusahaan dapat dipergunakan oleh perusahaan lain. Oleh karena itu sangatlah perlu bagi kita untuk mempelajari strategi bisnis dasar agar kita dapat mengetahui penerapan strategi yang tepat bagi suatu perusahaan.&lt;br /&gt;Dengan mempelajari kekuatan dan kelemahan suatu perusahaan maka kita dapat memperbaiki kelemahan dan meningkatkan kekuatan perusahaan, serta dengan mempelajari peluang dan ancaman maka kita dapat mengetahui peluang apa yang dapat dipergunakan perusahaan dalam meningkatkan labanya, serta dapat mengurangi ancaman dari luar perusahaan yang akan menganggu kinerja perusahaan.&lt;br /&gt;Penulisan skripsi ini didasarkan pada hasil penelitian yang dilakukan untuk mengenali, menganalisis, dan memahami implikasi dari penerapan suatu strategi bisnis tertentu. PT. XXXX XXXXX adalah perusahaan yang melakukan penjualan produk – produk sepatu dan sandal, penelitian yang dilakukan pada perusahaan ini akan menghasilkan data yang akan diolah sehingga menghasilkan informasi yang bermanfaat bagi penulis, pembaca, dan juga bagi perusahaan itu sendiri. Adanya perubahan harga BBM, munculnya pesaing – pesaing usaha yang baru mengharuskan suatu perusahaan untuk bertindak antisipatif atau bila perlu menerapkan strategi perusahaan yang baru.&lt;br /&gt;Untuk menganalisa strategi yang diterapkan oleh PT. XXXX XXXXX dalam menjalankan bisnisnya, maka penulis mengambil topik ” Analisis Strategi Bisnis Pada PT. XXXX XXXXX.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Untuk mendapatkan koleksi contoh Skripsi Lengkap dan contoh Tesis Lengkap dalam bentuk file MS-Word, silahkan klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;Atau klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color:#CC0000;"&gt;disini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5179229527209098258-4879442372682277300?l=ilmiahmanajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/4879442372682277300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/4879442372682277300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2009/10/analisis-strategi-bisnis-pada-pt-xxxx.html' title='Analisis Strategi Bisnis Pada PT. XXXX XXXXXX...(170)'/><author><name>ilmiahmanajemen</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-l8MmhMGnBro/TYoLNkdML2I/AAAAAAAAAAY/bgOr8eE6Voc/s220/sarjana1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5179229527209098258.post-8827460186118134425</id><published>2009-10-26T17:50:00.000-07:00</published><updated>2011-05-25T16:38:54.707-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MSDM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen SDM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen'/><title type='text'>Kualitas Pelayanan Publik di Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Kabupaten Jember  (169)</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pelayanan merupakan tugas utama yang hakiki dari sosok aparatur, sebagai abdi  negara dan abdi masyarakat. Tugas ini telah jelas digariskan dalam pembukaan UUD 1945 alenia keempat, yang meliputi 4 (empat) aspek pelayanan pokok aparatur terhadap masyarakat, yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruang lingkup pelayanan dan jasa-jasa publik (public services) meliputi aspek kehidupan masyarakat yang sangat luas. Pelayanan dan jasa publik bahkan dimulai sejak seseorang dalam kandungan ketika diperiksa oleh dokter pemerintah atau dokter yang dididik di universitas negeri, mengurus akta kelahiran, menempuh pendidikan di universitas negeri, menikmati bahan makanan yang pasarnya dikelola oleh pemerintah, menempati rumah yang disubsidi pemerintah, memperoleh macam-macam perijinan yang berkaitan dengan dunia usaha yang digelutinya hingga seseorang meninggal dan memerlukan surat pengantar dan surat kematian untuk mendapatkan kapling di tempat pemakaman umum (TPU).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luasnya ruang lingkup pelayanan dan jasa publik cenderung sangat tergantung kepada ideologi dan sistem ekonomi suatu negara. Negara-negara yang menyatakan diri sebagai negara sosialis cenderung memiliki ruang lingkup pelayanan lebih luas dibandingkan negara-negara kapitalis. Tetapi luasnya cakupan pelayanan dan jasa-jasa publik tidak identik dengan kualitas pelayanan itu sendiri. Karena pelayanan dan jasa publik merupakan suatu cara pengalokasian sumber daya melalui mekanisme politik, bukannya lewat pasar, maka kualitas pelayanan itu sangat tergantung kepada kualitas demokrasi. Konsekuensi dari hal ini adalah negara-negara yang pilar-pilar demokrasinya tidak bekerja secara optimal tidak memungkinkan pencapaian kualitas pelayanan publik yang lebih baik. Bahkan sebaliknya, pelayanan publik tanpa proses politik yang demokratis cenderung membuka ruang bagi praktek-praktek korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bagian dari sistem kenegaraan dengan konstitusi yang pekat dengan norma keadilan, ekonomi Indonesia dicirikan oleh ruang lingkup pelayanan publik yang sangat luas. Sayangnya, pelayanan publik yang menyentuh hampir setiap sudut kehidupan masyarakat tidak ditopang oleh mekanisme pengambilan keputusan yang terbuka serta proses politik yang demokratis. Karena itu tidak mengherankan jika pelayanan publik di Indonesia memiliki ciri yang cenderung korup, apalagi yang berkaitan dengan pengadaan produk-produk pelayanan publik yang bersifat kewajiban seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), Surat Izin Mengemudi (SIM), Pasport, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati mungkin fenomena korupsi yang berkaitan dengan jenis-jenis produk tadi hanya melibatkan biaya transaksi (antara sektor publik dengan individu masyarakat) yang relatif kecil (pretty corruption), tetapi biaya-biaya transaksi tersebut melibatkan porsi populasi yang sangat besar. Karena itu pola korupsi dengan menggunakan instrumen produk-produk pelayanan tersebut bisa jadi memiliki dampak yang sangat luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya kemudian adalah bagaimana meminimalkan biaya-biaya transaksi tersebut? Teramat sulit tentunya menjawab pertanyaan ini, kendati jawabannya merupakan bagian terpenting dari strategi pemberantasan korupsi di sektor publik. Karena itu kajian mengenai mekanisme pelayanan publik, berikut biaya-biaya transaksinya menjadi elemen penting dari strategi pemberantasan korupsi.&lt;br /&gt;Sejalan dengan itu, prinsip market oriented organisasi pemerintahan harus diartikan bahwa pelayanan yang diberikan oleh pemerintah (aparatur) harus mengutamakan pelayanan terhadap masyarakat. Demikian juga prinsip catalitic government, mengandung pengertian bahwa aparatur pemerintah harus bertindak sebagai katalisator dan bukannya penghambat dari kegiatan pembangunan, termasuk di dalamnya mempercepat pelayanan masyarakat. Dalam konteks ini, fungsi pemerintah lebih dititikberatkan sebagai regulator dibanding implementator atau aktor pelayanan. Sebagai imbangannya, pemerintah perlu memberdayakan kelompok-kelompok masyarakat sendiri sebagai penyedia atau pelaksanaan jasa pelayanan umum. Dengan kata lain, tugas pemerintah adalah membantu masyarakat agar mampu membantu dirinya sendiri (helping people to help themselves). Inilah sesungguhnya yang dimaksud dengan prinsip self-help atau steering rather than rowing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembentukan Unit Pelayanan Terpadu (UPT) sebagai institusi yang khusus bertugas memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat, pada dasarnya dapat dikatakan sebagai terobosan baru atau inovasi manajemen pemerintahan di daerah. Artinya, pembentukan organisasi ini secara empirik telah memberikan hasil berupa peningkatan produktivitas pelayanan umum minimal secara kuantitatif. Dalam konteks teori Reinventing Government, pembentukan Unit Pelayanan Terpadu (UPT) ini telah menghayati makna community owned, mission driven, result oriented, costumer oriented, serta anticipatory government. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, inovasi pembentukan Unit Pelayanan Terpadu (UPT) ini perlu dikembangkan lagi dengan penemuan-penemuan baru dalam praktek manajemen pemerintahan di daerah. Salah satu peluang yang dapat dikembangkan dalam hal ini adalah penyediaan jasa-jasa pelayanan kedalam beberapa alternatif kualitas. &lt;br /&gt;Jenis pelayanan yang secara kualitatif lebih baik dapat dikenakan biaya yang agak mahal, sementara jasa pelayanan standar dikenakan biaya atau tarif yang standar pula. Pemasukan dari jenis pelayanan yang relatif mahal, akan dapat dipergunakan untuk membiayai pelayanan yang lebih murah, melalui mekanisme subsidi silang (cross subsidi). Dengan cara demikian, diharapkan institusi dapat membiayai sendiri kebutuhan operasionalnya, dengan tidak mengorbankan fungsi pelayanan yang menjadi tugas utamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, fenomena di atas juga menunjukkan bahwa masyarakat yang belum terlayani masih lebih besar dibandingkan masyarakat yang sudah terlayani. Kenyataan tersebut disebabkan selain karena faktor geografis juga oleh lemahnya pelayanan oleh petugas baik secara administratif maupun teknis. Untuk itu Unit Pelayanan Terpadu (UPT) sebagai organisasi pelaksana harus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan, karena pada hakikatnya kualitas ditentukan hanya oleh pelanggan (Coupet dalam Osborne dan Gaebler, 1992).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan tersebut tidak saja disebabkan oleh berbagai hambatan sebagaimana disebutkan di atas, melainkan masih ada hal lain yang menjadi penyebabnya, seperti dalam memberikan pelayanan publik tidak diikuti oleh peningkatan kualitas birokrasi yang memberikan pelayanan kepada masyarakat.Kita semua menyadari pelayanan publik selama ini bagaikan rimba raya bagi banyak orang. Amat sulit untuk memahami pelayanan yang diselenggarakan oleh birokrasi publik. Masyarakat pengguna jasa sering dihadapkan pada begitu banyak ketidakpastian ketika mereka berhadapan dengan birokrasi. Amat sulit memperkirakan kapan pelayanan itu bisa diperolehnya. Begitu pula dengan harga pelayanan. Harga bisa berbeda-beda tergantung pada banyak faktor yang tidak sepenuhnya bisa dikendalikan oleh para pengguna jasa. Baik harga ataupun waktu seringkali tidak bisa terjangkau oleh masyarakat sehingga banyak orang yang kemudian enggan berurusan dengan birokrasi publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari uraian diatas telah disebutkan bahwa keberadaan Unit Pelayanan Terpadu (UPT) secara empirik telah berhasil mendongkrak efisiensi dan produktivitas pelayanan publik. Namun perlu digarisbawahi pula bahwa selain pelayanan Kartu Tanda Penduduk (KTP), fungsi Unit Pelayanan Terpadu (UPT) sesungguhnya tidak lebih sebagai front liner dalam penyelenggaraan pelayanan tertentu. Artinya, Unit Pelayanan Terpadu (UPT) memfungsikan dirinya sebagai ‘loket’ penerima permohonan yang akan dilanjutkan prosesnya kepada Dinas/Instansi fungsionalnya masing-masing. Dalam kondisi demikian, maka pembentukan Unit Pelayanan Terpadu (UPT) justru dapat dipersepsikan sebagai ‘penambahan rantai birokrasi’ dalam pelayanan kepada masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Untuk mendapatkan koleksi contoh Skripsi Lengkap dan contoh Tesis Lengkap dalam bentuk file MS-Word, silahkan klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;Atau klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color:#CC0000;"&gt;disini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5179229527209098258-8827460186118134425?l=ilmiahmanajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/8827460186118134425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/8827460186118134425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2009/10/kualitas-pelayanan-publik-di-unit.html' title='Kualitas Pelayanan Publik di Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Kabupaten Jember  (169)'/><author><name>ilmiahmanajemen</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-l8MmhMGnBro/TYoLNkdML2I/AAAAAAAAAAY/bgOr8eE6Voc/s220/sarjana1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5179229527209098258.post-2588021966603799321</id><published>2009-10-26T17:49:00.000-07:00</published><updated>2011-05-25T16:39:19.035-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MSDM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen SDM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen'/><title type='text'>PENERAPAN BALANCED SCORECARD DALAM PENILAIAN KINERJA AJB BUMIPUTERA MALANG  (168)</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Perubahan dinamis kondisi ekonomi dan sosial menyebabkan perilaku dan sikap pelanggan juga berubah. Untuk memperoleh pelanggan yang loyal, perusahaan harus mengetahui apakah strategi yang telah diterapkan sudah berhasil, dan apa sajakah yang telah dicapai pada tahun sebelumnya. Untuk mengetahui hal tersebut maka perlu dilakukan suatu pengukuran, yaitu pengukuran kinerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kinerja perusahaan merupakan cermin atas hasil kegiatan dan kondisi perusahaan, hasil kegiatan dari perusahaan dianalisis, dimana hasilnya akan memperlihatkan kondisi manajemen perusahaan selama periode dilakukannya analisis akan kinerja. Sedangkan pengukuran kinerja merupakan tindakan pengukuran yang dilakukan terhadap berbagai aktivitas dalam rantai nilai yang ada pada perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yaitu penelitian yang bertujuan untuk menegaskan dan untuk dapat menjelaskan karakteristik variable-variable yang diteliti pada suatu kondisi. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara (interview) dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah dengan perspektif Balanced Scorecard.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil analisis dengan perspektif Balanced Scorecard kinerja AJB BumiPutera Malang secara keseluruhan dapat dikatakan bernilai baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Untuk mendapatkan koleksi contoh Skripsi Lengkap dan contoh Tesis Lengkap dalam bentuk file MS-Word, silahkan klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;Atau klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color:#CC0000;"&gt;disini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5179229527209098258-2588021966603799321?l=ilmiahmanajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/2588021966603799321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/2588021966603799321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2009/10/penerapan-balanced-scorecard-dalam.html' title='PENERAPAN BALANCED SCORECARD DALAM PENILAIAN KINERJA AJB BUMIPUTERA MALANG  (168)'/><author><name>ilmiahmanajemen</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-l8MmhMGnBro/TYoLNkdML2I/AAAAAAAAAAY/bgOr8eE6Voc/s220/sarjana1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5179229527209098258.post-5842841442296244087</id><published>2009-07-21T19:33:00.000-07:00</published><updated>2011-05-25T16:39:40.284-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen SDM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen'/><title type='text'>ANALISA PENGARUH BUDAYA KERJA TERHADAP KOMITMEN PEGAWAI  .......(167)</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman";}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;div class="Default" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Perubahan tersebut membawa dampak pada perubahan budaya kerja, mau tidak mau harus dihadapi dan serangkaian adaptasi harus dilakukan terhadap keberagaman (diversitas) yang mengacu pada perbedaan atribut demografi seperti ras, kesukuan, gender, usia, status fisik, agama, pendidikan, atau orientasi seksual.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Selain keberagaman (diversitas), tantangan yang cukup kompleks adalah bagaimana mengubah budaya kerja lama yang sudah tidak sesuai lagi dengan nilai­nilai budaya kerja baru pada seluruh pegawai atas keinginan secara sukarela dan partisipasi pegawai. Orang tidak akan berubah dengan sendirinya hanya karena diperintah, dan hanya akan berubah kalau dia menginginkannya secara suka rela, karena menyadari. Dan orang yang bersedia meninggalkan cara lama sangat sedikit jumlahnya bahkan ketika situasi menjamin sekalipun (O’Neil, Osborn dan Plastrik, 2000:241). Kenyataan selama ini banyak para pemimpin dan aparatur negara bukan hanya sulit untuk berubah tapi juga sering mengabaikan nilai-nilai moral dan budaya kerja aparatur negara.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Default" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Berdasarkan evaluasi yang dilakukan oleh Departemen Dalam Negeri, selain organisasi pemerintah daerah sudah terlalu banyak, pegawai negeri sipil banyak yang nganggur, hanya mondar-mandir dan membaca koran hingga jam kerja selesai. Aktivitas yang menunjukkan nuansa kesibukan kerja hanya tampak di satuan kerja yang “ada proyeknya”. Sehingga tidak salah jika ada sementara pengamat yang menyatakan bahwa Pegawai Negeri Sipil (PNS) lebih cenderung berorientasi pada proyek ketimbang melaksanakan tugas-tugas rutinnya (Yudoyono, 2002:64). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Untuk mendapatkan koleksi contoh Skripsi Lengkap dan contoh Tesis Lengkap dalam bentuk file MS-Word, silahkan klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;Atau klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color:#CC0000;"&gt;disini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5179229527209098258-5842841442296244087?l=ilmiahmanajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/5842841442296244087'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/5842841442296244087'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2009/07/analisa-pengaruh-budaya-kerja-terhadap.html' title='ANALISA PENGARUH BUDAYA KERJA TERHADAP KOMITMEN PEGAWAI  .......(167)'/><author><name>ilmiahmanajemen</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-l8MmhMGnBro/TYoLNkdML2I/AAAAAAAAAAY/bgOr8eE6Voc/s220/sarjana1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5179229527209098258.post-8534129382508588585</id><published>2009-07-21T19:32:00.000-07:00</published><updated>2011-05-25T16:39:58.856-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen SDM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen'/><title type='text'>PENGARUH  PERILAKU PEMIMPIN , MOTIVASI KERJA, ARUS KOMUNIKASI, DAN PRAKTEK PENGAMBILAN KEPUTUSAN  TERHADAP KEPUASAN KERJA BAGI PNS (166)</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kualitas SDM atau disebut juga Pemberdayaan Sumber Daya Manusia ( Empowerment of Human Resources ) merupakan salah satu alat penting dan strategis untuk memperbaiki, memperbaharui dan meningkatkan kinerja baik organisasi yang bergerak di bidang pendidikan yang menuju kepada layanan publik non profit maupun organisasi swasta / perusahaan yang bergerak dibidang profit, karena didalam layanan tersebut memberikan daya lebih daripada daya sebelumnya. Empowerment dalam SDM dapat juga meliputi  kemampuan    ( competency ), Penempatan personil sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan organisasi, kewenangan yang jelas, tanggung jawab, kepercayaan, dukungan, kepemimpinan  dan motivasi. Didalam kompetensi  ada pengetahuan ( knowlegde ), ketrampilan ( skill ) dan sikap atau prilaku (attitude ) yang terdapat dalam diri  pribadi manusia. Sehingga SDM ini digunakan untuk menggerakkan dan menjalankan kegiatan organisasi atau perusahaan. Jelas ini akan berdampak terhadap pelayanan publik diharapkan mampu menuju good governance.&lt;br /&gt;Diantara seluruh sumber daya yang dimiliki suatu organisasi, kualitas Sumber  Daya Manusia yang paling dominan. Teori Gomes mengatakan “ Unsur manusia didalam organisasi mempunyai kedudukan yang sangat strategis karena kapabilitas manusialah yang bisa mengetahui input – input apa yang diambil dari lingkungan dan bagaimana caranya untuk mendapatkan serta cara – cara memperoleh input – input tersebut, teknologi yang bagaimana yang cocok dan dianggap tepat untuk mengolah dan mentransformasikan input – input diproses menjadi output yang dapat memenuhi keinginan publik, serta bagaimana outcome  ( hasil ) yang bermanfaat. Sehingga Benefit ( azas manfaat ) dari kapabilitas sumber daya manusia yang mengolah input akan memiliki Impact       ( Dampak )  terhadap suatu analisis kebutuhan masyarakat khususnya peningkatan dalam memberikan pelayanan publik. Dari hasil mulai input , proses pengolahan data, Output, Outcome, Benefit serta Impact akan tersajikan dengan baik apabila adanya semacam Feedback ( Umpan balik )  individu - individu yang berada di lingkungan Kantor Cabang Dinas P dan K Kecamatan Bakung, khususnya  Pegawai Negeri Sipil. Harapan dari kesemua itu dengan sikap dan prilaku Kepemimpinan yang ada mampu untuk memotivasi dan membentuk pola sikap prilaku sehingga akan memberikan layanan  ( servis publik )  menjadi optimal dan seefektif mungkin.  &lt;br /&gt;Supaya dapat meningkatkan motivasi kinerja serta pembentukan pola prilaku sikap manusia, selain meningkatkan ketrampilan dan pengetahuannya, juga sangat penting sekali seorang pemimpin dalam memimpin, mengarahkan dan mengawasi bawahannya menerapkan Pola Kepemimpinan sesuai dengan situasi dan kondisi yang berada di lingkungan, bisa saja pada saat tertentu seorang pemimpin dibutuhkan menggunakan kepemimpinan otoriter, pada saat kondisi tertentu pula menggunakan gaya kepemimpinan partisipatif.  Menurut Drucker dalam Rasimin mengatakan “ Bekerja adalah sesuatu kegiatan yang unik menyangkut faktor psikologis, kekuasaan, kepribadian, masyarakat, dan ekonomi. Kemudian Rasimin mengatakan juga bahwa bekerja adalah kegiatan pokok dari suatu aktifitas  yang dapat dibagi menjadi sejumlah dimensi ikatan sosial, ekonomis dan psikologi. Salah satu dimensi kekuasaan tersebut adalah gaya seorang pemimpin dalam memimpin, mengarahkan dan mengawasi bawahannya dalam mencapai suatu tujuan organisasi. &lt;br /&gt;Menurut Ary Ginanjar Agustian ( ESQ ) dalam Adam Ibrahim Indrawijaya dan Wahyu Suprapti mengatakan bahwa keberhasilan  seorang  pemimpin  terletak  pada  kemampuan  Spiritual  Quotient ( SQ ) dan Emotional Quotient ( EQ ), dimana  kemampuan  Inteligence Quotient ( IQ ) hanya 20 % sedangkan 80 % adalah EQ dan SQ. Artinya Kepemimpinan yang berhasil adalah seorang pemimpin yang mampu untuk menciptakan kecerdasan emosi dan spiritual. Dengan berbagai macam pendapat tersebut diatas kesemua itu mengarah kepada Kepemimpinan yang bersifat visioner artinya mampu untuk menjawab tantangan dikehidupan yang akan datang dengan berpegang teguh pada prinsip kebersamaan dan memiliki komitmen tinggi didalam pengembangan organisasi yang maju, dinamis dan akutabilitas sesuai dengan tuntunan zaman.&lt;br /&gt;Dalam kondisi yang demikian bagi suatu perusahaan atau instansi harus memiliki keunggulan yang bersifat kompetitif akan survive, mampu memenangkan persaingan serta meraih peluang untuk berkembang. Menghadapi kenyataan yang demikian semua fihak haruslah sepakat bahwa sumber daya manusia melalui segala bentuk dan aktualisasi potensinya merupakan faktor utama pembentukan keunggulan tersebut dan aktualisasi potensinya merupakan faktor utama pembentukan keunggulan tersebut, dan menjadi kunci kemajuan dimasa – masa yang akan datang. Oleh karenanya, upaya meningkatkan performa kerja para karyawan menjadi program sangat penting di lingkungan perusahaan ataupun instansi pemerintah yang bergerak dibidang apapun juga baik di bidang pendidikan, pemerintahan maupun bidang – bidang lainnya yang tujuannya memberikan service kepada masyarakat.&lt;br /&gt;Sikap organisasi sangat penting bagi manajemen sumber daya manusia, karena sikap ini akan mempengaruhi perilaku –perilaku organisasi. Sikap – sikap yang berkaitan dengan kepuasan kerja dan memfokuskan pada sikap karyawan terhadap keseluruhan ( Luthan , 1985 ).&lt;br /&gt;Para Leadership hendaknya tertarik  pada sikap – sikap dan prilaku karyawannya, karena sikap memberikan peringatan terhadap adanya problem potensial, karena sikap mempengaruhi prilaku. Karyawan yang mempunyai komitmen yang tinggi maka dapat meningkatkan kinerja. Bila para leadership menginginkan agar kepasifan dan presensi  atau tingkat kehadiran berkurang terutama diantara karyawan mereka produktif mereka hendaknya melakukan hal – hal yang akan membangkitkan sikap kerja yang positif ( Robbins, 1996 ).&lt;br /&gt;Sikap adalah suatu bentuk evaluasi atau reaksi perasaan. Sikap seseorang terhadap objek adalah mendukung atau tidak memihak pada objek tersebut ( Berkowitz dalam anwar, 1997 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Untuk mendapatkan koleksi contoh Skripsi Lengkap dan contoh Tesis Lengkap dalam bentuk file MS-Word, silahkan klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;Atau klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color:#CC0000;"&gt;disini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5179229527209098258-8534129382508588585?l=ilmiahmanajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/8534129382508588585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/8534129382508588585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2009/07/pengaruh-perilaku-pemimpin-motivasi.html' title='PENGARUH  PERILAKU PEMIMPIN , MOTIVASI KERJA, ARUS KOMUNIKASI, DAN PRAKTEK PENGAMBILAN KEPUTUSAN  TERHADAP KEPUASAN KERJA BAGI PNS (166)'/><author><name>ilmiahmanajemen</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-l8MmhMGnBro/TYoLNkdML2I/AAAAAAAAAAY/bgOr8eE6Voc/s220/sarjana1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5179229527209098258.post-8653191684353407744</id><published>2009-07-21T19:31:00.000-07:00</published><updated>2011-05-25T16:40:24.225-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Pemasaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen'/><title type='text'>Pengaruh faktor psikografi terhadap keputusan pembelian konsumen McDonald’s di Bali (165)</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Usaha restoran, dewasa ini menunjukkan perkembangan yang relatif pesat, terbukti semakin banyaknya restoran asing yang siap saji merambah Bali. Hal tersebut mengindikasikan bahwa intensitas persaingan dalam bisnis restoran semakin kuat. Jenis restoran seperti ini umumnya berada di lokasi-lokasi yang strategis. Sementara restoran-restoran tradisional atau lokal yang bercirikan lambat dalam pelayanan, relatif kalah bersaing dilokasi dimana terdapat restoran siap saji tersebut. Jenis restoran yang menyajikan makanan dengan sangat cepat atau siap saji dikenal dengan sebutan restoran fast food (Emerson, 1989:4). Tampilan restoran semacam ini, mulai dari lokasi, jenis dan rasa makanan, penataan, sistim pelayanan, dan sebagainya membawa kesan bagi sebagian orang bahwa citra restoran tersebut mewah atau bergengsi. Sehingga bagi konsumen yang datang dan makan di restoran semacam ini, sedikit tidak akan terpengaruh dan tidak jarang datang kembali untuk melakukan pembelian (repeat buying). &lt;br /&gt;Kecenderungan penduduk kota seperti di Denpasar misalnya, bahwa makan di restoran fast food masih dinilai memiliki nilai sosial atau gengsi tersendiri, yang mampu mengangkat kesan akan status dirinya. Kemudian sering pula ditemui bahwa restoran semacam ini tidak hanya dimanfaatkan untuk tempat makan saja, tetapi juga untuk tempat perayaan acara-acara ulang tahun, syukuran, sambil rekreasi dan sebagainya. Peluang semacam ini telah dimanfaatkan oleh restoran untuk menyediakan model pelayanan jasa yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat sekitarnya. Di beberapa restoran seperti ini, kadang juga disediakan tempat khusus bagi anak-anak untuk bermain, agar tidak mengganggu orang yang sedang menikmati makanannya. Sehingga sangatlah wajar apabila dikatakan bahwa variasi dan sistem pelayanan restoran fast food pada kenyataannya relatif dapat mempengaruhi keputusan seseorang dalam proses pembeliannya.&lt;br /&gt;Kegiatan pembelian, apabila ditelusuri lebih dalam hanyalah merupakan salah satu tahap dari keseluruhan proses keputusan pembelian konsumen. Menurut Pride dan ferrel (1993:185), proses keputusan pembelian konsumen  meliputi tahap : pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi alternatif, pembelian, dan evaluasi proses pembelian. Namun tidak selalu semua tahap tersebut dilalui atau dilaksanakan oleh konsumen. Keseluruhan proses tersebut biasanya dilakukan pada situasi tertentu saja, misalnya pada pembelian pertama dan atau pembelian barang-barang yang harga atau nilainya relatif tinggi. &lt;br /&gt;Pada dasarnya, konsumen akan lebih mudah mengambil keputusan pembelian yang sifatnya pengulangan atau terus menerus terhadap produk yang sama. Apabila faktor-faktor yang mempengaruhinya berubah, maka konsumen akan melakukan pertimbangan kembali dalam keputusan pembeliannya. Keputusan yang menjadi pertimbangan konsumen meliputi keputusan tentang : jenis produk, bentuk produk, merek produk, jumlah produk, waktu pembelian, dan cara pembayaran. Jika dikaitkan dengan fast food, maka dalam proses pengambilan keputusan pembeliannya juga melalui beberapa tahap. Dimana, proses keputusan pembelian tersebut berkaitan dengan beberapa keputusan, terutama keputusan tentang merek produk dan penjualan. Setiap merek atas produk dan penjualan suatu perusahaan, memiliki keunikan dan kekhasan tersendiri, yang dapat membedakannya dengan para pesaing. Pada kondisi demikian, akhirnya akan dapat ditemui adanya konsumen yang berperilaku setia kepada merek atau kepada penjualan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Untuk mendapatkan koleksi contoh Skripsi Lengkap dan contoh Tesis Lengkap dalam bentuk file MS-Word, silahkan klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;Atau klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color:#CC0000;"&gt;disini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5179229527209098258-8653191684353407744?l=ilmiahmanajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/8653191684353407744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/8653191684353407744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2009/07/pengaruh-faktor-psikografi-terhadap.html' title='Pengaruh faktor psikografi terhadap keputusan pembelian konsumen McDonald’s di Bali (165)'/><author><name>ilmiahmanajemen</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-l8MmhMGnBro/TYoLNkdML2I/AAAAAAAAAAY/bgOr8eE6Voc/s220/sarjana1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5179229527209098258.post-8510644650379125932</id><published>2009-07-21T19:30:00.000-07:00</published><updated>2011-05-25T16:40:47.901-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Pemasaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen'/><title type='text'>ANALISIS STRATEGI BAURAN PEMASARAN ECERAN (RETAIL MARKETING MIX) YANG MENENTUKAN TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN PADA SUPER SWALAYAN SEMARANG (164)</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Suatu perusahaan jasa jika ingin tetap bertahan dan bersaing serta mampu mengembangkan bisnisnya harus lebih meningkatkan kualitas pelayanan kepada konsumen agar tercipta suatu kepuasan. Super Swalayan sebagai perusahaan yang bergerak di bidang Ritel yang menawarkan barang-barang kebutuhan rumah tangga bagi masyarakat mulai berbenah diri dengan meningkatkan kualitas pelayanan yang baik dimata konsumen, hal itu dilakukan dengan harapan kepuasan konsumen terpenuhi sehingga mampu bersaing dengan perusahaan ritel sejenis  lainnya.&lt;br /&gt;Permasalahan yang timbul dalam  penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauhmana faktor Keragaman Produk, Layanan Toko, Atmosfer Toko, Harga, Promosi dan Lokasi dalam menentukan tingkat kepuasan Super swalayan. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan dan menganalisis faktor Keragaman Produk, Layanan Toko, Atmosfer Toko, Harga, Promosi dan Lokasi dalam menentukan tingkat kepuasan konsumen Super Swalayan.&lt;br /&gt;Populasi yang diambil adalah konsumen Super Swalayan Semarang, dimana setiap orang yang melakukan aktivitas berbelanja pada Super Swalayan. Sampel yang diambil sebanyak 98 konsumen. Variabel dalam penelitian ini adalah tingkat kepuasan konsumen Super Swalayan mengenai kinerja Super Swalayan Semarang yang terdiri dari variabel Keragaman Produk, Layanan Toko, Atmosfer Toko, Harga, Promosi dan Lokasi. Metode pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan teknik matrix important and performance sehingga menggunakan sampel ganda berpasangan dengan perhitungan Wilcoxon Signed Rank Test.&lt;br /&gt;Hasil analisis dengan menggunakan perhitungan Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan bahwa pada keenam faktor yang diukur untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen, diketahui bahwa pelangan merasa puas dengan  kinerja Super Swalayan dalam memberikan pelayanan pada faktor Keragaman Produk, Layanan Toko, Lokasi, dan Promosi sedangkan pelanggan merasa tidak puas dengan kinerja Super Swalayan dalamAtmosfer toko. Pada faktor Keputusan Harga tidak diketahui secara signifikan hasilnya.&lt;br /&gt;Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan konsumen Super Swalayan semarang merasa tidak puas akan kinerja Super Swalayan. Namun demikian ada faktor dimana konsumen merasa puas. Oleh karena itu disarankan kepada pihak Super Swalayan untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerjanya dalam memenuhi kebutuhan konsumen agar konsumen merasa sangat puas. Sedangkan pada faktor dimana konsumen merasa puas, hendaknya Super Swalayan dapat mempertahankan prestasinya dan lebih ditingkatkan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Untuk mendapatkan koleksi contoh Skripsi Lengkap dan contoh Tesis Lengkap dalam bentuk file MS-Word, silahkan klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;Atau klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color:#CC0000;"&gt;disini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5179229527209098258-8510644650379125932?l=ilmiahmanajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/8510644650379125932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/8510644650379125932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2009/07/analisis-strategi-bauran-pemasaran.html' title='ANALISIS STRATEGI BAURAN PEMASARAN ECERAN (RETAIL MARKETING MIX) YANG MENENTUKAN TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN PADA SUPER SWALAYAN SEMARANG (164)'/><author><name>ilmiahmanajemen</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-l8MmhMGnBro/TYoLNkdML2I/AAAAAAAAAAY/bgOr8eE6Voc/s220/sarjana1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5179229527209098258.post-1165119661271672760</id><published>2009-07-21T19:29:00.000-07:00</published><updated>2011-05-25T16:41:08.889-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Pemasaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen'/><title type='text'>ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK MIE INSTAN MEREK SEDAAP (163)</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Produk mie instan sebagaimana diketahui adalah salah satu produk makanan cepat saji yang semakin lama semakin banyak digemari masyarakat karena kemudahan dalam hal penyajiannya. Demikian juga bagi kalangan mahasiswa yang sebagian besar berdomisili jauh dari orang tua, produk ini merupakan makanan cepat saji yang biasa dikonsumsi karena harganya yang terjangkau, mudah didapatkan dan sifatnya yang tahan lama. Dengan semakin banyaknya mie instan yang ada di pasaran berarti memberikan keleluasaan bagi konsumen untuk memilih merk yang sesuai dengan keinginannya. Oleh karena itu perlu bagi perusahaan untuk menganalisis perilaku konsumen mie instan untuk mengetahui pola pembeliannya. Dengan banyaknya merk mie instan yang ada di pasaran akan mendorong perusahaan bersaing mendapatkan calon konsumen melalui berbagai strategi yang tepat, misalnya mengubah kemasan, warna, aroma, promosi dan harga. Lebih jauh lagi produsen dalam mendistribusikan produknya ke pasar konsumen berusaha agar produknya dapat diterima sesuai dengan apa yang diinginkan konsumen.&lt;br /&gt;Dari uraian tersebut di atas maka judul penelitian ini adalah: Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konsumen Dalam Pengambilan Keputusan Pembelian Produk Mie Instan Merek Sedaap (Studi Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Unmer Malang). &lt;br /&gt;Penelitian ini bertujuan untuk:1) Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh perilaku konsumen yang terdiri dari faktor budaya, sosial, pribadi dan psikologis  terhadap keputusan untuk membeli produk mie instan merek sedaap,  2) Untuk mengetahui diantara faktor budaya, sosial, pribadi dan psikologi yang berpengaruh dominan terhadap keputusan mahasiswa untuk membeli produk mie instan merek sedaap. Dengan menggunakan analisis regresi linier berganda dan menggunakan sampel sebanyak 40 responden mahasiswa didapatkan hasil sebagai berikut: Dari hasil analisis didapatkan bahwa variabel faktor budaya, sosial, pribadi dan psikologis secara simultan/bersama-sama mempunyai pengaruh signifikan (bermakna) terhadap keputusan pembelian produk mie instan merek Sedaap dan variabel psikologis mempunyai pengaruh dominan terhadap keputusan pembelian produk mie instan merk Sedaap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Untuk mendapatkan koleksi contoh Skripsi Lengkap dan contoh Tesis Lengkap dalam bentuk file MS-Word, silahkan klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;Atau klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color:#CC0000;"&gt;disini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5179229527209098258-1165119661271672760?l=ilmiahmanajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/1165119661271672760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/1165119661271672760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2009/07/analisis-faktor-faktor-yang_21.html' title='ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK MIE INSTAN MEREK SEDAAP (163)'/><author><name>ilmiahmanajemen</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-l8MmhMGnBro/TYoLNkdML2I/AAAAAAAAAAY/bgOr8eE6Voc/s220/sarjana1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5179229527209098258.post-5288422110751021077</id><published>2009-07-21T19:28:00.000-07:00</published><updated>2009-07-21T19:29:38.098-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Pemasaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen'/><title type='text'>ANALISA EFEKTIFITAS IKLAN MEDIA TELEVISI DJARUM SUPER MEZZO VERSI “BERLARI DAN MELAYANG” MENGGUNAKAN EPIC MODEL PADA MAHASISWA S-1 (162)</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektifitas sebuah iklan, dimana dalam hal ini adalah iklan televisi Djarum Super Mezzo versi “berlari dan melayang” dengan menggunakan EPIC model pada mahasiswa S-1 Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya Malang yang masih aktif s/d tahun ajaran 2005/2006. &lt;br /&gt; Penelitian dengan mengambil populasi dan sampel pada mahasiswa S-1 Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya ini adalah termasuk dalam jenis penelitian survay dengan alat pengumpulan data utama berupa kuesioner. Lembar kuesioner sendiri terbagi menjadi 3 (tiga) bagian ,yaitu : profil/ demografi responden, brand awareness, dan pernyataan-pernyataan responden mengenai dimensi-dimensi EPIC, yaitu meliputi dimensi Empathy, dimensi Persuasion, dimensi Impact, dan dimensi Communication.&lt;br /&gt; Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisa metode EPIC terhadap iklan tv Djarum Super Mezzo versi “berlari dan melayang” adalah penghitungan dimensi empathy diperoleh nilai/skor rata-rata 4,437 yang berarti efektif. Dalam penghitungan dimensi persuasi diperoleh nilai/skor rata-rata 3,891 yang berarti cukup efektif. Dimensi impact (dampak) sebagai parameter product knowledge diperoleh nilai/skor rata-rata 3,613 yang berarti cukup efektif. Dan untuk dimensi komunikasi diperoleh hasil sebesar 3,848 yang berarti cukup efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5179229527209098258-5288422110751021077?l=ilmiahmanajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/5288422110751021077'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/5288422110751021077'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2009/07/analisa-efektifitas-iklan-media.html' title='ANALISA EFEKTIFITAS IKLAN MEDIA TELEVISI DJARUM SUPER MEZZO VERSI “BERLARI DAN MELAYANG” MENGGUNAKAN EPIC MODEL PADA MAHASISWA S-1 (162)'/><author><name>ilmiahmanajemen</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-l8MmhMGnBro/TYoLNkdML2I/AAAAAAAAAAY/bgOr8eE6Voc/s220/sarjana1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5179229527209098258.post-2427170646896699578</id><published>2009-07-21T19:27:00.000-07:00</published><updated>2011-05-25T16:42:00.390-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Keuangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Akuntansi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen'/><title type='text'>PENGARUH PENJUALAN TERHADAP LABA  PADA HOME INDUSTRI SANDAL  DI DUSUN SUMBER AWAN  DAN DUSUN NGUJUNG DESA TOYOMARTO KECAMATAN SINGOSARI (161)</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jenis penelitian ini adalah, jenis penelitian dengan menggunakan  metode studi  kasus dimana pendekatannya dan penelaannya secara intensifdan mendetail dalam hal ini melakukan survey.  &lt;br /&gt;Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah : Untuk  mengetahui  pengaruh penjualan terhadap  peningkatan laba pada  home industri  sandaldi dusun  Sumber awan dan dusun Ngujung Desa Toyomarto kecamatan Singosari.&lt;br /&gt;Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini kami menggunakan analisa regresi sederhana.&lt;br /&gt;Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian terdapat  perssamaan regresi      y = 1,493 + 0,877x. Dari  persamaan diatas  tersebut terdapat  di interpretasikan  bahwa variabel x (penjualan) mempunyai pengaruh kuat  terhadap laba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Untuk mendapatkan koleksi contoh Skripsi Lengkap dan contoh Tesis Lengkap dalam bentuk file MS-Word, silahkan klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;Atau klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color:#CC0000;"&gt;disini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5179229527209098258-2427170646896699578?l=ilmiahmanajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/2427170646896699578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/2427170646896699578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2009/07/pengaruh-penjualan-terhadap-laba-pada.html' title='PENGARUH PENJUALAN TERHADAP LABA  PADA HOME INDUSTRI SANDAL  DI DUSUN SUMBER AWAN  DAN DUSUN NGUJUNG DESA TOYOMARTO KECAMATAN SINGOSARI (161)'/><author><name>ilmiahmanajemen</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-l8MmhMGnBro/TYoLNkdML2I/AAAAAAAAAAY/bgOr8eE6Voc/s220/sarjana1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5179229527209098258.post-6716006158232879083</id><published>2009-07-21T19:13:00.000-07:00</published><updated>2011-05-25T16:42:25.815-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen SDM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Pemasaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen'/><title type='text'>PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN PENETAPAN HARGA TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PADA CARREFOUR PURI INDAH JAKARTA (160)</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di tengah kancah persaingan bisnis saat ini, para pelaku bisnis harus selalu menemukan ide-ide dan strategi baru dalam mempertahankan eksistensinya. Tentu saja hal tersebut harus selalu berorientasi kepada keinginan konsumen, karena walau bagaimanapun merekalah yang menilai dan melakukan keputusan pembelian. Akibat dari proses pemahaman tentang pola tingkah laku konsumen, maka bermunculanlah beragam jenis usaha/industri baru, salah satunya adalah industri retail.&lt;br /&gt;Usaha retail dapat dipahami sebagai :&lt;br /&gt;"Semua kegiatan yang terlibat dalam penjualan barang atau jasa secara langsung kepada konsumen akhir untuk penggunaan pribadi dan bukan penggunaan bisnis" (Christina Whidya Utami 2006 : 4).&lt;br /&gt;Retail juga merupakan perangkat dari aktivitas-aktivitas bisnis yang melakukan penambahan nilai terhadap produk-produk dan layanan penjualan kepada para konsumen untuk penggunaan atau konsumsi perorangan maupun keluarga. Sering kali orang beranggapan bahwa retail hanya berarti menjual produk-produk di dalam toko. Tetapi retail juga melibatkan pelayanan jasa, seperti jasa layanan antar (delivery service) ke rumah-rumah. Tidak semua retail dilakukan di dalam toko. Penjualan yang dilakukan di luar toko, misalnya seperti berbagai penjualan album rekaman, kosmetik, maupun elektronik yang dilakukan melalui internet yang lebih kita kenal dengan nama e-commerce.&lt;br /&gt;Berdasarkan pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa perdagangan eceran adalah suatu kegiatan menjual barang dan jasa kepada konsumen akhir. Ini merupakan mata rantai terakhir dalam penyaluran barang dan jasa. Dalam prakteknya bisa saja terjadi produsen menjual langsung produknya ke konsumen akhir, maupun pengecer yang menjual produknya bukan kepada konsumen akhir (untuk dijual lagi). Hal-hal seperti ini bukanlah pekerjaan retailing. Jadi, yang dimaksud retailer (pengecer) adalah orang/toko/badan usaha yang menjual produknya kepada konsumen akhir.&lt;br /&gt;Perdagangan eceran ini sangat penting artinya bagi produsen, karena melalui retailer ini, produsen dapat memperoleh informasi berharga mengenai produknya. Produsen dapat memperoleh data dari pengecer, bagaimana pandangan konsumen mengenai bentuk, rasa, daya tahan, harga, dan segala sesuatu mengenai produknya. Dengan retailer juga, produsen dapat mengetahui mengenai kekuatan pesaingnya.&lt;br /&gt;Produsen dan pengecer dapat memupuk kerjasama yang saling menguntungkan, misalnya produsen memasang iklan, memberi bonus, mengadakan undian, dsb. melalui retailer yang pada akhirnya akan menguntungkan retailer juga. Retailer dapat pula dipakai sebagai tempat untuk memasang spanduk, selebaran promosi dan lain sebagainya dari produsen.&lt;br /&gt;Bisnis retail atau eceran mengalami pertumbuhan yang cukup pesat, ditandai dengan semakin banyaknya bisnis retail tradisional yang mulai membenahi diri menjadi bisnis retail modern yang bare. Perubahan dan perkembangan kondisi pasar juga menuntut peritel untuk mengubah paradigma lama pengelolaan retail menuju paradigma pengelolaan retail yang lebih modern. Pengelolaan retail modern tentunya membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai terutama kebutuhan teknologi tinggi (high-tech). Teknologi tinggi ini memungkinkan retail membangun sistem informasi canggih yang mendukung pengelolaan sistem persediaan yang lebih efisien sehingga manajemen retail mampu menyediakan berbagai produk makanan dan minuman yang selalu segar. Teknologi juga memudahkan pelayanan, pemrosesan, serta pengantaran layanan yang lebih teliti, cepat, dan memuaskan pelanggan.&lt;br /&gt;Dengan semakin pesatnya pertumbuhan jumlah perusahaan retail ini, maka persaingan di bidang pemasaran eceran semakin ketat. Dengan demikian perusahaan dituntut untuk selalu memberikan sesuatu yang terbaik kepada konsumen, khususnya bagi perusahaan yang bergerak dibidang retail. Salah satu faktor yang mempengaruhi jumlah permintaan pada barang dan jasa tersebut adalah pelayanan yang diberikan perusahaan kepada konsumen. Untuk dapat memenangkan persaingan, perusahaan hendaknya menempatkan konsumen sebagai suatu titik pusat yang harus diperhatikan selera dan kepuasan konsumen. Kepuasan konsumen merupakan faktor utama dalam mencapai tujuan perusahaan. Kepuasan konsumen atas pelayanan yang diberikan akan menumbuhkan loyalitas konsumen terhadap perusahaan. Disamping itu, perusahaan juga harus selalu mengikuti kemajuan para pesaingnya sebagai dasar untuk menilai mutu pelayanan yang telah diberikan kepada konsumen.&lt;br /&gt;Layanan pelanggan (customer service) merupakan aktivitas dan program yang dilakukan oleh retail untuk menciptakan pengalaman berbelanja dan bersifat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4&lt;br /&gt;memberikan penghargaan kepada pelanggan. Aktivitas ini meningkatkan nilai penerimaan pelanggan, bukan hanya sekedar barang dagangan dan jasa yang dibelinya.&lt;br /&gt;Kebanyakan layanan yang ditawarkan oleh retail lebih hanya melengkapi informasi tentang barang dagangan yang ditawarkan oleh retail, dan sekaligus memberikan keyakinan bahwa retail lebih mudah untuk menempatkan pelanggan dalam aktivitas pembelian produk dan jasa. Kesadaran akan pentingnya kualitas pelayanan pada tingkat global dipicu oleh keberhasilan penerapan manajemen kualitas total (Total Quality Management-TQM) dari perusahaan-perusahaan Jepang dengan munculnya The Deeeming Price pada tahun 1951. Meskipun sebenarnya organisasi atau perusahaan jasa membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengimplementasikan konsep TQM, namun kondisi ekonomi dan bisnis turut mendorong percepatan kesadaran tentang pentingnya kualitas dengan adanya kondisi persaingan yang semakin tajam, kemajuan teknologi, maupun berubahnya preferensi konsumen.&lt;br /&gt;Selain meningkatkan kualitas pelayanan pada organisasi atau perusahaannya pengusaha juga perlu memikirkan tentang penetapan harga jual produknya secara tepat karena harga yang tidak tepat akan berakibat tidak menarik para pembeli untuk membeli barang tersebut. Penetapan harga yang tepat tidaklah selalu berarti bahwa harga haruslah ditetapkan rendah atau serendah mungkin. Seringkali kita jumpai bahwa apabila harga barang tertentu itu rendah, maka banyak konsumen justru tidak senang karena dengan harga yang murah akan dapat membuat semua orang dapat membelinya dan dengan demikian berarti bahwa semua orang dapat memakai barang tersebut. Kondisi ini membuat banyak diantara ibu rumah tangga, khususnya kaum wanita karir, tidak menyenangi kondisi diatas. Mereka lebih senang bahwa barang yang dipakainya tidak banyak orang yang menggunakannya dan hal ini berarti bahwa barang tersebut haruslah dijual dengan harga yang cukup tinggi. Dengan harga yang cukup tinggi, maka tentu saja hanya orang-orang tertentu yang yang mampu untuk membeli barang tersebut, sehingga tidak banyak orang yang memakai barang itu.&lt;br /&gt;Harga jual yang rendah akan memberikan kepuasan bagi golongan orang yang sering disebut sebagai golongan "Economic Man" atau manusia-manusia yang senang pengiritan. Bagi orang-orang yang memiliki sifat "Psychologic Man", yaitu manusia yang bergengsi, maka banyak orang yang tidak menyenangi barang-barang yang berharga murah. Orang-orang seperti ini menganggap barang yang harganya murah itu sebagai "barang murahan", sehingga mereka tidak menyenanginya karena tidak sesuai dengan selera. Orang-orang yang bergengsi itu menyenangi barang yang bergengsi pula dan barang yang bergengsi tentu saja harganya tinggi juga.&lt;br /&gt;Bagi industri retail, penekanan harga yang rendah merupakan respon dari kebutuhan pelanggan untuk menciptakan keunggulan diferensial. Bahkan retail dengan tahapan yang matang, bersedia menjual lebih rendah dari yang harga yang direkomendasikan pabrik melalui orientasi promosi yang kuat. Sering kali penetapan harga yang dilakukan oleh retailer skala besar yang menyediakan item barang dagangan sampai puluhan ribu merupakan hal yang biasa. Sedangkan bagi retailer yang baru memulai usaha dan belum memilki sistem atau tenaga terampil dalam menetapkan harga, maka satu-satunya langkah yang dapat dilakukan adalah membenahi dan membangun sistem pengadaan barang dagangan yang baik dengan tidak meninggalkan keinginan untuk membangun relasi yang baik dan saling menguntungkan dengan pihak pemasok.&lt;br /&gt;Tujuan perusahaan untuk menciptakan penjualan melalui kepuasan pelanggan sangat penting, karena penjualan perusahaan setiap saat berasal dari dua kelompok, yaitu pelanggan baru dan pembeli ulang (repeat customer). Biaya untuk menarik pelanggan baru lebih mahal daripada mempertahankan pelanggan lama. Oleh karena itu, mempertahankan pelanggan lebih penting daripada memikat pelanggan. Kunci untuk mempertahankan pelanggan adalah kepuasan pelanggan. Seorang pelanggan yang puas akan 1) membeli lagi; 2) mengatakan hal yang baik tentang perusahaan kepada orang lain; 3) kurang memperhatikan merek dan iklan produk pesaing; 4) cenderung membeli produk lain dari perusahaan yang sama. Perusahaan yang berorientasi kepada pelanggan akan mengamati tingkat kepuasan pelanggannya disetiap periode dan menetapkan sasaran peningkatan.&lt;br /&gt;Saat ini beberapa peneliti pemasaran berfokus pada pengukuran kepuasan pelanggan. Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan kualitas pelayanan dari perusahaan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan akan memberikan perhatian bagi manajer perusahaan apakah perlu dilakukan perbaikan dalam kepuasan pelanggan yang berperan pada peningkatan dalam kinerja ekonomis perusahaan. Pengeluaran konsumen yang besar dalam berbelanja di toko swalayan, menunjukkan bahwa hubungan antara kepuasan pelanggan dan kinerja ekonomis perusahaan sebagai penilaian konsumen yang positif.&lt;br /&gt;Adanya penekanan yang meningkat pada kepuasan pelanggan, meminta perhatian kita apakah perbaikan dalam kepuasan pelanggan berperan pada peningkatan dalam performa ekonomis perusahaan. Pembelanjaan dan kepentingan konsumen yang besar dikaitkan pada ukuran kepuasan pelanggan yang menunjukkan bahwa hubungan antara kepuasan pelanggan dan ekonomis perusahaan dianggap oleh perusahaan berada pada penekanan kepuasan pelanggan, contoh: konsumen yang berbelanja disebuah toko swalayan kecewa karena antrian yang panjang, sebaliknya penekanan yang terus menerus yang terjadi pada suatu perusahaan, seperti ; harga produk yang terlalu tinggi, pelayanan yang kurang memuaskan konsumen, menurunkan tingkat loyalitas pelanggan terhadap jasa suatu perusahaan. Penurunan ini dihubungkan pada sejumlah faktor yang luas, seperti ; kurangnya informasi yang tersedia bagi konsumen dan meningkatnya persaingan luar negeri.&lt;br /&gt;Di tengah suasana pasar yang bukan sekedar kompetitif, tetapi sudah menjadi hiperkompetitif, kepuasan pelanggan atau konsumen nampaknya bukan merupakan sesuatu yang masih harus dibahas, tetapi harus sudah merupakan kewajiban yang mau tidak mau bagi setiap pengusaha yang ingin tetap bertahan di dalam pasar yang hiperkompetitif.&lt;br /&gt;Kepuasan pelanggan merupakan unsur mutlak paling dasar bagi setiap kegiatan bisnis. Keunggulan dalam bersaing di pasar hiperkompetitif masa kini apalagi masa depan adalah kemampuan untuk menciptakan suasana loyalitas pelanggan yang dapat tercapai jika kepuasan pelanggan terpenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Untuk mendapatkan koleksi contoh Skripsi Lengkap dan contoh Tesis Lengkap dalam bentuk file MS-Word, silahkan klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;Atau klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color:#CC0000;"&gt;disini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5179229527209098258-6716006158232879083?l=ilmiahmanajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/6716006158232879083'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/6716006158232879083'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2009/07/pengaruh-kualitas-pelayanan-dan.html' title='PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN PENETAPAN HARGA TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PADA CARREFOUR PURI INDAH JAKARTA (160)'/><author><name>ilmiahmanajemen</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-l8MmhMGnBro/TYoLNkdML2I/AAAAAAAAAAY/bgOr8eE6Voc/s220/sarjana1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5179229527209098258.post-2174648623806202176</id><published>2009-07-21T19:11:00.000-07:00</published><updated>2011-05-25T16:42:42.808-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Keuangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen'/><title type='text'>ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA KEUANGAN PT. BERDIKARI UNITED LIVESTOCK (159)</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui apakah Faktor-faktor Jumlah aktiva tetap, hutang jangka panjang, dan Equity secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja keuangan-Rentabilitas PT. Berdikari United Livestock, (2) Untuk mengetahui apakah Faktor-faktor Jumlah aktiva, hutang jangka panjang, dan Equity secara parsial berpengaruh terhadap kinerja keuangan-Rentabilitas PT. Berdikari United Livestock.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bila Kecamatan Pituriase Kabupaten Sidrap. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data sekunder berupa Laporan Keuangan PT. Berdikari United Livestock tahun 2000-2004. data dianalisis dengan menggunakan analisis pendahuluan berdasarkan SK Menteri BUMN No. Kep-100/MBU/2002, selanjutnya dilakukan analisis statistik dengan menggunakan regresi berganda (Multiple regression).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan SK No. Kep-100/MBU/2002 skor kinerja rata-rata selama lima tahun adalah 56.3 (80.43%) dari skor standar BUMN. Faktor jumlah aktiva tetap, hutang jangka panjang, dan Equity secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang cukup berarti terhadap kinerja keuangan-profitabilitas PT. Berdikari United Livestock ditunjukkan dengan nilai sig 0.019  = 0.05. Secara parsial faktor jumlah aktiva tetap mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja keuangan-profitabilitas ditunjukkan dengan nilai sig. 0.019, sedangkan hutang jangka panjang dan equity menunjukkan pengaruh yang tidak signifikan, ditunjukkan dengan nilai sig 0.807 dan 0.269  = 0.05.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Untuk mendapatkan koleksi contoh Skripsi Lengkap dan contoh Tesis Lengkap dalam bentuk file MS-Word, silahkan klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;download&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;Atau klik &lt;a href="http://ilmiahtesis.blogspot.com/2011/05/download-tesis-dan-skripsi-gratis.html"&gt;&lt;span style="color:#CC0000;"&gt;disini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5179229527209098258-2174648623806202176?l=ilmiahmanajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/2174648623806202176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/2174648623806202176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2009/07/analisis-faktor-faktor-yang.html' title='ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA KEUANGAN PT. BERDIKARI UNITED LIVESTOCK (159)'/><author><name>ilmiahmanajemen</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-l8MmhMGnBro/TYoLNkdML2I/AAAAAAAAAAY/bgOr8eE6Voc/s220/sarjana1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5179229527209098258.post-383628856419810825</id><published>2009-07-21T19:09:00.000-07:00</published><updated>2009-07-21T19:11:24.760-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen SDM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Pemasaran'/><title type='text'>Proximity Dan Kandungan Sosioemosi Isi Pesan Electronic Mail (E-Mail) Di Mailing List Unhas-Ml Studi Analisis Isi Dan Survei Pendapat Anggota (158)</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mailing list merupakan penggunaan e-mail untuk forum diskusi yang besar, selanjutnya menjadi aplikasi dasar utama dalam pembentukan berbagai komunitas cyber. Mailing list UNHAS-ML, merupakan mailing list yang sangat beragam kandungan sosioemosinya, mulai dari sosioemosi musibah, ketegangan, pengurangan ketegangan, persetujuan, pemberian dan permintaan informasi. &lt;br /&gt;Penelitian ini bertujuan untuk menjawab masalah-masalah yang telah dirumuskan. Secara rinci tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah (1) menjelaskan topik-topik yang dominan menjadi topik perdebatan di mailing list UNHAS-ML (2) mengkaji pengaruh dan faktor proximity yang dominan mempengaruhi minat para anggota grup dalam menanggapi suatu pesan dan (3) mengkaji jenis-jenis proximity yang mempengaruhi keberpihakan anggota grup terhadap isi pesan. &lt;br /&gt;Populasi penelitian ini adalah keseluruhan e-mail yang terposting di mailing lsit UNHAS-ML kurun waktu 1 September 1999 – 31 Desember 2002, populasi survei pendapat adalah seluruh anggota mailing list UNHAS-ML yang turut mengirimkan pesan yang mengandung sosioemosi ketegangan dan menunjukkan keberpihakan mereka pada anggota yang lain selama kurun waktu yang diteliti. &lt;br /&gt;Untuk menjawab masalah-masalah yang telah dirumuskan, digunakan metode analisis isi terhadap keseluruhan e-mail yang menjadi sampel penelitian, kemudian mengelompokkan isi e-mail yang memiliki pembahasan yang sama. Kandungan sosioemosi ketegangan untuk setiap e-mail didasarkan pada teks atau isi e-mail yang memiliki makna emosi negatif yang tecermin dari diksi yang digunakan. Terhadap hasil kuesioner anggota mailing list UNHAS-ML untuk mengetahui pengaruh faktor proximity dilakukan dengan menghitung jawaban responden menurut tingkat mempengaruhi dan tidak mempengaruhi. &lt;br /&gt;Hasil penelitian menunjukkan bahwa peristiwa-peristiwa, isu-isu yang banyak menjadi topik perdebatan dan mengandung sosioemosi ketegangan di mailing list UNHAS-ML adalah topik-topik yang menyangkut citra dan pengembangan UNHAS, sedangkan jenis kedekatan yang dominan melatarbelakangi dan mempengaruhi anggota grup dalam menanggapi pesan dan menunjukkan keberpihakan mereka terhadap anggota lain yaitu kedekatan sosial dan kedekatan psikologi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5179229527209098258-383628856419810825?l=ilmiahmanajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/383628856419810825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/383628856419810825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2009/07/proximity-dan-kandungan-sosioemosi-isi.html' title='Proximity Dan Kandungan Sosioemosi Isi Pesan Electronic Mail (E-Mail) Di Mailing List Unhas-Ml Studi Analisis Isi Dan Survei Pendapat Anggota (158)'/><author><name>ilmiahmanajemen</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-l8MmhMGnBro/TYoLNkdML2I/AAAAAAAAAAY/bgOr8eE6Voc/s220/sarjana1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5179229527209098258.post-6520499915335815654</id><published>2009-07-21T19:08:00.000-07:00</published><updated>2009-07-21T19:09:52.419-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen SDM'/><title type='text'>Pengaruh Budaya Perusahaan Terhadap Efektivitas Organisasi  Pada Pt Shafira Laras Persada Bandung.. (157)</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan budaya perusahaan, bagaimana efektivitas organisasi, dan sejauh mana pengaruh budaya perusahaan terhadap efektivitas organisasi. Penelitian ini dilaksanakan di PT Shafira Laras Persada Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analitis dan verifikatif. Sampel yang diambil yaitu dari populasi sebanyak 63 orang. Teknik pengolahan data dan analisis yang digunakan menggunakan korelasi Rank Spearman serta uji statistik t untuk menguji hipotesis dengan tingkat keyakinan 90 %. Adapun koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh budaya perusahaan yang diterapkan terhadap efektivitas organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penelitian tersebut diperoleh hasil bahwa Budaya perusahaan memiliki hubungan yang cukup berarti terhadap efektivitas organisasi menurut tafsiran korelasi Jalaludin Rakhmat. Ini dilihat dari Koefisien Korelasi Rank Spearman sebesar 0,70%, sedangkan kontribusi budaya perusahaan terhadap Efektivitas organisasi adalah sebesar 49%. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh budaya perusahaan terhadap efektivitas organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5179229527209098258-6520499915335815654?l=ilmiahmanajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/6520499915335815654'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/6520499915335815654'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2009/07/pengaruh-budaya-perusahaan-terhadap.html' title='Pengaruh Budaya Perusahaan Terhadap Efektivitas Organisasi  Pada Pt Shafira Laras Persada Bandung.. (157)'/><author><name>ilmiahmanajemen</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-l8MmhMGnBro/TYoLNkdML2I/AAAAAAAAAAY/bgOr8eE6Voc/s220/sarjana1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5179229527209098258.post-2325955901468986460</id><published>2009-06-16T16:37:00.000-07:00</published><updated>2009-06-16T16:38:38.073-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Pemasaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen'/><title type='text'>Analisis Strategi Bauran pemasaran Eceran (Ritail Marketing Mix) Yang Menentukan Tingkat Kepuasan Konsumen Super swalayan Semarang ... (156)</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Suatu perusahaan jasa jika ingin tetap bertahan dan bersaing serta mampu mengembangkan bisnisnya harus lebih meningkatkan kualitas pelayanan kepada konsumen agar tercipta suatu kepuasan. Super Swalayan sebagai perusahaan yang bergerak di bidang Ritel yang menawarkan barang-barang kebutuhan rumah tangga bagi masyarakat mulai berbenah diri dengan meningkatkan kualitas pelayanan yang baik dimata konsumen, hal itu dilakukan dengan harapan kepuasan konsumen terpenuhi sehingga mampu bersaing dengan perusahaan ritel sejenis  lainnya.&lt;br /&gt;Permasalahan yang timbul dalam  penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauhmana faktor Keragaman Produk, Layanan Toko, Atmosfer Toko, Harga, Promosi dan Lokasi dalam menentukan tingkat kepuasan Super swalayan. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan dan menganalisis faktor Keragaman Produk, Layanan Toko, Atmosfer Toko, Harga, Promosi dan Lokasi dalam menentukan tingkat kepuasan konsumen Super Swalayan.&lt;br /&gt;Populasi yang diambil adalah konsumen Super Swalayan Semarang, dimana setiap orang yang melakukan aktivitas berbelanja pada Super Swalayan. Sampel yang diambil sebanyak 98 konsumen. Variabel dalam penelitian ini adalah tingkat kepuasan konsumen Super Swalayan mengenai kinerja Super Swalayan Semarang yang terdiri dari variabel Keragaman Produk, Layanan Toko, Atmosfer Toko, Harga, Promosi dan Lokasi. Metode pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan teknik matrix important and performance sehingga menggunakan sampel ganda berpasangan dengan perhitungan Wilcoxon Signed Rank Test.&lt;br /&gt;Hasil analisis dengan menggunakan perhitungan Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan bahwa pada keenam faktor yang diukur untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen, diketahui bahwa pelangan merasa puas dengan  kinerja Super Swalayan dalam memberikan pelayanan pada faktor Keragaman Produk, Layanan Toko, Lokasi, dan Promosi sedangkan pelanggan merasa tidak puas dengan kinerja Super Swalayan dalamAtmosfer toko. Pada faktor Keputusan Harga tidak diketahui secara signifikan hasilnya.&lt;br /&gt;Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan konsumen Super Swalayan semarang merasa tidak puas akan kinerja Super Swalayan. Namun demikian ada faktor dimana konsumen merasa puas. Oleh karena itu disarankan kepada pihak Super Swalayan untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerjanya dalam memenuhi kebutuhan konsumen agar konsumen merasa sangat puas. Sedangkan pada faktor dimana konsumen merasa puas, hendaknya Super Swalayan dapat mempertahankan prestasinya dan lebih ditingkatkan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5179229527209098258-2325955901468986460?l=ilmiahmanajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/2325955901468986460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/2325955901468986460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2009/06/analisis-strategi-bauran-pemasaran.html' title='Analisis Strategi Bauran pemasaran Eceran (Ritail Marketing Mix) Yang Menentukan Tingkat Kepuasan Konsumen Super swalayan Semarang ... (156)'/><author><name>ilmiahmanajemen</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-l8MmhMGnBro/TYoLNkdML2I/AAAAAAAAAAY/bgOr8eE6Voc/s220/sarjana1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5179229527209098258.post-6671769024088047533</id><published>2009-06-16T16:35:00.000-07:00</published><updated>2009-06-16T16:36:36.156-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen SDM'/><title type='text'>Upaya Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Kalimantan Barat Dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai ...(155)</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang “Upaya Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Kalimantan Barat Dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai” dengan permasalahan yang telah diidentifikasi sebagai berikut : bahwa untuk melaksanakan tugas-tugas pokok dibidang kepegawaian, maka diperlukan sumber daya aparatur yang memiliki kemampuan dan produktivitas kerja yang tinggi, perlunya pemberian motivasi agar pegawai memiliki semangat kerja yang tinggi, keberadaan sarana dan prasarana kerja yang mendukung pelaksanaan tugas dan pekerjaan pegawai, penegakan peraturan-peraturan untuk meningkatkan disiplin pegawai, dan pengawasan sebagai kontrol terhadap pegawai dalam melaksanakan pekerjaan.&lt;br /&gt; Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskritif dengan pendekatan induktif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Kalimantan Barat yang berjumlah 102 orang. Mengingat jumlah populasi yang relatif besar, maka penulis menggunakan teknik purposive sampling dalam penentuan sampel yang berjumlah 30 orang. Sedangkan teknik pengumpulan data di lapangan dilakukan dengan menggunakan kuesioner, wawancara,dokumentasi dan observasi.&lt;br /&gt; Dari hasil penyebaran kuesioner dan wawancara didapatkan bahwa kinerja Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Kalimantan Barat dapat ditinjau dari aspek tingkat kemampuan pegawai, motivasi kerja, pola penempatan, pola pengambilan keputusan, disiplin kerja pegawai, tingkat pengawasan, kondisi sarana dan prasarana penunjang kerja dan kondisi tempat bekerja pegawai. Sedangkan upaya yang dilakukan oleh Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Kalimantan Barat dalam meningkatkan kinerja pegawainya adalah dengan meningkatkan kemampuan pegawai, meningkatkan motivasi kerja dan meningkatkan fungsi-fungsi manajemen.&lt;br /&gt; Akhirnya penulis dapat menyimpulkan bahwa upaya Badan Kepegawian Daerah Provinsi Kalimantan Barat dalam meningkatkan kinerja pegawainya sudah terlaksana dengan baik, namun masih perlu ditingkatkan di masa yang akan datang agar tugas pokok Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Kalimantan Barat dapat tercapai sesuai dengan visi dan misi organisasi yang telah dirumuskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5179229527209098258-6671769024088047533?l=ilmiahmanajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/6671769024088047533'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/6671769024088047533'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2009/06/upaya-badan-kepegawaian-daerah-provinsi.html' title='Upaya Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Kalimantan Barat Dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai ...(155)'/><author><name>ilmiahmanajemen</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-l8MmhMGnBro/TYoLNkdML2I/AAAAAAAAAAY/bgOr8eE6Voc/s220/sarjana1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5179229527209098258.post-6946065735317319161</id><published>2009-03-11T09:35:00.000-07:00</published><updated>2009-05-06T05:49:28.595-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen SDM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Strategik'/><title type='text'>Hubungan Strategi, Praktek Manajemen Kualitas Dan Sistem Pelaporan Kinerja Dengan Akreditasi Iso ...154</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;I. PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.1. Latar bekang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persaingan antar produk/jasa  dewasa ini terus meningkat dalam merebut perhatian konsumren  sehingga menyebabkan persaingan antar bisnis  terus meningkat pula . Persaingan ini semakin  menyadarkan perusahaan  akan pentingnya  kualitas produk/jasa . Meskipun kualitas  terkadang diartikan  relatif, namun tetap dipandang penting  dalam persaingan (  Price dalam lock dan Smith, 1990 : 6-7 ),  dan meskipun kualitas pada awalnya diidentikkan ( misconceptions ) dengan sesuatu  yang sulit di ukur tapi diakui ketika melihatnya dan juga dinilai   mahal, mewah,  dan eksklusif , namun perlahan –lahan disadari kepentingannya  selama mampu memenuhi  atau melebihi ekspektasi pelanggan ( Fox,1993 :5-6 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari prespektif lain, kualitas produk /jasa semakin dianggap penting dan terus dijadikan fokus perusahaan agar memiliki daya saing yang kuat baik dimata konsumen  maupun dimata pesaing. Hal tersebut dapat dilihat dari semakin   kuatnya inisiatif perusahaan dalam mengembangkan sistem manajemen kualitas ( quality management system ) untuk memastikan apakah produk /jasa yang  dihasilkan telah memenuhi tujuan kualitas yang diharapkan atau tidak. Sistem manajemen kualitas  dinilai dapat memenuhi tujuan tersebut melalui penyediaan informasi terkait dengan upaya dalam  mengidentifakasi kualitas ( Weiss dan Gershon , 1989: 758 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang upoaya menciptakan produk/jasa  yang berkualitas sebenarnya tidak bisa  terlepas dari proses operasinya. Proses tersebut sangat tergantung  pada jasa  produk/jasa yang dihasilkan,  semakin banyak karakteristik  yang dibutuhkan, maka dapat semakin banyak pula proses yang dibutuhkan .Seitring dengan beragamnya proses dalam menciptakan suatup roduk.jasa yang berkualitas tersebut , maka diperlukan suatu  sistem agar kualitas itu sendiri dapat  dihasilkan  secara konsisten  dalam memenuhi kebutuhan konsumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pada dasarnya , terdapat beberapa konsep sistem manajemen  kualitas  (quality management system) yang pernah  diterapkan . Konsep tersebut terus  dikembangkan seiring  dengan evolusi  manajemen kualitas tersebut  dapat diklasifikasikan  kedalam 5   ( lima) fase yaitu : (1) Fase inspeksi penerimaan (acceptance inspection), (2) Fase konterol kualitas  (quality  control), (3) Fase jaminan kualitas  (quality assurance), fase manaajemen mutu  terpadu (total quality assurance) ( Pratical Guide to ISO 9000:2000.2003 :1 ). Masing-masing fase tersebut memiliki sejarah tersendiri sejak fase inspeksi dikenalkan  pada tahun 1920-an ( Bank, 1989:7 ) . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari beberapa fase , fase Total Quality Management ( TQM) hingga kini dipandang  sebagai fase  evolusi yang paling besar pengaruhnya terhadap perkembangan manajemen kualitas fase ini tidak  hanya dipandang  sebagai teknik . namun merupakan filosofi atau full commitment pada semua level dalam mencapai kualitas produk/jasa . Fase Total Quality  Assurance (TQA )  merupakan fase lanjutan  dari TQM  sebagai respon  terhadap High technology. Diciptakannya  akreditasi ISO  (  The Intyernational Organization Standardization) sejak 1987  dengan menetapkan  sertifikasi ISO  9000:1994 series hingga  direvisi  menjadi sertifikasi  ISO 9000 : 2000 series itu masih  mengakui bahwa  Total Quality Management  (TQM )  merupakan pencapaian  standarisasi  yang optimum (Suardi ,2004 :39)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diketahui bahwa ISO merupkan  organisasi non pemerintah  yang berbasis di Jenewa , Swiss. ISO didirikan  di tahun 1946  untuk memajukan perkemnbangan  standar Internasional  dan aktivitas-aktivitas terkait  dalam memfasilitasi pertukaran  produk dan jasa  secara global .Sejak didirikan ISO  masih belum ditetapkan  standarisasi yang baku , barupada tahun 1987 ditetapkannya ISO 9000 series ( Pratical Guide to ISO 9000:2000.2003 :12) . Pengembangan yang terkhir adalah  ditetapkannya keluarga  ISO9000,2000 seriues sebagai core standard yang terdiri dari ISO  9000,9001 dan 9004 dan ISO19011 :2002  sebagai supporting standard . ISO 9001 :2000 merupakan standarisasi tertinggi  karena mencakup penerapan  standar komitmen  TQM  dan juga TQA  sebagai respon terhadap high –tecnology dalam bentuk business alliance  and technology sharing antara perusahaan  dengan suplier.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan terus dikembangkannya konsep manajemen kualitas dan  akreditasi ISO , namun disayangkan bahwa  tidak sedikit perusahaan  yang meragukan manfaat dalam mengadopsi konsep ini . Khususnya untuk akreditasi  ISO  , terkadang hanya dianggap sebagai respon terhadap permintaan  eksternal ( pelanggan ). . Dugaan ini seperti yang telah dibuktikan oleh Car et al .(1997 : 383-403), dimana ternyata tidak banyak  perbedaan antara perusahaa yang berakreditasi ISO  dengan yang  non ISO. Dari tiga kelompok variabel yang  digunakan yaitu  strategi , praktek manajemen kualitas  dan sistem pelaporan kinerja, secara signifikan hanyalah strategi yang  membedakan antara   perusahaan ISO  dan nono ISO   dimana perusahaan ISO lebih  menekankan pada  strategi kuialitas  daripada strategi biaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian yang lain mendukung penelitian di atas  seperti yang ditemukan oleh Sjoblom ( 1998 : 363-373 )  dimana sistem pelaporan kinerja fisik  dalam mengidentifikasikan  dan meningkatan kualitas  tenyata dianggap lebih bermanmaat  dibanding sistem pelaporan  kinerja keuangan berupa  cost of quality ( COQ) seperti yang diisyaratkan oleh   akreditasi ISO . Sistem pelaporan  kinerja keuangan dianggap kurang  relevan dan reliabel  ketimbang sistem pelaporan  kinerja fisik . Informasi keuangan dinilai memiliki  keterbatasan  dalam keputusan operasi.&lt;br /&gt;Di Indonesia tidak sedikit  yang meragukan menfaat  dari standarisasi ini (Suardi , 2004 : 30 ) . Kebanyakan beberapa perusahaan sepertri Indonesia   berupaya untuk mendapatkan akreditasi  ISO hanya sekedar  untuk mendapatkan sertifikasi , untuk memenuhi persyaratan pelanggan ,atau bahkan untuk mengikuti   trend dan bukan untuk  membantu organisasi   dalam mencapai sasaran bisnisnya .Dari orientasi  ini perusahaan menjadi  merasa terbebani daripada mendapatkan  maknanya (Suardi , 2004 : 38 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika banyak perusahaan yang meragukan  manfaat  dari akreditasi ISO , dan TQM dipandang oleh  akreditasi ISO sebagai filosofi  atau full commitment pada semua lecvel dalam mencapai kualitas  produk/jasa  yang optimal, yang  menjadi pertnyaan adalah seberapa pentingkah  diterapkannya penerapan total quality management (TQM  pada suatu perusahaan .Jika suatu mperusahaan mementingkan strategi biaya ( cost leardership strategy ) dari pada  kualitas ( quality- focused strategy ) agar dihasilkan  produk/jasa yang murah dan dapat memenangkan persaingan, masih pentingkah akreditasi ISO tersebut ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan hasil penelitian  seperti yang dilakukan oleh car et el. ( 1997 :383-403 ) dan Sjoblom ( 1998 :363-373 ) dan juag beberapa dugaan  mengenai realitas  perusahaan di Indonesia  mengenai penilaian mereka  terhadap akreditasi ISO , kemudian peneliti ingin mengkaji bagaimana sebenarnya realitas  di lapangan . Peneliti ingin mengkaji hal ini khususnya pada beberapa perusahaan  Sinar Mas Group Divisi Pulp &amp; Paper Product , dimana peneliti ini  secara khusus mendasarkan pada penelitian yang telah dialakukan oleh carr et.al .di atas. Bagaimana hubungsan antara strategi , praktek manajemen kualitas dan sistem pelaporan kinerja yang ditetapkan pada perusahaan  tersebut dengan akreditasi ISO yang telah mereka peroleh.&lt;br /&gt;Sinar Mas Group merupakan kelompok bisnis  yang memiliki 4 ( empat)  divisi besar yaitu : (1)  divisi agribisnis dan makanan, ( 2 ) divisi developer dan properties, ( 3 )  divisi finance, dan ( 4) divisi pulp &amp; paper masing-masing  divisi terdiri dari beberapa  unit perusahaan  yang berbeda. Divisi pulp &amp; paper product merukana divisi terbesar  karena divisi merupakan core business dari Sinar Mas Group. Divisi ini terdiri dari 5 perusahaan  yang berbeda yang bergerak  di industri pengolahan  kertas yang menghhasilkan  produk-produk seperti corrogium medium, kraft liner ,core board , chipboard , wraping paper, tube /core dan laminating paper dan lain sebagainya, seluruh perusahaan pada devisi ini telah  memperoleh sertifikasi ISO 9000:2000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan mengapa  memilih perusahaan Sinar Mas Group  Divis pulp &amp;  Paper Product ini sebagai obyek  penelitian  adalah karena divisi ini selain telah lama memperoleh sertifikasi ISO , devisi ini juga masuk dalam kelompok 4 besar  dunia yang bergerak  di industri pengelohan kertas .Selain itu industri ini juga  memiliki value chain  yasng kompleks dan memerlukan strategi  yang akurat. Shank dan Govidarajan ( 1993 :52 ) menggunakan contoh industri ini  dalam menggambarkan bagaimana  value chain antar pesaing itubekerja di industri ini .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semula peneliti ingin mengkaji perbedaan antara perusahaan ISO dan non ISO pada Sinar Mas Group Divisi Pulp &amp; Paper Pruduct ini seperti yang semula dilakukan oleh carr et.al.( 1997 : 383-403 ). Namun karena semua  perusahaan devisi ini memeperolah sertifikasi ISO9000: 2000, maka peneliti mengembangkan penelitian ini seperti  yang juga telah dilakukan oleh carr et.al.. dalam analisis  sensitivitasnya  guna mencari hubungan  antar strategi , pratek manajemen kualitas dan sistem pelaporan  kinerja dengan akreditasi ISO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.2.Perumusan Masalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas , permasalahan penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:&lt;br /&gt;1.2.1. Apakah secara simultan ada hubungan dengan antara faktor strategi praktek  manajemen kualitas dan sistem pelaporan kinerja dengan  akreditasi ISO pada Perusahaan Sinar Mas Group Divisi Pulp &amp; Paper Product ?&lt;br /&gt;1.2.2. Apakah secara parsial ada hubunga dengan antara faktor strategi praktek  manajemen kualitas dan sistem pelaporan kinerja dengan  akreditasi ISO pada Perusahaan Sinar Mas Group Divisi Pulp &amp; Paper Product ?&lt;br /&gt;1.2.3. Seberapa besar determinasi pengaruh strategi praktek  manajemen kualitas dan sistem pelporan kinerja terhadap  akreditasi  ISO pada Perusahaan Sinar Mas Group Divisi Pulp &amp; Paper Product ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.3. Tujuan  Penelitian &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memeperhatikan perumusan masalah tersebut , maka tujuan penelitian ini dapat  di jabarkan sebagai berikut :&lt;br /&gt;1.3.1. Menganalisa  hubungan secara simultan antara faktor strategi antara faktor strategi praktek  manajemen kualitas dan sistem pelaporan kinerja dengan  akreditasi ISO pada Perusahaan Sinar Mas Group Divisi Pulp &amp; Paper Product &lt;br /&gt;1.3.2. Menganalisa hubunagan secara parsial  antara antara faktor strategi praktek  manajemen kualitas dan sistem pelaporan kinerja dengan  akreditasi ISO pada Perusahaan Sinar Mas Group Divisi Pulp &amp; Paper Product &lt;br /&gt;1.3.3. Menaganalisa determinasi praktek  manajemen kualitas sistem pelporan kinerja dengan  akreditasi ISO pada Perusahaan Sinar Mas Group Divisi Pulp &amp; Paper Product ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.4. Manfaat Penelitian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.5. Penelitian mengenai hubungan strategi ,praktek  manajemen kualitas dan sistem pelaporan kinerja dengan  akreditasi ISO pada Perusahaan Sinar Mas Group Divisi Pulp &amp; Paper Product  ini diharapkan dapat memeberikan manfaat bagi :&lt;br /&gt;1.5.1. Pihak manajemen Perusahaan Sinar Mas Group Divisi Pulp &amp; Paper Product , sebagai dasar menyususn strategi , pratek manajemen kualitas dan sistem pelaporan kinerja dalam pengambilan keputusan operasi&lt;br /&gt;1.5.2. Pihak karyawan Perusahaan Sinar Mas Group Divisi Pulp &amp; Paper Product , sebagai salah satu bahan pemikiran guna  pemahaman dalam mengembangkan  kinerja karyawan untuk mendukung tujuan dan sasaran perusahaan&lt;br /&gt;1.5.3. Pihak Universitas Brawijaya , peneliti dan akademisi  yang berkecimpung dalam disiplin ilmu   Manajemen  sebagai tanmbahan  referensi  dan wacana diskusi mengenai kajian strategi praktek manajemen kualitas dan sisitem pelaporan  kinerja guna mengembangkan  teori-teori manajemen stategi yang lebih komprehensif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5179229527209098258-6946065735317319161?l=ilmiahmanajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/6946065735317319161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/6946065735317319161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2009/03/hubungan-strategi-praktek-manajemen.html' title='Hubungan Strategi, Praktek Manajemen Kualitas Dan Sistem Pelaporan Kinerja Dengan Akreditasi Iso ...154'/><author><name>ilmiahmanajemen</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-l8MmhMGnBro/TYoLNkdML2I/AAAAAAAAAAY/bgOr8eE6Voc/s220/sarjana1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5179229527209098258.post-8460840512677481597</id><published>2009-03-11T09:33:00.002-07:00</published><updated>2009-05-06T06:13:25.219-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Keuangan'/><title type='text'>Retribusi  Terminal sebagai Salah Satu Sumber Pendapatan Asli Daerah ...153</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;BAB I &lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Latar Belakang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Problematika pembangunan  yang dihadapi oleh Negara  kita   semakin kompleks  dan mencakup berbagai bidang, baik politik , ekonomi sosial budaya, stbilitas Nasional   maupun Hankam.  Dalam bidang  pemerintahan, banyak permasalahan  dan urusan yang harus diselesaikan  berkaitan dengan semakin berkembang pesatnya pembangunan yang dilaksanakan   oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah . Agar dapat melancarkan jalannya roda  sistem pemerintahan wilayah Indonesia  dibagi dalam wilayah yang lebih kecil sebagaimana dikutif  oleh Kaho ( 2002: 3 ) yang ditegaskan dalam pasal 18 Undang-Undang Dasar 1945 yang berbunyi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pembagian Daerah  Indonesia   atas daerah besar dan kecil dengan bentuk susunan pemerintahannya  ditetapkan  dengan Undang-Undang  dengan memandang  dan mengingat dasar permusyawaratan  dalam sistem pemerintah Negara , dan hak-hak asal usul dalam daerah –daerah yang bersifat istimewa”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ketentuan dalam pasal 18 Undang-Undang Dasar 1945 tersebut dapat  ditarik  kesimpulan  sebagimana dikemukakan oleh Kaho( 2002 :4 ), sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Wilayah Indonesia di bagi ke dalam daerah –daerah baikyang bersifat   otonomi  maupun  yang bersifat administrative.&lt;br /&gt;2. Daerah-daerah itu mempunyai pemerintahan &lt;br /&gt;3. Pembagian wilayah  seperti dimaksud dalam No1 dan bentuk susunan pemerintahannya  ditetapkan dengan atau atas kuasa Undang-Undang&lt;br /&gt;4. Dalam pembentukan Daerah-daerah  itu, terutama daerah-daerah otonom dan dalam menentukan susunan pemerintahannya harus  diingat permusyawaratan dalam sistem pemerintahan Negara dan hak-hak asal-usul dalam daerah   yang bersifat istimewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan uraian di atas jelas bahwa  wilayah Indonesia  dibagi dalam wilayah  administrasi  dan daerah otonom , wilayah administrasi merupakan  wilayah kerja Gubenur selaku wakil pemerintah. .Sedangkan daerah otonom adalah kesatuan masyarakathukum yang mempunyai batas daerah tertentu berwenang mengaturdan mengurus kepentingan masyarakat hukum yang mempunyai   batas daerah tertentu berwenang mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setmpat menurut prakarsa  sendiri berdasarkan  aspirasi masyarkat dalam ukuran  negara kesatuan Republik Indonesia.&lt;br /&gt;Agar tekad pemerintah membentuk daerah-daerah  otonomi tercapai , maka pemerintah telah mengeluarkan Undang-Undang  tentang pemerintahan daerah yaitu Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 , sebagai pengganti  Undang-Undang  Nomor 5 Tahun 1974 tentang pokok-pokok pemerintahan  Daerah. Dengan dikeluarkannya dan berlakunya Undang –Undang Nomor 22 Tahun 1999 tersebut, maka setiapdaerah di Indonesia diberikan hak untuk melakukan otonomi daerah  dengan memberikan  kewenangan otonomi kepada daerah kabupaten dan kota yang didasarkan  pada  asas desentralisasi dalam wujud otonomi yangluas, nyata dan  bertanggung jawab , Sebagaimana yang telah dijelaskan   dalam UU No.22 tahun 1999 (UU Otoda :63 ) bahwa yang dimaksud dengan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otonomi yang luas adalah keleluasaan daerah untuk menyelenggarakan   pemerintahan yang mencakup kewenangan semua  bidang  Pemerintahan,  kecuali  dibidang politik luar negeri, Pertahanan,Keamanan ,Peradilan dan  fiscal, agama serta kewenangan  bidang lainnya yang akan ditetapkan dengan peraturan pemerintah Otonomi yang nyata adalah  keleluasaan  daerah untuk menyelenggarakan  kewenangan pemerintah di bidang tertentu yang secara nyata  ada dan diperlukan serta tumbuh, hidupdan berkembang di daerah.. Otonomi yang  betanggung jawab  adalah beberapa perwujudan  pertanggungjawaban  sebagai salah satu konsekwensi pemberian hak dan kewenangan  kepada daerah  dalam wujud tugas dan kewajiban yang   berupa peningkatan pelayanan kesejahteraan masyarakat  semakin baik , pengembangan   kehidupan  demokrasi  , keadilan dan  daerah serta  antar daerah  dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Untuk menyelenggarakan  otonomi daerah yang luas, nyata dan bertanggung jawab  diperlukan  kewenangan  dan kemampuan menggali sumber   keuangan sendiri yang didukung  oleh perimbangan  keuangan antara pusat  dan daerah , yang diatur dalam Undang-Undang  nomor 25 tahun 1999. Dalam hal ini kewenangan keuangan  yang melekat pada  setiap kewenangan  pemerintah menjadi kewenangan daerah .Untuk menjamin terselenggarnnya otonomi  daerah yang  semakin mantap , maka diperlukan usaha-usaha  untuk meningkatkan kemampuan  keungan sendiri yaitu dengan meningkatkan penerimaan  sumber pendaptan asli daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pemberian otonomi kepada daerah Kabupaten dean Kota , maka memungkinkan daerah yang  bersangkutan mengatur  dan mengurus rumah tanggannya sendiri  untuk meningkatkan daya guna dan hasil guna penyelenggaran  pemerintah dalam rangka pelayanan terhadap masyarakat   dan pelaksanaan pembangunan .Untuk dapat mengurus dan membiayai rumah tanggannya sendiri  maka pemerintah daerah diberi kewenangan  secara luas untuk menggali potensi  daerah yang ada  untuk dijadikan sebagi sumber keungn daerah. Karena masalah keungan dan  sumber pendapatan asli daerah  merupakan masalah kritis yang dihadapi oleh kebanyakan daerah kabupaten  dan kota di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu   sumber  pendapatan  yang dapat  digali  dan dikelola  serta dimanfaatkan secara lebih intensif  oleh masing-masing  daerah adalah Pendapatan  Asli Daerah  . Dalam pengelolaan asli pendapatan daerah  ini tiap-tiap daerah  mempunyai cara tersendiri   yang disesuaikan dengan situasi    dan kondisi daerahnya  masing-masing serta berlndaskan  pada peraturan daerah yng sudah mendapatkan  pengesahan dariDPRD .Semakin besar keuangan daerah maka akan  semakin besar pula kemampuan daerah untuk  dapat  memberikan  pelayanan bagi masyarakat  dan daerahnya. Semakin tinggi pendapatan asli  daerah  yang dibandingkan  dengn penerimaan otonomi , mengingat penerimaan dari  pemerintah pusat sangat dominan  dalam APBD . Dengan meningkatnya  Pendapatan Asli Daerah dapat mengurangi ketergantungan  dari pemerintah pusat . Selain itu berhasil atau  tidaknya  suatu daerah semata-mata  bukan diukur dari  besarnya APBD saja tetapi juga dilihat dari  banyaknya proyek  pembangunan yang dilaksanakan   di daerah tersebut.Maka dengan demikian  upaya untuk menggali  dan mengelola sumber pendapatan  asli daerah mempunyai peranan yang sangat  penting untuk penyelenggaraan  pembangunan di daerah . Secara jelas UU yang mengatur mengenai sumber-sumber   PAD adalah  UU No.22 Tahun 1999 pasal 79 atau UU No,25 Th 1999pasal 3 .Dalam UU tersebut dijelaskn bahwa  salah satu sumber pendaptan asli daerah  adalah hasil Retribusi Daerah  . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Retribusi Daerah  tersebut adalah merupakan pungutan  disamping pajak yang dipungut oleh daerah  tergantung pada  kemampuan dalam   menyediakan jasa  pelayanan kepada  masyarakat. Seperti yang dikatakan oleh Kristiadi  ( 1991 : 47 ) bahwa sumber-sumber pembiayaan  yang ideal kiranya  dapat dirintis  adalah pendapatan asli daerah  seyogyanya  lebih dititik beratkan  pada intensifikasi  dan ekstensifikasi  sumber retribusi .Hal ini mengingat bahwa retribusi sangat  berkaitan  dengan pelayanan langsung kepada masyarakat  ,dengan demikian dapt memacu  peningkatn pelayanan.&lt;br /&gt;Salah satu retribusi  daerah yang dipunguit  oleh pemerintah daerah  Kabupatn dan Kota adalah  Retribusi  Terminal yang merupakan salah satu sumber pendaptan asli daerah  yang pada umumnya dapat digali  oleh   pemerintah daerah. Dengan berdasarkan hal tersebut ,  maka  pemerintah daerah  mengharapkan  sumber pendapatan    dari retribusi daerah ini dapat terus meningkat setiap tahunnya sehingga  pembangunan daerah akan berjalan lancar  apabila tersediannya  dana yang cukup. Keberhasilan dari  Retribusi Terminal sudah barang tentu banyak  bergantung dari beberapa hal atau faktor-faktor  yang mempengaruhinya . Sedangkan ukuran keberhasilan  pada realisasi pendapatan  Retribusi Terminaltersebut dapat dilihat dari realisasi pencapaian target  dan tingkat kenaikan  pendapatan dari penerimaan  Retribusi Terminal, dengan banyaknya faktor yang mempengaruhi  penerimaan Retribusi Terminal, maka  tercapainya  target penerimaan Retribusi akan ditentukan  oleh sejauhmana usaha yang dilakukan   pemerintah daerah itu  dengan cara intensif  dan baik, maka apa yang diharapkan  dapt terwujud  . Sebaliknya apabila  tidak dilakukan  secara intensif atau kurang mendapatkan perhatian  dalam mengelola  faktor-faktor yang  mempengaruhinya  tersebut, maka penerimaan Retribusi  terminal tidak akan   tercapainya sebagaimana yang diharapkan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat bahwa  Retribusi terminal. Merupakan salah satu sumber  penerimaan Retribusi daerah untuk membiayai penyelenggaraan   pemerintah dan pembangunan dalam rangka  melaksanakan  otonomi daerah, maka penulisan akan difokuskan pada : “ Retribusi Terminal Sebagai Salah Satu Sumber Pendapatan Asli Daerah”.&lt;br /&gt;B .   Perumusan  Masalah&lt;br /&gt;Dalam penyelenggaraan otonomi daerah suatu Kepala daerah  perlu diberikan sumber-sumber pendapatan yang dapat digali  dan diusahakan oleh daerah.Retribusi terminal merupakan   salah satu jenis  Retribusi  Daerah yang  sangat  potensial   dan diharapkan dapat  memberikan  kontribusi  pendapatan daerah..Apabila penerimaan pendapatan  daerah maka pembangunan tersebut berarti membutuhkan biaya yang semakin meningkat pula, dimana biaya ini diperoleh   dari pendapatan  daerah termasuk didalamnya Retribusi terminal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota Malang merupakan salah satu daerah dalam wilayah  propinsi Jawa Timur yang mempunyai prospek yang cukup baik  dalam mengelola Retribusi  terminal sebagai salah satu sumber pendapatan asli daerah . Karena pemerintah  daerah Kota Malang mempunyai  prospek yang cukup baik   dalam mengelola Retribusi terminal  sebagai salah satu sumber pendapatan asli daerah. Karena pemerintah Daerah Kota Malang mempunyai hak untuk mengatur dan mengurus  rumah tangganya sendiri   sesuai dengan apa yang telah diatur dalam UU .No,22 Tahun 1999, tentang Pemerintah Daerah. Di dalam membangun daerahnya . Kota Malang  membutuhkan biaya yang tidak sedikit jumlahnya. Oleh karena semakin meningkatnya pembangunan tersebut  berarti membutuhkan biaya  yang semakin meningkat  pula dimana  biaya ini  diperoleh dari pendapatan  daerah termasuk  didalamnya Retribusi  terminal. Dalam pungutan Retribusi   pemerintah  Kota Malang  tidak lepas dari masalah    yang meruypakan penghambat dalam pemungutan Retribusi tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian  peningkatan pendapatan Retribusi terminal tergantung pada upaya-upaya  yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan dan UPTD  Terminal yang bertugas menggalidan mengelola sumber –sumber Rtribusi terminal. Berdassarkan  uraian di atas maka perumusan  masalh dalam penulisan ini adalah : “  Bagaimana Upaya Pemerintah Daerah Kota Malang Dalam Meningkatkan  Penerimaan Retribusi Terminal Yang Merupakan Salah Satu Sumber Pendapatan Asli Daerah  ? “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.  Tujuan Penelitian &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian  ini dilaksanakan dengan tujuan  sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Untuk mengetahui  sumber-sumber pendapatan asli daerah  khususnya pada sektor Retribusi Daerah .&lt;br /&gt;2. Untuk mengetahui  faktor-faktor yang menghambat dalam melaksanakan  peningkatan penerimaan Retribusi terminal.&lt;br /&gt;3. Untuk mengetahui  Kontribusi terminal terhadap Retribusi daerah &lt;br /&gt;4. Untuk mendapatakan bahan dan informasi yang berkaitan dengan kemampuan aparat pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan Retribusi daerahnya ,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D.   Kontribusi Penelitian &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehubungan dengan penelitian ini penulis berharap bisa memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi semua pihak .Adapun kontribusi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Untuk memberikan sumbangan pemikiran pada peneliti lain yang  mempunyai minat pada bidang yang sama dan  berusaha mengkaji masalh Retribusi terminal .&lt;br /&gt;2. Sebagaibahan pertimbangan  bagi pemerintah daerah khususnya Dinas Perhubungan dalam menanggulangi  semua permasalahan yang ada dalam meningkatkan penerimaan Retyrinbusi terminal .&lt;br /&gt;3. Dari hasil penelitian ini akan memberikan keterangan –keterangan sebenarnya mengenai sumber-sumber pendapatan asli daerah  khususnya Retribusi terminal.&lt;br /&gt;4. Dapat dipergunakan sebagai bahan referensi bagi penelitian lebih lanjut pada masalah yang sama dengan kajian yang lebih detail dan mendalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5179229527209098258-8460840512677481597?l=ilmiahmanajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/8460840512677481597'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/8460840512677481597'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2009/03/retribusi-terminal-sebagai-salah-satu.html' title='Retribusi  Terminal sebagai Salah Satu Sumber Pendapatan Asli Daerah ...153'/><author><name>ilmiahmanajemen</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-l8MmhMGnBro/TYoLNkdML2I/AAAAAAAAAAY/bgOr8eE6Voc/s220/sarjana1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5179229527209098258.post-4331275053081530584</id><published>2009-03-11T09:33:00.001-07:00</published><updated>2009-05-06T06:14:03.511-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Keuangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen'/><title type='text'>Upaya Peningkatan Pendapatan Asli Daerah  Dari Sektor Pajak Hotel Dan Restoran  Dalam Mendukung  Otonomi Daerah Di Kabupaten Malang … 152</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Esensi pembahasan skripsi ini  di fokskan pada fakta  aktualdalam upaya Peningkatan Pendapatan Asli Daerah  Kabupaten Malang khususnya sector  Pajak Hotel dan Restoran   yang dilaksanakan oleh Dinas Pendapatan Kabupaten  Malang, sebagai Intansi Pelaksana Teknis  Pemerintah Daerah dibidang  Pendapatan,sebagaimana Peraturan Pemerintah Daerah Kabupaten Malang  Nomor 12  Tahun 2001 Tentang Susunan Organisasi  dan Tata Kerja  Dinas Pendapatan  Kabupaten Malang .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian menunjukan bahwa  secara aktual aparat  Dinas Pendapatan Kabupaten  Malang dalam melaksanakan tugas pokok  dan fungsinya sudah  sesuai dengan ketentuan sebagaimana Peraturan  Daerah tersebut diatas,namun pelaksanaan operasional  pemungutan di lapangan dijumpai  adanya hambatan dan permasalahan yang perlu mendapt perhatian  dan penanganan yang lebih serius  agar peranan Pajak Hotel dan Restoran mampu  memberikan kontribusi  terhadap penerimaan  daerah khususnya  Pendapatan Asli Daerah  lebih mantap lagi . Faktor yang menjadi  hambatan maupun permasalahan  dalam pelaksanaan pemungutan  di lapangan adalah beberapa factor Internal maupun  Eksternal  antara lain  factor perencanaan, SDMaparatur maupun tingkat kesadaran wajib Pajak yang secara integratif   mempengaruhi belum optimalnya  sector pajak hotel dan restoran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan upaya yang telah dilakukan    dalam mengatasi permasalahan  tersebut , Pemerintah  Kabupaten Malang melalui  Dinas  Pendapatan Daerah  melakukan Intensifikasi  dan Ekstensifikasiterhadapseluruh sumber penerimaan  daerah termasuk sector  Pajak Hotel dan Restorasnyang obyek penelitian dalam penulisan skripsi ini , sehingga hasil Penelitian  mengarah pada upaya peningkatan penerimaan daerah  yang bersumber dari  Pendapatan Asli Daerah  Sektor Pajak  Hotel dan Restoran dengan merubah strategi dsan teknis operasional lapangan utamanya  pada system pendataan ulang  dalam rangka menjaring  semaksimal mungkin obyek  pajak atau  obyek maupun  subyek pajak sebagai dasar perhitungan  dan pengenaan pajak.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I &lt;br /&gt;PENDAHULUHAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.1  Latar Belakang  Pemilihan Judul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghadapi dan menyadari betapapun  beratnya dan luasnya lingkup  yang harus diemban di dalam melaksanakan  Otonomi Daerah , menuntut kepatuhan untuk berpihak  pada landasan, pedoman, dan  tumpuhan peraturan  yang benar,melangkah dengan pasti dan konsisten diatas peraturn penentu  arah kebijakan  yang tepat berada dalam sistem    dan mekanisme  yang mantap dilaksanakan  oleh  tanggungjawab  sertya memperoleh dukungan  positif dari semua pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka untuk melaksanakan  titik berat Otonomi Daerah yang nyata  dan bertanggungjawab   maka salah satu dari indikasi  dari kemampuan melaksanakan  prinsip Otonomi Daerah tersebut adalah dengn terus menerus mengupayakan peningkatan  Pendapatan Asli Daerah  karena dari padanya  diarahkan penyediaan dana dan APBD yang terus bertambah  dari tahun ketahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menyelenggarakan pemerintahan   dan pembangunan daerah maka  penggalian dan pengolahan keuangan daerah dengan segala sumber  daya merupakan  salah satu unsure yang memegang  peranan penting dan sangat  menentukan sehingga  perlu diusahakan bagaimana  mengolah sistem pengolahan  keuanagan daerah agar  dapat terlaksana dengan baik     sehingga mampu mendukung kelancaran   penyelenggaraan pemeritahan  dan pelaksanaan pembangunan  sebagai bagian  yang tak terpisahkan dari pembangunan Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan terbatasnya  dana  yang dapat dihimpun dari sumber Pendapatan Asli Daerah sangat terbatas , maka upaya meningkatkan pengelolahan keuangan daerah  perlu mendapat perhatian secara sungguh-sungguh .&lt;br /&gt;Penyelenggaraan pemerintahan   di Negara Indonesia pada dasarnya sebagai implementasi dari pada sistem politik kita dimana  dalam pelaksanaannya   pemerintah berusaha untuk memenuhi tuntutan  masyarakat yang pada intinya  semua bersumber pada Pancasila dan Undang – Undang  Dasar 1945.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan yang diselenggarakan di negara kita   tidak mungkin dilaksanakan secara keseluruhan  melainkan bertahap, mengingat  Indonesia adalah  negara yang  cukup besar dengan banyak memilki daerah –daerah .Sebagaimana yang telah  tercantum dalam Undang – Undang  Dasar 1945 pasal 18 diatur  ketentuan dasar  mengenai penyelenggaraan pemerintah  di daerah  yang berbunyi :&lt;br /&gt;Pembagian daerah  Indonesia besar  dan kecil , dengan bentuk susunan  pemerintahannya  ditetapkan dengan  Undang – Undang , dengn memandang  dan mengingat  dasar permusyawaratan  dengan sistem  pemerintah Negara  dan hak-hak asal usul dalm daerah yang bersifat  istimewa  ( UUD 1945 dan penjelasannya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penjabarannya   lebih lanjut  dari pasal 18 Undang – Undang  Dasar 1945 ini , dapat kita lihatpengaturannya  melalui Undang – Undang Nomor 5 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok  Pemerintahan  di daerah dan Undang – Undang  Nomor 2 Tahun 1999  tentang Pemerintahan Daerah  yang saat ini masih  tahap diberlakukan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dal;am Undang – Undang  ini  mengatur pelaksanaan  penyelenggaraan urusan  pemeriuntahan berdasarkan   asas dekonsentrasi   , desentralisasi, dan asas pembantuan.Dalam rangka  pelaksanaannya , Wilayah Kesatuan Rebuplik Indonesia dibagi  dalam daerah daerah otonom  dan wilayah-wilayah administrative  sebagimana yang tercantum dalam pasal  2    Undang – Undang Nomor 5 tahun 1974. Sedangkan  pada Undang – Undang  Nomor  22tahun 1999, penyelenggaraan  urusan pemerintahan berdasarkan asas  desentralisasi , sebagaimana yang termuat dalam penjelasan Undang – Undang  Nomor 22 tahun 1999.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian  kaitannya dengan Undang – Undang  Nomor  5 tahun 19974  maka pemberian otonomi  kepada daerah  tidak lagi menganut  prinsip otonomi  riil dan seluas-luasnya, tetapi prinsip  yang dipakai adalah   otonomi yang nyata dan  bertanggungjawab, Sedangkan pada Undang – Undang  Nomor 22 tahun 1999 sesuai dengan ketetapan MPR RI Nomor X/MPR/1998 tersebut diatas, penyelenggaraan  Otonomi Daerah  dilaksanakan dengan memberikan  kewenangan yang luas  , nyata dan bertanggung jawab  kepada daerah secara proporsional yang diwujudkan dengan  pengaturan, pembagian  dan pemanfaatan  sumber daya  nasional  yang berkeadilan , serta pertimbanagan    keuanagan pusat  dan daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan  pasal 11 ayat 1  Undang – Undang Nomor 5tahun 1974  menyatakan bahwa titik berat  otonomi daerah diletakan pada daerah tingkat II . Alasan  untuk melaksanakan titik berat  otonomi pada daerah tingkat II  adalah bahwa  daerah tingkat II  yang berlangsung  berhubungan   dengan masyarakat , sungguh lebih memahami  dan memenuhi aspirasi-aspirasi masyarakat tersebut.&lt;br /&gt;Dalam Undang – Undang  Nomor 5 tahun 19974 juga disebutkan tingkatan  daerah otonomi yaitu daerah tingkat I dan  daerah tingkat II .Masing-masing tingkat  daerah tersebut  merupakan  masyarakat  hukum tersendiri ( rechts gementschaap ) yang pembentukannya didasarkan   pada  Undang – Undang  .  Sedangkan  menurut Undang – Undang  Nomor 22 tahun 1999 , dalam penjelasannya  bahwa pelaksanaan otonomi daerah yang luas dan utuh diletakan pada daerah kabupaten dan daerah kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat tidak semua urusan pemerintahan dpat diserahkan kepada daerah  untuk menjadi urusan rumah tangganya , maka beberapa urusan pemerintah pusat diserahkan kepada   pemerintah daerah, dari sinilah muncul konsep  tentang otonomi daerah .Yang dimaksud dengan otonomi daerah adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otonomi daerah adalah hak  daerah untuk    mengatur dan mengurus   rumah tangganya sendiri  dengan inisiatif  bebas ( Irawan  Soedjito, 1990 :104 )&lt;br /&gt;Oleh karena itu faktor keuangan   sangatlah memegang peranan  penting, karena kegiatan  dan program yang telah direncanakan   akan dapat terlaksana dengan baik apabila tersedia  dana yang memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah daerah dituntut untuk dapat  memenuhi kebutuhannya  sendiri dan tidak tergantung  subsidi dari pusat  , dan daerah dituntut untuk dapat menggali  potensi-potensi  yang ada di daerahnya .Oleh Karena itu daerah harus  mempunyai inisiatif sendiri   untuk meningkan pendapatannya   yang tentu saja tidak  bertentangan dengan Undang – Undang  yang berlaku . Sehubungan dengan pentingnya  posisi keuangan  makaseorang ahli berpendapat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah daerah tidak dapat melaksanakan  fungsinya dengan efektif  dan efisien  tanpa biaya  yang cukup untuk memberikan perlayanan  pembangunan……. Dan keuangan inilah  yang merupakan salah satu dasar    kriteria   untuk mengetahui secara nyata kemampuan  daerah dalam  mengurus  rumah tangganya  sendiri ( J.R.Kaho ,1991 : 124 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan dasar pengertian diatas maka  daerah diharapkan mampu  membiayai  pelaksanaan tugas , dengan kemampuan daerah untuk menggali dan mengelola sumber-sumber keuangan  daerah , sehingga pada akhirnya  diharapkan kekayaan daerah  dapat menunjang pelaksanaan otonomi daerah  yang nyata dan bertanggung jawab .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsekwensi logis  dari peletakan titik  berat otonomi  pada Daerah Kabupaten  / Kota  .Sejalan  dengan hal tersebut  , masing-masing daerah tersebut  yang ada di Indonesia tidak akan sama jumlah dan jenis  urusan rumah tangganya. Ada Daerah Kabupaten / Kota  yang mendapat penyerahan atau penambahan  urusan yang lebih    banyak dan sebaliknya ada  yang sedikit  .Dari  berbagai jenis penerimaa  asli  daerah , pajak merupakan   sumbangan yang cukup besar terhadap  pendapatan daerah.&lt;br /&gt;Oleh sebb itu penulis ingin meneliti  seberapa besar sumbangan   pendapatan asli daerah khususnya dari sektor  Pajak Hotek dan restoran dalam mendukung Otonomi Daerah.Mengingat kota Malang  adalah kota pariwisata, jadi pajak yang digali  dari sektor hotel dan restoran cukup tinggi .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu pajak hotel dan rstoran merupakan sumber pendapatan  daerqah yang potensial , melihat begitu pesatnya  perkembangan maka  pajak hotel dan restosan merupakan salah satu elemen  yang cukup menjanjikan  dalam memberikan kontribusi  terhadap Pendapatan  Asli Daerah  yang pada akhirnya dapat menunjang otonomi daerah.&lt;br /&gt;Dengan melihat gambaran dan kondisi di atas  maka penyebab adanya  keingiunan penulis untuk  mengadakan tentang  “ Upaya peningkatan pendapatan asli daerah  dari sektor pajak hotel dan restoran  dalam mendukung  otonomi daerh di Kabupaten Malang “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.2  Perumusan Masalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan latar belakang  yang telah diuaraikan diatas , maka dapat dirumuskan  masalah  sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Seberapa besar potensi  Pajak Hotel dan Restoran dalam mendukung  Otonomi Daerah Kabupaten Malang ?&lt;br /&gt;2. Seberapa besar kontribusi   Pajak Hotel dan Restoran terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah ?&lt;br /&gt;3. Upaya apa saja yang  dilakukan Dinas Pendapatan Kabupaten Malang dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah dari sektor Pajak Hotel dan Restoran dalam mendukung  Otonomi Daerah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.3 Tujuan Penelitian &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam melakukan penelitian  ini penulis  mempunyai tujuan sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Ingin mngetahui potensi  pajak daerah khususnya pajak hotel dan restoran di Kabupaten Malang.&lt;br /&gt;2. Untuk mengetahui kontyribusi pajak hotel dan restoran  terhadap pandaptan asli daerah&lt;br /&gt;3. Untuk mengetahui upaya peningkatan pendapatan  asli daerah , khususnya dari hotel dan restoran  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5179229527209098258-4331275053081530584?l=ilmiahmanajemen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/4331275053081530584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5179229527209098258/posts/default/4331275053081530584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmiahmanajemen.blogspot.com/2009/03/upaya-peningkatan-pendapatan-asli.html' title='Upaya Peningkatan Pendapatan Asli Daerah  Dari Sektor Pajak Hotel Dan Restoran  Dalam Mendukung  Otonomi Daerah Di Kabupaten Malang … 152'/><author><name>
